
Asmira tidak menyangka Darwin akan sekejam itu padanya, andai saja ia tak membawa Ritha ke rumah mungkin Asmira tidak akan sesakit itu.
Asmira tipikal wanita kuat, hidupnya selama ini tidaklah mudah, ia telah mengarungi kehidupan yang sulit bersama Jessica selama ini, ia tak akan goyah hanya karena masalah sepele.
Tapi bukankah, normal bagi seorang istri merasakan sakit jika ada wanita penggoda yang mencoba menghancurkan rumah tangga yang baru saja dibina.
Asmira menghubungi Jessica.
“Halo Mira, ada apa?” tanya Jessica ketika telepon sudah tersambung. Namun, tidak ada jawaban, yang ada hanya suara tangisan Asmira yang terdengar di telinga Jessica.
“Mira, ada apa cerita in ....” Jessica mulai panik.
“Mas Marcell membawa wanita itu ke rumah ...” Akhirnya Asmira menjawab setelah menarik nafas dalam-dalam dan mencoba untuk menahan tangisnya.
“Apa yang perempuan itu lakukan?” tanya Jessica ragu dengan apa yang baru saja Asmira katakan, Jessica tahu betul bagaimana Darwin mencintai adiknya itu.
“Dia menceritakan semua kejadian itu ...” Asmira tidak mampu melanjutkan lagi kata-katanya.
Terdengar Jessica menarik nafasnya dalam, ia mencoba menghibur adik kesayangannya itu.
“Mira, kamu jangan mudah terpancing dengan wanita penggoda itu, yakinlah cinta Marcell cuma untukmu, pasti ada kesalahpahaman di antara kalian.”
Jessica berusaha untuk tidak melakukan kesalahan setiap kata yang keluar dari mulutnya.
“apa perlu aku ke sana sekarang?” tanya Jessica kemudian.
“Enggak usah Mbak, aku cuma butuh tempat untuk berbagi saja” ujar Asmira.
Jessica khawatir dengan kondisi adiknya, ia berulang kali mencoba memberikan sebuah nasihat yang baik untuk adiknya, meski jika ia sendiri yang berada diposisi itu ia tidak tahu apa yang akan terjadi.
“Kamu harus kuat, kita wanita-wanita kuat Mira, kamu harus ingat itu. Kamu udah tahu siapa Marcell sebelum kalian menikah, permasalahan kecil seperti itu untuk pria sehebat Marcell hanya hal biasa Mira, siapa yang enggak ingin jadi nyonya Marcell Darwin.”
Kekuatan yang Jessica berikan padanya sudah lebih dari cukup untuk menyemangatinya menjalani kehidupan yang baru, sekarang ia tahu apa itu kebahagiaan, dan tak akan ia biarkan kebahagiaan itu berlalu begitu saja dari hidupnya.
* * *
“Bas, gimana Brandon udah bobok?” tanya Rose yang sedang asyik mengerjakan tugas menggunakan laptopnya.
“Udah Mbak, ada yang bisa aku bantu?” tanya Bastian pada iparnya itu.
“Ambil tas Mbak bentar. Tuh, di sana.” Rose menunjukkan arah dengan memonyongkan bibirnya.
__ADS_1
Bastian mengambil tas yang letak di atas meja dikamar Rose, ia terkesima melihat sebuah foto yang terletak di atas meja tersebut, ia mengambil pigura kaca itu.
“Mbak kenal Asmira?” tanya Bastian setelah ia membawa apa yang Rose pinta.
Rose mengerutkan keningnya, mencoba menangkap dengan pikirannya siapa yang dimaksud Bastian.
“Asmira siapa?" tanya Rose kemudian setelah ia merasa benar-benar tidak mengenalinya.
“Tuh, wanita yang ada di foto di kamar Mbak.”
Lagi-lagi Rose menyipitkan matanya. “Foto yang ada di meja Mbak?” tanya Rose.
Bastian mengangguk.
“Itu foto Mbak masa SMA dulu Bastian.” ucap Rose sembari tersenyum.
Bastian bangkit mengambil foto Asmira membawa ke hadapan Rose, itu foto hasil jepretan Asmira sendiri saat kepulangannya kemarin.
Rose memandang foto tersebut dengan saksama, memang mirip, tapi siapa wanita dalam foto ini, Rose bertanya-tanya dalam hati.
