
Sesuai rencana Sheryl, sehabis pulang kantor dia mengajak Nayla pulang bersama sekalian makan malam bersama, tentunya dengan dadynya juga.
Awalnya Nayla menolak dengan dalih ingin cepat sampai di apartemen, karena ingin istirahat, namun karena paksaan dari Sheryl akhirnya Nayla mau.
"Ayo Nayla, kamu sudah selesaikan pekerjaannya?" ujar Sheryl ketika dia keluar dari ruang kerja Daniel.
Daniel hanya mengekor Sheryl saja tanpa mau berbicara.
"Iya sher sebentar ya, aku rapihkan dulu mejanya." jawab Nayla.
Nayla pun merapikan mejanya serta merapikan barangnya yang mau di bawa di masukan ke dalam tas lalu berdiri.
"Yulia aku duluan ya." ujar Nayla.
"Sip.. " ujar Yulia sambil tersenyum.
Mereka pun pergi bertiga, Nayla yang berjalan beriringan dengan Sheryl dan Daniel yang mengekor di belakang seperti bodyguard saja. Setelah sampai depan mobil, Sheryl menyuruh Nayla duduk di samping kemudi karena dia ingin duduk di belakang.
Sheryl juga bilang dia ingin rebahan di kursi belakang, jadi meminta Nayla duduk di samping Dadynya.
Awalnya Nayla memang keberatan karena dia merasa canggung, namun apa daya dia tidak bisa menolak keinginan Sheryl, sehingga duduklah dia di samping Daniel.
"Hem... Nayla kapan kamu liburan ke kampung?" tanya Sheryl.
"Insyaallah 2 bulan lagi Sher, itupun kalau dapat cuti, aku kan baru, jadi gak enak kalau memaksa di kasih izin cuti." jawab Nayla. Sebenarnya dia juga ragu dengan jawabannya, karena ada Daniel tapi dia berusaha cuek saja.
"Kamu tenang saja Nay, kalau tidak di izinkan biar aku marahi dady ku ini." jawab Sheryl sambil terkekeh.
"Lah ko jadi dady?" jawab Daniel pura-pura.
"Lah kan dady CEO nya, masa sahabat sheryl mau izin cuti gak di kasih." ujar Sheryl.
"Tapi kan tetap saja harus mematuhi peraturan Sher." ujar Daniel.
"Tetep aja kalo dady yang perintahkan, pasti diberi izin." ujar Sheryl.
"Tapi kan ..." ucapan Daniel terhenti keburu Nayla menyelanya.
"Sudah..sudah.. kenapa jadi kalian yang ribut? di sini kan aku yang mau cuti." ujar Nayla menghentikan perdebatan anak dan dady itu.
"Lagian gak apa-apa Sheryl, aku pasti ikutin prosedur perusahaan, lagian gak enak kan kalo aku minta bantuan dady mu, nanti yang ada orang-orang akan membicarakan yang tidak-tidak." ujar Nayla lagi.
__ADS_1
"Tuh kan Nayla saja mengerti." ujar Daniel dia melirik ke arah spion untuk melihat ekspresi putrinya.
"Apa aku salah?" dalam hati Daniel.
Sheryl hanya melengos mendengar dadynya tidak peka dengan apa yang dia rencanakan. Sheryl berbicara begitu agar Dadynya memanfaatkan kekuasaannya untuk memikat Nayla.
Mobil yang mereka kendarai tiba di depan restauran khas Sunda yang terkenal dengan keenakan sambalnya dan menyediakan berbagai macam sambal yang membuat restauran ini ramai setiap hari.
Mereka masuk ke dalam restauran dan mulai mencari tempat duduk yang nyaman, Sheryl memilih duduk di meja yang di pinggir jendela agar bisa melihat padat nya kendaraan.
Nayla duduk bersisian dengan Sheryl dan Daniel duduk di hadapan Nayla.
Lalu mereka memesan makanan, sebelum pesanan mereka datang Nayla izin pergi ke toilet dulu karena sudah kebelet.
"Sher aku ke toilet dulu ya!" ujar Nayla.
"Iya Nay mau aku temenin?" tanya Sheryl.
"Tidak usah aku sendiri aja." jawab Nayla.
