
Semua orang kini tengah menatap Nayla, namun Nayla hanya membalasnya dengan senyuman! ketika Daniel hendak protes Nayla langsung memegang lengan Daniel yang membuat Daniel menengok ke arah Nayla, Nayla pun menggelengkan kepalanya ketika Daniel seolah bertanya ada apa lewat tatapannya membuat Daniel menghela nafasnya, Nayla bukannya tidak kesal kepada Renata! hanya saja dia tidak mau ada keributan di saat sedang berkumpul seperti ini.
"Ini aku ambilkan seperti biasa porsi untuk KA Daniel!" ujar Renata dengan senyumannya tanpa menghiraukan semua orang yang ada di sana yang kini malah berbalik menatap Renata.
"Kenapa kalian semua jadi menatapku?" tanyanya.
Semua orang pun mendengus tak terkecuali dengan Diva yang langsung menghela nafasnya.
"Sepertinya nanti aku harus bicara berdua denganmu!" ujar Diva pada Renata.
"Memang ka Diva mau bicara apa?" jawab Renata santai, padahal dia juga tau apa yang akan di bicarakan oleh Diva.
"Nanti saja ketika kita hanya berdua!" ujar Diva.
"Baiklah." jawab Renata, lalu dirinya pun mengambil makanan yang sama dengan Daniel.
Karena tadi makanan untuknya di ambil oleh Renata, maka Daniel pun berinisiatif untuk mengambilkan makanan untu istrinya untuk menunjukkan bahwa di sini Nayla adalah istrinya, Nayla adalah ratu hatinya.
"Sini sayang mas yang ambilkan makananmu!" ujar Daniel sambil mengambil piring yang ada di depan Nayla membuat semua orang berdecak karena Daniel sang CEO yang terkenal sangat dingin ini, kini tengah bucin oleh seorang Nayla gadis sederhana.
"CK..ck... lihat lah CEO kita yang terkenal dingin menjadi budak cinta istrinya! membuat aku mual saja!" ujar Alex.
Renata yang mendengarnya pun hanya bisa mengepalkan tangannya yang hanya di sadari oleh Diva.
"Kau ini syirik saja! makanya cepatlah kau menikah agar merasakan bagaimana surganya dunia!" jawab Daniel sambil meliriknya sinis.
"Kau kan tau sendiri jodohku itu sudah dekat! hanya waktunya yang belum tepat." ujar Alex sambil menyeringai.
"Cih.... jangan sampai aku punya menantu sepertimu." jawab Daniel membalas tatapan seringainya Alex.
"Dih dady, siapa juga yang mau jadi istri dia!" ujar Sheryl menyahut karena tau nanti Daniel dan Alex akan menggodanya.
"Nah kan, kau dengar sendiri jawabannya." ujar Daniel sambil tersenyum mengejek kepada Alex, dan Alex pun mendengus.
"Sudah....sudah...kalau kalian berdebat terus, kapan kita akan mulai makannya?" ujar Lusi.
"Ayo kita mulai makannya!" ajak Lusi dan semua orang pun hanya bisa mengangguk mendengar titah sang ratu.
Ketika mereka mulai menyiapkan Risotto kepada mulut mereka, satu persatu yang ada di sana memuji masakan Nayla yang terbilang baru pertama kali bikin dan baru mengetahui bentuk Risotto itu seperti apa? Nayla pun masih merendah hati, dia hanya menjawab ini semua berkat dia belajar dari Diva, jadi yang harus di puji yaitu Diva sendiri.
Setelah selesai makan, mereka pun berkumpul kembali di ruang keluarga untuk membicarakan konsep dan susunan acara nantinya! Lusi meminta bantuan semua orang agar membantu setiap prosesnya agar acaranya berjalan dengan lancar, di sela Lusi menjelaskan Renata selalu saja protes! dia menganggap acara ini terlalu kampungan namun dengan sabar Lusi menjelaskan semuanya membuat Renata bungkam.
__ADS_1
Lusi juga sepertinya sudah mulai menyadari ada yang tidak beres dengan Renata, tapi biarlah nanti dia tanyakan sendiri kepada Renata ketika dia sedang berdua dengannya.
"Jadi momy mohon bantuan kalian semuanya ya! agar prosesnya berjalan dengan lancar." ujar Lusi ketika selesai menjelaskan semuanya.
"Siap momy!" ujar mereka serentak hanya Renata saja yang tidak menjawab.
"Oh iya Nay! keluargamu hari apa ke sininya." tanya Lusi.
"Semalem sih menghubungi aku, karena ada yang berhalangan! kemungkinan ke sininya 3 hari sebelum hari H nya mom, jadi gak bisa seminggu sebelumnya." jawab Nayla.
"Ya sudah tidak apa-apa, yang penting ukuran bajunya benar semua kan?" tanya momy.
