
Di mansion Daniel.
Malam pun telah tiba, kini Nayla, Daniel juga Sheryl sedang asyik bercengkrama bersama di ruang keluarga, mereka bercanda tak jarang Daniel yang menjaili Sheryl berujung dengan perdebatan kecil mereka seperti hari-hari biasanya, namun itu lah yang membuat Nayla bahagia dan terus tersenyum. Di saat mereka sedang asyik bersama, tiba-tiba saja ponsel Daniel berdering menandakan ada panggilan telpon untuk dirinya! Daniel pun mengambil ponselnya di atas meja, lalu melihat siap yang menelpon di jam seperti ini.
"Momy!" ujarnya.
Nayla dan Sheryl pun langsung terdiam ketika tau siapa yang menelpon Daniel.
"Di angkat saja mas! terus laundspeker!" perintah Nayla.
Daniel pun hanya mengangguk lalu menekan tombol terima dan melaundspeker suara ponselnya.
"Hallo momy!" ujar Daniel.
"Hallo sayang! kamu sedang apa Daniel? apa momy mengganggu mu saat ini?" jawab momy Daniel.
"Alhamdulillah Daniel baik mom, Daniel sedang bersama Sheryl juga Nayla mom! biasa kumpul sambil nonton! tidak mom, momy tidak ganggu kok! Nih Sheryl sama Nayla juga bisa denger suara momy." ujar Daniel.
"Iya mom, ini Nayla! Momy apa kabar?" saut Nayla.
"Iya grandma, ini aku juga ada di sini!" saut Sheryl juga.
"Alhamdulillah kalau tidak menggangu, dan kabar momy juga Alhamdulillah baik sayang!, momy senang kalian akur terus." ujar momy nya Daniel.
"Iya mom, Alhamdulillah! Dady mana mom?" tanya Daniel.
"Dady mu......" ujar Lusi terdiam, namun tak lama langsung berbicara kembali.
"Daniel, bolehkah momy berbicara berdua?" tanya Lusi.
Daniel, Nayla dan Sheryl pun saling melirik, namun tak lama Nayla pun mengangguk tanpa setuju.
"Baiklah mom bisa, sebentar." jawab Daniel.
"Sayang mas ke kamar dulu ya! Kamu lanjutkan saja nontonnya Sam Sheryl." izin Daniel pada Nayla.
"Iya mas." jawab Nayla.
Daniel pun melirik ke arah Sheryl, tanda dia juga meminta izin putrinya juga.
"Iya udah sana Dady!" jawab Sheryl sambil tersenyum.
__ADS_1
Daniel pun melangkah pergi ke arah kamar dan masuk ke dalam kamar.
Sedangkan Nayla dan Sheryl malah menatap Daniel yang perlahan sudah tidak terlihat, karena pintu sudah tertutup kembali. Sebenernya Nayla maupun Sheryl penasaran apa yang akan Lusi katakan pada Daniel hingga ingin berbicara bersama Daniel saja! Tapi mereka tak berani menyela atau bertanya karena takut memang itu hal yang penting yang tidak ada sangkut pautnya dengan mereka.
"Kira-kira grandma mau ngomong apa ya sama Dady mom?" tanya Sheryl.
"Entahlah, mungkin hal yang sangat penting! Namun tidak ada sangkut pautnya dengan kita." jawab Nayla.
"Mungkin ya mom!" ujar Sheryl.
"Ya sudahlah kita lanjut lagi nonton nya." ujarnya.
"Ya sudah." jawab Nayla.
Lalu mereka melanjutkan menonton sambil mengobrol juga bercanda, hingga tak terasa waktu sudah jam 9 malam, karena di dalam hati Nayla merasa tidak tenang! Karena Daniel tak kembali lagi setelah menelpon dengan Lusi, Nayla pun pamit masuk ke kamar terlebih dahulu kepada Sheryl.
"Sher, aku masuk duluan ya! ini sudah jam 9 lho." ujar Nayla.
"Iya mom, cie sudah tak sabar di dekap oleh Dady!" ujar Sheryl meledek Nayla.
"Ish.... apaan sih kamu!" ujar Nayla bersemu merah, dan kemudian bangkit dan berlalu meninggalkan Sheryl sendiri yang tertawa karena membuat Nayla malu.
Setelah masuk kamar, Nayla tidak melihat suaminya ada di kasur atau di sofa yang ada di kamarnya, Nayla pun melirik ke arah pintu balkon dan ternyata terbuka, itu tandanya suaminya itu sedang berada di balkon. Nayla pun berjalan ke arah balkon dan dia bisa melihat Daniel yang sedang melamun memikirkan sesuatu, mata Daniel terlihat sedang melihat ke langit! Begitu jelas sedang memikirkan sesuatu yang mungkin sedikit rumit hingga Nayla berjalan ke arahnya pun Daniel tidak menyadarinya. Karena Daniel tidak menyadari kedatangannya, Nayla pun memberanikan diri untuk memeluk Daniel dari belakang.
