
Di sebuah mansion, Daniel sedang siap-siap untuk pergi ke kantor, lalu dia turun ke bawah dan berjalan menuju meja makan.
"Pagi tuan!" sapa bi sumi yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan.
"Pagi bi! apa Sheryl sudah bangun dan sarapan?" tanya Daniel pada bi sumi.
"Nona sudah pergi keluar tuan dari setelah subuh, nona bilang mau pergi ke apartemen karena ada tugas yang belum dia kerjakan tuan." jawab bi sumi.
"Baik terimakasih bi." ujar Daniel.
Daniel pun memakan sarapannya dalam benaknya dia berkata mungkin Sheryl masih membutuhkan waktu untuk berpikir, Daniel akan membiarkan Sheryl sendiri dulu.
Setelah sarapan selesai Daniel bergegas pergi ke kantor, sepertinya dia tidak jadi datang telat karena Sherylnya pun tak ada untuk membicarakan masalah semalam.
****
Di sebuah apartemen Sheryl memutuskan untuk keluar mencari udara segar, entahlah hari ini dia ingin pergi ke suatu tempat untuk menjernihkan pikirannya, dia ingin sendiri dulu agar bisa memutuskan jalan apa nanti yang akan dia ambil, jalan yang terbaik untuk Nayla, dia dan dadynya .
Sheryl memutuskan untuk pergi ke mall, dia ingin melihat dan berbelanja untuk meluapkan rasa gundahnya. Ketika dia sedang memilih-milih sebuah tas, tiba-tiba ada yang menyapa dia.
"Sheryl!" ujar seseorang wanita seumuran mommynya.
"Tante!" jawab Sheryl ketika melihat yang menyapa nya adalah mamah Rangga .
"Kamu Sheryl apa kabar?" tanya mamah Rangga yaitu Tante Shermilla yang biasa di panggil Milla.
__ADS_1
" Alhamdulillah tante baik, tante sendiri gimana kabar nya?" jawab Sheryl sambil bersalaman.
"Alhamdulillah baik tante juga, kamu sendiri di sini?" tanya Tante Milla.
"Iya tante sendiri, lagi pengen sendiri aja." jawab Sheryl.
"Oh kebetulan nih tante juga sendiri, temani tante Yukk, sekalian kita makan siang!" ajak Tante Milla.
Karena tidak enak Sheryl pun menganggukkan kepalanya, mereka pun berbelanja bersama, lalu setelahnya makan siang bersama di salah satu restauran yang berada di mall tersebut .
" Kamu mau memesan apa nak?" tanya Tante Milla.
" Samain aja tante sama tante, minumnya lemon tea aja." jawab Sheryl.
Tante Milla pun memesan paket nasi liwet untuk 2 orang dengan tambahan ayam bakar juga ikan bakar, tak lupa tahu, tempe goreng dan sambal untuk penambah nafsu makan.
Setelah pesanan tiba mereka pun lahap dengan makannya.
"hem...tante gimana kabar Rangga?" tanya Sheryl setelah mereka selesai makan .
"Alhamdulillah baik, sekarang dia lagi sibuk-sibuknya." Jawab Tante Milla.
"Oh pantas dia tidak mengabari Nayla." guman Sheryl yang masih bisa di dengar oleh Tante Milla. Dari raut wajah tante Milla, Sheryl melihat ada ketidaksukaan dari Tante Milla mendengar ucapannya.
__ADS_1
"Kenapa tidak kamu aja sih Sher yang jadi pacar Rangga? pasti tante tidak akan berpikir dua kali lagi, tante pasti merestui Rangga untuk langsung meminang mu." ujar tante Milla.
Sheryl kaget langsung bertanya.
" Lho Tante memang dengan Nayla kenapa?" tanya Nayla heran, karena yang dia tau selama ini tante Milla biasa aja kepada Nayla.
" Kan kamu tau sendiri Nayla itu hanya anak kampung, dia tidak sederajat bersama kami, yang pasti dia hanya ingin mengincar harta Rangga saja, menurut tante kamu lebih pantas dengan Rangga daripada Nayla, kamu sederajat dengan kami." ujar Tante Milla.
" Untung saja tante langsung menyuruh Rangga kuliah di luar negeri untuk mengalihkan nya dari rencana melamar dan menikah dengan Nayla, tante tidak Sudi punya menantu miskin seperti Nayla." ujar Tante Milla lagi.
Sheryl yang mendengar apa yang di katakan tante Milla begitu terkejut, dia tidak menyangka tante Milla yang di kenal seorang yang baik hati begitu tega berbicara seperti itu pada sahabatnya sendiri.
Padahal selama ini tante Milla terlihat baik di depan nayla, apa selama ini hanya kedok nya aja supaya Rangga tidak mengetahui nya? dia juga tidak menyangka kepergian Rangga keluar negeri adalah salah satu rencana tante Milla untuk menjauhkan Nayla sama Rangga.
" Jangan-jangan hilangnya kabar Rangga pun ada andil Tante Milla? " dalam benak Sheryl.
Sheryl pun mencoba menetralkan hatinya agar tidak terlihat kaget.
" Tapi kenapa tante? setahu saya Nayla itu tulus mencintai Rangga." tanya Sheryl.
"Kamu itu masih terlalu muda untuk merasakan mana yang tulus dan mana yang pura-pura tulus." ujar tante Milla.
Sheryl hanya diam saja, percuma dia menjelaskan begitu tulusnya Nayla mencintai Rangga kalau seseorang itu sudah terlanjur tidak menyukai Nayla.
~ Semoga semakin suka dengan cerita nya ~
__ADS_1