Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 39


__ADS_3

Ayah, ibu begitu syok dengan apa yang mereka dengar, begitu juga Nayla, Sheryl, Lusi dan Riyan. Riyan yang kala itu diam saja saat Daniel melamar Nayla, kini menjadi emosi mendengar Daniel ingin menikah dulu secara agama.


"Apa-apaan kamu! kamu pikir pernikahan itu permainan hah? pernikahan itu suci di mata Alloh bukan untuk kamu permainkan, apa kamu pikir kamu banyak uang jadi saya bisa diam saja?" ujar Riyan dengan emosi.


"Sudah nak jangan emosi dulu, kita dengarkan dulu penjelasan nak Daniel." ujar Ayah.


"Saya tidak main-main ayah, ibu, a Riyan! saya serius ingin menjadikan Nayla istri saya hari ini, walau hanya secara agama dulu, Saya janji dua minggu setelah ini saya akan urus semua persyaratan nikah tercatat di negara sekaligus resepsi pernikahan di sini, dan juga resepsi pernikahan di kota! saya benar-benar mencintai Nayla, jadi ayah, ibu, a Ryan dan juga momy, Dady, Sheryl aku mohon izinkan aku menikahi Nayla hari." ucap Daniel serius.


"Tapi Nak, apa kamu sudah yakin? apa ini tidak terlalu cepat?" ujar ayah.


"Tidak ayah saya serius, bukankah lebih cepat lebih baik!" ujar Daniel.


Semua orang terdiam termasuk juga dengan Sheryl, dia begitu syok mendengar Dadynya bicara. Begitupun dengan Nayla, dia juga begitu syok hingga tak tau harus berkata apa! karena pasti yang mereka tau di sini dia dan Daniel saling mencintai. Padahal sebenarnya Nayla tidak mencintai Daniel, dia tidak memiliki hubungan apapun bersama Daniel, dia di jebak dengan situasi pengakuan Daniel.


Kalau seandaikan dia menolak, pasti Sheryl mengira dia mempermainkan dadynya, walau kenyataannya adalah sebaliknya, dadynya yang mempermainkan dirinya dengan mengaku ngaku mempunyai hubungan dengannya, tapi jika dia menerima menikah dengan Daniel, dunianya tentang Rangga harus benar-benar di lupakan. Sekarang Nayla tidak tau apa yang harus dia lakukan? haruskah dia memulai semua nya dengan Daniel? tapi dia tidak mencintai Daniel.


"Kalau menurut ayah sendiri, memang lebih cepat lebih baik agar terhindar dari dosa dan fitnah, tapi yang menjalani kehidupan rumah tangga adalah Nayla! jadi ayah serahkan semuanya kepada Nayla nak Daniel, kalau Nayla setuju untuk menikah hari ini maka ayah juga setuju." ujar ayah.


"Yah kenapa ayah setuju begitu saja?" tanya Riyan kesal.


"Gak apa-apa nak, niat nak Daniel juga baik, Ayah gak boleh menolak! tapi kalo Nayla sendiri menolak ayah juga akan mendukung Nayla." ujar ayah.


"Jadi gimana Nayla keputusan mu?" ujar ayah.


Nayla yang di sebut namanya hanya diam saja tak menyahut mungkin dia masih syok.


Ibu yang melihat mencoba menyentuh Nayla untuk menyadarkannya bahwa semua orang sekarang melihat ke arahnya.


"Nayla!" ujar ibu sambil menyentuh lengan Nayla.


"Oh iya ada apa Bu?" ujar Nayla.


Lalu dia melihat bahwa dirinya sedang menjadi pusat perhatian semua orang.


"Ayah menyerahkan semua keputusan padamu, mau menikah hari ini atau tidak?" ujar ibu.


"Bolehkan aku ke kamar sebentar? beri saya waktu untuk berpikir?" ujar Nayla.


"Baiklah saya beri kamu waktu satu jam." ujar Daniel.

__ADS_1


"Iya baiklah." ucap Nayla lalu dia mohon undur diri kepada semua orang.


"Yah ibu temani Nayla ya?" ujar ibu kepada ayah.


"Iya Bu bari dia nasehat, jangan memaksanya jika keputusannya menolak." ujar ayah.


"iya yah." ucap ibu.


Lalu dia pun bangkit pamit undur diri menyusul Nayla.


"Ayahmu tidak akan bisa memaksa Nayla, tapi aku bisa." ucap Daniel dalam hati sambil melihat Nayla dan ibunya berlalu dari ruangan nya.


"Maaf pak, bu, nak Daniel mungkin ini terlalu mendadak jadi membuatnya syok, walau pun kalian saling mencintai tapi menikah bukan hanya soal cinta, mungkin itu juga yang sedang Nayla pertimbangkan, saya berharap kalian memakluminya." ujar ayah pada keluarga Daniel.


"Iya pak tidak apa-apa, salahkan anak saya juga yang tidak sabaran." ujar Anderson sambil terkekeh untuk mencairkan suasana.


"Ini aku tidak mimpikan dady ngajak nikah Nayla? ya Alloh maafkan aku Nayla." ujar Sheryl dalam hati sambil memejamkan matanya.


****


Di dalam kamar Nayla sedang merenungkan apa yang harus di lakukan? kenapa juga pak Daniel memintanya menikah hari ini? menikah itu bukan permainan, menikah itu ikatan suci, ah... dia dengan entengnya meminta menikah. Nayla memejamkan matanya sambil wajahnya di tutup oleh kedua tangan nya.


