Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 98


__ADS_3

Kini Nayla sedang dalam perjalanan menuju salah satu mall yang ada di kota B.


Setelah sampai, Nayla pun langsung masuk menuju cafe yang Sheryl kirim tadi, namun saat sedikit lagi sampai Nayla menyadari bahwa Sheryl tak sendiri! kini Sheryl sedang di temani seseorang yang membelakanginya namun Nayla sedikit mengenalinya.


Deg..."Kenapa itu seperti Rangga?" ujar Nayla dalam hati, namun segera dia tepis karena Rangga tak mungkin ada di sini.


"Kenapa Sheryl seperti sedang melamun?" lanjut Nayla lagi karena Sheryl belum menyadari kedatangannya juga walau sudah di pastikan Sheryl bisa melihat Nayla.


"Sheryl!" panggil Nayla yang membuat Sheryl langsung sadar.


Sheryl hanya tersenyum saja sambil melambaikan tangan sedangkan Rangga, kini jantungnya berdetak begitu kencang karena mendengar suara perempuan yang sangat dia cintai.


Ketika Nayla sampai di meja Sheryl, dua belum menyadari bahwa orang yang berhadapan dengan Sheryl adalah Rangga.


"Ku kira kamu sendiri ternyata bawa teman, apakah dia gebe...." ujar Nayla terhenti ketika dia menengok ke arah Rangga dengan ekspresi terkejut...


"Rangga!" ujarnya.


Deg.... jantung Nayla langsung berdetak hebat antara kaget dan juga entahlah apa yang saat ini Nayla rasakan.


"Hay Nay! apa kabar?" tanya Rangga sambil tersenyum.


Nayla diam saja karena dirinya masih terkejut, sungguh dirinya belum siap bertemu dengan Rangga, dia tau Rangga pasti sudah tau kalau dirinya sudah menikah dengan dady Sheryl dan takut melihat wajah kecewa Rangga. Karena jujur saja nama Rangga masih ada di hatinya walau sekarang sudah mulai terkikis dengan na Daniel.


"Mom!" ujar Sheryl sambil mencoba memegang tangan Nayla.


Nayla pun tersadar, dan dia pun langsung membuang muka dari Rangga.


"Iya Sher maaf, apa kalian sudah menunggu lama?" tanyanya karena tidak tau harus bicara apa.


"Gak mom, ayo sini duduk!" ajak Sheryl dan Nayla pun menurut.


sedangkan Rangga, dalam hatinya tertawa miris saat mendengar Sheryl memanggil Nayla mom.


"Maaf ya mom, aku gak bilang dulu sama kamu kalau aku bareng Rangga!" bisik Sheryl di telinga Nayla.


Nayla hanya tersenyum dan mengangguk.


Terjadi kecanggungan di antar mereka selama beberapa saat hingga Rangga pun memulai untuk membuka mulut.


"Kalian mau pesan makanan apa?" tanyanya kepada Nayla dan Sheryl.


"Samaan aja sama kamu ga!" jawab Sheryl.


"Kalau kamu Nay?" tanya Rangga.


"Aku juga sama." jawab Nayla menunduk.

__ADS_1


"Ok." ujar Rangga.


Rangga pun memesan makanan mereka kepada pelayan cafe, karena mereka terus saling diam akhirnya Rangga pun bertanya kepada Nayla.


"Kamu apa kabar Nay?" tanyanya.


"Alhamdulillah baik, kamu juga apa kabar?" jawab Nayla tentu membalikkan menanyakan kabar Rangga.


"Kabar kesehatan mungkin baik, tapi entahlah dengan hati ini" jawab Rangga sambil terkekeh.


Deg... jantung Nayla berdetak, wajahnya langsung menegang mendengar jawaban Rangga.


"Hahaha aku hanya bercanda Nay! kamu jangan terlalu tegang." ujarnya.


"Tapi bisa kah nanti setelah selesai makan kita bicara hanya berdua saja denganmu Nay!" tanya Rangga dengan raut wajah penuh harap.


Nayla pun diam tidak menjawab, dia ingin bicara dengan Rangga, tapi kini statusnya seorang istri! dia tidak ingin ada fitnah untuk rumahtangganya, Nayla pun melirik ke arah Sheryl untuk menanyakan pendapat Sheryl melalui isyarat tatapan matanya, Sheryl pun mengangguk tanda menyetujuinya dan tersenyum seolah semua akan baik-baik saja.


Nayla pun menghela nafasnya.


"Baiklah." jawabnya.


Karena memang antara dirinya dan Rangga harus segera di selesaikan.


Rangga pun tersenyum mendengar jawaban dari Nayla.


Dan mereka pun kembali dengan keheningan hingga pesanan mereka sampai dan lanjut dengan mereka menyantap makan siang.


Setelah selesai makan, sesuai dengan janji mereka tadi kini Nayla dan Rangga duduk berdua berhadapan, karena Sheryl bilang akan menunggu Nayla di toko baju langganannya.


