
Kembali lagi dengan Nayla dan Daniel di pulau Mansuar, Raja Ampat.
Daniel kini sedang mencoba membangunkan Nayla.
"Sayang bangun! sudah jam 10 pagi, kita sudah telat untuk sarapan." ujar Daniel mencoba membangunkan Nayla.
"Aku masih cape mas, nanti saja sarapannya." jawab Nayla.
"No sayang, kita sarapan dulu yuk! biar tenagamu pulih kembali, mas sudah pesan makanannya." ujar Daniel.
Nayla pun mencoba membuka matanya.
"Baiklah mas tapi aku masih dulu ya?" jawab Nayla.
"Mau mas bantu? biar lebih cepat selesainya." ujar Daniel.
Nayla pun memutar matanya dengan malas, apanya yang cepat selesai malah yang ada makin lama saja.
"Gak mas gak apa-apa, aku sendiri saja." ujar Nayla sambil mencoba meraih handuk yang ada di dekat dirinya.
"Ya kali kamu mau mas temani mandi." ujar Daniel sambil mengedipkan matanya.
Nayla hanya membalas dengan senyuman dan menggelengkan kepalanya. Nayla baru tau, Daniel ternyata begitu jail dan jangan lupakan otaknya yang selalu mesum, beda dengan Daniel yang selama ini dia kenal sebagai bos dingin dan menyebalkan.
Setelah selesai mandi, Nayla pun berganti baju dalam kamar mandi karena jujur saja masih malu jika harus ganti baju di hadapan Daniel, Nayla saat ini memakai baju gamis serta kerudungnya takut Daniel nantinya akan mengajak dia keluar dari resort ini.
Saat Nayla keluar ternyata makanan sudah datang, Nayla pun menghampiri Daniel yang sudah berada di balkon kamar dengan makanan yang ada di mejanya.
Saat di balkon Nayla begitu takjub dengan pemandangannya yang langsung menghadap laut yang indah.
Oh iya pulau Mansuar sendiri adalah salah satu pulau yang mempesona di Raja Ampat, hamparan pasir putih dan pemandangan alamnya yang cantik bisa memanjakan mata kita, tak hanya terkenal dengan pemandangannya yang cantik, pulau Mansuar juga menyuguhkan daya tarik yang istimewa berupa pasir yang timbul di tengah lautan.
Tentu saja resort di sini harganya lumayan besar, tapi bagi Daniel itu hanya beberapa uang saja.
"Wah.... mas indah sekali." ujar Nayla.
"Memang kemaren kamu belum menyadarinya?" tanya Daniel.
"Kemaren kan kita sampai malam mas!" Jawa Nayla.
Daniel pun tersenyum.
"Ya sudah sekarang kita sarapan dulu, baru nanti kita menyelam bersama mau tidak?" ujar Daniel.
"Iya mas mau, aku juga pengen liat kerumbu karang dengan jelas biasanya hanya liat di televisi." ujar Nayla.
"Baiklah, kita sarapan dulu baru nanti kita ke sana! mas sudah sediakan baju juga untukmu." ujar Daniel.
Tak mungkinkan Daniel mengajak Nayla menyelam sambil memakai baju gamis.
__ADS_1
"Iya mas, terimakasih." ujar Nayla sambil tersenyum dan menatap Daniel.
Daniel pun membalas senyuman Nayla dan mengangguk.
Mereka pun makan dengan lahap, apalagi Nayla yang tenaganya sudah di kuras habis oleh Daniel yang tidak pernah puas melakukan ibadah halalnya dengan Nayla, dan mungkin karena suasana hati Nayla juga sedang bahagia.
Sesuai janji Daniel, setelah selesai makan mereka pun keluar dari resort menuju tempat menyelam.
Setelah berganti pakaian, mereka pun menyelam bersama di bantu pemandu yang ada di sana.
Setelah puas menyelam, mereka pun langsung memesan makanan lagi! ternyata lumayan juga menguras tenaga, selama mereka berjalan menuju resort Daniel tidak pernah melepaskan pegangan tangannya dari Nayla.
"Mas makasih ya, ini pengalaman pertama aku! aku puas mas." ujar Nayla sambil memeluk Daniel saat mereka sudah sampai di dalam kamar.
Daniel yang tadinya kaget Nayla memeluk dirinya langsung tersenyum dan membalas pelukan Nayla.
Nayla yang sadar dirinya lebih dulu memeluk Daniel pun langsung melepas pelukannya pada Daniel, namun Daniel menahannya.
