Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
Rasa Vanilla


__ADS_3

Sementara di tempat lain, Dokter Erick membaca hasil laboratorium dari tes darah milik Veronica, sejenak ia menghela nafasnya, apa yang ia duga ternyata benar adanya, Veronica mengidap kanker otak stadium empat, dan menurut medis usia Veronica tinggal beberapa bulan saja.


"Ya Tuhan, Helena pasti sangat sedih mendengar kabar ini, usia Mommy nya tidak akan lama lagi, apa yang harus aku katakan padanya" ucap Dokter Erick lirih, namun tanpa sengaja Helena mendengar ucapan Dokter Erick tentang Mommy nya.


"Apa itu benar Erick? Mommy mengidap kanker otak stadium empat? katakan padaku, apa itu benar?" tanya Helena dengan mata yang berkaca-kaca.


Spontan Erick memeluk gadis yang tengah bersedih itu, Helena lemas tak berdaya saat tahu bahwa Mommy nya tidak akan lama lagi di dunia ini, ia menangis sejadi-jadinya.


"Mommy...Mommy ...aku tidak bisa bayangkan hidup tanpa Mommy, aku akan sendirian tanpa Mommy....hiks hiks hiks" Isak Helena yang diiringi sentuhan lembut Dokter Erick pada rambutnya.


"Sudah, kamu jangan bersedih, masih ada keajaiban, kita berdoa saja semoga Mommy mu diberi kesembuhan, memang secara medis usianya tidak akan lama lagi, namun bisa saja Tuhan berkehendak lain" ucap Dokter Erick menenangkan.


"Terimakasih banyak Rick, aku mohon sama kamu, tolong beri pengobatan yang terbaik untuk Mommy ku, soal uang itu gampang, aku akan membayar berapa saja, asal Mommy bisa sembuh kembali, pliss aku mohon padamu" seru Helena memohon sangat kepada Dokter Erick.


"Jangan memohon kepadaku seperti itu, aku akan melakukan hal yang terbaik untuk kesembuhan Mommy mu, dan hanya Tuhan yang berhak menentukan kesembuhan seseorang, aku hanya berusaha melakukan yang terbaik untukmu" seru Dokter Erick


Dan tiba-tiba saat itu juga Veronica membuka matanya, ia memanggil putri semata wayangnya.


"Helena...." panggil Veronica dengan suara beratnya.


"Mommy, ada apa Mom...Mommy butuh sesuatu?" tanya Helena yang langsung datang menghampiri ibunya.


"Mommy, ingin bertemu Vano...Mommy ingin meminta maaf kepadanya, Mommy mohon sama kamu, pertemukan Mommy dengan Vano" ucap Veronica penuh harap


"Iya Mom, Helena akan mempertemukan Mommy dengan Vano" jawab Helena yang tidak tega melihat kondisi ibunya yang semakin memprihatinkan, Veronica semakin pucat, tubuhnya melemah.


Lantas ia segera pergi untuk memanggil saudara sepupunya itu, agar mau datang dan menemui sang ibu yang tengah terbaring lemah.


Tampak Dokter Erick melihat Helena yang terlihat khawatir.


"Kau mau kemana malam-malam begini?" tanya Dokter Erick kepada Helena.


"Aku ke rumah Vano" jawab Helena singkat.


"Tapi, ini sudah malam, apa tidak sebaiknya besok saja?" seru Dokter Erick.


"Aku tahu, tapi permintaan Mommy sekarang, aku akan datang ke rumah Vano dan bicara padanya, aku yakin dia pasti akan mengerti, tolong jaga kan Mommy untukku, aku cuma sebentar" jawab Helena sembari berlalu pergi meninggalkan ruangan.


Dokter Erick melihat kesedihan di mata gadis itu, lantas ia segera menghubungi nomor Vano, agar ia tidak terkejut dengan kehadiran Helena di malam ini.


*******


Dan akhirnya malam pun tiba, tampak semua penghuni kediaman mewah keluarga besar Hendrawan Perkasa sudah kembali ke peraduan nya masing-masing, namun tidak dengan Shesa, ia masih disibukkan dengan belajarnya, hari-hari mendekati ujian Nasional sekolah, membuatnya harus lebih rajin belajar, meskipun ia dalam kondisi hamil, namun tak menyurutkan semangat belajar Shesa untuk mendapatkan nilai terbaik di sekolahnya.

__ADS_1


Vano mendapati sang istri tengah sibuk dengan belajarnya, Vano membiarkan sang istri untuk melanjutkan belajar nya, mengingat komitmen awal, pernikahan ini akan tetap terjadi, dengan syarat Shesa akan tetap melanjutkan pendidikannya.


"Minum dulu susunya, keburu dingin, supaya anak kita tetap strong mengikuti ujian sekolah mamanya" seru Vano sembari memberikan segelas susu hamil yang sudah tersedia sejak tadi disamping Shesa, namun sang istri belum sempat untuk meminumnya, karena terlalu sibuk belajar.


