
Papan bunga berjajar di pinggir jalan, ucapan selamat berbahagia untuk calon pasangan suami istri Jessica dan Valen.
Jam menunjukkan pukul 09:00 pagi hari, acara akad akan dimulai jam 10:00 nanti. Namun para tetamu sudah berdatangan satu persatu.
Mulai dari pintu gerbang, alas berwarna merah telah tergerai nan indah. Vas bunga berjejer di pinggir karpet tersebut.
Di teras, sebuah foto berukuran besar telah terpajang, tentunya foto milik sang mempelai wanita dan pria. Dan di setiap pilarnya, dililitkan bunga-bunga indah.
Untuk dekorasinya sendiri, Jessica mengusung dua tema yang berbeda. Untuk akad, Jessica mengusung tema ala akad Princess bak di istana. Sementara untuk resepsi sendiri, mengusung tema bernuansa putih dan biru. Untuk nuansa putihnya sendiri dominan dari bunga mawar putih segar.
Ruangan didekorasi untuk akad namun bisa digunakan untuk resepsi sekaligus. Tapi, untuk dekorasi akad, Jessica memilih ruangan yang berbeda. Untuk memberi kesan penasaran tersendiri untuk para tamu yang hadir nanti.
Jessica mendekor ruangan untuk akad dengan dipenuhi bunga-bunga dan daun hijau, serta lampu-lampu di setiap sisinya. Menambah cahaya terang dan berkilau.
Bunga-bunga segar yang berhamburan dilantai semakin menambah kesan elegan di ruangan tersebut. Wangi semerbak harum memenuhi seluruh ruangan.
Pernikahan adalah sesuatu yang sakral, tidak heran Jessica membuatnya secantik mungkin. Baginya ini merupakan pernikahannya yang pertama dan untuk yang terakhir kalinya.
Jessica telah melewati banyak hal selama ini, tidak ada salahnya, jika sekarang ia mencicipi sedikit kebahagiaan.
Jessica sedang di make-up oleh perias profesional, ia begitu deg-degan. Berbeda waktu dulu ia menikah dengan Hardi. Hanya ada penghulu dan beberapa orang yang tak ia kenali.
Jessica meminta kepada sang perias agar make-upnya tidak terlalu tebal, ia tidak mau wajah aslinya tak terlihat.
Wajah mulusnya, dengan alis yang tak perlu dikerok dan bibir yang sensual, perias tidak perlu repot-repot merias wajah cantik Jessica yang memang sudah alami sekali.
Jessica akan mengenakan gaun berwarna putih. Gaun hasil desainer ternama itu berlengan panjang, dengan butiran payet mutiara di sekujur tubuhnya, ditambah ekor bajunya yang berbulu.
Untuk Valen, ia akan mengenakan jas dan celana yang berwarna putih juga.
Darwin tampil gagah, dengan celana kain berwarna hitam dan blazer bercorak batik berwarna coklat, lengkap dengan sepatu pantofel. Marco juga menggunakan busana yang sama, namun dengan corak batik yang berbeda.
Sementara Martha dan Asmira setuju untuk tidak terlalu heboh, mereka menggunakan gaun berwarna pastel, dengan heels berwarna senada, dan rambut yang dibiarkan tergerai. Cukup sederhana, namun sangat memikat.
Sementara Sara, ia tampil persis dengan baju yang Jessica kenakan, yang membedakan hanya ekornya yang tidak panjang layaknya yang Jessica kenakan.
__ADS_1
“Mama cantik banget ....” Darwin pangling dengan dandanan Martha hari itu.
Mereka berdua seperti adik kakak, bukan mertua dan menantu.
“Kamu bisa saja, Win,” sahut Martha malu-malu.
Sembari menunggu acara dimulai, Asmira menemani Darwin menyambut tamu.
Kelvin datang bersama Ritha, Darwin terkejut bukan kepalang. Pasalnya, kemarin Kelvin mengatakan, dokter memprediksi Ritha akan melahirkan awal bulan, namun ia nekat memboyong Ritha datang ke sana.
Tepat setelah Kelvin dan Ritha masuk, Rose datang bersama suami barunya serta Brandon dan Bastian di belakangnya.
“Selamat datang Mbak.”
