
Hari pernikahan Jessica semakin dekat, acara yang akan digelar besar-besaran di rumah keluarga Marco Antonio tersebut, telah di persiapkan matang-matang.
Undangan telah tersebar kepada kerabat-kerabat terdekat, dan kolega bisnis Marco. Marco sengaja mengundang semua mantan rekan bisnisnya, sekaligus ia mengadakan reunian terbesar.
Acara kali ini berbeda dengan acara pernikahan Darwin kemarin. Ini merupakan permintaan Jessica sendiri, ia menginginkan tidak ada satu pun yang boleh meliput acara akad maupun resepsi pernikahannya nanti.
Baginya, acara pernikahan itu sakral, hanya dihadiri keluarga terdekat dan orang-orang penting.
Untuk resepsi sendiri, rasanya canggung jika ada media yang meliput. Jessica merasa bukan dirinya sendiri ketika berhadapan dengan kamera.
Mengenai permintaan Jessica sendiri, Marco menyetujuinya. Untuk kali pertamanya ia mengalah dan menyetujui pendapat orang lain. Jessica orang pertama yang berhasil melakukan itu.
Meski sempat terjadi perdebatan, akhirnya semua menyetujui jika hari H nanti tidak ada kamera dan rekaman apa pun lainnya yang bersifat umum.
Pendapat orang beda-beda, dan Darwin setuju dengan Jessica, tidak semua hal pribadi kita boleh dikonsumsi banyak orang, begitu pikir Darwin.
“Mom, aku boleh undang teman-teman aku enggak?” tanya Sara ketika mereka sedang sarapan pagi.
“Boleh dong, undang saja.”
“Bastian kamu suruh pulang ya, sekalian sama Rose juga,” pinta Jessica.
“Bastian? Siapa Bastian itu?” tanya Valen.
Sara menatap tajam ke arah Jessica, ia geleng-geleng kepalanya, berharap Jessica tidak memberitahukan Valen.
“Pacar anak kita, Mas,” sahut Jessica sengaja.
“Ciye ... udah pacaran, nih,” goda Asmira ikut berkomentar.
“Udah besar ya, ponakannya Thany,” sambung Martha.
Muka Sara memerah, ia benar-benar malu jadi bulan-bulanan keluarga besarnya.
“Ya udah undang saja, sekalian kenali ke Daddy,” ujar Valen.
Sara terkejut mendengar ucapan Valen yang ikut menggodanya. “Daddy apaan sih,” lirih Sara.
Semuanya tertawa melihat mimik wajah Sara yang menahan rasa malu. Jessica membisikkan sesuatu ditelinga Valen.
“Bilang ya sama Babasmu, Daddy mau kenalan,” ujar Valen.
Sontak membuat mata Sara membulat sempurna.
“Mommy!” teriaknya gemas sembari mengentakkan kakinya di lantai.
__ADS_1
Sara segera keluar memanggil Samsul untuk mengantarnya sekolah.
Babas adalah panggilan Sara untuk Bastian, kemarin Jessica sempat melihat nama kontak Bastian yang diberi nama tersebut.
Jessica benar-benar usil, ia berhasil membuat calon anaknya merasa kesal pagi itu.
* *
Kelvin terus saja mendatangi rumah Ritha, ia mencoba membujuk Ritha agar ia berbaik hati mau memaafkannya.
“Pikiri anak kita Ritha, dia butuh sosok ayah!” ujar Kelvin geram dengan sikap keras kepala Ritha.
“Aku bisa membesarkannya sendiri Mas, aku enggak butuh kamu!” sahut Ritha tegas.
“Kamu tenang saja Mas, dia tetap anakmu kok. Nanti kalau kamu ingin, kapan pun kamu bisa bertemu dengannya.”
Namun Kelvin tidak ingin, kali ini ia tidak ingin kehilangan anaknya untuk yang kedua kali. Brandon telah jauh darinya, tidak ada yang bisa ia lakukan untuk memperbaiki keadaan.
Kini, sekali lagi ia tak ingin anak yang dikandung Ritha sama halnya dengan Brandon. Kelvin tidak siap jika nanti anaknya akan memanggil orang lain dengan sebutan 'papa'.
“Sayang, menikahlah denganku, demi anak kita!” ujar Kelvin spontan tanpa sadar. Ia kehabisan akal untuk membujuk Ritha.