Shesa tersenyum, lantas ia segera meminum segelas susu yang sudah sejak tadi disediakan untuknya.


"makasih sayang" ucapnya sembari meminum susu rasa Vanilla tersebut.


Tampak Shesa sedikit berekspresi saat minum susu rasa Vanilla tersebut, Shesa kurang suka rasa Vanilla.


"Kamu kenapa? rasanya tidak enak?" tanya Vano sembari mengelap bekas susu yang menempel dibibir istrinya.


Shesa menggelengkan kepalanya.


"Enak kok, cuma aku kurang suka rasa Vanilla" jawab Shesa yang tidak menghabiskan susu hamilnya.


"Habisin dong sayang, tuh masih separuh" ucap Vano sembari menunjuk gelas yang masih berisi separuh susu yang belum terminum.


"Nggak- nggak, cukup segitu aja, perutku sudah terasa kenyang" jawab Shesa yang nyatanya memang tidak menyukai rasa Vanilla.


"Terus, siapa dong yang menghabiskan susu ini, masa kita buang sih?" seru Vano


"Kamu aja yang minum, daripada nggak ada yang minum, kan sayang kalau dibuang, diluar sana masih banyak wanita hamil yang tidak merasakan minum susu sepertiku, jangan dibuang, mendingan kamu minum aja deh sayang, soalnya aku memang nggak suka rasa Vanilla" seru Shesa menyuruh suaminya untuk menghabiskan susu itu.


"Ah kamu sayang, yang benar saja, masa aku minum susu ini, entar kalau aku hamil beneran gimana?" ucap Vano sembari melihat segelas susu yang masih tersisa banyak itu.


Shesa tersenyum geli, mendengar pengakuan suaminya yang konyol itu, seorang CEO ternyata punya jiwa konyol seperti itu.


"Ya nggak apa-apa dong, aku bakal punya teman nanti" Jawab Shesa sembari tertawa kecil.


"Ayo cepat diminum, biar papa juga tambah sehat, iya kan sayang" ucap Shesa sembari mengelus perutnya yang sudah mulai sedikit membesar.


Vano memutar bola matanya, segelas susu itu masih didalam genggaman nya, tampak sesekali ia melirik susu itu.


"Tunggu apalagi sayang, ayo diminum" seru Shesa yang memaksa Vano untuk segera minum susu itu.


"Oke...aku minum, tapi nanti kalau aku hamil, kamu loh yang tanggung jawab" seru Vano mengancam istrinya.


"Iya..." jawab Shesa sembari tersenyum, menampakkan lesung pipinya yang sangat disukai oleh Vano.


Akhirnya Vano meminum sisa susu itu, dengan beberapa tegukan ia berhasil menghabiskan nya tanpa tersisa.


Shesa melihat bekas susu yang masih menempel di bibir sang suami, dengan segera ia membersihkan bibir suaminya.

__ADS_1


"Sini aku bersihin mulutnya" seru Shesa dan Vano pun mendekati istrinya dan mendekatkan wajahnya.


Shesa tersenyum melihat ekspresi sang suami yang terpejam, lantas ia segera mendekatkan bibirnya dan mengusap bibir sang suami dengan kecupan mesranya.


Sontak Vano membuka matanya, ia terkejut sang istri justru mengusap bibirnya dengan kecupan hangat, dan tentu saja itu membuat Vano senang, ia pun membalas tautan bibir itu dengan lembut.


Setelah dirasa cukup, Shesa melepaskan tautan bibirnya, dan mengusap lembut bibir Vano.


"Sudah..." seru Shesa yang melihat sudah tidak ada lagi bekas susu yang menempel di bibir suaminya.


"Loh kok sudah selesai sih...aku mau lagi" ucap Vano merengek.


Tiba-tiba terdengar suara telepon.


"Nggak-nggak, tuh ada telepon.... siapa tahu ada yang penting" ucap Shesa mengelak


"Baiklah, besok kita beli yang rasa cokelat, dan pastinya akan lebih terasa manis, apalagi jika menempel di bibir mu sayang, aku tidak akan pernah melepaskannya" seru Vano dengan senyum nakalnya, sembari berjalan menuju telepon yang tengah berdering itu.


"ih...apaan sih" seru Shesa yang tampak mengerucutkan bibirnya dan segera kembali ke meja belajarnya.


Kemudian Vano mengangkat telepon yang tengah menunggunya.


"Halo..."


"Vano, ini aku... Dokter Erick"


"Ada apa?"


"Helena sekarang menuju rumahmu"


"Benarkah? Kenapa dia datang kemari malam-malam, apa ada sesuatu yang penting, kenapa dia tidak menelepon ku saja"


"Dia ingin berbicara langsung denganmu, dia ingin kamu mau menemui Nyonya Veronica"


Vano terdiam mendengar penuturan dari Dokter Erick.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


...Kira-kira Vano mau nggak yah menemui Veronica?🤔...


...Menurut kalian gimana guys?🤔...

__ADS_1


...Hayuk lanjutin dukungannya, supaya author tetap semangat update setiap hari 🤭...


__ADS_2