
Kini Lusi, Nayla dan Sheryl sedang dalam perjalanan menuju desainer ternama kenalan Lusi karena memang Lusi asli Indonesia jadi dia banyak kenalan.
"Nay gimana Daniel? apa dia memperlakukanmu dengan baik?" tanya Lusi kepada Nayla yang duduk di kursi depan di samping Sheryl yang sedang mengemudi, karena tadi Lusi menyuruh Nayla yang duduk di depan dan dia di kursi tengah.
"Alhamdulillah mom mas Daniel baik banget, malah aku gak nyangka mas Daniel bisa bersikap hangat, jail, juga suka menggombal karena selama aku kerja sama mas Daniel, dia itu orangnya dingin mom, irit bicara, pokoknya sekarang berubah 180% mom." jawab Nayla.
"Syukurlah, dia memang begitu Nay! kalau sama orang lain akan bersikap dingin, tapi dia akan hangat kepada orang terdekatnya." ujar Lusi.
"Mom minta sama kamu, tolong jaga Daniel ya! cintai dia, sayangi dia, tolong kamu Tegur jika dia berbuat salah! momy tau kamu anak baik dan bisa membuat Daniel lebih baik lagi." pinta Lusi pada Nayla.
"Iya mom insyaallah." jawab Nayla sambil tersenyum dan menoleh ke belakang sambil memegang tangan Lusi.
"Maafkan Nayla mom mungkin saat ini Nayla belum mencintai mas Daniel, tapi insyaallah Nayla akan berusaha mencintai mas Daniel." ujar Nayla dalam hati.
Lusi pun membalas senyuman Nayla dan juga usapan tangan dari Nayla.
"Oh iya Nay eh maaf momy." ujar Sheryl sambil tersenyum karena belum terbiasa memanggil Nayla momy.
"Iya gak apa-apa Sheryl, kalau kamu tidak biasa memanggil momy panggil Nayla saja." ujar Nayla memahami Sheryl.
"Gak boleh dong, sekarang Sheryl harus terbiasa memanggil kamu momy." jawab Lusi dari belakang.
"Hehehe iya grandma siap! maaf ya mom." ujar Sheryl.
"Iya gak apa-apa, tadi kamu mau ngomong apa?" tanya Nayla.
"Oh iya hampir lupa, itu gimana dengan kerjaan kamu? maksud aku apa kamu akan tetap bekerja dengan dady?" Jawa Sheryl sambil kembali memberikan Nayla pertanyaan.
"Aku juga gak tau, udah gitu semenjak menikah dadakan itu mas Daniel menambahkan mas cuti aku jadi sebulan, mungkin nanti aku bicarain lagi sama mas Daniel." jawab Nayla.
"Udah di rumah saja dady banyak duit ini mom, kita itu tugasnya hanya menghabiskan uang saja." ujar Sheryl sambil tertawa.
"Mana bisa begitu Sheryl! aku juga harus mengikuti prosedur perusahaan nantinya, walau sekarang aku sudah jadi istri mas Daniel gak boleh seenaknya main resign." ujar Nayla.
"Lagian aku gak suka di istimewakan, insyaallah aku bisa profesional antara Masalah pribadi dan kerjaan." ujarnya lagi.
"Ini nih yang bikin aku suka sama kamu mom, dari dulu orangnya kamu itu apa adanya selalu gak mau di istimewakan, bisa saja kamu memanfaatkan keadaan yang ada tapi kamu gak mom." ujar Sheryl.
"Siapa dulu dong menantunya grandma." ujar Lusi membuat semua orang di dalam mobil tertawa.
"Itu kan grandma butiknya." tanya Sheryl ketika melihat butik yang Lusi sebut tadi saat mau berangkat.
"Iya sayang." jawab Lusi.
__ADS_1
Lalu Sheryl pun membelokkan mobilnya ke parkiran mobil yang ada di depan butik.
Mereka bertiga pun turun dan masuk ke dalam butik bersamaan.
"Selamat pagi Bu." ujar pelayan butik.
"Pagi, bisa kamu panggilkan bu Dinda? bilang saja Lusi Atmaja sudah sampai." jawab Lusi.
"Baik bu, silahkan duduk terlebih dahulu." ujar sang pelayan.
Lusi, Nayla dan Sheryl pun mengikuti pelayan dan duduk di kursi tunggu, lalu sang pelayan berlalu pergi menuju sebuah ruangan.
Tak lama seseorang datang dengan semangat menyambut Lusi.
