Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
Shesa pingsan


__ADS_3

pada jam istirahat, sebagian siswa pergi keluar kelas, kecuali Shesa yang memutuskan berada di dalam kelas, Mita dan Nabila merasa tidak nyaman berada dalam kelas bersama Shesa, keduanya pergi keluar kelas dan tetap bersikap acuh terhadapnya.


Shesa memilih tenang menghadapi sikap kedua sahabatnya itu, dalam pikirannya memang sudah resiko dia harus merahasiakan pernikahannya dengan Vano, secara fisik dan mental dia harus kuat.


"Shesa kita keluar yuk" ajak Monic.


"kepalaku pusing Mon, aku disini saja" seru Shesa sembari memijit kepalanya.


"kamu nggak ke kantin?" ajak Monic untuk yang kedua kalinya.


"nggak...nggak aku nggak lapar" sahut Shesa cepat.


"ya sudah, aku keluar dulu ya!" ucap Monic pada Shesa yang terlihat sedikit pucat.


akhirnya Monic meninggalkan Shesa didalam kelas, Shesa merasa kurang vit hari ini, kepalanya sedikit pusing, oleh karena itu dia memutuskan untuk tetap berada di dalam kelas.


setelah beberapa saat Shesa merasa ingin kekamar kecil, ia berdiri dan berjalan menuju kamar mandi, setelah 5 menit ia keluar dari kamar mandi, Shesa berjalan menuju ke ruang kelasnya, ditengah perjalanan Shesa merasa tiba-tiba kepalanya berputar-putar dan pusing sekali, ia berjalan sambil berpegangan pada tembok kelas, beberapa siswa melihat Shesa sedang berjalan merambat sambil memegang kepalanya.


"Shesa kenapa tuh"


dan akhirnya Shesa tidak kuat menahan rasa sakitnya, akhirnya ia terjatuh dan pingsan.


"Shesa pingsan, ayo kita kesana"


beberapa siswa membawa Shesa ke ruang UKS, Mita dan Nabila melihat Shesa dibawa oleh beberapa temannya pergi ke UKS.


"Mita, Shesa kenapa tuh" ucap Nabila yang mengetahui Shesa dibopong oleh beberapa temannya, Mita menoleh dan mengikuti Shesa yang sedang dibawa ke ruang UKS.


setibanya di UKS, Shesa dibaringkan di atas tempat tidur, Monic yang diberi tahu oleh seorang temannya, bahwa Shesa sedang pingsan langsung menuju ruang UKS, sedangkan Mita dan Nabila hanya melihat Shesa dari luar.


Monic masuk kedalam ruang UKS, disana ada petugas kesehatan yang sedang memberikan minyak angin agar Shesa terbangun dari pingsannya, setelah beberapa saat Shesa terbangun, ia membuka matanya pelan, samar ia melihat ruangan nampak kurang jelas.


"Shesa, kamu nggak papa?" tanya Monic yang khawatir tentang keadaan Shesa.


"kepalaku pusing banget" ucap Shesa sembari memegang kepalanya.


"mungkin kamu kecapekan, ya udah kamu istirahat aja, setelah ini jam pelajaran Bu Siska, nanti biar aku yang bilang kalau kamu lagi sakit" ucap Monic penuh perhatian pada sahabat nya itu.


"terimakasih Mon" ucap Shesa pelan.


Setelah melihat keadaan Shesa, Mita dan Nabila memutuskan untuk masuk ke dalam kelas.

__ADS_1


"apa aku hubungi pak Vano aja?" seru Monic


"jangan, aku tidak mau mengkhawatirkan nya, ini akan baik-baik saja" ucap Shesa yang tidak mau merepotkan suaminya yang sedang bekerja.


"ya sudah terserah kamu aja, kalau begitu aku ke kelas dulu, bel masuk sudah berbunyi" seru Monic, dan Shesapun mengangguk.


******


di dalam kelas


Siska memasuki ruangan kelas 12 A, perempuan cantik dengan rambut sebahu itu, memperhatikan seluruh siswa yang berada didalam kelas, mata elang nya benar-benar tajam, ia tak mendapati Shesa berada didalam kelas, ia menghampiri Monic yang sebangku dengan Shesa.


"dimana temanmu, Shesa?" tanya Siska menyelidik.


"Shesa pingsan Bu, sekarang dia berada di UKS" jawab Monic.


"pingsan?" seru Siska terkejut


"tumben dia pake pingsan segala, selama ini Shesa merupakan gadis yang kuat, tahan banting, bahkan rekor panjat tebing pun dia yang nguasai, kenapa sekarang tiba-tiba fisiknya lemah?" ucap Siska sinis.