Asmira dan Darwin menyambut kedatangan mereka. Pria yang bersama Rose, yang kini menjadi suami sahnya, rela mualaf demi menikah dengan Rose. Sungguh berita yang sangat membahagiakan.
Rose berkenalan dengan Ritha, wanita yang pernah merusak rumah tangganya. Tidak ada rasa dendam di hati Rose. Begitu pun terhadap Kelvin, ia sama sekali tidak menaruh benci terhadap ayah dari anaknya itu.
Sebaliknya, Ritha merasa malu terhadap Rose, ia merasa bersalah telah pernah melukai wanita di hadapannya kini.
“Asyiknya, aku punya dua ayah dan dua ibu, yeaayyy!” teriak Brandon kegirangan.
“Mas, mama enggak datang?” tanya Rose ketika hanya mereka berdua di sana.
Kelvin menghela nafasnya. “Aku melarangnya datang.”
“Loh, kenapa?” tanya Rose.
“Aku malu sama keluarga ini Rose, mama telah melakukan banyak kesalahan terhadap mereka.” Pandangan Kelvin lurus ke depan.
Suara MC yang membuka acara, membuat obrolan mereka terputus. Acara akad 5 menit lagi akan dimulai.
Acara yang telah di persiapkan matang-matang jauh-jauh hari, kini telah tiba, tinggal hitungan detik kedua mempelai akan sah menjadi pasangan suami-istri.
Dalam acara ini, pernikahan dilakukan secara islami. jadi Jessica tidak ikut hadir menyaksikan acara ijab kabul berlangsung. Ia menunggu di kamar sampai ijab kabul selesai, barulah ia akan keluar.
__ADS_1
Serentetan acara lainnya seperti sambutan dan seserahan, tidak dilakukan. Karena kedua mempelai berada satu atap. Valen tidak punya siapa-siapa, keluarga, maupun orang terdekat lainnya selain Marco.
MC langsung memulai acara untuk akad, selanjutnya khotbah dan ijab kabul diserahkan kepada penghulu.
Acara tersebut dimulai dengan khidmat, dan tenteram. Semuanya berjalan lancar sampai acara ijab kabul selesai. Dengan lantang Valen menjawab ijab kabul tanpa terbata-bata dan rasa gugup.
“Bagaimana para saksi, sah?” tanya penghulu. Semuanya mengangguk.
“Alhamdulillah.”
Kemudian MC memanggil Jessica, selanjutnya acara pemasangan cincin dan penyerahan mahar serta buku nikah dari penghulu.
Dengan diapit oleh dua perempuan yang sangat berpengaruh dalam hidupnya, Jessica keluar dari kamar, ia berjalan dengan anggun. Semua mata tertuju padanya, semua terpukau dengan kecantikannya.
Usianya tak muda lagi, tapi seolah-olah ia seperti baru berusia 25 tahun.
Jessica mencium punggung tangan Valen, dengan mesra Valen mencium kening wanita yang sudah sah menjadi istrinya kini.
Saat pemasangan cincin, sempat-sempatnya Valen membisik rayuan kepada Jessica, membuat wanita itu kikuk dibuatnya.
Setelah acara pemasangan cincin selesai, selanjutnya, acara nasihat perkawinan dan doa yang dipimpin oleh penghulu.
Serentetan acara akad pun telah selesai. Martha meneteskan air mata bahagia, putrinya kini telah resmi menjadi istri sah adik angkatnya, pria yang ia percaya mampu mengimami putrinya.
“Ma, jangan menangis dong, bentar lagi sesi pemotretan dimulai,” ujar Asmira.
“Ya sayang, Mama bahagia melihat keduanya bersanding di pelaminan,” ujar Martha. Asmira hanya membalas dengan senyum simpul di bibirnya.
Sara berada di tengah-tengah orang tuanya. Keluarga seperti yang ia harapkan selama ini akhirnya terwujud.
“Mom, Dad, Sara sayang kalian berdua.” Sara memeluk keduanya.
Namun tanpa sadar dan persiapan, sang fotografer memotret kebahagiaan mereka, hasil fotonya sangat indah, membuat fotografer tersebut berdecap kagum dengan hasil jepretannya sendiri.
Saat sesi foto sedang berlangsung, Ritha mengeluhkan sakit perut pada Kelvin.
__ADS_1
“Mas, perutku sakit banget!” teriak Ritha.
Jangan lupa Like ya ...