Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 68


__ADS_3

Setelah 2 hari menginap di apartemen, Nayla dan Daniel pun kembali ke mansion. Sungguh Nayla ingin sekali beristirahat, Daniel selama 2 hari ini tidak memberinya istirahat sama sekali! mereka selalu melakukan aktivitas suami istri siang dan malam, sungguh Daniel begitu puas dan tidak ada kata lelah! di setiap ada kesempatan pasti dia akan langsung meminta dan melakukanya, selama 2 hari itu pula mereka berdua tidak keluar sebentar pun lebih tepatnya Daniel yang mengurung Nayla, alasannya karena katanya besok pasti akan sibuk dan kita tidak bisa menghabiskan waktu berdua dengan lama sungguh Daniel memanfaatkan waktu dengan sangat baik.


"Assalamualaikum mom, dad, Sheryl!" ujar Nayla ketika dia sampai di mansion dan melihat mertua dan anak tirinya sedang mengobrol santai di ruang keluarga.


"Waalaikumsalam." jawab mereka bersamaan.


Daniel pun menyuruh kepada maid yang di sana untuk membawakan barang Nayla ke kamarnya.


"Kamu sudah selesai memindahkan bajunya?" tanya momy saat mereka selesai berpelukan.


"Sudah mom." jawab Nayla.


"Ya sudah nanti habis ashar kita pergi ke rumah adiknya momy ya! sekalian kamu berkenalan dengan mereka karena kemaren pas acara di rumahmu ada yang tak datang!" ajak Lusi.


"Siap momy!" jawab Nayla.


"Tuh kan kalau sudah di rumah pasti Nayla di monopoli momy sama Sheryl." ujar Daniel.


"Cihh... kau ini kaya anak kecil saja! apa 2 hari 2 malam masih kurang untukmu hem?" tanya Lusi.


"Momy baru mengajak juga kau sudah protes!" lanjutnya.


"Iya sekarang, besok-besok pasti begitu juga." jawab Daniel.


Lusi pun melemparkan bantal ke arah Daniel dan mengenai kepalanya.


Bugh.... " Aduh." suara Daniel.


"Kau ini, ini juga kan untuk acaramu sendiri!" ujar Lusi sambil menggelengkan kepalanya.


"Mau momy serahkan semua persiapan sama kamu semua?" lanjutnya.


"Hehehe jangan dong momy cantik!" jawab Daniel sambil cengengesan dan menggaruk lehernya yang tak gatal.


"Iya tuh dady lebay banget!" saur Sheryl yang sedari tadi hanya diam saja.


Nayla yang sekarang sudah terbiasa mendengar perdebatan antara Lusi, Daniel dan Sheryl pun hanya tersenyum! sungguh baginya seperti inilah keluarga harmonis, selalu ada perdebatan kecil yang akan mewarnai keluarga mereka.


"Oh iya mom, Diva menghubungiku kemaren katanya hari senin mereka semua akan berkunjung ke sini! mungkin hanya Renata dan Alex yang menginap di mansion kita." ujar Daniel memberitahukan Lusi akan kedatangan teman-temannya, tentu saja Nayla yang pertama Daniel beritahu.


"Ya sudah tidak apa-apa, momy juga kangen dengan mereka." jawab Lusi karena sudah akrab sekali dengan para sahabat Daniel dan sudah menganggap mereka seperti anak dia sendiri.


"Ok mah, aku ke kamarku dulu ya!" pamit Daniel.


"Ya sudah." jawab Lusi.


"Sayang kamu gak ikut mas?" tanya Daniel pada Nayla.


"Gak mas aku nanti aja kalau sudah adzan ashar sekalian solat!" jawab Nayla.

__ADS_1


"Ya sudah." ujar Daniel langsung bangkit dan berlalu pergi.


"Ya sudah dady juga mau ke kamar duluan ya! ada yang harus dady cek!" pamit Anderson karena setelah ini pasti dirinya akan di cueki ketiga wanita kesayangannya.


"Iya dad." jawab Lusi.


Anderson pun bangkit dan berlalu pergi mengikuti Daniel.


"Gimana nih bulan madu keduanya?" tanya Lusi pada Nayla setelah Daniel dan Anderson sudah tidak terlihat.


"Hah.... bulan madu?" jawab Nayla heran.


"Iya momy, kan kemaren selama 2 hari 2 malam dady cuma berdua saja dengan momy hem...." ujar Sheryl menggoda Nayla.


"Ish.... apaan sih kamu!" jawab Nayla dengan pipi memerah.


"Hahaha grandma liat momy! masih saja malu-malu kalau di goda begini, jadi aku makin gemas." ujar Sheryl sambil mencubit pipi Nayla yang memerah.


"Ih.... sakit Sheryl!" rengek Nayla.


"Hahaha.." tawa Sheryl.


Lusi yang melihatnya pun hanya tersenyum.


