Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 12


__ADS_3

Sebulan sudah Nayla bekerja di kantor perusahaan Daniel, sebulan itu juga Nayla selalu di kasih kerjaan yang banyak oleh Daniel, alasan nya agar Nayla cepat-cepat memahami segala keseluruhan tugasnya, karena Keysa sebentar lagi akan benar-benar resigh.


Nayla jugalah nanti yang akan selalu menemani Daniel bertemu rekan bisnisnya. Yulia memang sekertaris juga tapi dia harus standby di dalam kantor, selama sebulan juga Nayla selalu berkomunikasi dengan Rangga di sana.


Tidak terasa pula besok adalah hari wisuda Nayla, hari ini orangtua Nayla pun sudah ada di kota B sejak 5 hari yang lalu. Mereka ingin berjalan-jalan dulu di kota B, tapi sayang Nayla tidak bisa meminta izin untuk menemani orangtuanya dan aanya jalan-jalan di kota B, karena dia masih baru di perusahaan jadi dia tidak enak meminta izin liburnya, orangtuanya pun memakluminya.


Karena besok hari Sabtu jadi Nayla tidak perlu repot meminta izin libur untuk wisuda.


Jam pulang telah tiba, Nayla sibuk membereskan pekerjaannya dan siap-siap untuk pulang, ia akan mempersiapkan untuk wisudanya besok, setelah selesai siap-siap Nayla pun berdiri.


"Ka Keysa, Yulia aku duluan ya." ujar Nayla pada Keysa dan Yulia.


Keysa dan Yulia pun tersenyum dan mengangguk.


"Iya Nay hati-hati di jalan!" jawab Keysa.

__ADS_1


Nayla pun berjalan menuju lift, karena kurang fokus dia tidak menyadari bahwa Daniel pun ikut dalam lift.


"Kamu pulang sekarang?" tanya Daniel pada Nayla. 


Nayla pun kaget dan langsung menengok ke samping nya.


" Eh bapak! maaf saya tidak menyadari bapak ada di sini, iya pak saya izin pulang duluan karena pekerjaan saya sudah selesai dan saya juga mau mempersiapkan buat besok wisuda." jawab Nayla.


 


"Ayo saya antar, sekalian saya ada perlu dengan Sheryl." ujar Daniel tanpa menatap Nayla. 


Hanya sesekali Sheryl datang untuk menengok orangtuanya juga berbincang dengan orangtuanya.


" Hem... saya juga ada keperluan di dekat Sana." ujar Daniel dengan suara terbata.

__ADS_1


Dia memaki dirinya sendiri yang lupa bahwa Sheryl 5 hari ini selalu pulang ke rumahnya. Entah dorongan darimana? melihat nayla bersiap-siap untuk pulang dia pun segera bersiap-siap juga, dia ingin sekali mengantar Nayla pulang, ah perasaan apa ini? dia selalu cemburu ketika banyak pria yang terang-terangan mendekati Nayla dan tak bnyak pria juga yang menawarkan untuk mengantar Nayla pulang, maka dari itu tadi Daniel berinisiatif untuk mengantar Nayla.


"Tapi pak apa tidak merepotkan? saya gak apa-apa naik taksi saja atau ojek online." ujar Nayla sungkan.


 


" Tidak ada bantahan Nayla!" ujar Daniel dengan tegas dan dengan nada yang dingin membuat Nayla mau tidak mau menurutinya. 


" Baik pak." jawab nayla.


Tak lama lift pun terbuka, mereka berjalan menuju parkiran dimana mobil Daniel berada.


"Masuk Nayla! apa perlu aku bukakan pintunya?" tanya daniel yang melihat Nayla hanya mematung.


"Eh baik pak." jawab Nayla.

__ADS_1


Nayla pun masuk di samping kemudi, karena yang iya tahu dari membaca novel ketika bos mengajak pulang dia suka marah kalau bawahannya duduk di belakang nanti di kira supir. Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang, di dalam mobil pun tercipta keheningan. Nayla tidak tau harus bagaimana? jadi dia hanya melihat ke jalanan, begitupun dengan Daniel dia diam tidak tau harus berbicara apa pada Nayla.


~ Mohon dukungan nya jangan lupa vote, like dan kasih hadiahnya ya.~ 


__ADS_2