Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 35


__ADS_3

Kini dua bulan telah berlalu, Cuti Nayla pun sudah di ACC berkat bantuan Daniel di belakangnya. Kini Nayla tengah bersiap-siap untuk pulang kampung, dia sudah rindu suasana kampung yang indah dan segar.


Sheryl pun akan mengantarkan Nayla hanya sampai terminal, tadinya Sheryl dan Daniel menawarkan supir mereka yang di rumah untuk mengantarkan Nayla, namun Nayla menolaknya dengan halus.


Dia rindu suasana di dalam bis, wajar saja Nayla pulang itu waktu lebaran sudah delapan bulan dia tidak pulang ke kota kelahirannya.


"Kamu sudah beres Nay? tidak ada yang ketinggalan kan?" tanya Sheryl ketika Nayla sudah siap untuk berangkat.


"Sudah Sher, aku beli oleh-olehnya nanti aja pas di perjalanan." jawab Nayla.


"Oh ya sudah, aku bakal kangen banget sama kamu nay!" ujar Sheryl.


"Kan nanti kamu nyusul, kabari aku ya kalo mau nyusul, biar aku siap-siap di sana." ujar Nayla.


"Ok siap, dandan yang cantik ya kalo aku ke sana soalnya Dady mau ikut." ujar Sheryl santai.


"Lah emang kenapa kalo dady kamu ikut?" tanya Nayla heran.


"Ya kali aja dia kepincut kamu! terus kamu jadi mami tiri aku." jawab Sheryl sambil tertawa tapi mengaminkan dalam hatinya.


"Dihh kamu itu ada-ada saja." ujar Nayla sambil geleng kepala namun entah kenapa ada rasa deg degan dalam hati.


"Hahahaha ya kali, kan ucapan sebagian dari doa." ujar Sheryl asal.


"Emang kamu mau punya mama tiri kaya? aku itu aslinya galak." ujar Nayla dengan mencoba merubah raut wajahnya segarang mungkin, membuat Sheryl semakin tertawa.


"Hahahaha aku bukan nya takut Nay, malah pngen ketawa hahahaha." ujar Sheryl sambil terus tertawa.


Nayla hanya menggelengkan kepala saja.


"Ya sudah, ayo kita berangkat! nanti aku ketinggalan busnya." ujar Nayla.


"Ya sudah ayo, aku bantu bawakan tas mu." ujar Sheryl sambil meraih tas tentengnya Nayla.


Mereka pun berangkat menuju terminal di kota B.


****


"Sheryl aku berangkat ya, kamu baik-baik di sini, jangan tinggal di apartemen! kamu tinggallah di mansion bersama dady mu, biar kamu gak keluyuran dan makan mu ada yang pantau." ucap Nayla ketika mereka sampai di terminal.


"Iya.. iya.. Nayla bawel sayangku, calon mami tiri ku yang galak, Hihihi..." ujar Sheryl sambil ketawa pelan.


Dia senang sekali menggoda Nayla, walau dalam hati dia mengaminkan ucapannya sendiri.

__ADS_1


"Kamu itu dari tadi mami tiri..mami tiri..mulu, ngebet banget pengen punya mami tiri, suruh dady mu nikah lagi biar kamu gak kesepian." ujar Nayla sambil cemberut membuat Sheryl semakin tertawa.


"Hahahaha iya..iya... Nay aku bercanda, kamu juga hati-hati di jalan, kalau udah sampai kabari aku! salam sama ibu, ayah dan aa Ryan ya!" ujar Sheryl.


"Iya nanti aku sampaikan." jawab Nayla dan mereka pun berpelukan.


"Ya sudah, aku naik bus ya, salam untuk dady mu! terimakasih sudah mengizinkan aku cuti. " ujar Nayla.


"Ok siap." jawab Sheryl.


Nayla pun naik ke dalam bus dan melambaikan tangan kepada Sheryl.


****


Di dalam bus Nayla menggunakan handset untuk menutupi kebisingan di dalam busnya, dia melihat jalanan kota B menuju kota S.


"Bismillahirrahmanirrahim, lindungi hamba dalam perjalan ini ya Alloh." doa Nayla dalam hati.


Nayla sudah tak sabar ingin segera sampai di kota kelahirannya! dia harus menempuh jarak sekitar 4 -5 jam untuk sampai kota S, Nayla berdoa semoga jalanan tidak macet dan lancar-lancar saja.


