
Daniel di mansion begitu gelisah menunggu Nayla yang tak kunjung pulang walau waktu menunjukkan jam setengah 9 malam, di telpon pun nomer Nayla sedang tidak aktif begitu juga dengan momynya dan Sheryl, sungguh membuat Daniel kesal saja.
Daniel pun turun ke bawah, dia akan menunggu istrinya di luar saja dan tentu saja nanti istrinya itu akan dia hukum karena sudah berani nakal seperti ini.
Setelah sampai di halaman mansion, ternyata Anderson sang dady pun sedang di sana, Daniel pun menghampiri Anderson dan langsung duduk di samping dadynya.
"Apa dady juga menunggu mereka?" tanyanya tanpa basa-basi.
"Iya, tumben sekali jam segini belum pulang." jawab Anderson.
"Apa aku susul saja?" ujarnya.
"Mau di susul pun percuma, apa kau tau mereka sedang di mall mana? sedangkan di kota ini banyak sekali mall." jawab Anderson.
"Lalu kita harus bagaimana?"
"Ya kita tunggu mereka pulang, mudah-mudahan mereka sekarang sedang di perjalanan!"
"Iya mudah-mudahan saja dad."
"Suka aneh dengan perempuan izinnya sebentar tapi malah lama! apa semua perempuan begitu?" tanya Anderson.
"Ya mana Daniel tau dad." jawab Daniel.
Mereka pun menghela nafasnya.
****
Sedangkan di sebuah mall.
"Mom, gimana nih kalau mas Daniel menanyakan belanjaannya?" tanya Nayla setelah mereka keluar dari mall.
"Bilang saja kita sudah keliling toko tapi tidak ada." jawab Lusi.
"Lagian momy kenapa berbohong?" tanya Sheryl.
"Kalau jujur dadymu pasti tidak akan mengizinkannya! kamu tau sendirikan bagaimana dadymu itu?" jawab Nayla.
"Iya sih." ujar Sheryl.
Untung Yulia saat ini tidak bersama mereka karena sudah pamit duluan tadi ketika jemputannya sudah datang.
"Ya sudah sini kunci mobilnya, biar aku yang bawa." ujar Nayla kepada Sheryl.
Sheryl pun memberikan konci mobilnya kepada Nayla karena dirinya pun sudah lelah untuk mengemudi mobilnya.
Setelah sampai di parkiran mereka pun langsung tancap gas agar segera sampai di mansion.
Saat sudah sampai di halaman mansion, Nayla melihat bahwa suami dan mertuanya sudah menunggu kepulangannya di sana.
"Duh mom, mas Daniel sama dady sedang menunggu kita! gimana nih?" tanya Nayla kawatir.
"Kamu tenang saja! ini jadi urusan momy, lagian kamu juga butuh keluar bareng bersama momy, Sheryl atau temanmu! asal jangan sama pria lain." jawab Lusi.
"Baiklah mom." ujar Nayla.
__ADS_1
Nayla pun menghentikan laju mobilnya tepat di depan Daniel, biarlah nanti yang parkirkan mobil dia menyuruh security-nya.
"Bagus...bagus... jam segini kalian baru pulang hem..." ujar Daniel sambil menatap tajam pada Nayla ketika Nayla, Lusi dan Sheryl turun dari mobil.
"Hehehe maaf mas." jawab Nayla sambil menunjukan giginya.
"Kamu jangan salahin menantu momy! ini juga untuk keperluan resepsimu besok." ujar Lusi membela Nayla.
"Selalu saja momy belain, lagian kenapa kalian kompak sekali ponselnya di matikan." tanya Daniel.
"Hah..." jawab mereka semua dan langsung mengecek ponsel mereka.
"Maaf mas ponselku habis baterai! tadi lupa aku isi dayanya." jawab Nayla.
"Aku juga sama dady!" jawab Sheryl sambil cengengesan.
"Apa ponsel momy juga sama?" tanya Daniel dengan sinis.
"Tidak! momy memang sengaja mengganti modenya dengan mode pesawat tadi." jawab Lusi santai.
"Dihh liat dad, kelakuan istri dady itu." ujar Daniel.
"Dia juga ibumu." jawab Anderson membuat Daniel kesal karena tak ada yang membelanya.
"Dih dasar dady bucin." ujarnya.
"Yee tidak apa-apa, sama istri dady ini." jawab Anderson.
Saat Daniel akan menjawab perkataan dadynya, Lusi segera menghentikan perdebatan itu.
"Lagian apa kalian tak kasian kami harus berdiri di sini, kami cape lho baru pulang." lanjutnya.
"Iya... iya... ayo masuk!" ajak Anderson lalu menggandeng lengan istrinya.
"Awas saja kalau dady melupakan aku." ujar Sheryl kepada Daniel saat Daniel akan menarik tangan Nayla juga.
"Hehehe baiklah, princes dan ratuku ayo kita masuk." ujar Daniel sambil menggandeng kedua wanita kesayangannya, dia melupakan kekesalannya kepada Nayla terlebih dahulu, biarlah nanti dia akan memberikan hukuman ya kepada Nayla.
