
Setelah selesai makan, Nayla melirik ke sana kemari seperti mencari sesuatu membuat Daniel bingung lalu bertanya.
"Kamu mencari apa sayang?" tanyanya.
"Tidak mas, tapi kenapa aku merasa sedang di perhatikan seseorang ya mas!" jawab Nayla.
Daniel pun mencoba melakukan hal yang sama dengannya takut apa yang di bicarakan istrinya itu benar, namun Daniel tidak melihat ada orang yang mencurigakan sama sekali.
"Tidak ada sayang! mungkin itu hanya perasaan kamu saja." ujar Daniel tanpa menyadari bahwa memang ada seseorang yang tak jauh dari mereka yang mendengarkan percakapan mereka langsung mengepalkan tangannya.
"Iya kali mas, Sheryl ko ke toiletnya lama ya mas?" tanya Nayla.
"Mungkin antri toiletnya panjang sayang! soalnya rame banget ini." jawab Daniel.
Nayla pun mengangguk sambil menghela nafasnya, entah kenapa hatinya saat ini begitu resah! seperti akan terjadi sesuatu atau bertemu sesuatu yang entah apa itu.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang memang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka langsung bangkit ketika menyadari bahwa Sheryl berada di toilet sudah lama, dia akan bertemu dengan Sheryl terlebih dahulu sebelum dirinya menampakan diri di hadapan Nayla.
****
Di dalam toilet.
"Akhirnya lega sekali! hari ini begitu ramai sampai toilet saja antri panjang." ujar Sheryl ketika dirinya selesai mengeluarkan hajatnya.
Sheryl pun bercermin terlebih dahulu untuk merapihkan penampilannya.
"Perfect." ujarnya sambil tersenyum.
Lalu dia pun keluar dari toilet.
"Duh dady dan momy pasti sudah menunggu lama." ujarnya sambil berjalan dengan tergesa-gesa, namun saat dirinya keluar dari pintu toilet dan baru beberapa langkah saja, ada seseorang yang mencekal tangannya hingga dirinya menghentikan langkahnya dan melirik ke arah belakang dirinya.
"Kamu mau ap....... Rangga!" ujar Sheryl kaget karena yang mencekal dirinya itu adalah Rangga.
Ya orang yang sedari tadi di belakang Nayla dan Daniel adalah Rangga.
"Bisakah kita bicara?" tanya Rangga.
Sheryl terdiam dia masih saja terkejut atas kedatangan Rangga, dalam hatinya dirinya begitu kawatir akan apa yang terjadi nanti dengan dadynya dan Nayla.
"Bisakah Sheryl?" ulang Rangga karena Sheryl tak kunjung menjawabnya dengan suara yang sedikit tinggi hingga Sheryl tersadar.
"Eh iya ada apa Rangga." jawab Sheryl malah balik bertanya.
__ADS_1
"Apakah kita bisa bicara?" tanya ulang Rangga.
"Di sini?" jawab Sheryl sambil bertanya.
"Terserah kamu, atau kita bisa bicara di luar dan kamu bisa menghubungi mereka bahwa kamu bertemu seseorang dan ingin membicarakan sesuatu." ujar Rangga dengan sorot mata yang entah bagaimana, ada banyak luka dalam matanya yang dapat Sheryl liat.
Sheryl juga menyadari mungkin saat ini Rangga telah mengetahui pernikahan Nayla dengan dadynya hingga Rangga ingin berbicara dengannya untuk meminta penjelasan, Sheryl juga tidak bisa menolak Rangga karena dirinya tidak enak hati kepada Rangga, karena Sheryl tau cepat atau lambat Rangga akan meminta penjelasan kepadanya juga Sheryl.
"Baiklah, aku menghubungi dady dulu!" ujar Sheryl sambil mengeluarkan ponselnya lalu menekan tombol panggil di nomer dadynya.
Rangga pun hanya mengangguk dan melepaskan cekalan tangannya di tangan Sheryl.
Tut..Tut....Tut....
"Hallo assalamualaikum Sheryl! kamu kenapa belum kembali?" suara Nayla di sebrang telpon. Sepertinya dadynya sengaja membiarkan Nayla yang mengangkatnya.
"Waalaikumsalam Nayla, maaf sepertinya kalian makan berdua saja! kebetulan aku bertemu teman di sini, dan dia mengajak aku untuk ikut bersamanya." jawab Sheryl sambil menatap Rangga yang juga sedang melihat ke arahnya.
"Teman yang mana? apa kamu tidak apa-apa? apa terjadi sesuatu?" tanya Nayla beruntun dengan nada kawatir.
Sheryl pun tersenyum, Nayla selalu seperti ini membuatnya merasa begitu di sayangi.
"Aku tidak apa mom, tidak terjadi sesuatu apapun, dan ini dengan teman kampusku! momy tenang saja." jawab Sheryl namun merasa tidak enak hati dengan Rangga yang pasti dia pun bisa mendengar bahwa dirinya kini memanggil momy kepada Nayla.
