
Pagi pun telah tiba, seperti biasa Nayla akan membuat sarapan untuk keluarga! kali ini dia menambahkan porsi masakannya karena ada Alex dan Renata, setelah selesai Nayla pun kembali ke kamarnya untuk mandi terlebih dahulu.
Saat masuk Nayla melihat Daniel masih tertidur karena tadi sehabis melaksanakan solat subuh, Daniel tertidur kembali! mungkin dia kelelahan karena semalem dia ke kamar Alex terlebih dahulu karena ada yang ingin dia bicarakan, setelah kembali dari kamar Alex Daniel bukannya istirahat! dia malah meminta haknya kepada Nayla hingga 2 ronde, jadilah dia subuh tadi masih mengantuk.
"Mas, bangun! sudah siang." ujar Nayla mencoba membangunkan Daniel sambil menggoyangkan badan Daniel.
"Mas!" panggilnya lagi.
"Hem" suara deheman Daniel lalu dia pun membuka matanya dan tersenyum kepada Nayla.
"Jam berapa sayang?" tanyanya.
"Sudah mau jam 7 mas, ayo bangun kita turun ke bawah untuk sarapan bareng!" jawab Nayla.
"Hem." jawaban Daniel sambil menganggukkan kepalanya.
"Aku mandi dulu ya mas!" pamit Nayla sambil langsung berlari ke kamar mandi, namun dia belum menyadari bahwa dirinya lupa membawa ganti baju.
"Sayang tunggu! kita mandi bareng saja biar cepat." modus Daniel sambil mengejar istrinya namun sayang pintu kamar mandi telah di kunci dari dalam.
"Gak mas, aku duluan saja! aku mandi sebentar ko." jawab Nayla dalam kamar mandi.
"Ah kamu mah yang." ujar Daniel sambil mendengus juga tersenyum.
Daniel pun mendudukkan dirinya di atas sofa sambil menunggu Nayla selesai mandi, karena dia tidak akan mandi lagi hanya akan mencuci mukanya saja agar lebih segar karena tadi subuh juga dirinya sudah mandi.
Setelah selesai mandi, Nayla pun keluar hanya menggunakan handuknya karena tadi dia lupa membawa ganti baju. Awalnya Nayla malu untuk keluar tapi setelah di pikir-pikir kenapa dirinya harus malu toh Daniel adalah suaminya jadilah Nayla memberanikan dirinya keluar hanya memakai handuk.
Daniel yang mendengar suara pintu kamar mandi terbuka pun langsung menolehkan kepalanya ke arah kamar mandi, mata itu langsung saja membulat dan menghampiri Nayla. Nayla yang di hampiri Daniel pun hanya tersenyum dan terus berjalan menuju arah walk in closet untuk memakai baju, namun Daniel lebih dulu mencekal tangan Nayla dan menarik Nayla kepelukannya.
"Kamu mau kemana hem...?" tanya Daniel sambil mengendus leher Nayla.
"Hehehe aku mau memakai baju mas!" jawab Nayla sambil mencoba melepaskan dirinya dari Daniel.
"Cantik sekali, kamu mau menggoda mas rupanya pagi-pagi begini hem!" ujar Daniel sambil menyeringai.
"Enggak mas bener! tadi aku lupa bawa baju ganti hehehe..." ujar Nayla.
__ADS_1
"Mas ini udah siang! gak enak kalau setiap hari yang lain menunggu kita, apalagi sekarang ada Mr. Alex dan juga mbak Renata." lanjutnya.
"Baiklah, sana cepat ganti baju!" ujar Daniel pada akhirnya melepaskan Nayla.
"Siap mas!" jawab Nayla sambil tersenyum dan berlari ke arah walk in closet.
Daniel pun hanya tersenyum melihat tingkah Nayla. Sebenernya Daniel tidak peduli dengan tanggapan mereka, namun dia juga tidak ingin membuat hati Nayla merasa gak enak dan malu jika dirinya membuat yang lain selalu menunggu, Daniel pun masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci mukanya.
Setelah keduanya selesai, mereka pun turun ke bawah! dan benar saja hampir semua orang telah berada di sana.
"Selamat pagi semua!" sapa Daniel pada semua orang.
"Pagi!" jawab merek bersamaan.
Nayla hanya tersenyum saja lalu duduk di kursi samping Daniel yang di sebelah sisi Daniel satunya lagi sudah terisi Renata.
"Tumben kalian turun cepat?" tanya Lusi menggoda Daniel.
"Wah memang mom mereka selalu telat datang sarapan pagi?" tanya Alex yang ikut menggoda sepasang pengantin baru itu.