"Biarkan seperti ini dulu sayang! mas harap kamu akan segera mencintai mas." ujar Daniel sambil memeluk erat Nayla dan memejamkan matanya.
"Amin." jawab Nayla.
Saat mereka sedang asyik berpelukan, kini ponsel Nayla yang berdering.
"Mas ada telpon, aku angkat dulu ya." ujar Nayla.
Daniel pun melepaskan pelukannya pada Nayla dan membiarkan Nayla mengambil ponselnya.
Ternyata itu panggilan Vidio call dari Sheryl, Nayla pun langsung menerima panggilan Sheryl.
"Assalamualaikum Nayla." ujar Sheryl di layar ponselnya.
"Waalaikumsalam, kamu gimana kabarnya Sher?" jawab Nayla.
"Alhamdulillah aku baik, kamu di sana gimana? dady gak apa-apain kamu kan? eh tapi mau di apa-apain juga gak apa-apa! kalian kan udah suami istri." ujar Sheryl menjahili Nayla yang membuat pipi Nayla memerah.
"SHERYL!" ujar Daniel memperingati putrinya untuk menjaga ucapannya.
"Hahaha pipi kamu memerah Nay." ujar Sheryl sambil tertawa.
"Iya dady maaf, cie yang belain istrinya." ujarnya lagi masih sambil tertawa kecil.
Daniel yang mendengar pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Nay gimana di sana?" tanya Sheryl.
"Gimana apanya?" jawab Daniel.
"Ya pemandangannya gitu, terus kamu di situ main apa seru gak?" tanya Sheryl lagi.
__ADS_1
"Indah Sher sungguh, aku puas banget! tadi juga kita menyelam Sher, sungguh luar biasa sekali." ujar Nayla.
"Nih aku pindah kamera belakang ya biar kamu liat sendiri pemandangannya, nanti yang kita sedang menyelam aku kirim fotonya." ujar Nayla sambil mengarahkan kamera belakangnya menuju balkon kamar yang langsung berhadapan dengan laut biru yang indah.
"Wah.... Nayla indah sekali, ah.....dady curang aku juga mau ke situ!" ujar Sheryl.
"Kamu bisa nyusul dady ke sini Sheryl bersama kru fotografer besok lusa." jawab Daniel.
"Benerkah dady? apa grandma tau?" tanya Sheryl.
"Iya momy dan dady juga tau!" ujar Daniel.
"Yeay.... Nayla tunggu aku, nanti kita menyelam bersama ya!" ujar Sheryl.
Nayla pun tersenyum.
"Iya insyaallah Sheryl." jawab Nayla.
"Ya sudah aku tutup dulu ya telponnya, aku juga mau kasih tau grandma." ujar Sheryl.
"Iya Sheryl." ujar Nayla.
"Baiklah assalamualaikum." ujar Sheryl.
"Waalaikumsalam." jawab Nayla.
Nayla senang Sheryl tidak marah atas kejadian tadi pagi, padahal Nayla sendiri tadi sudah takut Sheryl akan memarahinya. Benar kata Daniel nantinya Sheryl akan mengerti sendiri.
"Mas aku tidur siang dulu ya! aku cape sekali dan mengantuk." ujar Nayla.
"Ya sudah kamu tidur gih! mas masih ad yang harus di urus dulu." ujar Daniel sambil menatap Nayla dan tersenyum lalu kembali sibuk dengan ponselnya.
"Baik mas." jawab Nayla dan langsung bangkit berjalan menuju tempat tidur.
Nayla pun menidurkan dirinya di tempat tidur dan langsung terlelap karena sudah lelah.
Daniel pun yang berada di sofa mencoba melakukan beberapa panggilan ke beberapa orang guna menanyakan semua persiapan perayaan pernikahan dia dan Nayla, Daniel tidak ingin ada kesalahan sedikitpun nanti di resepsi pernikahan mereka.
Daniel juga mencoba memanggil kru fotografer yang dia sewa menanyakan persiapan untuk besok lusa.
Setelah memastikan semuanya aman, Daniel pun meletakkan ponselnya dan berjalan menuju Nayla yang sedang tertidur pulas.
Daniel pun ikut merebahkan dirinya di samping Nayla lalu mencium kening Nayla dan memeluk pinggang Nayla untuk ikut tidur bersama istri tercintanya.
☘️Sudah dulu ya, doakan author agar bisa menemukan ide terus sampai cerita ini selesai.☘️
Dan mohon maaf jika ada naman tempat yang author salah tulis.
Terimakasih salam sehat untuk kita semua.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya buat author...