Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
Fashion show


__ADS_3

Keesokan harinya...


"Aku pergi dulu, paling cuma tiga sampai empat hari aku di sana, jaga dirimu baik-baik" pamit Vano sambil memegang pipi Shesa dan mencium keningnya.


Shesa tersenyum lantas mencium tangan Vano, tak berapa lama Vano pun berlalu meninggalkan kediamannya yg mewah, hanya tinggal nenek dan Shesa yg berada di dalam rumah, Shesa masuk ke dalam rumah, ia mendapati pesan dari pihak penyelenggara acara pameran di Squard City.


"*Untuk peserta yang berpartisipasi pada acara pameran besok di Squard City, dimohon untuk datang tepat waktu...terimakasih*"


Shesa tersenyum, dia sudah mempersiapkan semuanya untuk acara esok, acara yang sangat ia nanti-nantikan, apalagi ada model terkenal Naina Permata yang akan memeragakan busananya, Shesa mempersiapkan gaun-gaun yg ia gunakan untuk acara fashion show nanti.


Tiba-tiba nenek datang ke kamar Shesa, ia melihat Shesa tengah sibuk mempersiapkan segala sesuatunya,


"Shesa...apa yqng sedang kau persiapkan? Kamu nampak sibuk?" tanya nenek


"Eh...nenek, Shesa besok mau ikut acara fashion show di Squard City nek, ini event yang sangat langka nek, Shesa bisa berkesempatan untuk memperkenalkan karya-karya Shesa nantinya" jawab Shesa semangat.


"Bagus itu...semoga kamu bisa sukses memperkenalkan karya-karyamu ya" ungkap nenek sambil tersenyum.


"Terima kasih nenek, nenek memang baik banget" balas Shesa sambil memeluk nenek dengan manja.


*


*


*


*


Di Bandara


Vano sudah mulai take off dengan pesawat pribadinya, dengan berat hati ia harus meninggalkan Shesa dan nenek di rumah, meskipun banyak pelayan dan bodyguard yang menjaganya, tetap saja Vano merasa tak cukup untuk menjaga Shesa, Ia merasa hanya dirinya lah yang bisa menjaga Shesa dengan sepenuhnya.


"Sungguh aku tidak bisa jauh darimu sayang, rasanya aku ingin pulang saja sekarang" gumam Vano sambil memandang potret kemesraan mereka lewat ponsel nya.


Setelah beberapa jam Vano terbang, akhirnya ia telah sampai di KL dengan selamat, kehadirannya disambut hangat oleh koleganya di Malaysia, lantas ia beristirahat di hotel yang paling mewah di tempat itu, Vano merebahkan dirinya, ia merasa begitu letih dengan perjalanan yang cukup melelahkan itu, ia beristirahat sejenak sebelum pertemuan pentingnya dengan beberapa investor asing di sana.


"Pak Vano...jadwal pertemuan nanti akan di laksanakan pukul 10 waktu setempat" seru sekretaris Jimmy pada Vano, dengan sikap yang cool dan elegan ia mendengar ucapan sekretaris Jim kepadanya.


"Kapan aku bisa pulang?" tanya Vano yang membuat sekretaris Jimmy melongo, ia sangat terkejut Vano bicara seperti itu padanya, padahal baru tadi siang mereka mendarat di KL, tiba-tiba Vano menanyakan kapan kepulangannya, sedangkan acara pertemuannya saja belum terealisasi.

__ADS_1


"Maaf pak, kita kan baru nyampe di KL, dan itupun masih dalam hitungan jam kita berada disini, kok bapak menanyakan kapan pulang?" seru Sekretaris Jimmy.


"Ya...ya...tapi aku sudah tidak betah lama-lama disini, majukan acara pertemuannya, agar aku bisa pulang secepatnya" perintah Vano.


"Tidak bisa pak, ini sudah kebijakan dari pihak mereka" jawab sekretaris Jimt, Vano menghela nafas, terpaksa ia harus menahan rasa rindunya sementara untuk istrinya.


*


*


*


*


Hari yang dinanti telah tiba, jam masih menunjukkan pukul 10 pagi, Shesa telah mempersiapkan dirinya untuk pergi ke acara fashion show di Squard City, Shesa lantas menghampiri Mario yang setia menjaga dirinya untuk Vano.


"Mario...aku ingin kamu mengantarkanku ke acara di Squard City malam ini" pinta Shesa pada Mario, dan Mario pun menganggukkan kepalanya


"Hari ini nona?" jawab Mario


"Iya...nanti jam 7 malam" seru Shesa, lantas Shesa segera pergi ke dalam rumah.


