
Di mansion Daniel.
Karena sudah terlalu lama meninggalkan kantor pusat, Anderson bersama Lusi pun akan kembali ke Amerika hari ini! Daniel, Nayla dan Sheryl pun mengantarkan mereka berdua ke bandara.
"Momy titip Daniel dan Sheryl ya! kalau mereka nakal jewer saja telinganya!" ujar Lusi kepada Nayla.
"Baik momy, momy juga sama dady hati-hati dan jaga kesehatan kalian!" jawab Nayla sambil tersenyum dan memeluk Lusi.
"Iya sayang." ujar Lusi.
Lusi juga melakukan hal yang sama pada Daniel dan Sheryl, Sheryl pun begitu lama memeluk neneknya itu karena merasa belum cukup rindunya terbayar.
"Grandma!" ujar Sheryl dengan manja.
Lusi pun mengelus sayang rambut Sheryl.
"Kamu yang nurut sama momy kamu ya! jaga diri kamu! cepat lulus biar nanti kita berkumpul kembali di mansion grandma." ujar Lusi.
"Dan jangan suka usil dan ganggu dady dan momy mu! biar kamu cepat di berikan adik." lanjutnya sambil tersenyum jahil pada Nayla.
"Tuh dengar, jangan gangguin!" ujar Daniel.
"Ish...." desis Sheryl namun dia tersenyum juga.
Sheryl dan Daniel pun memeluk Anderson juga, Nayla yang tadinya hanya melihat saja di beri isyarat oleh Anderson agar mendekat dan bergabung bersama mereka dengan matanya, Nayla yang mengerti pun ikut bergabung dengan Sheryl dan Daniel memeluk Anderson hingga mereka berpelukan berempat, Lusi yang melihat pun tersenyum dan ikut bergabung juga.
Setelah puas berpelukan berlima, mereka pun melepaskan pelukannya, lalu Anderson dan Lusi pun berpamitan sekali lagi karena mereka berdua harus segera berangkat karena mereka tidak memakai jet pribadi.
****
"Dad, antar kami belanja dulu yuk!" ujar Sheryl.
Ya mereka kini tengah berada di mobil dengan Daniel yang mengendarai setelah tadi mengantarkan Lusi dan Anderson ke bandara.
"Ok siap tuan putri." jawab Daniel.
"Asyik, mom ayo kita bengkakkan tagihan kartu kredit dady!" ujar Sheryl.
"CK... tenang saja uang dady tak akan habis hanya untuk membayar tagihan kartu kredit." ujar Daniel menyombongkan diri.
"Dih... dady mulai deh sombongnya." jawab Sheryl.
"Sombong itu buat yang ngaku-ngaku kaya tapi Nol! lah kalau dady kan kaya beneran." ujarnya gak mau kalah.
__ADS_1
"Iya deh terserah dady." ujar Sheryl.
Nayla yang mendengar pun hanya menggelengkan kepala saja, selalu saja ada yang mereka berdua perdebatkan mau dimana pun dan kapan pun.
Setelah sampai di parkiran mall, mereka pun langsung masuk dan memasuki beberapa toko seperti toko tas, sepatu dan kecantikan. Daniel pun masih setia menemani anak dan istrinya, bahkan membawakan barang-barang mereka yang pasti lebih banyak Sheryl.
Saat dirinya melewati toko pakaian dalam, Daniel pun mengajak Nayla dan Sheryl masuk! Nayla sebenarnya merasa risih memilih pakaian dalam di temani Daniel, namun dia juga tidak enak jika harus menolak.
"Kamu harus banyak koleksi baju dinas malam sayang!" bisik Daniel membuat pipi Nayla memerah.
Sheryl yang melihat pipi Nayla memerah pun bertanya.
"Pipi mu kenapa mom? gak usah malu sih mom! dady kan sudah jadi suamimu." tanyanya yang menggoda Nayla.
"Ish.... Sheryl!" ujar Nayla membuat Sheryl tertawa.
"Kalian sajalah ya yang pilih-pilih! aku duduk di sana aja." lanjutnya menunjukkan tempat duduk yang ada di toko itu.
"Baiklah, biar mas pilihkan yang terbaik untukmu." ujar Daniel.
Nayla hanya mengangguk saja, lalu dia pun duduk di tempat duduk yang di sediakan. Setelah puluhan menit Nayla menunggu akhirnya Daniel dan Sheryl pun telah selesai dengan membawa beberapa kantong belanjaan membuat Nayla kaget karena untuk pakaian dalam tidak mungkin sampai banyak kantong kalau tidak membeli banyak.
"Mas kenapa beli banyak sekali?" tanya Nayla.
"Tapi mas gak sebanyak ini juga!" ujar Nayla.
"Begitulah mom dady, apa-apa selalu berlebihan." ujar Sheryl.
Nayla pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah ayo kita cari makan! aku laper mas." ajak Nayla.
"Iya sayang." jawab Daniel.
