Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
Laura di operasi


__ADS_3

"Shesa" suara lemah yang keluar dari mulut seorang gadis yang sedang berjuang menghadapi sakitnya.


"Laura, kau baik-baik saja kan? Aku sangat mengkhawatirkanmu" ucap Shesa sembari memegang tangan Laura.


"Kenapa kau ada disini? Kemana Tante Siska?" Tanya Laura yang belum mengetahui tentang keadaan Siska yang sedang dipenjara.


"Laura, Bu Siska sudah dibawa oleh polisi, kami tahu sebenarnya kau melakukan itu karena perintah dari Bu Siska bukan?" ucap Shesa menjelaskan.


"Tante dibawa oleh polisi?" tanya Laura dengan nada lemah.


"Dengarkan aku Laura, sebaiknya kamu jangan terlalu banyak fikiran dulu, fokus dulu pada kesembuhanmu ya" seru Shesa menyemangati.


Shesa benar-benar tidak tega melihat kondisi Laura saat ini, ia berdiri menghampiri Vano yang berada dibelakangnya.


"Sayang, aku mohon sama kamu, cepat lakukan sesuatu pada Laura, aku tidak tega melihatnya seperti itu, aku mohon" rengek Shesa agar Vano bisa membantu Laura, dengan merapatkan kedua tangannya, Shesa benar-benar ingin Vano membantu Laura.


Vano melihat ketulusan di mata istrinya, wanita didepannya saat ini benar-benar ingin memohon bantuannya, meskipun Vano masih sangat kesal dengan ulah Laura yang mencoba menyakiti istri dan bayinya.


"Cukup, jangan lakukan itu, aku akan sangat menderita jika tidak bisa melihat senyummu kembali" seru Vano sembari memegang tangan istrinya, ada sinar kebahagiaan Dimata Shesa, senyum manisnya mulai mengembang, dan air matanya mulai menetes dikala sang suami mau mendengarkan isi hatinya.


"Hei... jangan menangis, usap air matamu, aku tidak ingin melihatnya" ucap Vano sembari menghapus air mata sang istri yang jatuh membasahi pipinya.


Vano menghampiri dokter Erick yang masih berada didalam ruangan itu.


"Kau operasi gadis itu secepatnya, soal biaya jangan difikirkan, cepat" perintah Vano agar dokter Erick mengoperasi Laura dengan cepat.


"Baiklah, akan aku persiapkan ruang operasi nya sekarang" balas dokter Erick, lantas dokter Erick segera memerintahkan perawat untuk menyiapkan segalanya untuk operasi Laura hari ini juga.


"Suster, cepat siapkan ruang operasi untuk pasien ini" perintah dokter Erick.


"Baik dokter" ucap suster, lantas beberapa petugas kesehatan segera membawa Laura ke kamar operasi.


Laura mendengar semua percakapan dokter Erick dan Vano, ia tidak menyangka Shesa yang ia coba sakiti, masih menyimpan rasa iba kepadanya, Laura sangat menyesali perbuatannya.


Laura sedang di bawa menuju ke kamar operasi, Shesa terus menyemangati Laura untuk tetap kuat.


"Laura, kamu yang kuat ya, aku yakin kamu pasti sembuh" ucap Shesa sembari memegang tangan Laura.

__ADS_1


Laura tersenyum pada gadis yang membuatnya sadar, bahwa Shesa memang tidak pantas untuk disakiti.


Petugas medis terus membawa Laura sehingga pegangan tangan Shesa terlepas dari tangan Laura, hingga akhirnya Laura masuk kedalam kamar operasi.


Vano memeluk istrinya, siap memberikan bahunya kapan saja untuk Shesa menyandarkan segala penatnya.


******


Di tempat lain.


Seorang pria sedang berdiri didepan pintu sebuah apartemen milik Vera, ia memberanikan dirinya untuk mengetuk pintu itu.


Tak berselang lama seorang wanita muda membukakan pintu untuk pria itu.


"Excel...kau? mau apa lagi kamu?" tanya Vera serius.


"Aku ingin bertemu Frisca!" ucapnya pelan


"Frisca sedang tidur, sebaiknya kamu pergi dari sini" seru Vera menolak kedatangan Excel


"Om Excel..." tiba-tiba saja Frisca memeluk Excel.


Vera tidak bisa menghentikan Frisca yang begitu senang dengan kedatangan Excel.