Lalu dia bangkit dan pergi ke toilet.
Sheryl melihat Nayla yang sudah menjauh pun langsung berbicara pada Dadynya.
"Maksudnya?" tanya Daniel heran.
"Ya Alloh dady, tadi tuh aku di mobil ngasih kode ke dady biar dady sedikit memanfaatkan kekuasaan dady untuk mencoba mendekati Nayla ,sesekali tidak apa-apa memanfaatkan kekuasaan yang kita punya, siapa tau kalau dady mencoba membantu Nayla dalam izin mengambil cuti, dady bisa memulai mendekati Nayla." ujar Sheryl.
Daniel tampak berpikir
"Bener juga yang Sheryl katakan, ahh... sudah ini sudah terlanjur." ucapnya dalam hati.
"Ya mana dady tau nak." ujar Daniel.
"Tau ah dady.... " ujar Sheryl.
Tak lama pesanan pun datang bersamaan dengan Nayla yang telah kembali dari toilet. Mereka pun memakannya dengan lahap, salahkan sambalnya yang begitu enak, membuat Sheryl terus menambah makanan lagi.
Setelah selesai makan, karena hari sudah mulai malam, mereka memutuskan untuk langsung pulang, apalagi Nayla yang kelihatan sekali letihnya.
Mereka pun sampai di loby apartemen, Sheryl ikut turun dengan Nayla, dia memilih untuk pulang ke apartemen daripada ke mansion.
__ADS_1
"Dady makasih udah nganterin kita, dady hati-hati di jalan ya!" ujar Sheryl.
"Iya pak Daniel, terimakasih." ujar Nayla juga.
"Iya sama-sama." ujar Daniel.
"Kalian masuklah, bahaya kalau anak gadis masih di luar." ucapnya.
Sheryl dan Nayla pun mengangguk lalu bergegas masuk bersamaan.
****
Setelah di apartemen, Sheryl mengajak Nayla berbincang sebentar sebelum mereka tidur.
"Nay apa Rangga sudah bisa di hubungi?" tanya Sheryl.
"Entahlah Sher, kabarnya bagai hilang ditelan bumi! setiap aku berusaha menghubunginya selalu tidak tersambung, aku kawatir dia kenapa-kenapa." ujar Nayla.
"Bagai mana kalau Rangga di sana sudah punya pengganti mu?" tanya Sheryl hati- hati.
"Aku tidak akan memaksanya untuk tetap mencintaiku, kalau dia sudah punya pengganti aku, harusnya dia bilang, biar aku gak menunggunya." jawab Nayla sedih malah seperti ingin menangis.
"Kenapa kamu juga tidak berusaha membuka hatimu untuk orang lain?" ujar Sheryl lagi.
"Entah kenapa Sher, aku begitu susah menghilangkan rasa ini, aku juga ingin tapi gimana lagi? belum ada laki-laki yang membuat hati ini berpaling." ujar Nayla.
"Lagian Sher, aku pasrahkan semua kepada Alloh siapa jodoh ku, kalau memang Rangga bukan jodoh ku semoga aku di berikan pengganti yang baik." ujar Nayla lagi.
"Amin, iya Nay maaf ya aku jadi membuat kamu sedih." ujar Sheryl.
"Andai kamu tau Nayla, bahwa hilang nya kabar dari Rangga ada campur tangan tante Milla! karena tidak merestui mu, pasti kamu akan lebih kecewa lagi, maaf aku belum siap memberitahumu." ujar Sheryl dalam hati.
"Iya gak apa-apa, makasih kamu yang selalu ada untuk aku." ujar Nayla sambil memeluk Sheryl.
"Iya" ujar Sheryl.
"Apa aku setujui saja rencana dady ya? agar Nayla juga lebih cepat melupakan perasaannya pada Rangga." ujar Sheryl lagi dalam hati.
Mereka pun berpelukan sambil memberikan senyuman tanda saling memberi semangat.
~ Hay Hay semoga kalian suka dengan cerita nya, jangan lupa dukung author ya dengan tinggalkan like, vote anda komentarnya ya, jangan lupa ikuti akun author ya.~
__ADS_1
Salam sehat semuanya.