
Keesokan harinya, pagi yg cerah menyambut suasana yg masih terasa dingin, Shesa bangun lebih awal, ia sengaja melakukan itu karena ia ingin membuatkan sarapan untuk suaminya, Shesa pergi ke dapur, ada beberapa pelayan yg berada di dalam dapur, mereka terkejut dengan kedatangan Shesa.
"nona muda...kenapa ada disini? ada yg bisa kami bantu?" tanya seorang pelayan
"tidak...aku tidak butuh apa-apa, ingin memasak untuk suamiku!" jawab Shesa dengan ramah.
"tapi nona, itu adalah tugas kami, biar kami yg melakukannya" seru pelayan itu.
"sudahlah...tidak apa-apa, ini sudah kewajibanku sebagai seorang istri, untuk melayani suamiku" sambung Shesa dengan senyum manisnya.
para pelayan tidak bisa menolak permintaan Shesa yg memaksa, dengan penuh semangat Shesa membuatkan sarapan untuk Vano, ia membuat nasi goreng jawa khas buatannya, meskipun Vano terbiasa dengan makanan modern, namun ia yakin Vano pasti menyukainya.
dengan telaten dan semangat, Shesa tak takut kotor ataupun bau saat memasak di dapur, pelayan memperhatikan Shesa dengan senang, mereka tak menyangka istri tuan mudanya bisa berbaur dengan kalangan seperti mereka.
"eumm..." Shesa mencium bau masakannya sambil terpejam, beberapa pelayan juga mencium aroma masakan Shesa yg sangat harum.
"hmm...sepertinya sudah matang" Shesa mengambil piring dan membagi nasi goreng itu menjadi beberapa piring.
"ini buat kalian" seru Shesa sambil memberikan piring berisi nasi goreng jawa kepada beberapa pelayan di dapur itu.
"tapi nona...kami tak pantas mendapat ini" seru seorang pelayan, Shesa tersenyum pada mereka.
"kata siapa?...udah ayo dimakan, aku udah capek-capek loh bikinin ini" tukas Shesa sembari mengerucutkan bibir mungilnya.
"tapi...untuk tuan muda?" tanya salah satu pelayan.
"jangan khawatir, suamiku sudah aku buatkan yg lebih spesial...ayo tunggu apa lagi, dimakan dong" pinta Shesa pada kedua pelayan itu.
"ba...baik nona"
kedua pelayan itu mencicipi masakan Shesa, mereka sangat terkejut dengan citarasa dari nasi goreng buatan Shesa, meski terlihat sederhana namun rasanya tidak mengecewakan.
"gimana?" tanya Shesa harap-harap cemas.
"nggak nyangka ya...selain cantik dan baik, ternyata nona muda pinter masak juga, ini benar-benar enak loh non...beneran" jawab pelayan itu dengan senang.
"kalian bisa aja" jawab Shesa tersipu malu.
"tuan muda benar-benar beruntung punya istri seperti non...mudah-mudahan saja non dan tuan muda lekas diberi anak, biar makin rame di rumah ini" seru seorang pelayan dengan senangnya.
__ADS_1
"anak?...hehe...iya..iya..." jawab Shesa sambil menyengir.
*******
di dalam kamar, Vano terjaga dari tidurnya, ia meraba-raba ranjang tidur, ternyata ia tak mendapati keberadaan Shesa di sampingnya, lantas iapun bangun dari tidurnya.
"sayang...sayang...kamu dimana?" Vano beranjak ke kamar mandi, namun ia tak mendapati Shesa berada di dalamnya, Vano mencarinya di sudut-sudut ruangan kamarnya yg luas, namun Shesa tak juga ia temukan.
"kemana dia" Vano lantas keluar dari kamar dan segera turun dari tangga, sejenak ia mencium aroma harum dari arah dapur, iapun mulai berjalan ke arah dapur, disana Vano mendapati keberadaan Shesa bersama pelayan.
Vano menyandarkan badannya di antara pintu dapur sambil menyilangkan kedua tangannya, Shesa yg sedang asik bercengkerama dengan pelayan, tak menyadari bahwa Vano sudah memperhatikannya sedari tadi, tiba-tiba salah seorang pelayan melihat kehadiran Vano, tiba- tiba pelayan itu minta undur diri dari dapur sambil menarik lengan baju temannya.
