
setelah sampai di kamar mereka, Vano menurunkan tubuh Shesa dengan hati-hati, lantas Shesa dengan telaten melepas baju Vano.
"sayang, cepat mandi gih, setelah itu kita makan malam" ucap Shesa sembari melepaskan jas Vano, lantas Vano memutar tubuh istrinya hingga ia berada tepat didalam pelukannya.
"hmm... katakan padaku, bagaimana sekolahmu tadi? apa semua baik-baik saja?" tanya Vano sembari menyelipkan rambut Shesa yang jatuh terurai di wajahnya.
"hmm...hari ini aku dibuat kesal sama seorang guru" jawab Shesa sembari membuka ikatan dasi suaminya.
"seorang guru? siapa?" tanya Vano pura-pura.
"tadi tuh, ada guru baru pengganti Bu Siska, pak Dante namanya" seru Shesa sembari melepas kancing kemeja Vano.
"terus ...!" ucap Vano terus menggoda.
"iya gitu dia tuh nyebelin tau nggak sih sayang" ucap Shesa dengan kesal.
"nyebelin? nyebelin gimana maksudnya?" tanya Vano pura-pura tidak tahu.
"masa ya, aku disuruh nyatet banyak di papan, eh aku baru duduk terus mau nyalin dibuku, malah di hapus sama dia, sebel nggak sih" ucap Shesa sembari memanyunkan bibirnya.
Vano yang mendengar ucapan Shesa, tersenyum melihat ekspresi wajah Shesa yang terlihat kesal terhadap pak Dante, Shesapun memperhatikan Vano yang tersenyum mendengar Shesa bercerita tentang pak Dante.
"sayang, kok kamu malah senyum sih" ucap Shesa sembari memainkan ujung jarinya ke dada Vano yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu.
"seperti apa pak Dante itu!" tanya Vano.
"hm... kalau badannya sih ya setegap kamulah, tapi wajahnya itu, kumis sama kacamata sama tebalnya" seru Shesa sembari mengingat wajah pak Dante.
"apa dia jahat sama kamu?" tanya Vano sekali lagi.
"hm ...dia nggak jahat sih, bahkan tadi dia sempat nolongin aku, dia menahanku disaat kakiku tersandung, entah apa yang terjadi padaku jika saja pak Dante tidak menolongku" seru Shesa yang masih memainkan ujung jarinya.
"sayang..." ucap Shesa.
"hmm..."
"kamu tidak marah kan?" tanya Shesa.
"marah kenapa?" jawab Vano.
"karena pak Dante tadi menahan tubuhku" ucap Shesa pelan.
"kenapa harus marah? dia kan cuma nolong kamu...hm!" seru Vano sembari mengangkat dagu istrinya.
"sekarang temani aku mandi yuk" ajak Vano sembari menggendong tubuh Shesa untuk pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
"ta...tapi sayang" seru Shesa.
"aahh... nggak usah tapi-tapian, ayo ikut" seru Vano dengan terus menggendong Shesa untuk ikut mandi bersamanya.
*****
setelah satu jam mereka berada didalam kamar mandi, akhirnya Shesa keluar duluan, dengan memakai handuk piyama dan rambut yang nampak basah, ia keluar dan menuju ruang ganti, sementara Vano masih berada di dalam kamar mandi, ia masih membersihkan tubuhnya.
Shesa melihat ponsel Vano berdering, lantas ia segera mengangkat ponsel Vano, dilihatnya nomor Miss Liu yang sedang melakukan panggilan.
"Miss Liu, kuangkat apa nggak ya!" gumam Shesa yang masih ragu untuk mengangkat telepon dari Miss Liu.
dengan memberanikan diri, Shesa mengangkat telepon dari Miss Liu.
"halo... Vano, hari ini aku akan datang ke rumahmu, kau tunggu aku ya, bye" Miss Liu berbicara sedikit saja tapi cukup membuat Shesa tanda tanya besar, kenapa Miss Liu datang ke rumah, ada hubungan apa mereka?
Shesa masih berdiri memegang ponsel Vano, kemudian Vano keluar dari kamar mandi, ia melihat Shesa yang sedang berdiri, kemudian Vano menghampirinya.
"ada apa sayang!" ucap Vano dengan mesra
"em ...ini tadi ada yang telepon" ucap Shesa sembari memberikan ponsel itu kepada Vano.
