Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 92


__ADS_3

Di cafe Cemara.


Rangga telah tiba lebih dulu, dia pun memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam cafe, lalu memilih tempat duduk yang berada di dekat dengan jendela dan tempat duduk yang hanya bisa di tempati 2 orang saja. Pelayan pun datang dan menanyakan akan memesan apa? Rangga pun menjawab akan memesan minuman dulu karena sedang menunggu seseorang! pelayan pun mengangguk dan kembali untuk membuat minuman pesanan Rangga. 10 menit kemudian Sheryl pun sampai di cafe Cemara yang sudah Rangga sharelok alamatnya, lalu dia pun masuk dan menghampiri Rangga yang sedang termenung ke arah jalan dan tidak menyadari bahwa dirinya sudah datang"Apa kamu menunggu lama?" tanya Sheryl.


"Ah.... Sheryl! kau sudah datang, maaf aku sedikit melamun jadi tidak menyadari kedatanganmu." jawab Rangga.


"Ok tidak apa-apa, apa kamu sudah memesan makanannya?" ujar Sheryl.


"Belum, biar kamu saja yang pesan! aku takut kesukaanmu akan berubah, karena semua sesuatu biasanya akan cepat berubah seiring dengan bertambahnya waktu." jawab Rangga sambil terkekeh.


Sheryl pun hanya menghela nafasnya, sungguh sebenernya dia pun merasa kasihan dengan Rangga! tapi apa boleh buat semua ini sudah terjadi.


"Baiklah ayo kita pesan makanan? kesukaan ku masih sama dengan dulu." ajak Sheryl, lalu melambaikan tangan kepada seorang pelayan dan pelayan pun menghampirinya.


"Ada yang bisa saya bantu mbak?" tanya pelayan.


"Aku mau pesan makanan! kamu mau pesan apa Rangga?" ujar Sheryl kepada pelayan sekaligus bertanya kepada Rangga.


"Seperti biasa!" jawab Rangga.


"Baiklah." ujar Sheryl.


Lalu dia pun memesan makanan kesukaannya juga makanan kesukaan Rangga.


"Udah itu saja mbak." ujarnya pada pelayan itu.


"Baik mbak, di tunggu pesanannya ya mbak, mas!" ujarnya.


Sheryl dan Rangga pun mengangguk dan pelayan pun pergi dari hadapan mereka.


Sheryl dan Rangga pun kini hanya saling diam, mereka tidak tau harus bicara apa awalnya!


"Ternyata setelah aku kembali ke Indonesia, kita menjadi canggung seperti ini!" ujar Rangga sambil tersenyum.


Sheryl pun ikut tersenyum.


"Ya mungkin karena sudah lama tak bertemu." jawab Sheryl.


Saat Rangga akan membalas ucapan Sheryl, pelayan pun datang membawa makanan mereka dan menyajikannya di atas meja.


Setelah selesai, pelayan pun mempersilahkan Rangga dan Sheryl untuk menyantap pesanannya dan kembali pergi.


"Ayo kita isi perut dulu! sebelum berbicara serius." ajak Rangga.


"Baiklah." jawab Sheryl.


Lalu mereka pun menyantap makanan mereka dengan keheningan.


Setelah selesai makan, Rangga pun menyuruh pelayan untuk membersihkan bekas makan mereka dan menghidangkan makanan penutup.


"Apa kamu dan dadymu akan mengizinkan aku bertemu dengan Nayla?" tanya Rangga to the point.

__ADS_1


"Untuk apa Rangga?" bukannya menjawab, Sheryl malah balik bertanya kepada Rangga.


"Hanya ingin bertemu, dan memastikan sesuatu." jawab Rangga.


"Maksudnya?" tanya Sheryl heran.


"Aku akan memastikan, masih adakah rasa cinta Nayla di matanya untukku?" ujar Rangga.


Deg..... Sheryl diam, apa Rangga tidak salah bicara?.


"Untuk apa kamu memastikannya Rangga? apa setelah kamu melihat masih ada cinta di mata Nayla kau akan menghancurkan rumah tangganya?" tanya Sheryl menatap tajam Rangga.


Rangga pun tersenyum mendengar pertanyaan Sheryl.


"Mungkin! tapi sebelum itu aku juga harus memastikan sesuatu terlebih dahulu! agar aku tidak salah memilih jalan." jawab Rangga.


"Memastikan apa lagi Rangga? aku mohon, sebagai sahabatmu! tolong, jangan ganggu Nayla lagi! dia sudah bahagia dengan dady." ujar Sheryl dengan nada memohon.


"Lalu bagaimana denganku Sheryl?" tanya Rangga.


"Kamu orang baik Rangga, kamu juga tampan dan kaya! aku yakin banyak wanita yang mau denganmu!" jawab Sheryl.


