
Dan akhirnya hari yang dinantikan Helena telah tiba, ia berdiri di depan cermin, menatap pantulan bayangan dirinya yang tengah memakai gaun pengantin putih nan indah menawan.
"Mommy, aku yakin Mommy pasti ikut bahagia melihatku disini, aku akan melanjutkan hidupku bersama orang yang mencintaiku, semoga Mommy bahagia bersamaNya, Amin"
Helena meyakinkan dirinya, hari ini ia akan melaksanakan sumpah pernikahan di depan Tuhan, ia akan membuka lembaran baru bersama dokter Erick yang sudah menerima Helena sepenuh hati, mencintainya tanpa syarat.
"Ayo Helena, calon suamimu sudah menunggumu" seru Leona menghampiri keponakannya yang masih berada di ruang make up.
Helena tersenyum dan menoleh kearah Leona, tampak Leona begitu pangling melihat Helena yang begitu cantik.
"Hari ini kamu terlihat cantik sekali sayang, dokter Erick pasti akan semakin terpesona melihat dirimu, ayo" seru Leona sambil mendampingi Helena menuju tempat pernikahan.
Sementara semua tamu undangan menunggu kedatangan mempelai wanita, pernikahan keduanya di adakan di sebuah hotel mewah bintang 5, dokter Erick tampak gagah dengan memakai setelah kas berwarna hitam dengan kemeja berwarna putih.
Hendrawan menyambut Helena yang keluar dari kamarnya bersama Leona.
"Kamu terlihat cantik sekali Helena, ayo dokter Erick sudah tidak sabar menunggumu" ucap Hendra sembari mendampingi Helena menuju altar pernikahan, dimana Pastor dan Dokter Erick sudah menunggu kedatangan calon mempelai wanita.
Tampak Vano dan Shesa beserta Baby Ray turut hadir dalam acara yang sakral itu, terlihat semua anggota keluarga menyaksikan dua insan yang saling berikrar janji sehidup semati. Dewa dan Anggi, Excel dan Vera juga turut menghadiri hari istimewa itu.
Helena mulai memasuki ruangan, dengan anggunnya ia melangkahkan kakinya, terlihat Hendra begitu tulus mendampingi keponakan nya itu, semua yang hadir tampak terpesona dengan kehadiran calon mempelai yang sangat menawan itu, gaun pengantin yang mengekor panjang, membuat penampilan Helena bak seorang ratu.
Dokter Erick tersenyum saat pengantinnya mulai datang, pandangannya tak pernah lepas dari wajah Helena, meskipun wajah Helena terlihat samar oleh kain tipis yang menutupi wajahnya, namun masih terlihat dengan jelas aura kecantikan dari gadis berkulit putih itu.
Tampak Vano dan Shesa bahagia melihat Helena datang.
"Helena terlihat cantik banget, benar nggak sih sayang" seru Shesa memuji.
"Hm...jadi ingat saat kita menikah dulu, kamu juga terlihat sangat cantik" sahut Vano sembari mengingat momen saat Shesa turun dari tangga dan membuatnya terpukau.
"Masa sih, perasaan kamu dulu sebel banget sama aku" ucap Shesa mengingatkan.
"I...iya sih, tapi lama-lama kamu membuatku semakin terpesona, membuatku semakin ingin mendekatimu, kamu selalu membuatku penasaran, hingga akhirnya aku jatuh cinta padamu, dan tentunya kamu semakin membuatku candu, aku tak bisa lepas darimu" bisik Vano lembut.
Seolah Baby mereka ikut senang mendengarkan ucapan Vano, tiba-tiba saja Baby Ray tersenyum dalam gendongan Shesa.
"Eh dia tersenyum, kamu dengar ucapan papa ya!" seru Vano sambil mencium pipi Baby Ray saat mengetahui baby mereka ikut tersenyum.
Shesa tampak tersenyum bahagia melihat kedekatan Vano dan bayinya.
__ADS_1
*****
Dan akhirnya Hendra dan Helena tiba di hadapan dokter Erick dan pastor. Hendra memberikan tangan Helena kepada Dokter Erick, dokter Erick menyambutnya dengan bahagia.
"Kau sangat cantik sekali sayang" ucap dokter Erick saat Helena berada disamping nya.
Helena tersenyum malu saat dokter Erick mencium tangannya, kemudian keduanya saling menatap.
Dan saat itulah dokter Erick mengucapkan janji pernikahan.