"Ya Alloh bu Lusi maaf jadi menunggu." ujar Dinda sang desainer ternama itu.
"Tidak apa-apa kami baru sampai ko." jawab Lusi.
"Oh iya perkenalkan ini menantuku Nayla yang akan menjadi pengantinnya." ujarnya lagi.
"Wah cantik sekali menantunya bu." jawab Dinda.
"Alhamdulillah, oh iya gimana dengan gaun pengantinnya? harus sesuai dengan yang aku pesankan ya?" tanya Lusi.
"Alhamdulillah ya sudah ini mau mencobanya mudah-mudahan cocok ya!' ujar Lusi.
"Insyaallah cocok bu, apalagi menantu ibu ini cantik pasti memakai apapun akan terlihat cocok." ujar Dinda.
Nayla yang dari tadi terus di puji pun tersenyum kepada Dinda.
"Terimakasih." ujarnya.
"Iya sama-sama, ayo kita coba dulu! tapi pengantin prianya mana bu?" tanya Dinda.
"Dia nanti saja kamu kirimkan ke rumah! bisa kan?" Jawa Lusi.
"Insyaallah bisa, ayo mari Nayla! biar kamu nanti di bantu asisten saya saja." ujar Dinda.
Nayla pun mengangguk dan bangkit dari duduknya berjalan mengikuti asisten Dinda untuk mencoba gaun pengantinnya dan Lusi menunggu di luar bersama Sheryl sambil berbincang dengan Dinda.
Setelah selesai menggunakan gaun pengantinnya, Nayla pun keluar dari ruang ganti bersama dengan asisten Dinda.
Lusi yang melihat Nayla memakai gaun pengantin pilihannya pun berdecak kagum, gaunnya indah pas dengan badan dan kulit Nayla yang putih bersih! Sheryl pun sama dia begitu kagum dengan Nayla.
__ADS_1
"Masya Alloh gaunnya pas banget sama kamu." puji Lusi kepada Nayla.
"Iya grandma pas banget sama badannya, belum di make up aja kamu udah cantik mom." ujar Sheryl juga memuji Nayla.
"Terimakasih mom, Sheryl!" ujar Nayla.
"Aku puas dengan kinerjamu bu Dinda." ujar Lusi dengan mata masih terarah kepada Nayla.
"Alhamdulillah kalau ibu puas dengan kinerja saya." jawab Dinda.
"Tagihannya seperti biasa, masukan ke tagihan anak saya ya." ujar Lusi.
"Ok siap bu Lusi." jawab Dinda.
"Ya sudah kamu ganti baju lagi gih Nay! habis ini kita ke salon untuk memanjakan tubuh kita." ujar Lusi pada Nayla.
"Baik mom." jawab Nayla dan langsung pergi masuk lagi ke ruang ganti bersama asisten Dinda.
"Oh iya bu Dinda apa di butikmu mengoleksi baju muslim?" tanya Lusi yang ingin membelikan Nayla baju.
"Ada bu, sebelah sana! boleh di lihat-lihat dulu." Jawab Dinda.
"Baiklah kita tunggu menantuku dulu, aku ingin membelinya untuk dia." ujar Lusi.
"Baik." jawab Dinda lagi.
Setelah Nayla selesai melepaskan gaun pengantin dan memakai baju yang tadi dia pakai, Nayla pun kembali menghampiri mertuanya.
"Ayo mom aku sudah selesai." ujar Nayla.
"Iya sayang, tunggu dulu kita ke sana dulu! nyari baju yang pas untukmu." jawab Lusi.
"Lho momy gak usah, bajuku sudah banyak!" ujar Nayla.
"Tidak ada penolakan sayang! ini hadiah dari momy." ujar Lusi.
Nayla pun pasrah mengikuti Lusi karena tidak enak jika harus menolak pemberian mertuanya.
Ternyata Lusi tak hanya membelikan baju muslim saja, Lusi juga membelikan Nayla baju dinas malamnya yang membuat wajah Nayla memerah ketika melihat gaun malam yang Lusi tunjukan.
"Ini untuk kamu pakai nanti malam ya! karena sebentar lagi kalian akan berpisah dulu untuk sementara, gunakan waktu kebersamaan kalian sebaik mungkin." ujar Lusi yang membuat pipi Nayla semakin memerah.
"Baik mom." jawab Nayla.
__ADS_1
Sheryl pun gemas melihat pipi Nayla yang memerah tapi tidak berani menggoda Nayla, Sheryl juga senang grandmanya memperlakukan Nayla dengan baik seperti dia memperlakukannya juga.