Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
bunga mawar


__ADS_3

sore itu, suasana senja di pantai Kuta, menambah kesan sendu di dalam suite room yang Shesa tempati, bayangan senja yang memantul lewat kaca jendela kamar, yang langsung menghadap pantai itu, membuat Shesa tergoda untuk memandang langit kala sore yang indah.


ia berdiri didepan jendela, sembari menyangga dagunya dengan kedua tangannya, masih tersimpan tanya dalam hatinya yang kalut, siapakah wanita yang menemui Vano waktu itu, kenapa mereka begitu dekat.


pandangan mata Shesa jauh menerawang menembus cahaya senja di sore itu, ia sangat takut kehilalangan Vano, entah ini egois atau cemburu, namun ia benar-benar tak bisa melihat Vano dekat dengan wanita manapun, karena Vano adalah cinta pertama dan terakhirnya, Vano telah membuat seorang gadis yang anti jatuh cinta, menjadi takluk dan tunduk pada seorang pria yang terkenal arogan sepertinya.


saat ini Vano sedang menemui koleganya di sebuah restoran, pertemuan para pebisnis itu memaksa ia untuk meninggalkan Shesa sendiri di dalam kamarnya, dan tak lama Vano sudah selesai melakukan pertemuan pentingnya, ia segera mengingat istrinya yang sedang sendiri di kamar.


Vano berinisiatif membelikan bunga untuk Shesa, buket bunga mawar merah yang cantik, saat Vano masuk ke dalam toko bunga, dan membeli sebuket bunga mawar, tiba-tiba ia dikejutkan dengan teman-teman Shesa.


"eh...bukannya itu pak Vano ya" seru Mita sembari menunjuk Vano yang sedang memilih bunga mawar, Mita dengan cepat menghamiri Vano yang terlihat sendirian itu.


"hai...pak Vano, bapak mau beli bunga?" tanya Mita, Vano sempat terkejut dengan kedatangan Mita.


"iya" jawab Vano singkat.


"beli buat istrinya ya pak?" sahut Mita, Nabila dan Monic mengikuti Mita yang menghampiri Vano, dan Vanopun membalasnya dengan senyuman khasnya.


"owwww...ya ampun senyumnya bikin meleleh, sayang banget dia sudah punya istri" gumam lirih Nabila yang tak sengaja didengar oleh Monic.


"lebay lu" sahut Monic sembari menyenggol tangan Nabila.


"ih...Monic, selalu deh nggak pernah nyemangatin temannya sendiri" gerutu Nabila sambil memanyunkan bibirnya.


"nyemangatin gimana, orang pak Vano sudah punya istri" sahut Monic tegas.


"iya sih...hm hancur deh harapanku" seru Nabila yang membuat Monic merasa ingin ketawa.


"hahaha...kamu tuh ya, lucu banget tau nggak sih" sahut Monic tertawa geli.


"beruntung sekali ya istrinya pak Vano, punya suami yang sangat romantis dan perhatian seperti bapak" ucap Mita.


"baiklah, aku pergi dulu" ucap Vano pamit pada ketiga sahabat Shesa.


"ya...kok pergi sih" sahut Nabila dengan kesal.


Mita, Nabila dan Monic memperhatikan langkah Vano yang tegap, sungguh tak ada kekurangan pada diri Vano yang perfect,secara tak sadar, sudah begitu banyak wanita yang dibuat iri oleh Shesa, gadis SMA yang telah berhasil merebut hati sang CEO muda itu, namun sayang pernikahan mereka masih terhalang rahasia.

__ADS_1


Vano telah sampai di depan hotel tempat dimana ia menginap, ia melihat ke arah kamar VIP tempat ia menyewa,ada seorang gadis yang sedang menikmati suasana sore itu, pemandangan sunset telah menyita perhatian Shesa, sehingga ia tidak memperhatikan bahwa Vano memandangnya sedari tadi.


lantas Vano sudah tak sabar untuk bertemu dengan istrinya, setelah beberapa saat, Vano sudah sampai di kamar VIP yang mereka tempati, perlahan ia membuka pintu kamar itu, ia membawa buket bunga yang ia sembunyikan di balik punggungnya.


ia berjalan menuju tempat Shesa berada, Vano berhenti saat dirinya telah sampai tepat di belakang Shesa, saat itu Shesa memakai gaun warna hitam, yang mengekspose bagian punggungnya yang putih, tentu saja hal itu membuat Vano tak tahan untuk menyentuh kulit Shesa yang terkena pantulan cahaya senja di sore itu.