Sontak Daniel pun terkaget, namun langsung menguasai dirinya, dan memeluk lengan Nayla yang sedang ada di dadanya.
"Ahh... Sayang! Kamu sudah selesai nontonnya?" ujar Daniel membalikkan pertanyaan kepada Nayla.
"Sudah mas, mas sedang memikirkan apa?" jawab Nayla sambil mempertanyakan kembali pertanyaan tadi kepada Daniel.
Daniel pun melepaskan pelukan Nayla dan berbalik menghadap Nayla, lalu tangannya menggenggam tangan Nayla dan menciumnya dan langsung memeluk Nayla dengan erat.
"Mas kenapa?" tanya Nayla kembali.
"Mas tidak apa-apa sayang!" jawab Daniel.
"Lalu kenapa mas seperti banyak sekali pikiran, sampai aku samperin mas di balkon saja mas gak menyadari! kita ini suami istri mas, jadi jangan ada yang di tutupi!" ujar Nayla.
Daniel pun terkekeh.
"Iya sayang, mas beneran tidak apa-apa! hanya saja barusan momy telpon dan bilang, perusahaan pusat kita yang di New york sedang dalam masalah besar!" ujar Daniel sambil melepaskan pelukannya pada Nayla.
__ADS_1
"Ya alloh, terus sekarang bagaimana?" tanya Nayla khawatir.
"Ya sekarang sedang di handle sama Dady juga sepupu mas yang berada di sana! Tapi tetap saja mas sebagai pemimpin utama harus segera ke sana!" jawab Daniel.
"Jadi mas akan pergi ke New York?" tanya Nayla lagi.
"Iya, dan itulah yang sedang di pikirkan mas!" jawab Daniel.
"Mas bingung, jika mas pergi otomatis mas ajak kamu, mas bingung di sini Sheryl sendiri dan tidak ada yang nemenin." ujar Daniel sambil mengajak Nayla duduk di bangku yang ada di balkon.
"Kalau mas mau ke sana gak apa-apa, mas pergi saja sendiri! Biar aku di sini nemenin Sheryl! Mas yang sekarang mereka butuhkan itu mas bukan aku." jawab Nayla dengan tatapan serius.
"Tapi sayang mas kan gak bisa jauh dari kamu!" ujar Daniel manja sambil menaruh kepalanya di pundak Nayla.
"Dan aku harus berpuasa itu! Mana bisa." ujar Daniel dalam hati.
"Ish keluar lagi deh manjanya, mas dengerin aku ya! Sekarang yang lebih penting itu perusahaan sedang membutuhkan mas! jadi mas harus fokus ke sana dulu! Ketika nanti perusahaan sudah baik-baik saja mas bisa kembali lagi dengan cepat." ujar Nayla sambil mengelus kepala Daniel.
"Mas rencananya kapan pergi ke New york nya?" tanya Nayla.
"Ya lebih cepat lebih baik, mungkin besok pagi mas harus sudah di bandara." jawab Daniel.
"Ya sudah, nanti aku siapin keperluan mas! Sekarang mas yang semangat ya, dan semoga masalahnya cepat selesai." ujar Nayla.
"Amin.. Tapi bagaimana dengan mas! Mas gak bisa jauh dari kamu!" ujar Daniel sambil terus memeluk dan merengek kepada Nayla.
"Ish mas ini kaya anak SD saja!" ujar Nayla.
"Beneran lho sayang, dan sudah pasti mas gak bisa membuat adik Sheryl lagi, dan harus puasa lama!" ujar Daniel.
Blush.... Pipi Nayla langsung merah.
"Ish apaan sih mas!" jawab Nayla.
"Beneran sayang, liat nih udah minta jatah aja! Pokonya aku minta bekal buat besok, malam ini harus di puas-puasin!" ujar Daniel sambil menarik tangan Nayla dan mengarahkan ke arah alat tempur malamnya.
"Akh... Mas jail banget sih!" ujar Nayla.
Dan tanpa ba bi bu Daniel langsung menyerang Nayla dan menggendongnya ke kamar.
☘️ Sekian dulu.☘️
__ADS_1
Dasar ada saja ya ide Daniel, bisa aja akalnya.
Hay berjumpa lagi sama author, maaf baru update, jujur saja author sudah pusing mikirin alu cerita nya harus seperti apa, dan dalam merangkai kata itu ternyata tidak mudah... Tolong dukungan ya para pembaca setia ceritanya Daniel dan Nayla! Love youuu 😍😍