
Setelah selesai membawakan air untuk Daniel, Nayla kembali ke dapur untuk membantu ibunya memasak, sesekali ibunya mengajak Nayla berbicara.
"Nay itu tamunya bener dadynya Sheryl?" tanya ibunya.
" Iya ibu, dia dadynya Sheryl yang punya apartemen ini juga bos Nayla di kantor." jawab Nayla.
" Wah baik sekali itu dady Sheryl, nanti ibu harus berterimakasih kepadanya." ujar ibu.
" Iya ibu." jawab Nayla.
Karena Nayla tak tahu harus menjawab apa.
Mereka pun terlihat kompak memasak dan menyiapkan untuk makan sorenya.
Nayla pun merapihkan meja makan dan menata masakan di atas meja makan beserta piring, tak lupa nasi dan air minumnya.
Setelah selesai ibu menyuruh Nayla memanggilkan ayah, Daniel dan juga Kakanya untuk makan, karena semuanya telah siap.
Nayla pun berjalan ke arah dimana ayah dan Daniel berada, Nayla melihat ayah sedang berbincang dengan Daniel dengan akrabnya sambil sesekali mereka tertawa.
Nayla pun heran Daniel di kantor tidak pernah terlihat tersenyum, tapi ini sama ayahnya malah tertawa.
__ADS_1
"Ayah, pak Daniel, ibu suruh aku memanggil kalian untuk ke meja makan karena makanannya telah siap!" ujarnya kepada mereka.
"Baiklah nak, ayo nak Daniel kita makan bersama!" ujar ayah kepada Daniel.
Mereka pun bangkit dan berjalan bersama menuju ruang makan, Daniel pun melirik sekilas pada Nayla dan melanjutkan langkah nya mengikuti ayah nayla.
Nayla pun berjalan ke arah kamar tamu dimana Kaka nya berada .
Tok tok tok
"Aa ayo, ibu sudah memanggil aa untuk makan bersama." ujar Nayla pada Kakanya
"Baiklah aa." jawab Nayla.
Nayla pun pergi kembali ke ruang makan. Disana dia bisa melihat ibunya sedang mengobrol dengan Daniel begitu cepatnya mereka akrab, sesekali mereka pun bercanda tertawa, entah lah Nayla pun begitu heran dengan sikap bos nya itu yang berubah 98° dari biasanya dia di kantor, Nayla pun duduk berhadapan dengan Daniel.
"Nayla aa mu sudah di panggilkan? " tanya ibu.
"Sudah ibu, dia akan segera kemari." jawab Nayla.
Tak lama Kaka nya nayla pun datang, dia kaget ternyata tak hanya keluarganya yang ada di ruang makan, namun ada seorang laki-laki yang tidak dia kenal berada disana.
__ADS_1
"Apakah dia pacarnya Nayla? mustahil Nayla kan anti pacaran dan dia menyukai Rangga." ujar kakanya nayla dalam hati .
"Riyan kamu sudah bangun, ayo cepat kita makan bersama! jangan sampai membuat nak Daniel menunggu lama." ujar ibu kepada Riyan sang Kaka Nayla.
"Iya ibu, ini nak Daniel yang ibu maksud siapa?" tanya riyan.
"Oh ini dadynya Sheryl, yang punya apartemen ini dan dia juga bosnya Nayla, kebetulan dia ada keperluan di daerah sini jadi sekalian mengantar Nayla pulang dan dia mampir ingin berkenalan dengan kita Yan, oh iya nak Daniel kenalin ini Riyan Kakanya Nayla, anak ke 3 ibu karena Nayla mempunyai kaka 3 dan Nayla ini anak ke 4, yang datang hanya kami karena yang dua lagi sudah berumah tangga dan sibuk dengan keluarganya masing-masing, tinggal Riyan dan Nayla yang masih jomblo." ujar ibu panjang lebar, kenapa juga harus di jelaskan kepada pak Daniel.
"Halo salam kenal saya Riyan Kaka Nayla." ujar Riyan sambil mengulurkan tangan nya untuk bersalaman.
Daniel pun menerima uluran tangan Riyan dengan tersenyum.
"Halo salam kenal juga, saya Daniel dadynya Sheryl!" ujar Daniel.
"Ya sudah ayo kita mulai makan nya! maaf ya nak Daniel makannya seadanya, yang penting terasa nikmat jika makan bersama-sama, ayo bapak pimpin doanya!" ujar ibu.
"Iya ibu tidak apa, saya tidak pemilih makanan ko." jawab Daniel.
Bapak pun mulai berdoa, setelah selesai mereka pun makan dengan hening, Daniel pun terlihat lahap memakan masakan ibu Nayla, hingga membuat ibunya Nayla tersenyum.
~ Semoga suka 😁~
__ADS_1