Ritha terdiam mendengar ucapan Kelvin, kata-kata yang selama ini ia harapkan dari Kelvin.
“Setidaknya, aku udah punya satu alasan untuk tetap berada disisi kamu sayang, apa lagi yang kamu inginkan?”
Kelvin meraih Ritha ke pelukannya, ia seka air mata calon ibu dari anaknya tersebut. Ia kecup keningnya, ia belai lembut rambutnya.
Minah yang sedari tadi memperhatikan dari kejauhan menyunggingkan senyum bahagia di wajahnya.
*
2 hari kemudian.
Darwin mendatangi kantor Kelvin. Setelah menunggunya selesai meeting, mereka berangkat ke sebuah restoran sekaligus makan siang bareng.
“Ada apa nih, tumben lo samperi gue?”
“Gue mau undang lo ke rumah gue,” sahut Darwin.
Kelvin mengangkat keningnya. “Acara apaan?”
“Nikah mbak Jessica, malamnya dilanjutkan dengan acara resepsi,” sahut Darwin.
“Serius lo mau bilang ini doang?” tanya Kelvin. Darwin mengangguk.
__ADS_1
“Kenapa enggak telepon saja, repot banget.”
“Gue sengaja samperi lo, takutnya lo patah hati kenapa-kenapa, kan? Gue takut acaranya batal. Ketika acara akad sedang berlangsung. Tiba-tiba lo datang, Stop! Pak penghulu acara ini gak sah!” Darwin mengoceh panjang lebar.
Kelvin tidak mampu menahan tawanya, makanan yang sedang ia kunyah bertebaran ke mana-mana.
“Gila lo ya! kebanyakan nonton sinetron jadinya begini nih,” ujar Kelvin mengelus perutnya. Mulutnya terasa keram karena tertawa.
“Iya, sinetron yang sedang Asmira ikuti nikahnya gagal melulu, kesal gue nontonnya,” balas Darwin.
Darwin kembali tertawa pecah. “Sumpah lo benaran nonton sinetron, gue tadi bercanda doang.”
“Lo enggak tahu, gimana hadapi bini yang lagi hamil, semua kemauannya harus dituruti, gila parah. Kayaknya gue cukup satu saja deh,” ujar Darwin menggaruk tengkuknya.
Kelvin tiba-tiba terdiam, ia teringat bagaimana susahnya Ritha menjalani hari-harinya selama hamil. Siapa yang penuhi keinginannya, Kelvin merasa bersalah dengan Ritha.
“Bro! Lo kenapa?”
“Enggak Win, gue ingat Ritha, kasihan dia selama ini hadapi masa-masa sulitnya sendiri selama hamil,” jawab Kelvin.
“Bukannya kemarin dia udah keguguran?” tanya Darwin.
“Enggak, ayahnya bohongi gue, karena kesal gue enggak mau nikahi anaknya,” jelas Kelvin.
“Lagian lo enggak bertanggung jawab banget sih, kenapa enggak lo nikahi tuh Ritha?”
“Ya, kemarin gue masih pikiri Jessica, kalau sekarang sih udah,” balas Kelvin.
“Udah, udah apaan?” tanya Darwin.
“Gue udah nikah sama Ritha,” sahut Kelvin.
Darwin mengerutkan keningnya, berharap Kelvin langsung to the point tanpa harus ditanyakan lagi.
“Kemarin, di kantor KUA, sederhana saja, Ritha tolak gue ajak nikah diketahui publik, lagian perutnya udah semakin membesar, enggak memungkinkan juga,” ujar Kelvin.
Darwin mangut-mangut mendengar cerita Kelvin. Setelah kejadian kemarin, tampak ada perubahan yang terjadi dengan Kelvin. Darwin bersyukur, kejadian kemarin menjadi pengalaman untuk sahabatnya itu.
Dokter memprediksi awal bulan depan Ritha akan segera melahirkan, rencana Ritha sendiri akan melahirkan secara normal.
Di waktu yang sama, Darwin juga mendapat kabar bahagia dari Rose. Sehari setelah pertemuannya dengan Kelvin, ia menghubungi Rose, turut mengundang ia ke acara nanti.
Rose telah menikah kembali dengan seorang pria ke warga negaraan Jepang, pria tersebut belum pernah menikah. Dan kabar gembiranya lagi, suami barunya sangat dekat dengan Brandon.
Jangan lupa like ya...
__ADS_1