
Saat masuk ke dalam kamar yang Daniel tunjukan Nayla begitu terkejut dan terharu, Di sana terpampang jelas sebuah lukisan dirinya dan Daniel saat sedang menyelam di pulau Mansuar, Raja Ampat. Apa lagi yang membuat Nayla terharu adalah sebuah tulisan di bawahnya!
"Happy birthday my beloved wife."
Dengan tulisan yang diukir sangat indah oleh ahlinya! sungguh Nayla terharu melihatnya apalagi Nayla benar-benar lupa kalau hari ini adalah hari lahirnya. Mungkin bagi sebagian orang ini hanyalah hal biasa, tapi bagi Nayla yang terlahir dari keluarga sederhana ini sudah luar biasa, apalagi daniel adalah orang pertama yang memberikannya kejutan seperti ini.
"Mas... apa ini?" tanya Nayla seperti orang linglung.
Daniel pun tersenyum dan langsung memeluk Nayla dari belakang.
"Selamat hari lahir ya istriku sayang! aku sengaja menaruh lukisan ini di sini, di kamar kita! agar kelak ketika kita berlibur dan punya anak kita bisa melihat kenangan yang paling indah di dalam lukisan ini." ujar Daniel.
Nayla pun langsung membalikkan badannya.
"Mas terimakasih, kamu benar-benar membuktikan kalau kamu bisa membuat aku bahagia." ujar Nayla sambil memeluk Daniel dengan erat.
"Ini sudah menjadi kewajibanku Nayla, sebagai suamimu." jawab Daniel sambil mencium pucuk kepala Nayla.
"Malam ini kita tidur di sini dulu ya, besok pagi baru kita berangkat ke rumah bapa!" lanjutnya lagi.
"Iya mas." ujar Nayla masih sambil memeluk Daniel.
"Sekarang pasti kamu lapar kan?" tanya Daniel.
"Hehehe iya mas, lumayan juga kan perjalanannya dari jam 10 sampai di sini sore." jawab Nayla.
Untungnya tadi pas di jalan Deni berhenti dulu di mesjid untuk solat Dzuhur, jadi di sini mereka tenang sekarang karena waktu menunjukan pukul 15.30.
"Iya sudah, kamu masak mau kan sayang? soalnya di sini kan gak ada warung atau yang jual makanan, makanya mas menyuruh orang untuk menyediakannya sebelum sampai di sini." ujar Daniel.
"Iya mas mau dong." jawab Nayla.
"Mas bantu ya!" ujar Daniel.
"Iya mas." jawab Nayla.
Mereka pun langsung keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur, setelah sampai di dapur Nayla langsung saja mengecek kulkas dan ternyata memang benar! di dalam kulkas sudah banyak bahan-bahan masakan, Nayla pun bingung mau memasak apa hari ini.
"Hem mas..... kamu makan sama apa?" tanya Nayla.
"Apa saja sayang." jawab Daniel.
"Apa mas bisa mencuci beras? biar cuci beras dulu jadi ketika lauknya matang nasinya pun sudah matang!" tanyanya pada Daniel.
"Hem bisa.... tapi tidak bisa kalo untuk menanak nasinya, karena gak tahu ukuran airnya." jawab Daniel.
__ADS_1
"Baiklah, mas bantu cuci berasnya terlebih dahulu! jangan banyak, setengah liter saja! karena kita hanya berdua baru setelah itu aku yang menanaknya nanti." perintah Nayla.
Daniel pun menurut dan langsung melaksanakan perintah dari Nayla, Nayla sendiri langsung mengeluarkan bahan-bahan yang mungkin akan dia masak tidak banyak karena mereka hanya berdua saja. Setelah melaksanakan perintah Nayla, Daniel pun langsung menghampiri Nayla dan berkata.
"Sayang ini sudah selesai." ujar Daniel.
"Iya mas, sini!" jawab Nayla.
Daniel pun menurut dan memberikan beras dan tempatnya kepada Nayla, Nayla pun mengatur airnya dan langsung memasukkannya ke dalam alat penanak nasi.
"Habis ini aku ngapain sayang?"
"Mas bantu cuci sayuran yang sudah aku siangin saja mas, sama ayamnya! mau kan mas." pinta Nayla.
"Tentu saja dong!" jawab Daniel membuat Nayla tersenyum.
"Ya sudah itu cuci saja, terus ayamnya setengah ekor saja ya mas, sisanya di taroh di kulkas lagi aja! sayang kalau semua di masak takut gak kemakan." ujar Nayla.
"Siap ratuku." jawab Daniel sambil mengedipkan matanya membuat Nayla tertawa mendengarnya.
