
"Deg"
"Kok Romi menyebut nama Shesa?" gumam Laura yang terkejut saat Romi menyebut nama Shesa saat membuka teleponnya.
"Ini aku Rom, Laura!" seru Laura
Romi tampak salah tingkah, kemudian ia mencoba untuk bersikap tenang agar Laura tidak salah paham.
"Em... Laura, i...iya ada apa?" tanya Romi
"Nggak papa, cuma mau bilang topi kamu ketinggalan di rumah, oh iya Rom ...tadi kamu kok nyebut nama Shesa gitu?" ucap Laura penasaran
"Oh kamu salah dengar kali, sudahlah lupakan" seru Romi sembari menepuk dahinya.
"Eh... ngomong-ngomong, kamu lagi ngapain?" tanya Romi yang tiba-tiba ingin menggoda Laura.
Entah kenapa Laura merasa senang saat Romi menanyakan hal itu kepadanya.
"Aku habis belajar, besok ada ulangan sekolah, terus aku lihat topimu ketinggalan di atas kursi depan rumah, jadi ya aku beraniin telepon kamu, eh tapi maaf loh kalau aku udah ganggu kamu, biar kututup saja" ucap Laura yang tiba-tiba disela oleh Romi.
"Eh, jangan dong, kenapa ditutup? aku kan belum selesai bicara, Laura....em besok kamu ada waktu nggak?" sahut Romi
"Memangnya kenapa?" tanya Laura penasaran
"Sepulang sekolah aku mau bertemu sama kamu, bisa?" tanya Romi
"Em...bisa" jawab Laura
"Baiklah, besok aku akan ke rumah mu, sekarang istirahat lah, sampai jumpa besok..bye" seru Romi sembari menutup ponselnya.
"Bye"
"Tapi aku yakin tadi Romi menyebut nama Shesa, kupingku nggak tuli, apa mereka ada hubungan ya...ah nggak mungkin lah, Shesa kan udah punya suami, lagian Shesa juga nggak pernah cerita tentang Romi, kalaupun Shesa kenal ya pasti sebatas kakak kelas" gumam Laura cuek dan sembari berlalu untuk pergi tidur.
*****
Vano menutup teleponnya, kemudian Shesa menghampirinya dan bertanya kepada sang suami.
"Ada apa sayang? siapa yang menelepon?" tanya Shesa menyelidik
Vano menatap wajah istrinya.
"Dokter Erick, dia bilang Helena sedang menuju kemari" seru Vano
"Helena? malam-malam begini? untuk apa?" tanya Shesa penasaran
__ADS_1
"Tante Veronica ingin bertemu denganku, beliau ingin meminta maaf padaku atas perbuatannya yang telah membuat keluargaku terpisah, dan Helena kesini ingin menyampaikan permintaan Mommy nya secara langsung" jawab Vano
"Datanglah sayang, mungkin Tante Veronica sudah menyesali perbuatannya, Helena datang kemari, karena ia berharap kamu akan datang dan memaafkan Tante Veronica" ucap Shesa meyakinkan suaminya.
"Iya... kamu benar" ucap Vano mengiyakan.
Setelah itu Vano beranjak mengambil sesuatu di dalam laci, sebuah dokumen berwarna biru ia keluarkan dari persembunyiannya, Shesa mengerutkan keningnya saat sang suami membawa dokumen rahasia itu.
"Apa itu sayang?" tanya Shesa penasaran
"Dokumen ini berisi data-data perusahaan Tante Veronica yang berhasil aku ambil darinya, aku akan memberikannya kepada Helena, aku tidak berhak atas kepemilikan dokumen ini, Helena pasti membutuhkan nya" ucap Vano sembari memegang sebuah dokumen perusahaan Veronica yang selama ini ia simpan.
Shesa tersenyum mendengar ucapan dari suaminya, ia bangga atas kebesaran hati Vano yang mampu melupakan kesalahan Veronica yang telah membuat separuh hidupnya menderita.
Tak berselang lama seorang pelayan sedang mengetuk pintu, dan memberitahukan bahwa Helena sedang menunggu Vano.
"Bilang kepada Helena aku akan menemui nya" seru Vano kepada pelayan itu.
Kemudian pelayan datang kepada Helena menyampaikan pesan dari majikannya.
"Tuan muda akan segera menemui Anda nona" ucap pelayan
"Iya terima kasih" balas Helena tersenyum.
Vano dan Shesa akhirnya turun dan menemui Helena yang sudah menunggunya, Shesa memeluk Helena dengan penuh kehangatan.
"Aku baik-baik saja, maafkan aku, aku tidak bisa hadir dalam acara kalian, kalian tahu bahwa aku sedang menemani Mommy di rumah sakit" ucap Helena sedih.
"Iya tidak apa-apa, kami mengerti" jawab Shesa sembari tersenyum.
"Tadi aku dengar dari Dokter Erick, bahwa kamu sedang menuju kemari" ucap Vano membuka percakapan sembari membawa dokumen yang akan ia berikan kepada Helena.
"Erick, dia menelepon mu?" tanya Helena
"Iya...dia sangat mengkhawatirkan mu... Helena, kamu jangan khawatir, aku pasti datang ke rumah sakit, kamu tidak perlu repot-repot datang kemari" seru Vano sembari menatap wajah Helena yang sendu.
"Aku takut kamu tidak akan mau melihat Mommy lagi, setelah apa yang dilakukan Mommy kepada kalian" sesal Helena.
