
"Jadi tadinya mas sempat mau menyerah untuk mendekatiku?" tanya Nayla kepada Daniel, saat Daniel menceritakan awal mula perasaannya tumbuh.
Saat ini mereka sedang duduk di bangku balkon dengan Nayla yang menyenderkan kepalanya di dada bidang Daniel, dan Daniel mengelus kepala Nayla. Tadi setelah percakapan yang mengharukan itu, Daniel pun menceritakan awal mula perasaannya hadir dan bagaimana bisa dia dan keluarganya merencanakan semua sandiwara sebelum mereka menikah.
"Iya, karena mas gak mau hanya karena perasaan mas sama kamu, Sheryl jadi membencimu dan akhirnya memisahkan persahabatan kalian." jawab Daniel.
"Apa jangan-jangan yang waktu itu mas minta Yulia menggantikan ku secara tiba-tiba itu mas ingin menghindariku?" tanya Nayla.
"Iya sayang, karena semakin mas dekat denganmu, semakin bertambah pula perasaan mas kepadamu." jawab Daniel.
"Lalu kenapa tiba-tiba mas berubah pikiran lagi?" tanya Nayla lagi.
"Ya ternyata diamnya Sheryl bukan karena dia marah atas perasaan mas, tapi dia bingung harus bagaimana? di satu sisi dia sedih jika harus mendekatkan mas sama kamu, padahal di hati kamu ada Rangga dan sedang menunggunya, dia juga merasa kalau mendukung mas berarti telah mengkhianati pertemanannya dengan kamu juga Rangga! tapi jika gak mendukung mas dia juga sedih karena di saat mas mau membuka hatinya Sheryl malah gak mendukung mas." jawab Daniel sambil terus mengelus kepala Nayla dan bersender di dadanya.
"Tapi ketika dia pergi untuk menenangkan dirinya, Sheryl tidak sengaja bertemu dengan mamahnya Rangga." lanjut Daniel dan diam kembali.
"Bertemu dengan mamahnya Rangga, apa terjadi sesuatu mas?" tanya Nayla karena suaminya menghentikan bicaranya.
Daniel pun mengangguk dan menceritakan pertemuan Sheryl dan mamahnya Rangga tanpa ada yang di tutupi.
"Serius mas? ya Alloh aku gak nyangka pandangan Tante Milla sama aku itu seperti itu! padahal di depanku dia biasa saja." ujar Nayla.
"Iya, dan itu membuat Sheryl berubah fikiran! dia gak mau kamu mempunyai mertua seperti itu jadi dia datang sama mas dan akan mendukung mas!." ujar Daniel.
"Dan merencanakan semua drama itu!" ujar Nayla.
Daniel pun terkekeh.
"Iya, dan tentu Sheryl tidak langsung setuju! pasti banyak pertimbangan dulu Sheryl juga sayang! dia tidak ingin sahabat sekaligus orang yang sudah dia anggap kaka kandungnya sendiri hidupnya tidak bahagia walau berpasangan dengan dadynya sendiri." ujar Daniel.
Nayla pun tersenyum, memang benar sesayang itu Sheryl terhadapnya.
"Iya mas benar, Sheryl begitu menyayangiku melebihi seorang teman kepada sahabatnya." ujar Nayla sambil tersenyum juga.
"Dan mas minta, kamu jangan marah terhadap Sheryl ya!" ujar Daniel.
"Iya mas, aku udah gak marah ko! dan kemaren itu aku hanya kecewa tapi setelah ku pikir-pikir Sheryl juga tidak melakukan kesalahan besar, aku hanya ingin mengerjainya saja dan mas harus mendukungku!" ujar Nayla.
"Baiklah." ujar Daniel.
****
__ADS_1
Di tempat lain, lebih tepatnya di sebuah cafe yang tidak jauh letaknya dari kampus Sheryl! Sheryl sedang menunggu Rangga untuk menemuinya, tadi setelah Sheryl selesai dari pelajarannya, dia langsung menghubungi Rangga, dan meminta Rangga untuk bertemu dan berbicara.
Namun setelah 15 menit menunggu Rangga belum datang juga, Sheryl sudah begitu ingin bertemu dengan Rangga, hingga 30 menit kemudian baru lah terlihat Daniel sudah datang dan menghampiri dirinya.
"Kenapa lama sekali?" tanya Sheryl kesal karena dirinya sudah 30 menit menunggu.
"Maaf, aku tadi ada meeting bersama client." jawab Rangga.
"Baiklah, aku tak mau basa-basi lagi, langsung saja pada intinya!" ujar Sheryl.
"Kenapa kamu melakukan itu?" tanya Sheryl melanjutkan ucapannya.
"Maksud kamu." jawab Rangga.
"Kamu jangan pura-pura mengerti Rangga! kamu jawab saja apa maksud kamu memberikan rekaman suara tentang Dady hah?" tanya Sheryl dengan nada emosi.
Rangga pun terkekeh mendengarnya.