Mereka pun berjalan bersama masuk ke dalam mansion, Sheryl senang walau dadynya sudah menikah lagi tapi kasih sayangnya tidak berkurang, dia sangat beruntung mendapatkan ibu sambung seperti Nayla.
"Apa princess dady ini mau di antarkan sampai ke dalam kamar?" tanya Daniel ketika mereka sampai di depan kamar Sheryl.
Sheryl pun tersenyum dan menjawab.
"Tidak usah dady! sampai di sini juga cukup, selamat malam dan selamat beristirahat! aku menyayangi kalian." jawabnya sambil memeluk Daniel dan Nayla bersamaan lalu mengecup pipi Daniel dan Nayla, lalu di balas oleh Daniel dengan kecupan di keningnya.
"Selamat malam juga, semoga mimpi yang indah, jangan lupa solat terlebih dahulu dan baca doa! kami juga menyayangimu." ujar Daniel, Nayla pun memberikan senyuman terbaiknya untuk Sheryl.
"Ok.." ujar Sheryl lalu masuk ke dalam kamarnya.
Daniel pun langsung saja menarik Nayla mausk ke dalam kamarnya.
"Mas!" ujar Nayla kaget saat sudah masuk ke dalam kamar, Daniel langsung menggendongnya menuju tempat tidur.
"Kamu harus di hukum sayang! karena sudah mulai berani nakal!" ujar Daniel.
__ADS_1
"Mas tadi itu beneran aku mengantar momy, kalau menolakkan aku gak enak!" jawab Nayla.
"Tidak ada alesan, dan kamu juga sengaja kan mematikan ponselmu." tanya Daniel.
"Beneran mas! ponselku benar-benar kehabisan baterai dan aku tidak menyadarinya mas." jawab Nayla.
"Mas gak mau tahu pokonya malam ini mas kamu hukum, 7 ronde!" ujar Daniel.
"Mas! bisa pingsan aku mas!" jawab Nayla begidik ngeri mendengarnya.
"Mas gak mau tau, dan gak ada penolakan!" ujar Daniel.
"Tapi mas aku belum solat." ujar Nayla mencoba untuk menghindar.
"Nanti saja setelah melakukan ronde ke 2 dan kita akan mandi bersama-sama, lalu solat berjamaah dan lanjut melakukannya lagi, pokonya malam ini kamu tidak boleh tidur." ujar Daniel menggoda Nayla dengan seringainya.
Nayla yang mendengarkan apa yang di katakan Daniel pun langsung membulatkan matanya, dia bergidik ngeri mendengarnya sungguh dirinya tak akan sanggup.
"Mas ampun!" ujarnya.
Namun Daniel tak menghiraukan ucapan Nayla langsung saja menyerang Nayla dan terjadilah pergulatan panas antara Nayla dan Daniel.
Sedangkan di suatu tempat, lebih tepatnya di New York, Amerika Serikat! seorang wanita sedang berada di bandara menunggu teman yang lainnya untuk berangkat ke Indonesia.
"Tunggu aku Daniel! aku janji akan membuat istrimu tidak nyaman menjadi pendampingmu, aku juga ingin tau seberapapun hebatnya istrimu itu." ujarnya sambil mengepalkan tangannya.
Lalu tak lama ketiga teman yang dia tunggu datang bersama keluarga kecil mereka kecuali Alex dia memanggil wanita itu.
"Renata!" panggil salah satu dari temannya yang bernama Diva.
Ya wanita itu adalah Renata, dia sahabat Daniel yang umurnya di bawah Daniel beda beberapa tahun. Renata sangat mencintai Daniel apalagi dia tau Daniel seorang duda, Renata setia menunggu Daniel untuk membuka hatinya, namun apa yang di dengarnya kini sangat menyakitkan. Daniel telah menikah dengan sahabat putrinya yang usianya jauh dari dirinya sungguh sangat mengejutkan. Padahal selama ini Renata kira Daniel mempunyai perasaan yang sama karena perhatian Daniel terhadapnya, namun semua itu salah! ternyata cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.
"Kalian sudah datang." tanya Renata kepada ke 3 temannya.
Dia adalah Diva sahabatnya juga sahabat Daniel, Diva sudah menikah dan sudah mempunyai seorang putra dan putri.
Lalu ada David yang juga sama sudah mempunyai keluarga dengan di karunia seorang anak kembar berjenis laki-laki dan perempuan berumur 3 tahun.
Dan satu lagi Alex yang sama dengannya masih single karena usia mereka berdua memang agak jauh di bawah umur Daniel, David dan Diva.
"Sudah, kamu tidak apa-apa? apa kamu yakin akan datang?" tanya Diva karena mengerti tentang perasaannya terhadap Daniel.
"Iya kak, aku yakin." jawabnya sambil tersenyum.
"Baiklah, kamu yang sabar ya! aku yakin kamu pasti bisa mendapatkan jodoh yang lebih baik dari Daniel." ujar Diva berusaha menenangkan hati Renata.
"Tapi aku maunya Daniel." ujarnya dalam hati.
"Iya kak, terimakasih." jawabnya.
Lalu mereka pun berbincang sebentar sambil menunggu pengumuman penerbangan mereka.
☘️ Sekian dulu ya. ☘️
Jangan lupa ya dukungan untuk authornya. Terimakasih. 🥰😁
__ADS_1