Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 21


__ADS_3

Daniel sedang serius mengerjakan pekerjaannya, setelah tadi dia di buat pusing karena memikirkan Nayla.


Namun Daniel tau dirinya seorang CEO, tak seharusnya membawa perasaan nya ke dalam kantor, yang mengakibatkan pekerjaan nya terbengkalai. Di saat di kantor, dia harus serius karena ribuan orang yang sedang bergantung hidup padanya, siapa lagi kalo bukan karyawannya. 


  Ponsel Daniel berbunyi menandakan pesan masuk, Daniel pun mengambil ponsel nya dan membaca pesan yang di kirimkan Sheryl, bahwa dirinya telah sampai di mansion dan menanyakan kapan Dady nya akan pulang. Daniel pun cepat-cepat merapikan pekerjaan nya yang memang telah usai.


Berkas-berkas yang telah ia baca pun ia simpan dulu, besok dia akan melanjutkannya lagi karena Daniel belum membubuhkan tanda tangannya.


   Daniel keluar dari ruangannya menghampiri sekretarisnya yaitu Nayla dan Yulia.


Melihat Daniel menghampiri mereka, Nayla dan Yulia berdiri dan membungkuk. 


 "Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Nayla. 


"Tidak Nayla, saya akan pulang lebih awal, tolong kalau ada jadwal ketemu klien sore ini di batalkan dulu! saya lagi urgent." ujar Daniel pada Nayla.


"Baik pak, tapi sepertinya jadwal sore ini kosong, bapak tidak mempunyai temu janji atau agenda lain ya." ujar Nayla.


"Baik kalau begitu saya pulang dulu, oh iya Yulia jika ada yang menanyakan aku di kantor atau ada orang yang ingin melapor ke saya, tolong katakan besok saja, saya lagi sedang tidak mau di ganggu! jangan sampai ada yang datang ke rumah." ucap Daniel sambil melirik ke Yulia .


"Baik pak." balas yulia.


 Daniel pun turun menggunakan lift menuju parkiran langsung bergegas masuk mobil begitu sampai di parkiran.


Daniel langsung tancap gas menuju mansionnya, dia sudah tidak sabar ingin jujur kepada sheryl agar dirinya tenang.


" Semoga saja kamu mau menerima Dady yang mencintai sahabatmu Sheryl dan yang paling penting semoga kamu tidak membenci Nayla." ujar Daniel pelan.


Daniel takut akibat dari kejujuran nya, Sheryl akan membenci Nayla tapi jika tidak jujur juga Daniel tidak bisa, dirinya akan selalu di buat tidak tenang.

__ADS_1


  Daniel sampai di mansionnya, Sheryl menyambut kedatangan Dady nya di halaman mansion yang luas.


Tadi Sheryl sumpek berada dikamarnya, jadi dia keluar untuk menghirup udara sekalian menunggu dadynya untuk menyambut kepulangannya seperti dia dulu saat kecil, saat dirinya masih tinggal di Amsterdam.


" Dady aku kangen." ujar Sheryl ketika dady nya turun dari mobil dan menyerahkan kunci mobil kepada penjaga rumah untuk di parkir di garasi.


Sheryl langsung memeluk Daniel, Daniel pun mencium kening Sheryl dengan sayang.


"Iya dady juga kangen sama kamu." jawab Daniel. 


"Oh iya dady mau bicara apa? kayanya penting banget sampe nyuruh aku pulang." tanya Sheryl.


"Iya memang penting ini mengenai masa depan kamu dan dady. " ujar Daniel.


Membuat Sheryl diam dan berpikir bahwa tebakannya benar soal dadynya yang sudah bisa move on.


" Ya sudah ayo bicara? " jawab Sheryl.


"Bicara di kamar mu saja ya!" ujar Daniel.


Dia begitu gugup.


" Baiklah ayo!" kata Sheryl sambil menggandeng ayahnya naik ke lantai 2 dimana kamar Sheryl berada.


Setelah sampai mereka masuk ke dalam kamar, lalu berjalan menuju sofa yang ada di kamar Sheryl, Daniel dan sheryl pun duduk bersisian. 


" hemm.... jadi Sheryl, dady mau jujur sesuatu sama kamu! dady harap kamu tidak kecewa juga marah sama dady. " ujar Daniel pada sheryl sambil menatap putrinya sambil membelai tangan Sheryl.


 

__ADS_1


"Iya Dady kenapa? jangan buat Sheryl penasaran!" jawab Sheryl tersenyum.


Daniel pun menetralkan detak jantung nya menghela nafas sebentar.


"Jadi Sheryl dady sekarang lebih tepatnya sudah sebulan lebih, dady telah menemukan seseorang yang dady cintai! alhamdulillah dady bisa membuka hati dady untuk seseorang, dady mulai move on dari mommymu, dady pun awalnya hanya kagum saja, namun makin sini dady makin merasa kalau dady tidak hanya sekedar mengagumi, perasaan ingin memilikinya muncul begitu saja, dady selalu cemburu jika Dady melihat laki-laki yang terang-terangan mendekatinya, Sheryl apakah kamu akan mengizinkan dady kalau semisal dady menikah lagi?" tanya Daniel pada Sheryl panjang lebar.


"Benarkan tebakan ku." ujar Sheryl dalam hati. Sheryl pun sama menghela nafas .


"Dady, dady berhak bahagia! Sheryl tidak akan menghalangi dady jika dady ingin menikah lagi, selama pilihan dady baik, Sheryl akan mendukung dady. " jawab Sheryl mantap.


" Tapi masalahnya, apakah kamu akan tetap setuju setelah tau siapa yang dady pilih?" tanya Daniel sambil tetap menatap Sheryl.


" Ya siapa pun itu, jadi katakan siapa wanita luar biasa beruntung itu? yang bisa menaklukan dady yang dingin ini hemm.." ujar Sheryl tersenyum sambil mengedipkan mata pada Daniel.


"Kamu beneran tidak akan marah? " tanya Daniel sekali lagi. 


"Iya Dady, ayo katakan aku pun ingin berkenalan dengan nya!" jawab Sheryl. 


" Kamu tidak usah berkenalan karena kamu juga mengenalnya." ujar Daniel.


Sheryl mengerutkan kening.


"Siapa Dady?" tanya Sheryl penasaran.


"Nayla." ujar Daniel pelan sambil menunduk namun masih bisa di dengar Sheryl.


Sheryl membulatkan matanya begitu kaget apa yang dia dengar dari mulut sang Dady .


" APA!" TANYA Sheryl kencang.

__ADS_1


~ Ikutin terus cerita ini ya ~


Jangan lupa kasih dukungan nya tinggalkan like, vote dan komentar nya 🤗🤗


__ADS_2