
Setelah Renata pergi, Diva pun menghela nafasnya.
"Semoga saja kamu cepat menyadarinya Ren! bahwa cinta itu tidak bisa di paksakan, dan bahwa jodoh itu hanya Alloh yang menentukan." ujar Diva lalu bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam rumah mengikuti Renata.
Setelah sampai di ruang keluarga, Diva tidak melihat adanya Renata! mungkin Renata saat ini sedang di kamar tamu yang di tempati dirinya berada di mansion Daniel.
"Lho mbak Renatanya mana mbak?" tanya Nayla kepada Diva.
"Dia izin ke kamar terlebih dahulu Nay." jawab Diva.
Nayla pun hanya mengangguk dan mereka pun tengah asyik mengobrol kembali, karena waktu sudah jam 1.35 siang Nayla pun pamit ke atas ingin melaksanakan kewajibannya sebagai umat Islam yang di ikuti oleh semua orang juga.
"Sayang!" panggil Daniel sambil memeluk Nayla dari belakang ketika mereka sudah selesai melaksanakan solat berjamaah berdua.
"Iya mas!" jawab Nayla.
"Kamu pasti gak enak ya sama sifat Renata! maafin dia ya!" ujar Daniel.
"Kenapa mas yang minta maaf?" tanya Nayla mencoba memancing kejujuran Daniel.
"Iya mungkin Renata bersifat seperti itu karena mas juga." jawab Daniel.
"Maksud mas?" tanya Nayla pura-pura tidak mengerti.
"Iya tapi kamu jangan marah dan jangan merasa minder!" jawab Daniel yang di angguki oleh Nayla.
"Sebenernya Renata itu sudah lama mencintai mas, tapi mas tidak! beberapa kali mas mencoba membuka hati mas agar bisa membalas cintanya, tapi mas gak bisa sayang! entah kenapa dalam hati mas sangat yakin bahwa rasa sayang mas terhadapnya hanya sebatas sayang seorang kaka kepada adiknya! mungkin karena mas anak tunggal tidak mempunyai saudara jadi ketika hadirnya Renata membawa rasa ingin melindunginya sebagai seorang kaka." lanjut Daniel, lalu dia pun menghela nafasnya dan kembali berbicara.
"Dulu Renata pernah mengutarakan rasa cintanya namun mas tolak mentah-mentah, mas gak mau memberikan harapan palsu terhadapnya! namun Renata tak menyerah dia terus dan terus mencoba agar mas membuka hati hingga mas memilih untuk pergi pindah mengikuti Sheryl dengan alasan ingin menjaga Sheryl way mas harus pulang pergi Indonesia-Amerika! mas kira setelah mas pergi dia akan mengerti bahwa mas dia tidak akan bisa bersama, namun melihat sifatnya yang dengan terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya terhadapmu, mas yakin dia masih ada rasa terhadap mas dan tidak bisa menerima kehadiranmu." ujar Daniel panjang lebar menjelaskannya kepada Nayla karena dia tidak ingin ada rahasia antara dirinya dan Nayla.
"Terimakasih mas atas kejujurannya, aku senang mas bisa terbuka semuanya kepadaku! dan aku janji tidak akan marah dan minder ko mas, justru aku akan menghadapinya! anggap saja ini adalah cobaan pertama dalam rumah tangga kita mas." ujar Nayla sambil tersenyum dan membalikkan badannya menghadap mas.
"Benarkah?" tanya Daniel membalas senyuman Nayla.
"Iya mas, aku janji akan selalu ada di sisi mas menghadapi semua cobaan hingga ketika kita menua nanti! kecuali kalau mas sudah tidak mencintaiku dan menghianatiku, baru aku akan pergi dan menyerah berada di sisi mas!" jawab Nayla.
"Itu tidak akan pernah terjadi!" ujar Daniel sambil mencium kening Nayla.
"Semoga rumah tangga kita selalu bahagia dan ridhoi Alloh, walau cobaan dan rintangan datang silih berganti ya mas! ingatkan aku ketika aku mulai lalay terhadap kewajibanku dalam melayani mas." ujar Nayla.
__ADS_1
"Iya sayang, doakan mas juga supaya mas bisa menjadi suami yang baik untukmu, dan ayah yang baik untuk Sheryl juga anak-anak kita nanti." jawab Daniel sambil memeluk Nayla dengan erat dengan waktu yang lama.
Ketika Daniel melepaskan pelukannya dia pun berkata.
"Oh iya apa nanti kalau mas bicara berdua dengan Renata, kamu akan mengijinkannya?" tanyanya.
"Tentu saja mas! siapa tau dengan mas yang berbicara langsung kepada mas, dia akan menyadarinya." jawab Nayla.