"Aku memberikan itu tidak maksud apa-apa, hanya memberitahukan Nayla saja." jawab Rangga santai.
Sheryl menatap Rangga sinis.
"Kamu bilang tidak bermaksud apa-apa! hahaha kamu itu lucu sekali Rangga! kamu gak tau apa akibatnya ketika kamu memberikan rekaman itu dan Nayla mendengarnya? itu kan yang kamu mau? agar Nayla membenciku dan Dady!" ujar Sheryl dengan emosi sambil menatap Rangga tajam.
"Kalau Nayla membenci dadymu, berarti dia tidak mencintai dadymu! sudahlah Sheryl, pernikahan tanpa cinta itu sangat menyakitkan! kalau pun Nayla jadi membenci Dady mu, apa salahnya dadymu melepaskan Nayla." ujar Rangga.
"KAMU!" ujar Sheryl sambil menunjuk Rangga dengan marah.
Lalu Rangga pun tersenyum.
"Kamu tenang saja Sheryl, ucapanku barusan hanya bercanda belaka." ujar Rangga.
"Apa mau mu Rangga? kenapa kamu seolah mempermainkan keluargaku!" tanya Sheryl.
"Kamu tenang saja Sheryl, aku tidak mau apa-apa dari kalian, aku hanya ingin membuat Nayla bahagia walau bukan bersamaku." jawab Rangga.
"Lalu, kenapa kamu melakukan ini jika ingin Nayla bahagia?" tanya Sheryl sedikit melunak.
Rangga pun tersenyum sedih.
"Aku hanya membantu kalian untuk berkata jujur." jawab Rangga sambil menatap Sheryl.
__ADS_1
Sheryl pun mengerutkan keningnya tidak mengerti.
"Maksud kamu?" tanya Sheryl.
"Ya, coba kamu pikirkan jika hal ini kalian rahasiakan lebih lama lagi? pasti Nayla akan semakin kecewa kepada kalian! dan aku pikir kalau bukan aku yang membongkarnya kalian tidak akan pernah mau memberitahukan Nayla! bagaimana kalau Nayla tau dari yang lain, misal dari orang luar yang ingin merusak hubungan Nayla dan dadymu! bisa saja orang itu menghasud Nayla dan membuat rumahtangganya berantakan, pasti kamu pun tidak mau kan? dan soal dengan Nayla yang membenci Dady dan dirimu, kamu juga pasti sudah tau bagaimana karakter Nayla? dia tidak akan membenci orang dengan gampang, apalagi itu untukmu." jawab Rangga panjang lebar.
Sheryl pun menghela nafasnya, karena yang di katakan Rangga memang benar! dia sangat tau karakter Nayla.
"Aku bukan tidak ingin memberitahukan Nayla Rangga! aku hanya belum siap dan menunggu waktu yang tepat, setidaknya sampai Nayla jatuh cinta kepada Dady."
"Bukankah dengan ini kalian bisa tau bagaimana perasaan Nayla?" ujar Rangga.
Sheryl pun mengerutkan keningnya kembali, karena tidak mengerti apa yang Rangga maksud.
Rangga yang seolah tau Sheryl yang belum mengerti pun langsung mengatakan.
"Kalau Nayla memilih memaafkan dadymu dan melupakan semuanya, maka hatinya kini sudah terisi penuh oleh nama dadymu! tapi jika Nayla memilih untuk mengakhiri semua ini berarti nama dadymu belum sepenuhnya mengisi hatinya." ujar Rangga.
"Kamu benar, dan aku berharap Nayla mau melupakan semuanya, karena Dady selama menjadi suaminya selalu memperlakukan Nayla dengan istimewa, semoga itu yang bisa di liat oleh Nayla dari dadyku, karena dadyku begitu sangat mencintai Nayla!" ujar Sheryl.
"Ya semoga saja." ujar Rangga.
Sheryl pun menatap Rangga dengan perasaan bersalah.
"Rangga maaf, tadi aku emosi hingga langsung menyalahkanmu." ujar Sheryl.
"Ya, aku memaklumi mu." ujar Rangga.
"Ku harap kita masih bisa bersahabat." pinta Rangga kembali.
"Ya Rangga kita masih bersahabat." jawab Sheryl sambil tersenyum.
"Maaf karena aku terlalu emosi, hingga lupa kalau kita belum memesan apa-apa, bahkan minuman pun belum memesan." ujar Sheryl.
"Baiklah, ayo kita pesan minuman terlebih dahulu karena tenggorokan ku mulai kering! baru setelah itu kita lanjut makan siang." ajak Rangga.
"Baiklah." jawab Sheryl.
Lalu Rangga pun memanggil waiter yang bekerja di cafe itu dan mereka pun memesan minuman sekaligus makanan.
☘️ Sekian dulu ya.☘️
__ADS_1
Alhamdulillah author bisa up lagi, mau up selalu ada saja halangan, jadi author meminta maaf kepada pembaca yang masih menunggu kelanjutan cerita dari Nayla ini....
Salam sehat selalu dan terimakasih. 🤗😍😍