"Hari ini saya Erick Daniello dihadapan Tuhan dan jemaatNYA mengambil engkau Liu Helena sebagai istriku satu-satunya Dan sah, serta berjanji akan mengasihimu, mendampingimu, dan melindungimu dalam keadaan kelimpahan maupun kekurangan, sehat maupun sakit.
Berjanji tetap setia padamu dalam keadaan apapun sampai kematian memisahkan kita.
Kiranya Tuhan menguatkan janji saya serta memampukan saya menjadi seorang suami sebagaimana layaknya seorang suami yang beriman kepada Tuhan.
Cincin yang pernah kuberikan kepadamu akan tetap menjadi tanda perjanjian yang telah ku ikrarkan padamu di hadapan Tuhan dan jemaatNYA"
janji Erick sembari menatap dalam-dalam bola mata Helena.
Setelah dokter Erick berucap janji setia, Kemudian Helena juga mengucap janji pernikahan.
Berjanji tetap setia padamu dalam keadaan apapun sampai kematian memisahkan kita.
Kiranya Tuhan menguatkan janji saya serta memampukan saya menjadi seorang istri sebagaimana layaknya seorang istri yang beriman kepada Tuhan.
Cincin yang pernah kuberikan kepadamu akan tetap menjadi tanda perjanjian yang telah ku ikrarkan padamu di hadapan Tuhan dan jemaatNYA."
Setelah keduanya mengucap janji pernikahan, kemudian mereka berdua saling tukar cincin, setelah itu dokter Erick membuka kain penutup wajah istrinya, perlahan namun pasti penutup itu mulai ia buka, dan tampaklah wajah cantik Helena yang membuat dokter Erick segera ingin menciumnya.
Dengan penuh kemesraan dokter Erick mencium bibir istrinya, dan tentu saja itu membuat seluruh yang hadir dibuat terpanah dan turut bahagia melihat penyatuan cinta mereka.
"Hmm...so sweet, mereka mesra sekali" seru Shesa yang melihat kemesraan dokter Erick dan Helena.
"Kita juga bisa seperti mereka berdua" sahut Vano yang tiba-tiba tanpa menatap Shesa, namun bibir Vano tampak mengulum senyum dengan penuh kebahagiaan.
"Nggak bisa sayang, tunggu 2 bulan lagi" ucap Shesa sembari memutar bola matanya.
"Kamu tega menyapih aku selama itu!" rengek Vano sambil merangkul istrinya.
__ADS_1
"Hmm...kalau Iya kenapa?" jawab Shesa menggoda suaminya.
"Jangan dong sayang, bisa-bisa lumutan nanti" jawab Vano yang membuat Shesa sontak menatap wajah suaminya.
"Lumutan?" seru Shesa sembari tertawa kecil.
"Malah ketawa lagi" ucap Vano salah tingkah.
"Ada-ada aja sih papa kamu sayang" seru Shesa sambil memandang wajah Baby nya.
******
Dan akhirnya Helena dan dokter Erick resmi menjadi suami istri.
"Selamat ya Helena, kami ikut bahagia" ucap Shesa sembari tersenyum.
"Terimakasih Shesa, semua ini tak lepas dari dukungan kalian semua" jawab Helena tersenyum.
Kemudian Vano merangkul dokter Erick dan menepuk bahunya.
"Selamat bro, akhirnya kamu tidak akan sendiri lagi, tolong jaga Helena baik-baik, awas saja kalau kamu berani menyakitinya, aku bikin kamu seperti ayam goreng, aku remas-remas tulangmu" seru Vano yang diiringi gelak tawa mereka.
Kemudian Hendrawan dan Leona menghampiri Helena yang bersanding dengan dokter Erick
"Helena sayang, sesuai janji Om sama kamu, karena kamu sekarang sudah menikah, maka Om akan memberikan sebagian harta warisan dari Almarhum kakek untukmu" seru Hendra yang membuat Helena sangat terharu.
"Terimakasih Banyak Om, sebenarnya bagi Helena keluargalah harta yang paling termahal, kalian semua adalah hartaku" ucap Helena yang diiringi pelukan hangat Hendrawan.
"Om sangat bangga padamu nak!".
BERSAMBUNG
❤❤❤❤
...*VISUAL HANYA KEHALUAN AUTHOR SAJA Y**A*😊...
...Maaf Kalau ada yang kurang dari ikrar janji tersebut, author hanya ingin memberi nilai-nilai toleransi dalam novel ini, semoga bisa di pahami 😊...
__ADS_1