
Tiwi menjalankan tugas dengan baik selama Darwin cuti panjang. Darwin tidak salah memilihnya sebagai sekretaris. Tiwi kembali berhasil mempermainkan Hardi untuk yang kedua kalinya, Hardi dibuat gemetar oleh Tiwi.
Pratiwi selalu memberi kabar terbaru untuk Darwin, kadang melalui video call kadang pula hanya melalui pesan WhatsApp saja.
Martha akan pulang ke Indonesia besok pagi, sementara Darwin dan Asmira masih ingin berlibur lebih lama lagi. Jarang sekali Darwin mengambil cuti, ini kesempatan yang tidak akan disia-siakan oleh Darwin.
- Di rumah Valen.
Martha menghampiri Asmira yang sedang duduk di sofa ruang tamu, yang lain sedang kumpul di ruang televisi.
“Sayang,” panggil Martha.
“Duduk Ma.” Asmira menepuk-nepuk sofa di sebelahnya.
“Kamu ngapain di sini sendiri?” tanya Martha.
“Enggak mengapa-ngapain kok Ma. Oya, gimana proses perceraian mbak Jessica?” tanya Asmira.
“Besok kita harus pulang, Jessica sudah dipanggil oleh pengadilan agama kata pengacara kita,” jawab Martha.
“Semoga berjalan lancar ya Ma, meskipun mbak Jessica bukan kakak kandung aku, tapi aku sangat peduli dengannya Ma,” ucap Asmira.
Sementara itu, mereka tiba di bandara yang diantar langsung oleh Valen, Sara memeluk erat tubuh Jessica. Mereka akan segera terbang ke Indonesia
“Tante tinggal di sini saja,” pinta Sara.
“Kamu yang harus pulang ke Indonesia,” ucap Jessica mencium kening Sara.
“Daddy....” Panggil Sara.
Valen tidak tahu harus berbuat apa.
Setelah mereka masuk bandara, Valen segera menyetir mobilnya kembali ke rumah pikirannya melayang di udara, bayangan Jessica tidak bisa terlepas dari ingatannya.
“Baru kali ini aku merasa deg-degan dekat dengan laki-laki selain Kelvin,” gumam Jessica dalam hati.
__ADS_1
Keesokan harinya Kelvin yang mengetahui Jessica telah kembali ia mengajaknya bertemu.
“Sayang hari ini aku lembur ya,” beritahu Kelvin pada Ritha.
“Tapi Mas, aku enggak bisa tidur kalo enggak ditemani kamu,” rengek Ritha.
Seminggu ini ia begitu manja ke mana-mana harus ditemani oleh Kelvin.
“Tapi ini penting sayang,” bujuk Kelvin.
“Aku enggak mau!” Ritha mengambek.
“Ya udah aku pulang, tapi terlambat ya.” Kelvin segera meluncur dengan mobilnya ke rumah Marco.
Setelah menjemput Jessica, Kelvin meluncurkan mobilnya menuju kantor miliknya. Jessica bingung, kenapa Kelvin mengajaknya ke kantor. Bukankah tadi ia mengatakan ingin mengajak Jessica jalan-jalan.
“Kenapa ke kantor, Vin?”
“Mau kenalin calon istri baru.” Kelvin menggoda Jessica.
“Enggak lucu,” jawab Jessica pipinya merona.
“Jess ... Maaf ya besok aku enggak bisa temani kamu ke pengadilan,” ucap Kelvin menghampiri Jessica membawa segelas kopi.
“Enggak apa-apa kok, Vin,” jawab Jessica.
“Tapi aku janji akan temani kamu sidang berikutnya,” ucap Kelvin meyakinkan.
Jessica tertidur pulas di sofa ruang kerja Kelvin, sementara Kelvin sedang meeting dengan karyawannya. Saat Kelvin kembali ia mendapati Jessica yang tertidur, ia menghampirinya, ia membelai rambut Jessica dan mengelus-elus pipinya dengan lembut.
Jessica terbangun ia melihat Kelvin jongkok di depannya. “Vin, udah selesai?” tanya Jessica dengan suara parau.
“Udah sayang,” jawab Kelvin masih mengelus pipi Jessica.
Jessica tersipu malu dipanggil sayang oleh
__ADS_1
Kelvin.
“Vin, duduk,” Jessica bangun dari tidurnya.
Kelvin merebahkan kepala Jessica di bahunya.
Setelah seharian Jessica menemani Kelvin kerja, selesai makan malam Kelvin mengantarnya pulang, jam sudah menunjukkan pukul 10:00 malam, dalam perjalanan mata Kelvin tidak berhenti menatap wajah Jessica.
“Vin, ngapain sih liat terus,” ujar Jessica.
“Kamu cantik Jess ...” puji Kelvin. Tangannya mengelus dagu Jessica.
Jessica tersenyum. "Terima kasih," ucapnya.
Mobil Kelvin tiba di depan rumah megah Marco dengan pagar yang menjulang tinggi. Sebelum Jessica turun dari mobil, Kelvin mengucapkan terima kasih bahwa Jessica telah menemani ia kerja seharian.
Jessica mengangguk dan tersenyum manis, ia buka pintu mobil, namun Kelvin kembali memanggilnya.
“Ya, Vin.” Jessica menatap Kelvin.
“Aku harus bisa taklukkan Jessica,” gumam kelvin dalam hati.
Kelvin menarik tangan Jessica. Kemudian Kelvin memeluk Jessica, ia mendekap tubuh Jessica erat, diciumnya kening Jessica, pandangan keduanya beradu, tangan Kelvin menarik dagu Jessica ke atas.
Jessica memejamkan matanya seolah-olah mengisyaratkan bahwa ia juga menginginkannya. Kelvin mencium bibir Jessica. Normal jika Jessica begitu mudah terpancing dengan sentuhan bibir Kelvin. Hasratnya timbul setelah sekian lama ia tidak disentuh suaminya.
Kelvin terus melakukan aksinya setelah mendapat lampu hijau dari Jessica. Sentuhan demi sentuhan ia berikan pada tubuh Jessica membuat gadis itu tak berkutik.
“Cukup untuk hari ini,” gumam Kelvin dalam hati, seraya menyunggingkan senyum sinis.
Jessica menarik nafasnya dalam-dalam. Kemudian ia bergegas pergi. Setelah Jessica hilang dibalik pagar rumah Marco, Kelvin melaju kencang menuju rumahnya, nafsunya sudah reda meskipun bayang-bayang Jessica masih melekat di ingatannya.
Setibanya di rumah ia salurkan hasratnya pada Ritha, Ritha hanya bisa pasrah menikmati kenikmatan yang diberikan oleh Kelvin yang selalu membuatnya berteriak keras seperti orang gila.
Mata Jessica tidak bisa terpejam.
__ADS_1
“Kenapa aku bisa serendah ini!” gerutu Jessica pada diri sendiri. “Kenapa aku sebodoh ini.”
jangan lupa like ya.....