Vano memeriksa ponselnya, kemudian ia melihat riwayat panggilan, Miss Liu telah meneleponnya, nampak Shesa meninggalkan Vano dan masuk ke ruang ganti.
kemudian Vano mulai masuk ke dalam ruang ganti, ia melihat Shesa begitu anggun dengan gaun warna hitam yang ia kenakan, Vano menyandarkan tubuhnya di antara pintu kamar ganti, ia menatap lekat gadis yang membuatnya tergila-gila itu.
Shesa berjalan menghampiri suaminya yang sedang terpaku melihatnya, dengan rambut yang masih basah Shesa menatap laki-laki yang sudah membuatnya jatuh cinta itu.
"kau begitu cantik sayang, malam ini kita kedatangan tamu, persiapkan dirimu" ucap Vano sembari mengecup bibir Shesa sekilas.
"tamu? Miss Liu maksudnya" ucap Shesa sehingga membuat Vano terkejut.
"hmm...kamu kenal dia?" ucap Vano.
"iya...dia guru fisika di sekolah" seru Shesa.
"ada hubungan apa sebenarnya antara kau dan dia" tanya Shesa yang masih penasaran.
"nanti kau juga tahu" ucap Vano sembari tersenyum.
*******
jam menunjukkan pukul 7 malam, seseorang telah mengetuk pintu rumah mewah milik Vano.
dengan segera pelayan membukakan pintu itu, nampak seorang wanita muda, tinggi, cantik, berkulit putih sedang berada diluar pintu.
__ADS_1
nenek yang menyadari kedatangan wanita itu lantas menyambutnya dengan gembira.
"halo ... sayang, apa kabar kamu" seru nenek sambil memeluk wanita itu yang tak lain adalah Miss Liu.
"nenek Triana, aku kangen banget sama nenek" ucap Miss Liu membalas pelukan nenek.
Vano dan Shesa yang sedang berjalan turun dari tangga melihat pemandangan itu, Shesa terkejut sekali melihat keakraban antara nenek dan Miss Liu.
"nenek kok akrab banget sama Miss Liu, apa mereka sudah kenal ya!" gumam Shesa dalam hati.
"ayo masuk sayang, Helena entah berapa tahun kita tidak bertemu, dulu kamu masih kecil saat nenek datang kerumahmu di Singapura, sekarang kamu sudah secantik ini" seru nenek senang.
"ah...itu mereka, cepat kemari Vano" ucap nenek saat melihat Vano dan Shesa datang bersama.
"Miss Liu" seru Shesa
"hai... bukannya kau gadis yang bersekolah di SMA Harapan Bangsa itu ya?" ucap Miss Liu yang terkejut melihat Shesa bersama Vano.
"tunggu- tunggu Vano, kenapa dia bisa berada disini?" tanya Miss Liu penasaran, dan Vanopun hanya tersenyum sembari merangkul Shesa yang berada disampingnya.
"Helena, ini adalah istri Vano, apa kalian sudah saling kenal?" ungkap nenek yang membuat Miss Liu semakin terkejut.
"hai... Vano kau jahat sekali, nikah nggak bilang-bilang aku, oh Shesa selamat ya kamu sudah berhasil merobohkan tembok hati Rayvano yang keras ini" seru Miss Liu sembari memeluk Shesa.
Shesapun semakin bingung, sebenarnya apa yang terjadi, kemudian nenek menjelaskan tentang siapa sebenarnya Miss Liu.
"tunggu, saya tidak mengerti apa yang dikatakan Miss Liu!" ucap Shesa sembari melepaskan pelukan Miss Liu.
"Shesa sayang, apa suamimu tidak pernah bilang siapa Helena?" ucap nenek sembari menatap Vano yang senyum-senyum sedari tadi.
"ini adalah sepupu Vano yang tinggal di Singapura, dia anak dari adiknya Hendrawan, tentu saja dia cucuku yang paling bawel" seru Nenek.
"apa? jadi....Miss Liu adalah sepupu suamiku" seru Shesa pelan.
"Shesa, aku beruntung bisa bertemu denganmu, Vano tidak salah menikahi gadis sepertimu, Vano beruntung punya istri yang cantik, pintar, dan berbakat sepertimu" ucap Miss Liu bangga.
Shesa bisa tersenyum lega, hal yang kemarin-kemarin ia pertanyakan, sekarang terjawab sudah, bahwa Miss Liu adalah saudara sepupu Vano.
dan mereka pun makan malam bersama, Shesa duduk disebelah Vano, sesekali Vano memegang tangan istrinya.
Miss Liu sangat senang melihat kebahagiaan Vano dan Shesa.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥
__ADS_1