"Sepertinya dadymu itu tidak berhenti melakukannya ya! liat saja jalan kamu Nay sedikit berbeda!" tambah Lusi ikut menggoda Nayla.


"Ah... momy kenapa ikut menggoda aku?" lanjutnya.


"Hahaha..." suara tawa Sheryl juga Lusi membuat Nayla cemberut.


"Sudah...sudah... cemberut kan menantu kesayangan momy ini." ujar Lusi sambil mengelus pipi Nayla dengan sayang dan mencium kening Nayla seperti seorang ibu kepada anak kandungnya, membuat Nayla langsung tersenyum karena bahagia mempunyai mertua penyayang seperti Lusi.


"Apa Daniel sudah memberitahukan kepadamu dulu Nay?" tanya Lusi.


"Tentang apa momy?" jawabnya.


"Tentang para sahabatnya yang mau mampir ke sini dan ada yang menginap di sini juga!" tanya Lusi.


"Oh itu....sudah momy, bahkan mas Daniel menceritakan satu-satu tentang mereka." jawab Nayla.


"Syukurlah, momy ingin segala sesuatu Daniel harus memberitahukan dirimu sebelum momy! karena sekarang kamu adalah istrinya." ujar Lusi.


"Iya momy, Alhamdulillah mas Daniel selalu jujur tentang apapun kepadaku momy." jawab Nayla sambil tersenyum.


"Alhamdulillah." ujar Lusi.


"Oh iya my, momy nanti setelah dari adiknya grandma kita menonton yuk di bioskop, ajak Yulia ikut gabung sama kita! bukankah dulu kamu belum sempat menerima ajakannya untuk pergi hang out berdua?" ajak Sheryl.


"Iya juga ya! ya sudah nanti aku coba hubungi Yulia ya!" jawab Nayla karena menurut kesempatan juga dia bisa berlama-lama di luar karena takut kalau hanya berdua saja dengan Daniel di kamar pasti akan terjadi lagi aktivitas suami istri.

__ADS_1


Saat mereka sedang asyik mengobrol terdengar adzan mulai berkumandang, Lusi pun menyuruh Nayla dan Sheryl untuk segera siap-siap setelah selesai solat.


"Ya sudah cepetan kalian ke kamar masing-masing dan kerjakan kewajiban kita! abis itu baru kita pergi." perintah Lusi pada Sheryl juga Nayla.


"Iya grandma." jawab Sheryl.


"Iya momy!" jawab Nayla.


Mereka pun lantas bangkit bersama-sama dan berlalu pergi.


Setelah sampai di kamarnya Nayla pun melihat Daniel sedang duduk di sofa sambil memainkan laptopnya begitu serius.


"Mungkin mas Daniel ada pekerjaan yang gak bisa dia tunda." pikir Nayla.


Nayla pun langsung saja mengambil handuk kimononya dan langsung masuk ke kamar mandi tanpa menyapa Daniel terlebih dahulu.


Setelah selesai mandi, Nayla pun langsung mengambil wudhu dan setelahnya langsung keluar dari kamar mandi, namun Nayla tak tahu jika Daniel saat ini sedang menunggunya di depan pintu kamar mandi, ketika Nayla membuka pintu Nayla begitu kaget melihat dani berdiri di depan pintu seperti itu sambil menatapnya tajam.


"Astagfirullah mas! kamu ini ngagetin aku saja, kenapa berdiri di depan pintu begitu?" tanya Nayla.


"Abisnya kamu, kenapa mandi gak ajak mas?" jawab Daniel.


"Astagfirullah mas, tadi mas serius banget liat laptopnya! aku jadi takut ganggu mas, jadi aku mandi sendiri saja, hehehe...." ujar Nayla.


"Tau ah kamu mah." ujar Daniel hendak memegang tangan Nayla.


"Jangan mas! aku sudah punya wudhu!" ujar Nayla.


"Aish.... tak apalah sayang kita mandi bersama ya! kamu mandi lagi saja." pinta Daniel.


"Duh mas, gak enak sama momy takut nunggu lama." jawab Nayla.


"Ish.... ya sudah tunggu mas! kita solat berjamaah berdua." perintahnya kepada Nayla sambil berlalu masuk ke dalam kamar mandi.


"Iya mas." jawab Nayla.


"Alhamdulillah." ujar Nayla dalam hati sambil tersenyum, karena kau sudah mandi berdua pasti tak akan sebentar.


****


Di lain tempat.


"Aku masih tidak terima Daniel kau sudah menikah!" ujarnya.


"Tunggu aku Daniel! aku pasti akan membuat istrimu tak nyaman dengan statusnya sekarang." lanjutnya dan langsung meminum minuman alkohol.


☘️ Sekian dulu ya.☘️


Terimakasih yang masih setia membaca cerita Nayla ini jangan lupa dukungan untuk authornya ya....

__ADS_1


__ADS_2