"Oh iya mas, apa momy dan dady tau perasaan Renata?" tanya Nayla.
"Sepertinya tidak sayang, jadi kamu jangan sakit hati ya kalau momy lagi memuji Renata! karena memang momy sesayang itu kepada Renata." jawab Daniel.
"Apa kalau momy tau dengan perasaannya Renata dia akan berbalik mendukung Renata?" tanya Nayla karena dalam hatinya merasa takut kalau mertua sebaik Lusi akan berpaling mengekang hubungannya dengan Daniel.
"Tentu saja tidak! momy bukan tipe orang seperti itu! momy akan dukung orang yang benar! jadi walau Renata menjadi anak kesayangan momy tetap saja momy akan marah jika Renata melakukan kesalahan, apalagi ini menyangkut kebahagian anak kandungnya sendiri." jawab Daniel.
"Syukurlah mas, aku hanya takut saja." ujar Nayla.
"Ya sudah apa kamu lelah? apa mau istirahat dulu sebentar?" tanya Daniel.
"Aku istirahat deh mas!" jawab Nayla.
"Janji ini hanya tidur ya mas! aku lelah sekali soalnya." jawab Nayla.
"Iya sayang." ujar Daniel lalu mereka pun tertidur dengan posisi Nayla yang tidur berbantal lengan Daniel.
****
Di sebuah kamar yang di tempati Renata, Renata sedang termenung sejak pembicaraannya dengan Diva.
"Benarkah aku harus berdamai dengan Nayla? rasanya itu tidak mungkin!" ujar dalam hati.
"Aku hanya ingin tau seberapa kuat Nayla mengahadapi aku." lanjutnya.
"Aku hanya belum terima kak Daniel lebih memilih Nayla yang baru dia kenal di bandingkan diriku yang pasti dirinya tau baik dan buruknya." pikir Renata.
Lalu dia pun pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya, setelah selesai dia pun langsung tertidur dan bangun kembali di jam 4.30 sore sungguh tidur yang menyenyakkan.
"Ya ampun aku malah ketiduran." ujar Renata sambil mencoba bangkit, dia pun berjalan menuju arah nakasnya untuk mencari air minumnya karena Renata sudah terbiasa kalau bangun tidur itu harus minum air putih, namun isi dalam botol itu telah habis.
__ADS_1
"Yah habis, ya sudah aku ambil lagi saja di dapur." ujarnya lalu berjalan ke arah luar untuk mengambil air minum di dapur.
Saat Renata sampai di dapur dia berpapasan dengan Nayla, Nayla yang tau Renata yang datang pun langsung tersenyum dan menyapanya.
"Hay mbak!" sapanya.
Namun Renata tidak menjawabnya, dia hanya melewati Nayla dan mengambil air minum untuk dirinya.
Nayla pun memakluminya, dia pun mencoba lagi berbicara dengan Renata.
"Mbak apa kita bisa bicara sebentar?" tanya Nayla yang kini sudah berada tepat di belakang Renata.
Renata pun diam, dia tidak menjawab apapun! Renata malas pasti ujung-ujungnya membicarakan tentang sikapnya.
"Mbak please, insyaallah tidak akan lama ko mbak." ujar Nayla masih mencoba mengajak Renata berbicara.
"Katakan saja apa yang mau kamu bicarakan." jawab Renata.
"Tidak di sini kak! karena ini rahasia, tidak ada yang tau bahkan Sheryl dan momy." ujar Nayla.
Renata terkekeh mendengar perkataan Nayla.
"kamu bilang itu rahasia bahkan Sheryl dan momy pun tidak tau, lantas kenapa sekarang kamu ingin memberitahukannya kepadaku? apa kamu punya tujuan lain?" tanya Renata merasa tidak percaya.
"Karena aku yakin mbak Renata akan menjaga rahasianya, karena ini menyangkut dengan pernikahanku dengan mas Daniel." jawab Nayla.
Renata pun diam, dia sedikit penasaran apa yang akan Nayla bicarakan? dan kenapa Nayla begitu percaya dirinya bahwa dia akan merahasiakannya, karena rasa penasarannya Renata pun menyetujui ajakan Nayla.
"Baiklah hanya 10 menit." ujar Renata lalu pergi meninggalkan Nayla menuju ke arah halaman belakang mansion dan Nayla pun tersenyum dan mengikutinya dari belakang.
☘️Sekian dulu ya.☘️
Mohon maaf belum bisa ngatur waktu agar up nya tentu di jam berapa.
Terimakasih yang masih setia membaca cerita Nayla ini.
Jangan lupa dukungan untuk author dari kalian ya, dengan cara like, komen, vote dan poinnya ya.
Selamat membaca. 🥰🥰
__ADS_1