"mungkin dia kecapekan Bu, jadi sugar baby kan butuh tenaga yang kuat" sahut Mita sinis


Siska yang mendengar Mita mengatakan bahwa Shesa adalah sugar baby, merasa sangat senang, ada kesempatan baginya untuk menyakiti Shesa.


"apa kamu bilang? Shesa adalah sugar baby?" seru Siska sembari memicingkan matanya.


"iya Bu Siska" sahut Nabila.


"bagaimana kalian yakin bahwa Shesa adalah sugar baby?" tanya Siska menyelidik.


lantas Mita menceritakan semuanya kepada Siska, sehingga semua yang berada didalam kelas itu, menjadi tahu siapa Shesa yang sebenarnya.


"itu tidak benar Bu Siska, Shesa tidak seperti yang mereka tuduhkan!" sahut Monic yang selalu membela Shesa.


"kenapa kau yakin sekali bahwa Shesa tidak seperti apa yang mereka tuduhkan? apa alasanmu, katakan?" desak Siska kepada Monic.


"karena Shesa adalah...." Monic tidak melanjutkan kata-katanya, ia masih mengingat janjinya kepada Shesa, untuk tidak menceritakan rahasia nya kepada siapapun juga, akhirnya Monic tidak bisa mengatakan tentang hal yang sebenarnya.


Siska tersenyum senang mendapati berita ini, ia akan jadikan ini sebagai alasan untuk mengeluarkan Shesa dari sekolah.


"ini adalah berita yang luar biasa, akhirnya aku akan menghancurkan reputasi baik yang sudah gadis itu dapatkan dari sekolah ini, dan Vano tidak akan sanggup untuk menahannya untuk keluar dari sekolah ini" gumam Siska dalam hati.

__ADS_1


*******


jam pulang sekolah telah sampai pada waktunya, Monic menghampiri Shesa yang masih berada di dalam ruang UKS.


"Shesa, bagaimana keadaanmu?" tanya Monic.


"aku sudah agak mendingan" jawab Shesa sembari duduk di atas tempat tidur, kemudian ia beranjak untuk turun dari tempat tidur.


"Shesa, apa kamu masih kuat untuk berjalan?" seru Monic yang masih mengkhawatirkan Shesa.


"tidak apa-apa Mon, aku bisa jalan sendiri kok" sahut Shesa sembari tersenyum.


akhirnya Shesa dan Monic keluar dari ruangan UKS bersama, Shesa yang masih terlihat lemas, berusaha kuat agar tidak merepotkan Monic.


Mita dan Nabila yang melihat mereka berdua berjalan bersama, berusaha menyenggol tubuh Shesa yang masih terlihat lemas.


"ahh.." pekik Shesa saat Mita menyenggol tubuhnya dari belakang, hingga membuat Shesa hendak terjatuh, namun dengan sigap Monic menangkap tubuh Shesa.


"kalian ini, kenapa sih kalian benci banget sama Shesa, dia ini teman kita" seru Monic yang menyayangkan perbuatan Mita terhadap Shesa.


Mita dan Nabila hanya berdiri dan acuh terhadap mereka berdua, wajah mereka masih menyimpan rasa kecewa pada Shesa.


"dengerin aku ya, kalian akan menyesal dengan ucapan kalian, ini peringatan dariku Mita, Nabila, sebelum kalian menyesal, segera minta maaflah pada Shesa, cepat! perintah Monic agar kedua temannya itu meminta maaf pada Shesa.


"apa?? minta maaf, kami nggak Sudi minta maaf sama gadis murahan seperti dia!" ucap Mita, dan tiba-tiba Monic ingin menampar Mita yang mulutnya selalu menghina Shesa.


"Mita...." hardik Monic sembari mengangkat satu tangannya ke wajah Mita, namun Shesa menangkis tangan Monic agar ia tidak melakukan itu pada Mita.


"Monic, jangan" ucap Shesa kepada Monic.


"pergi kalian berdua, cepat pergi" seru Shesa pada Mita dan Nabila.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


HAI READERS TERSAYANG, JANGAN LUPA DUKUNG TERUS YA KARYA AUTHOR, DENGAN CARA LIKE, KOMEN, DAN BERI VOTE.


OH YA JANGAN LUPA UNTUK BERI HADIAH YANG SEBANYAK-BANYAKNYA, AGAR KARYA INI SEMAKIN POPULER.


TERIMAKASIH SAYANG 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2