Lalu datang ibu membuka pintu menghampiri Nayla.


"Jika kamu tak ingin, maka tolaklah pak Daniel, walau kamu mencintainya jika kamu belum siap, kamu katakan dengan jujur kepadanya! ibu dan ayah akan selalu mendukung keputusan mu, tapi jika kamu menerimanya kamu harus siap menjadi seorang istri untuk Daniel, Dlduniamu bukan hanya tentang ayah, ibu lagi, tapi harus berpusat pada Daniel, kamu sebagai seorang istri harus mematuhinya agar mendapat ridho Alloh." ujar ibu.


"Iya ibu, Nayla hanya ingin merenungi apa yang harus Nayla lakukan? terimakasih nasehat ibu sangat membantu." ujar Nayla sambil memeluk ibunya, ibu pun membalas pelukan Nayla, sambil mengelus punggung Nayla.


"Ya sudah ibu tunggu di kamar ibu saja, kalau kamu sudah siap dan menemukan jawabannya, panggilkan ibu di kamar!" ujar ibu karena ibu tau Nayla butuh waktu sendiri.


Dia menghampiri Nayla hanya ingin menyampaikan sedikit nasehat agar Nayla tidak salah langkah.


"Iya ibu." ujar Nayla sambil menatap ibunya.


Ibu pun bangkit, sebelum pergi dia mengelus rambut Nayla yang tertutup dengan kerudung, lalu setelah itu pergi keluar kamar dan menutup pintu. Tak lama dari situ ponsel nya berbunyi menandakan pesan masuk, dia pun melihat karena masih ada harapan Rangga memberinya kabar setidaknya ini yang terakhir agar dia bisa membuat keputusan, sungguh di saat seperti ini dia membutuhkannya, namun dia harus kecewa bahwa yang memberi nya pesan bukanlah Rangga namun Daniel.


"JIKA KAMU MENOLAK MENIKAH DENGAN SAYA HARI INI, BERARTI TIDAK ADA LAGI HARI LAIN NYA! KARENA JIKA KAMU MENOLAK, AKU PUN AKAN MEMUTUSKAN LAMARAN INI DAN KAMU TAU KAN AKIBATNYA, KAMU AKAN KEHILANGAN SHERYL SELAMANYA, AKU TAK MAIN MAIN NAYLA." Isi pesan itu


membuat Nayla semakin frustasi.

__ADS_1


"Ah... kenapa juga pak Daniel memaksa menikah denganku? sekarang aku harus bagaimana? aku tidak mau kehilangan Sheryl?" ujarnya.


"Apa aku terima saja? toh menunggu rangga pun percuma dia tidak mengabari ku, masalah cinta bukannya akan menyusul nanti" ujar Nayla.


" Aku sudah kehilangan Rangga, aku juga tak mau kehilangan Sheryl, ya Alloh semoga keputusan ku ini adalah yang terbaik." ujarnya lagi sambil memejamkan matanya.


"Bismillahirrahmanirrahim.. " ujarnya lalu bangkit dari kasur berjalan keluar kamarnya. Dia pun menghampiri ibunya yang berada di kamar ibunya.


"Ibu.." panggil Nayla.


Ibu yang mendengar Nayla memanggil pun lantas keluar kamarnya.


"Kamu sudah dapat jawabannya sayang?" tanya ibu.


"Iya ibu, semoga keputusan Nayla adalah yang terbaik untuk Nayla." ujar Nayla pada ibu.


Lalu mereka pun berjalan menuju ruangan dimana semua orang berada .


Setelah sampai semua orang melihat ke arahnya dan ibu.


Lalu ayah berkata.


"Kamu sudah siap untuk menjawabnya Nayla?" ujarnya.


"Iya ayah." jawab Nayla.


"Lalu bagaimana jawabanmu?" ujar ayah.


Semua orang langsung melihat ke arahnya. Nampak semua orang begitu tegang menunggu jawabannya, apalagi Daniel sendiri, sebenernya pesan itu hanyalah ancaman belaka saja, dia tidak akan tega menjauhkan anaknya dan Nayla.


"Aku ... aku .." ucap Nayla tertahan, lalu melirik semua orang termasuk Daniel.


"Aku menerimanya yah, aku setuju menikah dengannya hari ini. " ujar Nayla sambil tertunduk.


"Kamu yakin Nayla? " tanya ayah.


"Iya ayah Nayla yakin." ujarnya mantap.


Semua orang mengucapkan Alhamdulillah. Daniel pun begitu senang mendengar jawaban Nayla, tidak sia-sia dia mengancam atas nama Sheryl. Sheryl pun sama dia begitu senang mendengar jawaban Nayla, dia senang Nayla sebentar lagi menjadi ibu sambungnya, tapi juga sedih karena merasa bersalah dengan Nayla.

__ADS_1


"Nayla ku harap kamu bahagia menikah dengan dady, walau aku tau di hati kamu masih ada nama Rangga, semoga dady bisa menggantikan nama Rangga di hatimu dengan namanya." ujar Sheryl di dalam hati sambil menatap Nayla.


☘️☘️ Hay Hay maaf nih kalo jalan ceritanya agak kurang nyambung hehe semoga kalian suka. Mohon masukannya agar author bisa memperbaiki kekurangan nya. Terimakasih yang sudah mampir baca ☘️☘️


__ADS_2