"Frisca sayang, apa kabar kamu" seru Excel sembari memeluk anaknya itu.


"Baik om, om kemana aja, Frisca kangen sam om" seru Frisca dengan polosnya.


Excel tersenyum dan menatap lekat-lekat anak yang pernah ia tinggalkan itu, ada rasa penyesalan yang teramat dalam saat ia menatap mata gadis kecil itu, bola mata dan bentuk wajahnya, dan rambutnya benar-benar mirip sekali dengan Excel.


"Putriku...maafin papa" gumam Excel menyesal.


"Ayo kita masuk om, Frisca mau nunjukin mainan baru" Frisca menggandeng tangan Excel untuk masuk kedalam, Vera melihat betapa bahagianya Frisca saat Excel bersamanya, tak bisa dipungkiri Frisca memang darah daging Excel.


Excel menatap wajah Vera, ada kerinduan tersirat, terlalu lama rindu itu dipendam, hanya Vera gadis yang mampu membuatnya mengerti arti cinta yang sebenarnya, Vera rela mempertahankan buah cinta mereka meskipun waktu itu Excel mencoba menolaknya.


Excel dan Frisca bermain cukup lama, Vera memperhatikan kedekatan mereka yang begitu indah, ayah dan anak akhirnya dipersatukan kembali, namun hatinya masih terluka, hatinya masih belum sembuh seutuhnya, apalagi sekarang ia masih belum bersatu dengan keluarganya.

__ADS_1


Frisca tertidur pulas di pelukan Exel, Exel membaringkannya di atas tempat tidurnya, dengan pelan ia mencium kening anak semata wayangnya itu.


"Tidurlah sayang, papa menyayangimu" Excel mengelus puncak kepala Frisca dengan lembut, kemudian ia berjalan menghampiri Vera yg sedari tadi memperhatikannya.


Perlahan namun pasti Exel mendekati wanita yang pernah mengisi hari-harinya itu, Exel meraih tangan Vera, pandangan mereka saling bertemu, ada rasa yang ingin tercurah saat pandangan itu terasa sangat dalam.


Vera yang sejatinya masih mencintai Exel, tidak bisa memungkiri bahwa dia sangat merindukan laki-laki yang sudah memberinya seorang anak itu.


dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya, Dxel menyatakan sesuatu pada wanita yang sedang berdiri didepannya itu.


"Vera, aku tidak tahu kenapa aku sangat tersiksa saat aku tahu, anak kita masih hidup, aku merasa sangat berdosa kepadamu, dan aku ingin menebus semua kesalahan yang pernah aku lakukan padamu" ungkap Exel begitu mendalam.


"Apa yang kau bicarakan!" sahut Vera


"Menikahlah denganku" jawab Exel singkat namun penuh makna.


Vera melepaskan tangannya dari genggaman Exel, tubuhnya berbalik membelakangi Exel, air matanya tumpah seketika saat pria itu memintanya untuk menikahinya, Exel terkejut dengan sikap Vera, ia mulai meraih tubuh Vera dan memeluknya mesra.


"Maafkan aku, maafkan aku, kali ini izinkan aku menebus semua kesalahanku, aku akan membahagiakanmu" bisik Exel sembari memeluk tubuh Vera dari belakang.


Kemudian Excel memutar tubuh Vera, dan kini mereka saling berhadapan.


"Maukah kau menikah denganku?" ucap Excel memelas penuh penyesalan


"Bagaimana kalau aku tidak mau, tidak semudah itu kamu bisa menikah denganku Tuan Excel" jawab Vera serius.


"Apa yang harus aku lakukan agar kamu mau menerima diriku kembali, jujur saja selama ini aku sungguh tersiksa, aku sudah sangat berdosa kepadamu dan keluargamu, aku menang seorang baj*ng*n, aku memang tak pantas untuk dimaafkan, tapi aku akan berusaha menunjukkan keseriusanku padamu, aku tidak mau kehilangan dirimu lagi, maafkanlah aku" ucap Excel penuh penyesalan.


Vera hanya terdiam dan berusaha menenangkan dirinya.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


...VERA DAN EXEL SUDAH AKU MUNCULIN YA... DUKUNG TERUS YA SAYANG 😘😘...


...Mohon maaf ya jika masih ada penulisan yang kurang sesuai, author akan berusaha merevisi sedikit demi sedikit, agar reader bisa membaca dengan nyaman 😊...

__ADS_1


__ADS_2