Perjanjian

Perjanjian
Episode 47


__ADS_3

Darwin menghabiskan hari libur bersama istri tercinta, hari ini Asmira akan membuat kue kesukaan Darwin, kemarin ia sudah mempersiapkan bahan-bahannya.


Saat Darwin menuruni tangga ia menghirup aroma masakan buatan istrinya sangat menggugah selera.


“Masak apa sih Mbak istri?” goda Darwin ia peluk dan cium kening Asmira dengan manja.


“Pagi Pak suami ... Lagi buat kue nih” Asmira mengecup pipi Darwin.


“Pagi juga sayang. Kebetulan, lapar banget nih." Darwin mengelus-elus perutnya.


Asmira mengambil nasi goreng buatannya ia hidangkan untuk suaminya.


“Pasti enak, nih.” Darwin langsung melahap masakan istrinya.


“Pastinya, buatan siapa dulu dong,” sahut Asmira melebarkan senyumnya.


Selesai makan, mereka berbincang-bincang hangat di samping kolam renang. Ditemani kue kesukaan Darwin yang sengaja Asmira buatkan khusus untuknya hari ini.


“Akk sayang, aak ...” Asmira ingin menyuapkan kue untuk Darwin, namun saat


Darwin membuka mulutnya dengan lebar. Asmira malah makan sendiri suapan kue tersebut.


“Sayang ...” Darwin mengacak-acak rambut Asmira dengan gemas. Asmira tertawa kecil.


“Sayang sebenarnya apa yang terjadi antara kamu dan mbak Jessica?” tanya Darwin kemudian.


“Kenapa tanya begitu,” jawab Asmira gelagapan.


Asmira bingung apa yang harus ia katakan pada Darwin, ternyata kemarahan Jessica juga tidak luput dari perhatian Darwin.

__ADS_1


“Maaf Mas, aku enggak bisa cerita,” ucap Asmira pelan.


“Loh, kenapa?” tanya Darwin kaget. “Aku ini suamimu,” lanjut Darwin.


Seketika mata Asmira berkaca-kaca, ia tidak tahu harus berkata apa. Tidak mungkin pula ia terus membohongi Kelvin. Asmira memohon agar Darwin bersabar sampai Asmira siap untuk menceritakan semua padanya.


Darwin memeluk Asmira. “Kalo ada apa-apa cerita ya?”


Asmira mengangguk dan tersenyum. Ia beruntung memiliki suami yang pengertian.


Di rumah keluarga Marco.


Marni tergopoh-gopoh berlari mencari Marco yang sedang membolak-balik halaman koran diruang tamu ditemani secangkir kopi dan sesekali ia menyeruputnya.


“Permisi tuan. Di depan ada tamu yang mencari tuan muda.”


Marco bangkit dari duduknya ia keluar melihat siapa yang mencari Darwin pagi-pagi buta.


“Ada perlu apa kamu ke rumah saya?” tanya Marco dengan suara lantang.


“Santai pak tua ... jangan emosi, gue kesini cuma mau minta uang tutup mulut.” Tanpa dipersilahkan pria itu dengan santai duduk di teras rumah Marco.


Dengan wajah bingung Marco bertanya-tanya dalam hati apa yang dimaksud pria itu.


“Jika tidak, gue akan beberkan rahasia ini!” sambung pria itu dengan nada mengancam.


“Kamu pikir saya takut dengan ancaman konyol kamu itu?” Marco tersenyum sinis.


“Pak tua, gue serius dengan ancaman barusan!” ujar pria aneh itu.

__ADS_1


“Kamu pergi dari rumah saya, atau saya panggilkan polisi?” Marco mengancam balik pria itu.


Dengan rasa takut, pria itu berlalu meninggalkan rumah Marco.


Keesokan harinya. Seluruh pelosok negeri dihebohkan dengan beredarnya video Asmira yang digendong oleh Darwin keluar dari sebuah club malam dengan pakaian seksi. Video dengan durasi waktu yang cukup singkat itu menggemparkan seluruh kota A.


“Kita digemparkan dengan tersebarnya video yang menampilkan Marcell Darwin Antonio dengan sang istri. Siapa yang tidak kenal dengan pria tampan satu ini, pria yang tajir melintir yang baru melangsungkan pernikahannya bulan lalu ini kini diterpa berita hot, siapa sangka sang istri ternyata adalah wanita malam."


Seluruh channel menayangkan berita tersebut, dan langsung menjadi tranding topic, Asmira menangis sejadi-jadinya di pelukan Darwin melihat berita itu, Darwin begitu murka.


“Sayang tenang ya ...” pinta Darwin mengelus rambut Asmira penuh kasih.


Darwin begitu geram siapa yang menyebarkan berita seperti ini tanpa tahu sebab dan musababnya, siapa yang berani bermain-main dengannya.


Rumah Marco, apartemen Darwin, serta kantor dikerumuni oleh wartawan, aktivitas mereka jadi terganggu. Untung saja mereka tidak mengetahui rumah baru Darwin bersama Asmira. Marco sangat murka melihat tayangan berita itu, seisi rumah dibuat khawatir dengan kondisi tersebut.


“Papa tenang dulu, jangan terlalu percaya kita belum dengar penjelasan Darwin.” Martha menenangkan suaminya yang penuh amarah.


Marco menoleh tajam ke arah Martha. Martha jadi salah tingkah, apa yang harus ia lakukan video dalam berita itu begitu jelas menampakkan wajah Darwin dengan menantunya itu, bahkan juga menampilkan Darwin memapah Asmira ke dalam mobil.


“Pa, apa pun yang terjadi tolong papa tenang dulu.” Martha memberanikan diri menatap suaminya meskipun ia tahu suaminya sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.


Darwin menonaktifkan teleponnya, setelah ia hubungi Pratiwi memintanya untuk menolak wawancara dengan stasiun mana pun. Aktivitas seisi kantor terganggu dengan kehadiran wartawan yang meliput berita apa saja yang akan tranding, semua berlomba-lomba mencari kesempatan untuk menjadi viral.


Wartawan juga mendatangi club yang menjadi tempat dalam video yang beredar.


Asmira tercengang melihat temannya Carol jadi narasumber.


“Mas, itu teman aku Carol,” ujar Asmira, matanya sudah membengkak dari tadi ia tidak berhenti menangis.

__ADS_1


Jangan lupa like ya...


__ADS_2