"Iya mom." jawab Nayla sambil tersenyum.
"Ya sudah momy ke kamar dulu ya! rasanya lelah sekali." ujar Lusi minta izin untuk ke kamarnya untuk beristirahat.
"Dady ikut!" ujar Anderson.
Membuat semua orang yang ada di sana bersorak.
"Wik wiw.... momy dan dady membuat orang jomblo sepertiku jadi ngenes!" ujar Alex sambil mengedipkan matanya kepada Lusi.
"Aw momy!" ujar Alex sambil meringis.
Lalu Lusi dan Anderson pun pergi dari sana tanpa menghiraukan ringisan Alex.
"Aku juga mau ke atas dulu ya semaunya, badanku udah lengket nih! mau mandi." ujar Sheryl.
"Om temani yu marmoet!" ujar Alex.
"Aw..." ringis Alex ketika Daniel melemparkan remot televisi ke kepala Alex.
"Sudah dua kali aku kena siksa di sini!" ujar Alex.
Ketika mendapatkan anggukan dari semua orang, Sheryl pun lantas pergi tanpa menjawab atau menghiraukan Alex yang tengah meringis.
"Ren kaka ingin bicara berdua denganmu, ayo kita ke halaman belakang mansion!" ajak Diva sambil bangkit dari duduknya.
"Mas nitip anak-anak ya!" ujarnya kepada sang suami.
"Iya sayang!" jawab suami Diva, lalu Diva pun pergi dengan memberi isyarat kepada Renata untuk mengikutinya.
__ADS_1
Daniel dan yang lain pun membiarkan Diva untuk berbicara kepada Renata karena tau ke arah mana pembicaraan mereka.
Setelah sampai di halaman belakang mansion yang begitu indah dengan tanaman bunga juga pohon-pohonnya.
"Ka Diva mau bicara apa sama aku?" tanya Renata.
"Pasti kamu juga sudah tau kan kenapa kaka mengajakmu bicara berdua!" jawab Diva.
"Maksudnya?" tanya Renata pura-pura tidak mengerti.
"Sudahlah Ren jangan berpura-pura tidak tau, Kaka kecewa sama kamu! kenapa kamu begini Renata? Renata yang Kaka kenal itu Renata yang baik hatinya dan tidak pernah bermusuhan dengan orang lain." jawab Diva.
"Apa semua tentang sikapku kepada Nayla?" tanya Renata lagi.
"Iya Renata, kamu harusnya bisa menghargai dirinya sebagai istri Daniel sekarang!" ujar Diva.
"Aku sudah bilang kan kemaren sebelum kita pergi ke sini! apa kamu akan sanggup? kamu bilang kamu sanggup, kalau sanggup kenapa harus bersikap seperti itu kepada Nayla? apalagi kamu secara terang-terangan menampakkan ketidaksukaanmu kepadanya." lanjut Diva.
"Lalu aku harus bermuka dua ka! aku harus pura-pura menyukainya padahal dalam hati membencinya! apa aku harus seperti itu ka? gak kak, aku hanya tidak ingin menjadi orang munafik." ujar Renata.
"Kaka tidak tau seperti apa rasanya menjadi diriku kak! sudah bertahun-tahun malah hampir belasan tahun aku menunggu kak! tapi apa yang aku terima kak? dia malah memilih orang yang bau kencur yang bahkan levelnya jauh di bawahku! aku tidak bisa terima kak!" lanjut Renata.
"Cinta itu tidak bisa di paksakan Renata? kalau Daniel mencintaimu sudah dari dulu dia menikahimu Renata! sadarlah bahwa Daniel bukan jodohmu." ujar Diva memberi pengertian kepada Renata.
"Apa kamu sadar kenapa Daniel bisa dengan mudahnya pindah ke Indonesia hanya karena Sheryl sekolah di sini? tidak Renata itu hanya sebagian alasannya saja, karena alesan yang pertama adalah untuk menghindarimu! Daniel tidak ingin kamu mencintainya, dia ingin kamu membuka matamu untuk pria lain! sadarlah Daniel juga menyadari bahwa kamu menyukai d
bahkan mencintainya bukan dia yang tidak peka seperti yang ada di pikiranmu itu." ujar Diva.
"Jadi kaka mohon! terima Nayla sebagai Sabahat kita!" lanjutnya.
Renata pun berdiri lalu dia berkata.
"Sebelum ka Daniel yang bilang, aku tidak akan mempercayainya, aku akan berhenti bersikap seperti ini jika Daniel sendiri yang mengatakannya."
Setelah mengucapkan itu, Renata pun pergi dari hadapan Diva membuat Diva memijit kepalanya yang tak pusing.
☘️Sekian dulu ya.☘️
Jangan lupa dukung terus author dengan like, komen, vote dan poinnya ya! agar author semangat menulisnya.
Terimakasih. 🥰😍
__ADS_1