"Emm...karena teman aku sedang terburu-buru mom! gak apa-apa ya, maaf ini aku sudah di dalam mobil." bohong Sheryl dia pun merapalkan maaf kepada Nayla karena sudah berbohong.
"Baiklah, kamu hati-hati ya! kabari aku kalau terjadi sesuatu!" ujar Nayla.
"Baik, makasih momy." jawab Sheryl.
"Assalamualaikum." lanjutnya.
"Waalaikumsalam." jawab Nayla lalu sambungan terputus.
"Kamu bicara dimana? ayo!" ajak Sheryl kepada Rangga.
Rangga pun mengangguk dan berjalan mendahului Sheryl menuju parkiran mobil, Rangga menggunakan mobil temannya karena tidak ingin orangtuanya mengetahui kepulangannya ke Indonesia, biarlah dia selesaikan dulu urusannya dengan Nayla yang menurutnya belum selesai baru nanti dia akan menemui kedua orangtuanya.
Rangga pun naik ke dalam mobil di ikuti Sheryl yang naik di samping kemudi.
Setelah sampai di salah satu restauran yang tak jauh dari mall tadi, Rangga pun memarkirkan mobilnya di depan restauran tersebut.
"Aku tau kamu belum sempat makan tadi, jadi kita makan saja terlebih dahulu." ujar Rangga.
__ADS_1
Sheryl pun hanya mengangguk dan turun dari mobil mengikuti Rangga. Setelah masuk Rangga pun memilih tempat duduk yang berada di pojok agar nanti ketika mereka bisa berbicara dengan nyaman.
"Kamu pesan saja apa yang mau kamu makan!" ujar Rangga sambil menyodorkan menu makanan kepada Sheryl.
Sheryl pun menurut dan menyebutkan beberapa pesanan makanan dan minumannya kepada pelayan di ikuti oleh Rangga juga.
Setelah mereka menyebutkan pesanan mereka, pelayan pun pergi dari hadapan mereka hingga terjadi keheningan di antara mereka karena jujur saja Sheryl tidak tau harus bicara apa? bahkan untuk menjelaskannya dia bingung harus berawal dari mana? begitu juga dengan Rangga, mulutnya terasa kaku, entah apa yang harus dia tanyakan dan bicarakan dengan Sheryl saat ini? dia hanya bisa diam dan menundukkan pandangannya, sungguh hatinya saat ini begitu hancur lebur bagaikan di sayat-sayat pisau. keheningan pun berlangsung begitu lama hingga pelayan membawakan pesanan mereka.
"Makan lah Sheryl! setelah ini kita butuh tenaga untuk menahan emosi dalam pembicaraan kita." perintah Rangga sambil memulai makan makanan pesanannya setelah pelayan selesai menatanya di meja mereka.
Sheryl pun menghela nafasnya guna menetralkan jantung hatinya, benar kata Rangga setelah ini mereka butuh tenaga untuk menahan emosi mereka terutama emosi Rangga.
"Semoga saja kamu bisa menerima semua ini Rangga! aku tidak ingin kamu merusak kebahagian dady yang hanya baru beberapa bulan saja." ujar Sheryl dalam hati dan memulai makan makanan pesanannya.
****
Di restauran tempat Nayla dan Daniel.
"Kamu kenapa sayang? ko dari tadi diam saja." tanya Daniel kepada Nayla.
"Aku hanya kepikiran Sheryl saja mas, dia pergi sama teman yang mana? ko mereka gak samperin kita dulu ya!" jawab Nayla.
"Mungkin benar teman kampus dia yang tidak kamu kenali sayang! sudah jangan terlalu banyak di pikirkan, Sheryl sudah besar! aku yakin dia tidak akan melakukan sesuatu yang merugikan dirinya." ujar Daniel mencoba menenangkan Nayla padahal dalam hatinya sama-sama menghawatirkan Sheryl juga karena ucapan Nayla ada benarnya juga.
"Malah mas senang Sheryl gak ada sayang! jadi kita bisa bebas mampir ke hotel dulu." bercanda Daniel agar bisa mencairkan suasana .
"Ish... mas kamu itu ya!" ujar Nayla sambil mencubit pinggang Daniel membuat Daniel tertawa.
"Lah emang iya sayang! biar adik Sheryl cepat jadi di dalam perut kamu." ujar Daniel sambil mengelus perut rata Nayla dan tersenyum.
"Amin." jawab Nayla.
"Ya sudah ayo yang! kita ke hotel sekarang." ujar Daniel menggoda Nayla.
"MAS!" ujar Nayla sambil melotot membuat Daniel gemas sendiri dan tergelak.
☘️Sekian dulu ya.☘️
Mohon maaf baru up, karena minggu2 ini memang lagi sibuk banget.
Terus dukung aku ya dengan like, vote, dan komentarnya.
Terimakasih. 🤗🥰🥰
__ADS_1