Lalu Daniel pun mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi anak buahnya yang keberadaannya tak jauh dari Daniel! setelah anak buahnya datang, Daniel pun memberikan semua belanjaan istri dan anaknya agar mereka membawa terlebih dahulu ke mansion dan Daniel pun memberikan tipnya kepada para anak buahnya.
"Mau makan apa sayang?" tanya Daniel kepada Nayla.
Nayla tak menjawab, dia malah bertanya kembali kepada Sheryl.
"Kamu mau makan apa Sher?" tanyanya kepada Sheryl.
"Hmmmm.... apa ya? aku mau makan semacan restauran yang you can eat aja deh dad mom! di tempat langganan kita mom." jawab Sheryl.
__ADS_1
"Boleh kebetulan kita sudah tidak lama tidak makan di situ." ujar Nayla.
Daniel pun hanya menurut saja, dia pun mengikuti kedua wanita kesayangannya, Sheryl dan Nayla kalau lagi bersama pasti selalu melupakan dirinya.
Saat masuk, Daniel pun langsung membayar tagihan masuknya karena di situ bayarnya pas masuk, jadi nanti mereka bisa makan sepuasnya selama 2 jam.
Saat Nayla dan Sheryl masuk, mereka berdua tidak menyadari bahwa sedari tadi mereka telah di ikuti dan di menatap mereka dengan pandangan yang memilukan, bahkan tangannya terkepal karena merasakan sakit yang amat dalam di hatinya! ya dia adalah Rangga, laki-laki yang mencintai Nayla juga yang di cintai Nayla.
Saat dirinya mengetahui Nayla telah menikah dengan dady Sheryl sahabat Nayla juga sahabatnya sendiri dengan tak sengaja di berita online Indonesia Rangga memutuskan untuk kembali ke Indonesia tanpa memberitahukan siapa-siapa termasuk orangtuanya.
Flashback
Rangga saat ini telah sampai di apartemennya, Rangga begitu lelah hari ini karena begitu banyak tugas kuliahnya juga tugas bisnis yang telah papahnya berikan agar nanti ketika dia lulus, Rangga sudah mahir dalam berbisnis tak hanya di Indonesia juga di luar negeri agar perusahaan papahnya bisa di kenal seluruh dunia.
Rangga begitu merindukan Nayla dan entah kenapa nomer Nayla tidak bisa dia hubungi, dia pun sibuk jadi tidak sempat mencari tahu kenapa nomor Nayla tidak bisa di hubungi padahal itu semua adalah ulah ibunya yang telah membayar seseorang agar Daniel tidak bisa menghubungi Nayla juga sebaliknya, dengan uang semua bisa di lakukan apalagi teknologi jaman kini sudah canggih.
"Kamu apa kabar Nay? aku merindukanmu." ujarnya sambil menatap foto Nayla yang ada di layar ponselnya.
"Sudah lama ya kita tidak komunikasi, semoga kamu tetap menunggu ya Nay! aku tidak sabar untuk pulang ke Indonesia agar bertemu denganmu, tunggu aku sukses ya!" lanjutnya sambil tersenyum lalu mengecup layar ponselnya.
Karena tak tahu apa yang harus dia lakukan, Rangga pun iseng membuka berita yang ada di Indonesia, karena dia sudah lama tidak membuka situs itu, dan alangkah kagetnya Rangga ketika melihat berita tentang pernikahan seorang pengusaha sukses yang sedang trending topik dari sebulan lalu! tentu saja Rangga mengenali siapa pengusaha itu tapi yang membuat Rangga kaget bukan pengantin prianya namun pengantin wanitanya yang sangat dia kenali.
"NAYLA!" ujarnya kaget langsung menjatuhkan ponselnya namun tak lama langsung tersadar lalu mengambil kembali ponselnya.
Rangga dengan teliti membaca berita itu dan tidak salah lagi, namanya pun sama dengan nama Nayla.
"Apa semua ini benar? tapi kenapa?" tanyanya pada dirinya sendiri.
"Ini tidak mungkin, aku tidak percaya ini! mana mungkin Nayla menikah dengan dady Sheryl dan Sheryl....." ujar Rangga terhenti karena tidak mampu melanjutkan perkataannya.
Lalu tanpa sadar Rangga meneteskan air matanya.
"Aku harus ke Indonesia sekarang juga! aku harus memastikan semuanya dan meminta Nayla menjelaskan semuanya." ujar Rangga dan langsung bangkit berjalan menuju kamarnya untuk siap-siap kembali ke Indonesia tanpa berpikir panjang terlebih dahulu.
Flashback of.
"Ternyata semua itu benar! bahkan kau terlihat bahagia Nayla! lalu bagaimana denganku sekarang?" ujar Rangga sambil menatap Nayla dari kejauhan.
☘️ Sekian dulu ya.☘️
Mohon maaf baru up, karena beberapa hari yang lalu lagi padat jadwalnya🤭 seperti pejabat saja ya😁😁
Semoga suka ya dengan part ini, jangan lupa dukung untuk authornya ya dengan like, komen, vote dan poin koinnya gratis lho....
__ADS_1
Terimakasih