
"nyonya, jangan bicara sembarangan Anda, Shesa itu gadis baik-baik, pak Dante juga adalah guru yang bertanggung jawab, jangan mengada-ada Anda" seru Monic menyela ucapan Siska.
"tau apa kamu bocah ingusan, apa kamu tahu bahwa sahabatmu ini sudah berselingkuh dengan gurunya sendiri!" ucap Siska yang selalu ngegas.
"berselingkuh?"
Monic mengerutkan keningnya, ia masih tidak mengerti apa yang dikatakan wanita itu.
"cukup nyonya, Anda tidak punya alasan menuduh saya seperti itu!" sahut Shesa yang merasa harga dirinya telah dipermalukan oleh Siska, Vano mencoba menahan Shesa agar ia tidak mendekati Siska, karena Vano tahu Siska tidak segan-segan untuk menyakiti.
"aku tidak akan menuduhmu kalau aku tidak punya bukti" ucapnya percaya diri.
Vano masih terus menunggu amarah Siska sampai meledak-ledak, sampai mana permainannya itu akan berakhir, ia terus mendampingi Shesa agar Siska tidak menyentuhnya walau seujung rambut pun.
tiba-tiba Laura merasakan sakit yang luar biasa
"aahh... sakit Tante" pekik Laura yang semakin kesakitan.
Siska menghampiri Laura, dan beberapa petugas kesehatan terlihat datang untuk membawa Laura kerumah sakit.
"Laura kamu bertahan ya, nanti Tante kerumah sakit, ada hal penting yang harus Tante bongkar sekarang" ucapnya sinis.
akhirnya petugas kesehatan membawa Laura kedalam mobil ambulance, semua siswa tampak melihat Laura yang sedang terbaring kesakitan.
"ya ampun kok bisa sampai gitu sih"
"kasihan ya, dia tampak kesakitan sekali"
"bukankah itu anak baru itu ya"
"kok bisa-bisanya ya dia pendarahan gitu, ya ampun ngeri banget"
beberapa siswi membicarakan Laura yang sedang dibawa masuk kedalam mobil ambulance.
tak berselang lama, kepala sekolah datang dan masuk keruangan UKS, dimana masih ada Siska disana.
"selamat siang" sapa kepala sekolah.
"selamat siang pak kepala sekolah, kebetulan Anda datang kemari" seru Siska yang mulai bersiap untuk melancarkan aksinya.
Shesa menatap Vano, ia khawatir wanita itu akan berbicara yang bukan-bukan kepada kepala sekolah, namun Vano tetap menenangkan istrinya, ia memberinya tatapan yang menyejukkan, senyumnya seolah mengatakan semua akan baik-baik saja.
__ADS_1
"jangan khawatir sayang, aku akan selalu bersamamu" tatapan itu saling beradu dan Shesapun merasa lebih tenang.
"kami atas nama sekolah, meminta maaf atas kejadian yang menimpa Laura, nyonya" ucap kepala sekolah pelan.
"kami tidak tahu kalau Laura bisa sampai mengkonsumsi obat itu, itu diluar dugaan kami, semua produk makanan ataupun minuman yang dijual di sekolah ini, semua sudah melewati standard kesehatan nyonya, kami tidak sembarangan mengizinkan makanan ataupun minuman untuk dijual sebelum melewati standarisasi" jelas kepala sekolah.
"terus, Anda pikir keponakan saya yang salah?" jawab Siska ketus.
"oh ... atau mungkin obat itu Shesa yang membawanya, secara dia kan lagi hamil, hm...dia hamil saat sekolahnya belum lulus, meskipun sudah punya suami, tidak menutup kemungkinan Shesa ingin menggugurkan kandungannya" ucap Siska mulai membuat ubun-ubun Vano mulai panas, namun dengan wajah tersembunyinya, Vano berusaha tenang.
"apa maksud Anda nyonya! kenapa Anda menuduh saya sekejam itu, saya tidak mungkin melakukan hal sebodoh itu" balas Shesa
"kamu jangan sok suci ya, mentang-mentang istri Vano, kamu seenaknya berbuat sesuka hatimu, kamu mengkhianatinya dengan guru baru ini, kamu ingin menggugurkan kandungan mu karena kamu ingin tidur dengan laki-laki ini, iya kan?" seru Siska seperti rem blong.
tiba-tiba
"plaakkkk" sejenak ruangan itu hening, sebuah tamparan keras dari tangan Shesa, membuat Siska merundukkan tubuhnya.
