Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 15


__ADS_3

Setelah selesai makan bersama, Nayla membantu ibunya membereskan meja makan, Merapihkan kembali makanan sisanya ke lemari, tak lupa Nayla juga langsung mencuci piringnya.


Daniel memuji masakan ibu Nayla, Daniel mengakui bahwa dirinya baru kali ini makan dengan lahap sampai nambah, Ibu Nayla pun senang masakannya disukai Daniel.


Daniel berterimakasih dan pamit pulang, karena dia ternyata sudah lama berada di apartemen yang Nayla tempati, Daniel merasa keluarga Nayla adalah keluarga yang baik dan tulus, dia bersyukur putrinya begitu beruntung dekat dengan orang baik. Daniel yang biasanya susah akrab dengan orang lain, begitu cepatnya akrab dengan keluarga Nayla! Ayahnya, ibunya bahkan Kakanya begitu baik, Daniel nyaman bersama mereka. Kini Daniel mengerti sifat Nayla yang begitu baik, seperti yang di ceritakan putrinya menurun dari orangtuanya, semakin kagum saja Daniel kepada nayla, ah... andaikan Nayla bukan sahabat putrinya mungkin Daniel tidak akan ragu untuk meminangnya.


Daniel keluar dari unit apartemen menuju lift untuk turun ke parkiran, setelah sampai di parkiran Daniel berjalan menuju mobilnya dan langsung masuk lalu melajukan mobilnya menuju rumahnya, karena ada urusan di daerah dekat apartemen Nayla tempati hanya alasan Daniel saja.


Daniel juga kadang tersenyum sendiri sambil mengendari mobilnya, dia tidak tau Nayla si gadis cantik dan sederhana bisa membuatnya pelan-pelan menjadi gila.


****


Di apartemen Nayla telah selesai mencuci piring, merapihkan dapur dan juga merapihkan meja makan, kini semuanya telah rapih dan bersih kembali, dia pun menghampiri ibu dan ayahnya yang sedang menonton televisi.


"Ibu, ayah aku ke kamar dulu ya, ada yang perlu aku siapkan untuk wisuda besok." ujar Nayla kepada orangtuanya.

__ADS_1


"Iya Nay siap-siap lah, jangan begadang! besok kamu harus terlihat segar dan tidak sakit." ujar ibu pada Nayla.


Nayla pun mengangguk dan berjalan menuju kamar nya, dia langsung mempersiapkan buat acara besok wisudanya.


Setelah selesai, terdengar adzan magrib berkumandang Nayla pun bergegas mandi, sambil mengambil air wudhu, setelahnya menunaikan kewajibannya sebagai umat Islam. Setelah selesai nayla pun mengecek ponsel nya, karena dari sepulang kerja dia tidak memegang ponsel, di sana ada Sheryl yang memberikan pesan menanyakan tentang wisuda besok dan memberitahukan Nayla bahwa besok dia akan datang ke wisuda Nayla dengan warna baju yang senada dengan Nayla. Nayla pun tersenyum dan membalas pesan Sheryl, tak lama handphone Nayla berdering tanda panggilan masuk, itu panggilan telpon dari Rangga, Nayla pun langsung menggeser tombol terima tanda dia menerima panggilan itu.


" Hallo assalamualaikum Nayla." ujar Rangga di sebrang sana.


" Waalaikumsalam Rangga." jawab Nayla.


" Aku sedang bertukar pesan dengan Sheryl, kamu sendiri sedang apa?" jawab Nayla .


" Aku sedang memikirkan mu Nay." ujar Rangga.


Nayla tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


" Oh iya nay besok kamu wisuda kan? selamat ya maaf aku tidak hadir di wisuda mu! semoga ilmu yang kamu dapatkan bermanfaat ya Nay, aku sayang kamu!" ujar Rangga.


" Iya Rangga tidak apa-apa terimakasih doanya, kamu yang rajin belajarnya agar cepat menyusul ku wisuda dengan gelar yang lebih tinggi." jawab Nayla.


Mereka pun terus berbincang lewat telpon, Rangga selalu menceritakan kegiatan-kegiatan nya di sana, Nayla juga setia mendengarkan! Sesekali mereka bercanda, hingga tak terasa sudah satu jam mereka berbicara dan adzan isya pun sudah terdengar.


" Ya sudah kamu solat gih sana Nay, terus langsung tidur biar kamu besok tidak mengantuk, jangan begadang ya Nay!" ujar Rangga. 


" Iya Rangga assalamualaikum." ujar Nayla.


" Waalaikumsalam." jawab Rangga.


Wajah Nayla berseri dan tersenyum setelah panggilan berakhir, gegas dia pun mengambil wudhu dan melaksanakan solat, setelah itu siap-siap untuk tidur.


~Jangan lupa like vote dan hadiahnya ya! dukung terus cerita ini dan tinggalkan komentar~

__ADS_1


__ADS_2