"hei...ada tuan muda, ayo kita pergi" bisik pelayan itu pada temannya, dan temannya baru menyadari bahwa Vano telah memperhatikan mereka sedari tadi.
"nona...kami permisi dulu, ada pekerjaan yg harus kami selesaikan" pinta kedua pelayan itu.
"loh...kok buru- buru, nggak dihabiskan nasi gorengnya" seru Shesa sedikit kecewa.
"iya...nanti pasti kami habiskan nasi gorengnya, permisi nona" kedua pelayan itu langsung bergegas meninggalkan Shesa.
Shesa merasa bingung dengan tingkah kedua pelayan itu, tiba-tiba saja mereka berlari ketakutan seperti baru saja melihat hantu.
"e...ehm.." suara khas Vano membuat Shesa terperanjak.
"ternyata nyonya Vano Perkasa sedang berada disini" Vano mulai berjalan menghampiri Shesa.
"sayang...kau sudah bangun" jawab Shesa tersenyum, Vano terus mendekati Shesa, hingga jarak keduanya hanya beberapa centi saja.
"berani sekali kau meninggalkan aku sendiri" bisik Vano sembari mencium bagian belakang telinga Shesa yg harum, wangi blossom yg lembut membuat Vano berlama-lama memeluk istrinya.
"sayang...lepasin ...malu...nanti dilihat sama pelayan" seru Shesa sembari melepaskan pelukan Vano dari tubuhnya.
Vano terlihat sedikit kesal dengan sikap Shesa, wajahnya nampak manyun nggak jelas saat Shesa melepaskan pelukannya.
"hmm...kok gitu mukanya, oh..sayang...maafin aku ya...muach" seru Shesa sambil mencium pipi Vano.
"sekarang duduk....aku punya sesuatu untukmu" pinta Shesa sembari memberikan kejutan untuk Vano.
Vano mengernyitkan dahinya saat melihat Shesa membawa sepiring nasi goreng untuknya.
__ADS_1
"apa ini sayang?" tanya Vano.
"nasi goreng jawa, aku buatin khusus buat suamiku tersayang" seru Shesa dengan optimis.
"hmm...kamu yg masak? enak nggak nih?, kayaknya nggak meyakinkan, jangan-jangan nggak enak, kamu tahu kan aku tuh nggak biasa dengan masakan biasa" seru Vano dengan sombongnya.
"ih...kebiasaan...dicoba dulu dong..." pinta Shesa merengek.
"okeyy...aku coba, awas saja kalau rasanya nggak enak, aku bakal hukum kamu sampai nyonya Vano tidak akan sempat mengeringkan rambutnya" sahut Vano sembari melirik rambut Shesa yg masih nampak basah.
"diih...apaan sih sayang, sekarang ayo dimakan" pinta Shesa
"emm...suapin" seru Vano manja, Shesa memutar bola matanya lantas ia mengambil sesendok nasi goreng, kemudian ia suapkan pada Vano.
Vano merasa ada sensasi yg berbeda dari rasa nasi goreng buatan Shesa, ia belum pernah merasakan nasi goreng seenak itu sebelumnya.
"gimana?" Shesa membulatkan matanya bertanya pada Vano.
"emm....ternyata istriku ini benar-benar pintar, enak...enak...banget" seru Vano sembari melahap sendiri nasi goreng itu dengan cepat.
"hmm ...katanya nggak suka makanan biasa, ternyata doyan juga ya" sahut Shesa sambil menyilangkan tangannya.
"hmm....aku bercanda sayang, sini...aku suapin" ucap Vano sambil menyuapi Shesa dengan mesra
Shesa tersenyum, mereka berdua menikmati nasi goreng itu berdua, di sela-sela kebersamaan mereka, Vano melihat nasi yg menempel dibibir mungil Shesa.
"sayang...ada sesuatu di mulutmu" seru Vano saat melihat nasi yg masih menempel di ujung bibir Shesa.
dan Shesapun mencoba mengambilnya dari sudut bibirnya, namun tiba-tiba tangan Vano menepis tangan Shesa yg mencoba mengambilnya.
tiba-tiba Vano mendekatkan bibirnya pada bibir Shesa, Shesa terpejam saat Vano mengambil sebulir nasi yg menempel dengan mulutnya.
so sweettβ€β€β€
BERSAMBUNG
ππππ
hai readers ku yg setia...dukung terus ya karya author, supaya author lebih giat lagi upadatenya
__ADS_1
I Love You Allππ