Vano Melihat kemarahan pada istrinya, baru kali ini Vano mendapati Shesa dengan wajah murkanya.
"kau boleh menghinaku nyonya, tapi aku tidak terima jika kau menghina anak yang aku kandung ini, aku tidak tahu siapa sebenarnya Anda, tapi untuk seorang wanita, kita punya perasaan yang sama, benar-benar ucapan Anda tidak jauh beda dengan suara anjing yang selalu menggonggongi orang yang lewat, mulutmu adalah sampah busuk" ucap Shesa dengan sorot mata penuh kebencian terhadap sikap Siska.
"Shesa... jangan terbawa emosi, ingat kandunganmu" seru Monic mengingatkan sahabatnya itu.
"ya Tuhan, apa yang sudah aku lakukan!" gumamnya sedih.
tak sampai disitu Siska terus saja menyerang Shesa, ia menunjukkan kepada semua orang tentang bukti perselingkuhannya dengan pak Dante.
sejenak ruangan UKS itu menjadi bioskop dadakan para siswa, semua mata tertuju pada situasi didalam ruang UKS, bahkan semua dewan guru dibuat terkejut dengan tamparan Shesa yang terdengar keras sampai diluar ruangan.
"eh...ada apa sih"
"itu Shesa menampar wanita bercadar itu"'
"ya ampun, Shesa nggak pernah loh tiba-tiba nampar orang sembarangan, kalau bukan orang itu yang memulai gara-gara dengannya"
"iya kamu benar"
riuh suara para siswa diluar ruangan UKS.
"pak kepala sekolah, saya akan buktikan bahwa perkataan saya memang benar, jika Shesa sudah berselingkuh dengan gurunya itu, aku mau lihat saat Vano mengetahui ini, dia pasti akan segera meninggalkanmu" seru Siska menatap tajam kearah Shesa.
__ADS_1
"nyonya, sebaiknya Anda pergi, sebelum Anda menyesalinya!" sahut Vano mengingatkan dan mencoba meredam emosinya.
"pergi katamu ??....aku tidak akan pergi sebelum aku bongkar kebusukan kalian, dan Vano akan segera mengetahui bahwa istri tercintanya sudah berbuat serong" ucap Siska yang masih belum sadar bahwa pak Dante adalah Vano.
"dasar wanita gila, mana mungkin Shesa dan pak Dante melakukan itu" seru Monic tidak percaya.
kemudian Siska mulai mengeluarkan ponselnya, dengan penuh percaya diri, ia menunjukkan video dimana Shesa keluar dari kamar pak Dante saat kegiatan Out Dor Learning kemarin.
"kalian semua lihat ini" seru Siska sembari menunjukkan video itu kepada semua orang.
pak kepala sekolah hanya terdiam, ia tidak bisa memutuskan apa-apa, karena ia sadar Vano berada didalam ruangan yang sama.
"Shesa...kamu...itu tidak mungkin, apa yang dikatakan wanita ini adalah sepertinya benar" seru Monic yang mulai ragu dengan sahabatnya itu.
"Monic, itu tidak seperti yang kamu kira, itu semua fitnah" ucap Shesa meyakinkan Monic.
seluruh mata yang melihat video itu, merasa tak percaya, Shesa yang merupakan istri dari pemilik yayasan ini telah menyelingkuhi suaminya.
"ya ampun, kok Shesa gitu sih, kasihan pak Vano"
"nggak nyangka ya, tega banget, padahal pak Vano sangat mencintainya"
"he em ... benar-benar tega, padahal dia lagi hamil loh, kok bisa-bisanya sih selingkuh"
para siswa ramai membicarakan video itu.
Siska tersenyum penuh kemenangan, kemudian ia berjalan menghampiri Shesa dan Vano.
"sekarang kalian tidak bisa berkutik lagi, aku akan menelepon Vano sekarang juga" ucap Siska sembari menekan nomor Vano.
perlahan ia mulai meletakkan ponselnya di telinganya, sejenak menunggu panggilannya tersambung.
tak berselang lama tiba-tiba terdengar bunyi panggilan ponsel dari saku pak Dante, Siska mencoba mencari sumber suara itu dan mencoba menghubungkannya dengan ponselnya.
matanya terbelalak ketika ia mendapati suara itu berasal dari guru baru yang berada disamping Shesa.
"apa? kenapa bunyi ponsel Vano ada pada guru itu?" gumamnya penuh tanda tanya
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥
__ADS_1
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SAYANG 😘😘❤️❤️