"Kamu ini mas!" ujar Nayla.
Dan setelahnya Nayla pun memasak yang di bantu oleh Daniel.
"Nikmat sekali ya mas." ujar Nayla ketika dia menyantap makanan dengan meresapi angin yang meniupkan kerudungnya.
"Iya sayang, apalagi masakan kamu selalu saja enak." jawab Daniel.
Nayla pun senang dan tersenyum, melanjutkan santapannya dengan kidmat.
Setelah selesai makan, mereka pun melaksanakan kewajiban mereka kepada Alloh, lalu berkeliling kebun teh sebentar dan ketika hari mulai gelap mereka pun kembali ke dalam rumah dan melaksanakan kewajiban mereka lagi.
esok harinya, Nayla pun membuatkan sarapan untuk mereka berdua sebelum lanjut pulang ke rumah ibunya! saat sedang asyik berkutat dengan kualinya, Daniel tiba-tiba saja memeluknya dari belakang membuat Nayla sedikit kaget.
"Mas kamu ini ngagetin saja." ujar Nayla.
"Abis kamu masaknya serius banget!" ujar Daniel.
"Kamu masak apa sayang?" lanjutnya.
"Aku bikin nasi goreng saja pake ayam goreng yang kemaren kita masak! sayang kalau tidak kemakan, yang di kulkas mas kasih ke pengurus rumah ini saja." jawab Nayla.
"Baiklah sayang." ujar Daniel sambil terus memeluk Nayla dari belakang.
Lalu Nayla pun mematikan kompornya ketika merasa nasi gorengnya telah siap.
__ADS_1
"Mas bisa tidak tangannya lepaskan dulu." ujar Nayla karena Daniel masih memeluknya sambil sesekali menjahili Nayla dengan menekan bagian dada depan Nayla membuat Nayla sedikit merasakan rangsangan.
"Hehehe mas sudah nyaman begini sayang! dan terimakasih atas semalam." jawab Daniel.
"Kalau bisa kamu seperti itu terus, mas lebih suka kamu yang agresif." lanjutnya lagi.
Blush.....pipi Nayla langsung memerah mendengarnya.
"Mas... ." ujar Nayla ketika mengingat kejadian semalam dimana Nayla yang agresif terlebih dahulu.
"hahaha iya sayang, ayo mas bantu bawakan nasinya! sepiring berdua saja sayang." ujar Daniel.
Nayla pun langsung menata nasi gorengnya ke dalam piring yang sedikit besar lalu memberikannya kepada Daniel untuk dibawa, setelah itu mereka sarapan di halaman depan berdua dengan Daniel yang menyuapi Nayla begitu romantis.
Setelah selesai Nayla pun merapihkan dapur dan mencuci alat yang tadi dia gunakan sebelum berangkat lagi ke rumah ibunya.
"Mas sudah selesai belum?" tanya Nayla ketika dia sudah siap-siap untuk melanjutkan perjalanannya.
"Iya sayang sudah." jawab Daniel.
"Ya sudah ayo!" ujar Nayla.
Daniel pun mengangguk dan berjalan menuju mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Nayla, setelah Nayla masuk Daniel pun menutup kembali pintunya kalau memutari mobil masuk ke dalam kursi kemudi dan melajukan mobilnya.
Karena tempat tadi ada di daerah tempat tinggal orangtua Nayla jadi tidak membutuhkan waktu lama mereka sampai di depan masjid yang dekat dengan rumah orangtuanya untuk memarkirkan mobilnya.
Setelah itu mereka turun dan berjalan sambil menautkan tangan mereka, bisa mereka lihat sebagian tenda sudah terpasang di halaman rumah Nayla dan sudah banyak orang yang berada di rumah orangtuanya, Daniel dan Nayla pun berjalan ke arah rumah orangtuanya.
"Assalamualaikum." ujar keduanya.
"Waalaikumsalam, nah ini sudah datang pasangan pengantin yang sedang di tunggu-tunggu." jawab salah satu sodara Nayla dari ayahnya.
"Heheh iya uwak." jawab Nayla sambil menyalami tangan uwaknya diikuti oleh Daniel.
"Sudah sana masuk! ibumu menunggu kian dengan cemas." ujar uwak.
"Iya uwak." jawab Nayla dan langsung pamit masuk ke dalam rumah orangtuanya bersama Daniel.
☘️Sekian dulu ya.☘️
Maaf up nya telat, semalam ketiduran 😂😂.
Jangan lupa dukungan untuk author ya dan jangan pelit untuk memberikan poin untuk author agar semangat dalam menulis.
Terimakasih.🤗🥰
__ADS_1