Blush... pipi Nayla langsung memerah membuat Sheryl tersenyum karena lucu melihat momy sambungnya itu masih saja malu-malu, tapi dia tidak ikut bersuara karena malas di sana ada Alex juga.
"Momy ini datang telat salah! datang tepat waktu saja salah! kasian kan mom Nayla!" jawab Daniel.
"Hahahaha.... baiklah, baiklah ayo kita mulai sarapannya!" ujar Lusi.
"Dan kalian harus tau Ren, Lex yang masak ini semua itu menantu momy yang cantik ini." ujar Lusi bangga.
"Yang bener mom, wah Daniel beruntung ya nikah sama Nayla!" jawab Alex senang namun berbeda dengan Renata yang hanya bisa mengepalkan tangannya di bawah meja.
"Ka Daniel sini aku ambilkan makanan ka Daniel!" ujar Renata sambil mengambil piring yang ada di hadapan Daniel.
Sheryl dan Alex yang melihat pun menahan nafasnya dan terbengong melihat ke arah Nayla, Nayla pun yang di samping Daniel pun sama kagetnya karena kini ada wanita yang mau menggantikan tugasnya sebagai istri Daniel, saat Daniel akan menjawab Nayla menahan lengan Daniel dan menggelengkan kepalanya agar Daniel tak melarang apa yang akan Renata lakukan. Di saat Sheryl dan Alex tegang berbanding balik dengan Lusi yang tersenyum melihat itu dan Anderson hanya diam saja.
"Kamu jangan kaget ya Nay! Renata dan Daniel itu sudah seperti adik dan kaka, jadi kamu jangan cemburu dan marah sama Renata ya! benar kan Ren?" ujar Lusi yang belum tahu tentang perasaan Renata karena yang Lusi tau Renata hanya menganggap Daniel kaka kandungnya begitupun sebaliknya dengan Daniel.
"Hehe iya mom!" jawab Renata dengan terpaksa memasang wajah tersenyum kepada Lusi.
__ADS_1
Nayla pun hanya tersenyum dan mengangguk lalu berkata "Ya mom." kepada Lusi membuat Alex juga Sheryl menghela nafas bersamaan.
"Kenapa kalian menghela nafas? mana barengan lagi!" tanya Lusi yang mendengar helaan nafas Sheryl dan Alex.
Alex yang memang ada di sisi kiri Lusi dan Sheryl ada di sisi kanan Lusi pun menengok ke arah Lusi lalu tanpa sengaja mata mereka beradu pandang, Sheryl pun mendengus dan memalingkan wajahnya ke samping saat menyadari matanya bertatapan dengan mata Alex, namun berbeda dengan Alex dia tersenyum jahil lalu menjawab.
"Mungkin kita berjodoh mom!" jawab Alex.
"Dih ogah." ujar Sheryl langsung.
"Alah nanti juga kamu akan terpesona sama kegantengan om Sheryl!" ujar Alex dengan percaya diri.
"Dih narsis banget! masih banyak cowok ganteng om yang masih mengantri untuk menjadi suami aku!" jawab Sheryl dengan sinis.
"Tapi yang cocok dengan kriteria dadymu itu hanya om! iya kan Niel?" ujarnya sambil bertanya kepada Daniel.
"Hem... benar kalian cocok dan serasi." jawab Daniel yang juga ikut menggoda Sheryl.
"Tuh kan benar! dadymu saja setuju dengan om!" ujar Alex sambil mengedipkan matanya pada Sheryl.
"DADYYY!" ujar Sheryl dengan wajah memerah.
"Hahahaha... sudah, sudah jangan terus jahil sama Sheryl, kalian ini!" ujar Lusi.
"Sudah ayo kita mulai sarapan!" ajaknya.
Mereka semua pun mengangguk dan memulai sarapannya, di sela sarapan mereka Alex dan Lusi terus saja memuji masakan Nayla yang membuat Nayla tersenyum senang, beda dengan Renata yang memasang wajah yang terpaksa dia senyum namun dalam hatinya begitu panas saat mendengarnya.
"Awas kau Nayla! aku masih belum terima jika kau sudah mengambil hati Daniel, bahkan hati momy dan juga Sheryl." ujar Renata dalam hati sambil mengepalkan tangannya di bawah meja makan.
☘️Sekian dulu ya.☘️
Mohon maaf waktu update gak bentuk karena menyesuaikan jadwal kesibukanku sebagai ibu rumah tangga. 😁😁
Terimakasih yang masih setia membaca cerita Nayla ini, jangan lupa dukungannya ya dengan like, komen dan votenya! tidak lupa dengan berbagi poinnya untuk author agar semangat menulis.
Salam sehat untuk kita semua. 🥰🥰
__ADS_1