Perjanjian

Perjanjian
Episode 14


__ADS_3

Kelvin mengajak Darwin bertemu. Kebetulan, ia sedang meeting di sebuah kafe dengan klien yang dekat dengan kantor Darwin.


Darwin segera meluncur setelah membaca pesan Kelvin. Kali ini ia akan mempertanyakan hubungan Ritha dan Kelvin, semoga kali ini ia tidak lupa seperti kemarin.


“Hey, Bro!” sapa Kelvin.


“Udah meetingnya?” tanya Darwin.


“Baru selesai,” jawab Kelvin, “Lo pesan apa?”


“Biasa,” sahut Darwin.


Segelas Cappuccino dingin disiang hari tentu sangat fresh. Darwin tidak buang-buang waktu. “Lo udah lama kenal sama anaknya Simon?” tanya Darwin.


Kelvin yang sedang meneguk Cappuccinonya terbatuk-batuk. “Maksud lu?” tanya Kelvin.


“Gue liat kalian di hotel, lu dan anaknya Simon,” ujar Darwin.


Mungkin dengan orang lain Kelvin bisa berbohong. Tapi tidak dengan Darwin, tentunya. Sahabat yang sudah sangat mengerti seluk-beluk dirinya.


“Gue udah lama berhubungan dengan anaknya Simon,” ujar Kelvin.


“Gila ya! Lu enggak kasihan liat Brandon dan Rose?” tanya Darwin dengan nada tinggi.


“Lo belum tahu nikmatnya bercinta, kalo lu udah rasai, lu pasti bakal ketagihan lagi dan lagi,” sahut Kelvin.


“Dasar hiper sex, sejauh mana hubungan kalian?” tanya Darwin lagi.


“Gue udah mulai sedikit mencintainya, Win,” jawab Kelvin.

__ADS_1


Darwin seakan tak percaya. “Udah berapa lama kalian berdua?” Rasa keingintahuan Darwin sangat besar.


“Gue lupa, udah berapa tahun, yang pasti udah lama,” sahut Kelvin.


“Apa dia juga merasakan hal yang sama dengan lu?” selidik Darwin.


“Menurut lu, ada wanita yang menyerahkan semua dengan percuma bukan karena cinta?” tanya Kelvin tidak merasa bersalah.


Darwin tidak habis pikir dengan sikap Kelvin.


“Dia tahu lu udah nikah?” tanya Darwin kemudian.


“Dari awal kenalan, udah gue kasih tahu,” jawab Kelvin santai.


“Imbalan yang dia inginkan apa?” Darwin terus menginterogasi Kelvin.


“Enggak ada, cuma mempertahankan perusahaan Simon saja,” jawab Kelvin. Sesekali ia teguk minuman dingin di depannya.


“Gue enggak yakin dia akan setia sama lu,” ujar Darwin.


“Gue enggak peduli, selama gue masih bisa main, gue juga enggak bodoh, Win. Gue enggak akan tinggali istri dan anak gue. Tapi, gue juga enggak bisa berpura-pura bahwa gue enggak menikmati tubuh indah Ritha,” ucap Kelvin.


Ting!


Pesan masuk.


Ritha.


[Ayo ketemu nanti malam, aku menginginkan sesuatu yang nikmat.]

__ADS_1


Kelvin memberitahu Darwin isi pesan Ritha, sungguh di luar dugaan wanita ini benar-benar perusak rumah tangga orang pikir Darwin.


Darwin segera pamit, ia mendapat telepon dari Pratiwi. Ada berkas yang harus ditandatangani segera.


Malam harinya Kelvin bertemu dengan Ritha, mereka bercumbu layaknya pasangan suami istri dan bermalam bersama seperti yang biasa mereka lakukan sebelum-sebelumnya.


Rasa bersalah tidak pernah ada di benaknya, meninggalkan anak dan istrin di rumah sementara ia berleha-leha dengan wanita lain di luar sana.


Hubungan yang bertahun-tahun lamanya telah ia sembunyikan akhirnya sekarang tercium jua pada sahabat karibnya Marcell Darwin.


* *


Darwin telah memutuskan akan segera memperkenalkan Asmira pada Martha. Untuk beberapa hari ke depan ia akan keluar kota, sepulangnya dari sana, ia akan mengajak Asmira ke rumah orang tuanya.


Setelah mengetahui hubungan Ritha dan Kelvin, ia semakin jijik dengan wanita itu. Kemarin ia mendapat pesan dan telepon dari Ritha, tapi ia abaikan begitu saja.


Jikalau bukan karena permintaan Simon pasti ia tidak akan mendekati Darwin semua semata-mata karena harta, pikir Darwin. Ia tidak akan tergiur dengan kemolekan tubuh Ritha, Darwin bukan pria yang begitu.


Sebelum keluar kota, pastinya ia bertemu Asmira terlebih dahulu.


“Sayang kamu di apartemen saja, aku enggak tenang jika kamu di sini sendiri,” pinta Darwin.


“Kenapa, dari dulu aku juga sendiri di sini Mas,” jawab Asmira.


“Sekarang beda sayang, kamu punya aku, kamu enggak sendirian lagi, tinggal di sana ya,” bujuk Darwin.


Akhirnya Asmira pun mengiyakan, Darwin bisa pergi dengan tenang setelah mengantar Asmira ke apartemennya. Ia akan pergi barang dua atau tiga hari. Darwin pamit pergi, ia mencium mesra kening dan pipinya Asmira.


Setelah Darwin hilang dari pandangannya Asmira segera masuk ke dalam apartemen. Perutnya lapar, ia belum sempat sarapan saat Darwin menjemputnya barusan.

__ADS_1


Jangan lupa klik Like ya...


baca novel A BIG MISTAKE ya?


__ADS_2