"Tuan muda" batin Mario


"Iya Tuan muda" seru Mario


"Bagaimana keadaan rumah?" tanya Vano


"Semuanya baik-baik saja Tuan muda"balas Mario


"Hmm...bagus...bagaimana dengan istriku?" tanya Vano lebih mendetail.


"Oh... Nona muda baik-baik saja, namun malam ini ia minta diantar ke acara Fashion Show di Squard City" jawab Mario


Tiba-tiba "Tut...tut...tut..." Vano mendadak telah menutup teleponnya.


"Halo...halo... Tuan muda...kok putus" seru Mario sambil menatap layar ponselnya.


Ada perasaan geram bercampur khawatir di sana, Vano merasa khawatir terhadap Shesa yang memaksakan dirinya untuk mengikuti acara itu, dimana ada Naina yang ikut serta dalam pagelaran tersebut, Vano tidak mau istrinya bertemu dengan Naina, sang mantan.

__ADS_1


Vano segera memerintahkan sekretaris Jim untuk mengcancel semua pertemuannya hari ini, Vano memutuskan untuk segera kembali ke Indonesia sekarang juga.


"Tapi pak... Anda sudah ditunggu oleh mereka, jika bapak pulang sekarang, maka kita tidak akan mendapat peluang besar ini pak" sanggah sekretaris Jim, namun Vano tak memperdulikan perkataan Sekretaris Jimmy, ia lebih mementingkan Shesa dari apapun, ia tak peduli berapapun kerugiannya, yang terpenting jangan sampai Shesa bertemu dengan Naina.


"Aku tidak peduli...sore ini aku akan pulang ke Indonesia" seru Vano bersikeras.


Sekretaris Jimmy tidak bisa berbuat apa-apa, apa yang diperintahkan Vano, ia harus mematuhinya, setelah Vano bersiap-siap untuk berangkat, akhirnya ia bisa take off dan terbang meninggalkan KL.


Jam sudah menunjukkan setengah tujuh malam, Shesa sudah nampak anggun dengan dress warna peach yg membuatnya semakin cantik, dengan rambut yg sengaja ia biarkan terurai indah, sangat cocok untuk gadis seusianya.


Shesa mulai masuk kedalam mobil, setelah beberapa menit mobil telah sampai di tempat yg telah dituju, banyak mata memandang saat Shesa hadir di karpet merah, sorot lampu yg tertuju padanya, membuat semua orang menatapnya penuh kagum.


Tiba-tiba Naina menghampiri Shesa.


"Hai...Shesa...kau nampak cantik malam ini, aku nggak nyangka loh kamu bisa seanggun ini" seru Naina memuji, tak dipungkiri Shesa memang menjadi primadona di acara itu, padahal dia hanya peserta yg mengikutsertakan karya-karyanya pada ajang bergengsi itu, namun pesonanya melebihi model-model yg memperagakan gaun-gaunnya.


Shesa memeluk Naina


"Makasih banyak mbak Naina, sudah memberi saya kesempatan untuk memperkenalkan karya saya lewat popularitas mbak Naina yg sudah tidak diragukan lagi" seru Shesa bangga.


"Iya sama-sama...ngomong-ngomong semua gaun yg kamu buat, semua kualitasnya bagus-bagus, aku yakin suatu saat nanti dunia akan melihatmu sebagai desainer yg kompeten" sambung Naina.


Dan acara itu pun segera dimulai, satu persatu Naina memperagakan gaun yg dibuat oleh Shesa, seluruh audience sangat terpukau dengan penampilan Naina yg sangat profesional.


******


Vano sudah sampai di bandara, lantas ia bergegas menuju tempat acara fashion show itu diadakan, sesekali ia melihat ke arah jam tangan yg diberikan Shesa padanya.


"Kenapa kau tidak mendengarkan ku sayang, jangan pergi ke acara itu, dasar keras kepala" gumam Vano.


Vano sangat mengkhawatirkan Shesa, ia berharap Naina tidak mengetahui status Shesa yg sebenarnya, jika Naina tahu entah apa yg dilakukan wanita itu pada istrinya, sebab Vano tahu betul sifat dan karakter Naina yg sejatinya tidak mau mengalah....


Setelah beberapa menit, Vano telah sampai di Squard City....


BERSAMBUNG


🍁🍁🍁🍁


...Maaf ya bila masih menemukan typo, mohon dimaklumi, author mah cuma remahan rengginang 🤭🤭...

__ADS_1


__ADS_2