“Memangnya dia ini siapanya kamu Bas?” tanya Rose melepaskan kacamata yang ia kenakan.
“Istrinya Mas Darwin Mbak, dia salah satu sahabat terbaik aku,” ujar Bastian datar.
“Kamu kecewa?” tanya Rose pada Bastian dengan tatapan penuh kasih, antara seorang kakak dan adik.
“Enggak Mbak, cinta kan enggak harus memiliki.”
Rose menyunggingkan senyum di wajahnya.
Rose terkejut melihat pemberitaan yang sedang hot di tanah air. Bagaimana tidak, berita yang disampaikan oleh Presenter cantik itu menampilkan video Darwin dengan seorang wanita yang Rose kenal.
“Bas, itu selingkuhan Kelvin,” beritahu Rose pada Bastian.
“Bagaimana bisa wanita ****** itu juga merayu Darwin, kasihan istrinya.” Rose merasa iba, ia tahu betul bagaimana rasanya mengetahui bahwa suami bermain dengan perempuan lain.
“Kasihan Asmira Mbak,” ucap Bastian.
“Tapi gak mungkin Bas, aku kenal siapa Darwin, dia memang lebih muda daripada aku dan Kelvin. Tapi aku tahu persis gimana sifatnya,” ujar Rose.
Bastian memandang wajah Rose, saat Rose mengatakan bahwa wanita dalam video tersebut kekasih gelap suaminya, tampak wajahnya biasa-biasa saja, tidak ada lagi guratan pilu di sana. Apakah Rose sudah memiliki pria lain Bastian bertanya pada diri sendiri.
__ADS_1
“Mbak, ayo kita ke Indonesia untuk beberapa hari saja,” ajak Bastian.
“Kamu benar Bas, aku gak bisa terus-terusan lari dari masalah, aku harus selesaikan semua.” Rose menyetujui ajakan Bastian.
Keesokan harinya Rose meminta cuti untuk sebulan, ia telah memikirkan matang-matang, setibanya di Indonesia ia akan menggugat cerai Kelvin Sanjaya si tukang selingkuh.
Sorenya mereka segera menuju bandara, untuk segera terbang ke Indonesia.
* * *
Jessica tidak mengetahui jika di rumah Marco telah bertambah seorang penghuni baru, mereka belum sempat berpapasan muka. Setiap kali Ritha berada di rumah ada saja hal yang membuat Jessica keluar rumah, seperti sebuah kejadian yang terencana dengan sempurna.
“Non, saya benci sekali wanita itu.” Marni menampakkan wajah yang kurang suka.
Jessica tidak mengerti apa yang dibicarakan Marni.
“Maksud Bik Marni, siapa?” tanya Jessica, ia membantu Marni menyirami tanaman di halaman belakang.
“Itu loh Non, yang di gosipkan sama tuan muda,” beritahu Marni.
“Wanita ****** itu!” sergah Jessica.
Mukanya langsung berubah. “Berani sekali ia kemari!” ujar Jessica geram.
“Eh Non, bukan dia, tuan besar yang mengajaknya kemari.”
“Non jangan bilang siapa-siapa ya kalo Bibi kasih tahu sesuatu.” ucap Marni setengah berbisik.
Jessica mendekati Marni, Marni tampaknya sangat serius.
“Enggak akan, cepat Bibi kasih tahu,” balas Jessica meyakinkan Marni.
“Kemarin, tuan Marco diam-diam ke rumah Nyonya muda, dia marah-marah di sana,” bisik Marni ditelinga Jessica.
Muka Jessica merah padam. “Bibi tahu dari mana?” tanya Jessica menahan amarah yang bergejolak di dadanya.
“Suami saya mengikuti tuan Marco karena curiga masak pagi-pagi buta tuan Marco keluar rumah.” Marni memutar bola matanya, ia takut ada yang mendengar pembicaraannya.
Jessica meninggalkan Marni dengan wajah yang sangat kesal, ia tidak menyangka Marco akan berbuat seperti itu. Selama ini ia sudah menganggap pria itu seperti ayahnya sendiri, ia benar-benar kecewa, jika apa yang Marni sampai kan itu benar. Jessica benar-benar kecewa.
Jangan lupa Like ya guys...
__ADS_1
baca juga novel saya A BIG MISTAKE.