
Mimin kasih visual versi Mimin ya hehehe.
Visual Nayla Anggraeni.
Ini visual pak Daniel.
Sheryl
Anderson
Lusi
Rangganya belum ada ya, nanti saja kalau sudah muncul lagi di cerita ini.
Ini hanya versi Mimin ya, silahkan kalian bayangkan sendiri.😁😁🤭
*****
Kini waktu sudah menunjukan pukul satu dini hari, tapi Daniel tidak bisa memejamkan matanya. Dia terus membayangkan wajah Nayla, dia bahagia akhirnya wanita yang dia cintai menjadi miliknya seutuhnya. Dia sudah tidak sabar untuk membawa Nayla honeymoon, sekalian foto preweddingnya nanti buat acara pernikahannya.
Nanti tak akan ada acara seperti di novel-novel, jika menikah dengan terpaksa akan menunda untuk melakukan suami istri, hanya karena menunggu istri siap! No itu tidak ada dalam kamusnya, justru dia akan membuat Nayla jatuh cinta dengan sentuhannya.
Di saat Daniel tidak bisa memejamkan matanya, begitu pula dengan Nayla, Dia masih membuka matanya. Nayla masih berasa mimpi, kini dirinya sudah menjadi istri seseorang, Istri dari dady sahabatnya. Kini dia tak sebebas dulu dan bisa di pastikan hubungannya dengan Rangga benar-benar tidak ada harapan. Meskipun menikah di bawah tekanan dady sahabatnya, Nayla tau mau tidak mau dirinya harus belajar mencintai Daniel, agar dirinya bisa menikah sekali seumur hidup.
Nayla pun mencoba memejamkan matanya, walau rasa ngantuk belum juga hadir, biarlah masalah rumah tangganya nanti, dia pasrahkan kepada Alloh. Semoga saja dia bisa membuka hati untuk daniel.
Di dalam hati Nayla dia terus membaca solawat, berharap agar rasa ngantuknya datang, usaha nya Nayla pun berhasil, Nayla tertidur dengan sendirinya.
*****
Suara adzan di mesjid terdengar, membuat Nayla yang sedang tertidur akhirnya bangun. Dia melirik ke samping, ternyata Sheryl pun masih tertidur pulas sekali. Dia pun bangkit untuk mengambil air wudhu untuk melaksanakan kewajibannya.
Saat keluar dari kamar mandi, Nayla berpapasan dengan Daniel, Daniel yang hendak ke dapur karena merasa haus pun melihat Nayla keluar dari kamar mandi, dia pun tersenyum dan berkata.
"Selamat subuh istriku." ujar Deni sambil mengedipkan matanya, lalu dia pun melenggang pergi begitu saja.
Nayla yang mendengar Daniel bicara seperti itu pun wajahnya memerah, dia tersipu malu. Jangan tanyakan hatinya langsung dag Dig dug, entahlah itu perasaan apa? namun jujur saja dalam lubuk hatinya, ada perasaan senang ketika Daniel berkata seperti itu.
__ADS_1
Ketika sadar dia terlalu lama berdiri di situ, Nayla pun meneruskan niat awalnya untuk melaksanakan solat subuh.
****
"Nay, kamu tak usah membantu tidak apa-apa! Kamu temani saja suamimu! siapa tau dia ingin berbicara denganmu berdua." ujar ibu.
Kedua Kaka ipar Nayla hanya tersenyum mendengarnya.
"Tidak ibu, mungkin pak Daniel sekarang sedang mengobrol dengan yang lain, Nayla tidak enak." elak Nayla.
"Ko panggilnya masih pak sih Nay? Harusnya mas, atau sayang gitu!" goda teh Laila sambil tersenyum menggoda.
Ah teteh, kan belum terbiasa." jawab Nayla.
"Harus di biasakan!" ujar teh Laila.
"Insyaallah teh."
Saat sedang serius membantu ibu dan Kaka ipar nya, tiba-tiba Sheryl dan lusi datang.
"Maaf ya bu saya baru ke dapur, jadi tidak enak." ujar lusi.
"Eh tidak apa-apa, kalian tunggu saja di dalam! biar di dapur urusan saya dan para menantuku." balas ibu.
"Apa tidak apa-apa? Dari kemaren kami tidak bantu-bantu!" ujar lusi
" Nayla kamu temani mertuamu dan Sheryl! biar di sini ibu dan teteh- tetehmu yang selesaikan, sekalian kamu rapihkan ruang tengah untuk kita sarapan bersama!" perintah ibu.
"Baik ibu, Ayo grandma, Sheryl." ujar Nayla sambil menghampiri Lusi dan Sheryl.
"Ko grandma sih, sekarang kamu panggilnya momy sama seperti Daniel ok!" ucap Lusi sambil mengelus pipi Nayla.