Setelah menempuh kurang lebih 5 jam di perjalanan, Nayla sampai di terminal kota S. Dia pun mencari tukang ojek menuju kampung rumah ibunya berada.


Bisa saja Nayla naik angkot, namun Nayla memilih memakai jasa ojeg agar cepat sampai di rumah, walau harga ongkosnya lebih mahal di bandingkan naik angkot.


"Ini pak terimakasih." ujar Nayla sambil menyerahkan selembar uang berwarna merah kepada tukang ojeg.


"Iya neng sama tapi ini saya gak ada kembalian." ujar si bapak tukang ojeg.


"Gak apa-apa pak, kembaliannya buat bapak saja." ujar Nayla.


"Oh iya neng terimakasih banyak ya." jawab si bapak.


Nayla pun mengangguk, dia pun berjalan ke depan pintu rumah ibunya dengan membawa semua barang-barangnya.


"Assalamualaikum ayah, ibu." ujar Nayla.


"Waalaikumsalam Nayla kamu sudah datang?" ujar ibu menghampiri Nayla.


Nayla pun mencium punggung tangan ibunya, lalu mencium pipinya dan berpelukan.


"Iya ibu, ibu sehat?" ujar Nayla.


"Dimana ayah Bu?" tanya Nayla .

__ADS_1


"Alhamdulillah sehat, ayah mu sedang di ladang sebentar lagi pulang." ujar ibu.


Baru saja mengatakan terdengar ayahnya mengucapkan salam.


"Assalamualaikum." ujar ayah.


"Waalaikumsalam, baru saja di bicarakan bapak panjang umur.." ujar si ibu.


"Lho Nayla sudah sampai?" ujar ayah.


Nayla pun menghampiri ayahnya dan meraih tangan ayahnya, lalu mencium punggung tangan ayahnya dan memeluk ayahnya.


"Iya ayah Nayla udah sampai, ayah sehat? ayah jangan cape-cape ke ladang terus! ayah itu harus jaga kesehatan! jangan nyari uang, biar Nayla saja yang mencari uang." ujar Nayla sambil mengelus tangan ayahnya yang keriput.


"Tidak apa-apa nak, ayah hanya bosan saja di rumah terus, ayah tidak biasa berdiam diri di rumah kalau ayah berdiam diri malah membuat badan ayah pada sakit! lagian uang yang kamu kirimkan setiap bulan lebih dari cukup nak, malah ayah tabungkan." ujar ayahnya panjang lebar.


Nayla hanya mengangguk saja dan tersenyum. Inilah orangtuanya begitu baik dan menyayanginya.


"Baiklah Nayla, kamu mau langsung makan apa istirahat dulu? kebetulan ibu baru selesai masak." ujar ibunya.


"Nayla makan dulu saja bu, sudah rindu makan bersama ayah dan ibu, tentunya rindu masakan ibu juga." ujar Nayla sambil tersenyum.


"Ya udah ayo atuh, bapak cepat cuci tangan! kita makan bersama, Ryan biar nanti saja dia pulangnya malam tadi pas pamit." ujar ibunya.


Ayahnya pun menurut dia langsung ke belakang untuk mencuci tangan, sedangkan Nayla dan ibu menuju ruang tengah dimana tikar sudah di gelar, begitu dengan nasi dan lauk pauk nya.


Tak istimewa dalam menunya hanya ada ikan asin, tempe goreng, tumis sawi, tak lupa lalapan dan sambalnya. Mereka pun mulai makan bersama setelah berdoa makan bersama-sama.


Terasa ni'mat sekali di dalam lidah Nayla, sampai-sampai dia nambah dua kali, Nayla begitu merindukan makan sederhana seperti ini dengan suasana dingin perkampungan.


"Kamu itu lapar apa doyan Nay? makan sampai berkali-kali nambah." ujar ibu sambil tersenyum melihat anaknya makan begitu lahap dan rakus.


"Sungguh ibu ini enak sekali, aku begitu rindu dengan makanan ini." ujar Nayla.


"Iya nak tapi jangan kebablasan! Alloh tidak menyukai hal yang berlebihan." ujar ayah.


"Iya ayah ini Nayla sudah selesai, rasanya perut Nayla sudah penuh." ujar Nayla.


"Ya sudah kamu istirahat gih! jangan lupa solat dahulu." ujar ibu.


"Iya ibu, ini Nayla mau sekalian mandi biar seger lalu istirahat." jawab Nayla.


Nayla pun bangkit masuk kedalam kamar masa kecilnya dengan membawa tas bajunya.

__ADS_1


__ADS_2