"Tapi yang kamu katakan pun, aku malah di tinggal menikah oleh seorang wanita! yang tak lain adalah Nayla, walau banyak wanita yang mau denganku tapi gimana kalau dalam hatiku hanya ada Nayla! bukankah itu akan menyakiti wanita itu juga." jawab Rangga.


Sheryl pun terdiam dan menghela nafasnya.


"Aku mohon Rangga!" ujarnya.


Rangga pun tersenyum.


"Kamu mau memastikan apa lagi?" tanya Sheryl.


"Memastikan apa yang kamu bilang terhadap orangtuaku!" jawab Rangga.


"Jadi kamu menyelidiki orangtuamu? lalu apa yang akan kamu lakukan jika semua yang aku katakan benar?" tanya Sheryl.


"Mungkin aku akan sangat kecewa terhadap mereka, aku juga mungkin akan mengiklaskan Nayla walau hanya sedikit karena jujur ini semua berat untukku, rasanya seperti di hantam batu yang sangat besar! sakit sekali." jawab Rangga.


Sheryl pun terdiam sejenak.


"Rangga aku tau apa yang kamu rasakan! aku bisa melihatnya Rangga, tapi semua ini sudah terjadi Rangga, iklaskan Nayla! aku yakin kamu pun nantinya akan bahagia." ujar Sheryl.


"Ya semoga saja, tapi Sheryl bolehkan aku meminta nomor Nayla yang baru?" tanya Rangga.


"Untuk apa Rangga?" ujar Sheryl menatap tajam kembali pada Rangga.


Rangga pun tersenyum.


"Mungkin aku sudah mulai gila! aku hanya ingin mendengar suaranya Sheryl." jawab Rangga.


"Tapi Rangga... dengan begitu kamu akan semakin terluka." ujar Sheryl.

__ADS_1


"Kau hanya rindu dengan suaranya Sheryl." jawab Rangga.


"Tapi itu tidak pantas Rangga! dia sudah bersuami." ujar Sheryl lagi.


"Atau aku akan datang ke rumahmu!" ancam Rangga.


"Hah...Rangga!" ujar Sheryl tidak tau harus bicara apa lagi dan pada akhirnya memberikan nomor Nayla yang baru kepada Rangga dan mengatakan kepada Rangga bahwa dia harus berjanji hanya akan mendengar suaranya saja.


****


Di perusahaan Atmaja.


Nayla datang ke kantor suaminya dengan membawakan bekal makan siang untuk Daniel dan dirinya, saat dirinya masuk semua karyawan pun menunduk tanda menghormatinya dan juga menyapanya karena mereka semua sudah tau kalau Nayla adalah istri atasannya, Nayla pun membalas mereka dengan senyuman ramah. Setelah dirinya sampai di depan ruangan Daniel, Nayla lebih dulu menyapa sekertarisnya yang tak lain adalah temannya dulu yaitu Yulia.


"Yulia apa kabar?" tanya Nayla.


"Bu Nayla!" ujar Yulia langsung berdiri.


"Kamu tidak usah panggil aku bu! ini perintah." ujar Nayla tidak suka Yulia memanggilnya ibu.


"Tapi... aku takut pak Daniel akan marah!" ujar Yulia.


Nayla pun memeluk Yulia.


"Tidak akan! oh iya bagaimana kabarmu?" tanya Nayla lagi.


"Baiklah, Alhamdulillah aku baik Nay! kamu sendiri bagaimana kabarnya?" jawab Yulia sambil membalas pelukan Nayla dan bertanya kembali kabar Nayla.


"Aku juga baik, ya sudah aku masuk dulu ya!" pamit Nayla.


"Iya Nay." ujar Yulia.


Nayla pun masuk ke dalam ruangan Daniel, dan Yulia pun kembali mengerjakan pekerjaannya.


Begitu pintu tertutup Nayla di kagetkan dengan Daniel yang langsung memeluknya dan mencium pipinya.


"Mas! kamu itu suka sekali buat aku jantungan." ujarnya.


"Hehehe abis mas kangen banget!" jawab Daniel sambil mengeratkan pelukannya pada Nayla.


"Dihh mas! baru juga gak bertemu beberapa jam." ujar Nayla.


"Bagiku itu sangat lama." jawab Rangga karena sebenarnya hatinya sedang takut, takut apa yang tadi dia bicarakan dengan Sheryl.


"Jadi aku harus berdiri aja, gak di biarkan duduk?" tanya Sheryl karena Daniel tidak mau melepaskan pelukannya.


"Baiklah ayo kita duduk." ajak Daniel pada akhirnya membuat Nayla tersenyum.


Mereka pun berjalan beriringan menuju sofa di ruangan Daniel.


☘️ Sekian dulu ya.☘️

__ADS_1


Jangan lupa untuk dukungannya ya...


Semangat puasa semuanya..🥰🥰🤗


__ADS_2