Vano lantas mendekati sepupunya itu, dengan penuh kehangatan, Vano memeluk Helena, menyemangati sepupunya untuk selalu kuat.
"Apa aku akan setega itu kepada mu, kamu sudah banyak berkorban untukku, kita adalah saudara, apa yang sudah Tante Veronica lakukan, aku sudah memaafkannya, sekarang tersenyumlah, hilangkan beban yang ada di fikiranmu" seru Vano sembari tersenyum kepada Helena.
"Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, Mommy di vonis kanker otak stadium empat, usia Mommy diperkirakan hanya dalam hitungan bulan, aku sangat sedih, kalau saja bisa digantikan, aku bersedia mengganti posisi Mommy, biar aku yang merasakan sakit itu, aku tidak tega melihat Mommy kesakitan" Isak Helena begitu mendalam, Vano kembali memeluk Helena, menenangkan hati sepupunya.
"Sudah ...sudah, semua akan baik-baik saja" ucap Vano sembari mengelus pundak Helena.
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara seseorang sedang berbicara kearah mereka.
"Kami akan datang ke rumah sakit, kami akan melihat Mommy mu, Helena...kamu jangan khawatir, kami tidak akan dendam kepada Mommy mu" ucap Hendrawan yang telah mengetahui segalanya.
Helena sangat terkejut melihat Hendrawan dan Leona datang menghampirinya.
"Om Hendra, Tante Leona!" seru Helena lirih.
Leona tersenyum dan menghampiri Helena yang sedang terpaku melihat Leona yang masih hidup, selama ini Helena belum pernah sama sekali melihat wajah Leona.
"Tante Leona!" seru Helena terkesima, benar-benar Helena sangat terkejut melihat Leona yang masih terlihat sangat menawan, di usianya yang hampir setengah abad, Leona masih terlihat mengagumkan.
"Helena, Tante senang bisa melihatmu sayang, dulu terakhir kita bertemu saat usiamu masih 5 tahun, kamu gadis kecil yang cantik, sekarang kamu sudah dewasa, kamu benar-benar gadis yang cantik" ucap Leona sembari menyentuh pipi Helena dengan lembut.
Helena berkaca-kaca, saat Leona menyentuhnya penuh kasih, seperti sentuhan seorang ibu kepada putrinya.
"Tante, Helena tidak menyangka bisa melihat Tante, Helena sangat senang melihat Tante Leona baik-baik saja" seru Helena sembari memeluk Leona
Helena sesenggukan menangis dalam pelukan Leona, Helena merasa sangat nyaman saat berada di dekat Leona, seperti sentuhan seorang ibu, sentuhan yang jarang Helena dapatkan dari Veronica, meskipun Helena adalah anak semata wayang Veronica, namun Veronica jarang bertemu dengannya, di karenakan kesibukan Veronica sebagai wanita pebisnis, Veronica sering ke luar negeri untuk mengurusi bisnis-bisnisnya, sehingga tak ada waktu untuk bersama sang putri.
"Kenapa kamu menangis sayang, apa kamu tidak suka melihat Tante disini!" seru Leona sembari mengusap air mata Helena.
"Tidak Tante, Helena sangat senang sekali, Helena merasa damai saat bersama Tante, selama ini Mommy tidak pernah sehangat ini kepada ku, Mommy hanya sibuk dengan bisnisnya, sehingga kami jarang bertemu" ucap Helena tertunduk.
"Anggaplah aku sebagai Mommy mu, Mommy mu adalah wanita hebat, kehadirannya dibutuhkan dalam dunia bisnisnya, mungkin Mommy mu belum sempat untuk meluangkan waktunya, dia wanita yang cerdas, kamu harus bangga memiliki ibu seperti dia" seru Leona menenangkan keponakan nya itu.
"Tapi Mommy sudah jahat sama Tante" sahut Helena penuh sesal
"Ssstt... sudah, setiap orang pasti punya kesalahan, Veronica sekarang membutuhkan dukungan kita untuk melawan sakit yang dideritanya, kamu yang sabar ya nak, kami akan selalu bersamamu" ucap Leona tersenyum, dan itu membuat Helena lega.
Kemudian Vano datang menghampiri Helena dan memberikan dokumen itu kepada sepupunya.
"Helena, terimalah ini, aku kembalikan ini kepadamu, dokumen ini berisi data-data perusahaan milik Tante Veronica, kamu berhak atas semua ini, ambillah" seru Vano sembari memberikan dokumen berwarna biru itu.
BERSAMBUNG
π₯π₯π₯π₯π₯
...Teruntuk READERS setiaku, terimakasih atas dukungan kalian, baik itu berupa like, komentar, hadiah dan vote kalian.... author sangat sangat terharu....I Love you allπ...
...Dan untuk DARK READER author mohon tinggalkan jejak kalian, apa susahnya sih sedekah jempol ajah, author sudah susah payah loh nulis ribuan kata untuk menghibur kalian, belum lagi komen pedas gurih gurih nyo dari sebagain readerπ€......
...Author berharap bisa menghibur kalian setiap hari, dan tentu nya dukungan kalian adalah segalanya, bonus pembaca itu nggak seberapa loh, dibandingkan dengan kerja keras author yang setiap hari harus mengolah kata demi kepuasan reader, ayo sayang tunjukkan dukungan kalian, dengan like, komentar, beri hadiah dan vote kalian....
__ADS_1
...Author selalu mencintai kalian π...