Kini mereka kembali di temani keheningan, tak ada yang memulai pembicaraan, Nayla juga selalu menundukkan pandangannya sedangkan Rangga terus menatap Nayla, hingga lagi dan lagi Rangga lah yang memulai pembicaraan mereka.


"Apa kita akan saling diam seperti ini? jadi sekarang gimana Nay? adakah yang ingin kamu jelaskan?" tanya Rangga.


Nayla pun mengangkat pandangannya dan menatap Rangga.


"Maaf." hanya itu yang bisa Nayla katakan saat ini.


"Maaf untuk apa Nayla? dan apa kesalahan yang kamu lakukan?" tanya Rangga, karena ingin Nayla yang mengatakan semuanya kepadanya.


"Maaf Rangga, aku benar-benar minta maaf karena tidak bisa menunggumu!" ujar Nayla.


Rangga pun terkekeh.


"Kau tau Nayla? saat aku mendengar pernikahanmu dengan om Daniel, hatiku rasanya hancur Nayla! hancur! lebih hancur dari sayatan pisau berkali-kali." ujar Rangga dengan raut wajahnya yang hampir menangis.


"Kau tau sendiri Nayla! betapa aku sungguh mencintai dan menyayangimu dengan tulus.... aku baru pergi belum setahun, tapi kamu sudah menjadi milik orang lain dan yang lebih membuat aku sakit lagi Nayla! kenapa harus om Daniel yang menjadi suamimu?" ujar Rangga lagi.

__ADS_1


"Maaf Rangga!" ujar Nayla, lagi dan lagi hanya kata maaf yang bisa dia ucapkan.


"Apa rasa sayang mu dulu hanya kebohongan belaka untuk ku Nay?" Tanya Rangga.


Nayla hanya diam tidak tau harus menjawab apa karena posisinya sekarang dia adalah seorang istri.


"Kau tau, aku di sana semangat belajar dan mengembangkan bisnis agar aku selsai lebih cepat kuliahnya agar segera pulang ke Indonesia dan menikahimu Nay! tapi kau menghancurkan semuanya dalam sebulan ini karena mendengar pernikahanmu." ujar Rangga.


"Kau menjadikan komunikasi kita yang putus menjadi alasan atas pernikahanmu kan!" lanjutnya lagi


"Maaf Rangga! mungkin kita tidak berjodoh." ujar Nayla karena dia juga tak tau harus menjawab apa? karena menjelaskan semua kepada Rangga juga percuma, kini dirinya telah menjadi seutuhnya istri Daniel.


"Lebih tepatnya kamu terpaksa menikah dengannya kan Nayla?" tanya Rangga.


Deg..." Dari mana Rangga tau?" tanya Nayla dalam hatinya.


Rangga pun terkekeh kembali.


"Kamu pasti bertanya kan kenapa aku bisa tau?" tanya Rangga.


"Aku tau semuanya Nayla! aku tau, termasuk hal yang tidak kamu ketahui." ujar Rangga.


"Maksud kamu apa? apa yang aku tidak ketahui? Rangga aku tau kamu sakit hati dan hancur, tapi takdir kita memang tidak berjodoh kita bisa apa Rangga! dan tidak ada yang tidak aku ketahui, aku minta maaf jika aku sangat menyakiti kamu! kamu juga kan tidak merasakan apa yang aku rasakan ketika kita putus komunikasi, jadi tolong iklas kan aku biarkan aku bahagia dengan suamiku, jangan kamu mengatakan sesuatu yang bisa membuat aku atau suamiku salah paham." ujar Nayla sambil menatap Rangga dengan raut wajah memohon.


"Ternyata kamu sangat mencintai om Daniel ya! om Daniel hebat banget dalam waktu kurang dari setahun bisa membuat kamu berpaling dari aku." ujar Rangga dengan wajah serius.


"Tapi Nayla, apa kamu tau? kalau kamu jugaa telah di tipu oleh Sheryl dan dadynya?" ujar Rangga.


"Apa maksudmu Rangga! jangan berkata yang tidak-tidak tentang mereka." ujar Nayla.


"Aku tidak berkata yang tidak-tidak, aku hanya berkata yang sejujurnya." ujar Rangga.


☘️Sekian dulu ya.☘️


Penasaran nanti gimana reaksi Nayla jika tau yang sebenarnya..


Mohon maaf ya author jarang banget update karena memang mendekati idul Fitri ada aja kesibukan, udah gitu tangan author juga lagi sakit.


Dan sepertinya akan up lagi setelah idul Fitri ya 😁😁🤗


Dan author mengucapkan minal aidzin walpaidzin mohon maaf lahir dan bathin untuk pembaca setia cerita Daniel dan Nayla!


Semoga amal ibadah kita semua selama bulan Ramadhan di terima oleh Alloh, dan menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


Selamat berlibur dan selamat sampai tujuan bagi pembaca yang pada mudik


Terimakasih..🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2