"Hehehe iya momy." balas Nayla sambil tersenyum.
Ibu yang melihat kasih sayang tulus dari Lusi untuk Nayla pun bahagia.
"Terimakasih ya Alloh, engkau telah memberikan jodoh yang baik dan mertua yang baik untuk Nayla." doa ibu dalam hati sambil mengadahkan wajah ke atas.
Nayla, Sheryl, dan Lusi pun pergi menuju ruang tengah. Sesuai perintah ibu, Nayla merapihkan ruang tengah di bantu Sheryl, Nayla tidak mengizinkan mertuanya membantu dan hanya menyuruhnya duduk di bangku tunggal kecil terlebih dahulu. Nayla menggelar karpet besar di bantu Sheryl, juga merapihkan semuanya hingga nyaman untuk di pakai sarapan bersama-sama. Saat sudah selesai mereka pun duduk bersama di atas karpet sambil asyik mengobrol, saat sedang asyik-asyiknya mengobrol, Daniel datang dan meminta Nayla untuk berbicara berdua dengannya, Karena semenjak sah menjadi suami Nayla, Daniel belum sempat berbicara.
"Wah asyik amat ngobrolnya." ujar Daniel.
"Eh Dady, sini gabung!" balas Sheryl sambil tersenyum.
"Iya terimakasih, bolehkah dady pinjam istri dady dulu? Dady ingin berbicara berdua dengan nya." pinta Daniel.
"Hah... dady kenapa minta izin? Nayla kan istri Dady ya silahkan atuh!" ujar Sheryl sambil tersenyum.
__ADS_1
"Alah itu modus kamu saja, bilang saja kamu udah ngebet, jangan sekarang udah siang di sini ada anak kecil!" goda Lusi pada Daniel juga Sheryl.
"Is... Grandma siapa yang anak kecil?" ujarnya sambil cemberut.
"Hahahaha ya sudah Nayla kamu temani suamimu bicara dulu! kalian juga perlu waktu berdua." perintah Lusi.
"Iya mom." jawab Nayla.
Nayla pun bangkit dan berjalan menuju kamarnya dengan Daniel yang mengekor di belakangnya. Saat sudah sampai di dalam kamar Daniel menutup pintu kamar dan menguncinya.
"Bapak mau bicara apa?" ujar Nayla to the poin.
"Bisakah panggilannya kamu ganti! Aku seperti berbicara dengan karyawanku bukan istriku." pinta Daniel.
"Huh..." ucap Nayla.
Sebenernya dia masih kesal dengan Daniel, dia ingin berteriak bertanya kepada Daniel apa maksud nya dengan bersandiwara mereka berpacaran? namun ini di rumahnya bukan di rumah orang kaya yang kamarnya di pasang kedap suara, agar yang di luar tidak mendengar. Ini rumahnya yang jika berbicara keras bisa terdengar sampai keluar, dia tidak mau membuat keributan hingga semuanya terbongkar.
"Baiklah mas, Mau bicara apa?" ujar Nayla mengalah.
Biarlah saat ini dia mengalah terlebih dahulu.
"Besok kamu siap-siaplah, kita akan pergi ke Raja Ampat untuk foto prewedding sekalian honeymoon." ujar Daniel.
"Hah...." ucap Nayla melongo.
Apa tadi honeymoon?.
"Apa tidak salah mas?" ujarnya.
"Tidak Nayla, aku sudah siapkan semuanya, besok kita tinggal pergi ke bandara! urusan dokumen dan WO dan lain-lainnya, nanti aku serahkan kepada dady, momy, Sheryl dan keluargamu, aku tinggal membayar nya nanti." jawab Daniel.
"Aku tidak mau ada penolakan!" ujar Daniel tegas.
"Selalu seperti itu." ujar Nayla dalam hati.
"Ya sudah, mau menolak juga gak bisa kan?" ucap Nayla sambil cemberut.
"Pintar." jawab Daniel sambil tersenyum lalu mengusap kepala yang terhalang oleh kerudungnya, dia begitu gemas melihat Nayla yang cemberut begitu.
"Ya sudah ayo kita keluar! nanti mereka mengiranya kita melakukan yang tidak-tidak." ujar Daniel sambil menarik tangan nayla.
Nayla pasrah saja dirinya di tarik Daniel, karena melawan pun percuma.
Ketika sampai di ruang tengah semua mata tertuju padanya dan Daniel, ternyata mereka sudah berkumpul semuanya, mereka tersenyum jahil pada mereka berdua, membuat Nayla malu dan berlindung di belakang Daniel.
☘️☘️ Segitu dulu ya, Terimakasih yang sudah mau mampir.☘️☘️☘️
__ADS_1