"ehm....." Shesa melenguh dan terpejam karena Vano mencium mesra punggungnya yang mebuat Vano tergoda, lantas Shesa segera membalikkan badannya ke arah Vano,kini mereka saling bertatap muka, terlihat wajah Shesa yang masih tampak kesal.


"bagaimana, apa kepalamu sudah tidak sakit lagi" tanya Vano sembari menatap mata Shesa dalam-dalam, dan Shesapun hanya menggelengkan kepalanya pelan.


"aku punya kejutan untukmu" seru Vano


"kejutan? apa?" tanya Shesa sembari mengernyitkan dahinya.


"tutup dulu matanya" pinta Vano agar Shesa menutup matanya.


kemudian Shesa perlahan mulai menutup matanya, Vano mengeluarkan bunga mawar yang ia sembunyikan di balik punggungnya,' sembari bersimpuh di depan Shesa, kemudian salah satu tangannya memegang tangan Shesa, dan tangan yang lainnya memegang buket bunga mawar yang akan diberikan pada Istrinya.


"sekarang, bukalah matamu" pinta Vano agar Shesa membuka kedua matanya, perlahan Shesa membuka matanya.


"ini untuk istriku yang paling cantik" seru Vano sembari menyerahkan bunga mawar itu pada Shesa, tak lupa ia juga mencium tangan Shesa dengan lembut, sontak saja senyum mulai mengembang di bibir Shesa yang mungil, sejenak kemarahannya pada Vano mendadak hilang, berganti dengan perasaan berbunga-bunga, Shesa sangat suka sekali dengan bunga mawar.


"kamu suka?" tanya Vano.


"hm...suka banget" jawabnya pelan.


"maafkan aku, jika besok kita harus pulang ke Surabaya, karena ada hal yang harus aku selesaikan di kantor, aku harus menemui seseorang" ujar Vano, lantas mendengar itu Shesa melepas pelukannya dari Vano.


"kenapa kita pulang secepat ini, bukankah masih ada waktu 3 hari disini" tukas Shesa


"iya pertemuanku dengan orang itu tidak bisa ditunda" jawab Vano serius.


"siapa dia?" tanya Shesa penasaran.


"kamu tidak perlu tahu siapa dia, ini rahasia, aku akan menyelesaikan masalah ini secepatnya" ucap Vano sembari mengusap puncak kepala Shesa.


"rahasia...jangan-jangan ia mau bertemu dengan wanita itu, okeyy...jadi kamu suka main rahasia-rahasiaan segala dariku" gumam Shesa dalam hati.

__ADS_1


"oh iya, apa teman-temanmu jadi menginap dikamar ini?" tanya Vano.


"sepertinya begitu" balas Shesa singkat.


"baiklah, aku akan pergi ke kamar sebelah, aku mau mandi dulu, masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan...hm" pamit Vano sembari mengecup pipi Shesa.


kemudian Vano keluar dari kamar mereka, Shesa memperhatikan setiap langkah Vano sampai Vano menghilang dari pandangannya.


Shesa menghela nafas dalam-dalam, hatinya masih kalut dengan kejadian hari ini, melihat sang suami bertemu dengan wanita seksi, itu bukanlah pertemuan antara seorang pebisnis, namun itu adalah pertemuan dalam hal yang berbeda.


Shesa lantas menaruh buket bunga itu di atas meja, ia merasa haus dan segera mengambil air minum di dalam kulkas, tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk.


"tok...tok...tok..."


lantas Shesa segera membukakan pintu, ternyata Mita, Nabila dan Monic sudah berada diluar pintu kamar Shesa.


"hai...Shesa" seru ketiganya.


"hai ...ayo masuk" seru Shesa mempersilakan teman-temannya masuk.


"wahh...Shesa makasih banget loh kamu mau ngizinin kita untuk bermalam di kamar ini" seru Mita sambil memeluk Shesa.


"iya...pintu kamar ini terbuka lebar untuk kalian" sahut Shesa.


"kalian minum apa?" Shesa menawarkan pada ketiga temannya


"terserah kamu deh Sha!" jawab Nabila sembari melihat-lihat kamar Shesa yang luas, secara tak sengaja mata Nabila dibuat terkejut oleh buket bunga mawar yang terdapat diatas meja.


kemudian Nabila mengambil bunga mawar itu.


"bunga ini, kayak bunga yang dibeli pak Vano, kok bisa ada disini?" Seru Nabila penuh tanya.


"Shesa..." seru Nabila.


"kau dapat bunga ini darimana?" seru Nabila sembari membawa buket bunga mawar yang di berikan Vano, Shesa menoleh dan ia berusaha mencari alasan untuk menutupinya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2