Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
aku tidak suka


__ADS_3

Vano meletakkan Shesa ke dalam bathtub dengan perlahan, Vano pun ikut berendam bersama istri kecilnya itu, mereka saling lempar senyum satu sama lain.


"Sayang! Gosok punggungku dong! Ini sangat sulit bagiku untuk melakukannya" pinta Vano agar Shesa mau mendekat kepadanya dan menggosok punggungnya.


"Dasar kamu ini benar-benar manja ya!...hm" balas Shesa sambil meraih dan menggosok punggung Vano.


"Hm....daripada aku manja bersama orang lain, pilih mana ?" seru Vano menggoda sembari tersenyum tipis.


Shesa teringat sesuatu tentang kemarin, saat foto Vano dan Siska guru bahasa inggrisnya beredar luas di internet.


"Hm...tapi kamu pernah manja-manjaan tuh sama bu Siska, kemarin aku lihat foto-foto kamu deket banget sama bu Siska..." gerutu Shesa sambil menggosok sedikit kasar punggung Vano.


Vano yg merasa kesakitan meringis saat Shesa menggosoknya dengan keras.


"Aww....sayang, pelan-pelan dong" seru Vano meringis, lantas ia menghadap ke wajah istrinya yang nampak cemberut, ia memegang pipi Shesa dengan kedua tangannya, Vano menatap Shesa dalam-dalam, dilihatnya Shesa sedang cemburu dengan Siska, guru bahasa Inggrisnya itu.


"Lihat mataku! Apa ada cinta lain selain dirimu? Di mataku hanya ada dirimu seorang" ungkap Vano sembari menempelkan kening mereka berdua.


Deru nafas Vano yang semakin hangat membuat jantung Shesa memacu semakin cepat, deg...deg...deg....


"Tapi foto itu!" belum sampai Shesa melanjutkan ucapannya, Vano sudah menutup bibir Shesa dengan satu jarinya.


"Ssstttt....jangan katakan itu lagi, Siska hanya sekian dari wanita yang terobsesi untuk memilikiku, hanya kamulah wanita yang memilikiku untuk selamanya" seru Vano manja dengan suara beratnya.


Seperti mendapat angin sorga Shesa mendengar itu dari mulut Vano sendiri, Shesa membelai bibir Vano yang tipis, Vano terpejam dan mencium tangan Shesa dengan lembut, Shesa tersenyum mesra melihat suaminya yang begitu menyayanginya.


Dalam bathtub yang berisi air kembang itu, seakan menambah kesan romantis untuk keduanya, perlahan Vano membuka kedua matanya, ia mulai mellumat bibir sang istri dengan lembut, ada sensasi yang berbeda saat Mereka bercumbu di dalam air. Perlahan kecupan itu turun ke leher Shesa, dan semakin turun diantara dua lembah yang indah.


"Aahhhh...." pekik Shesa saat Vano bermain lembut sembari merremas rambut Vano yang basah, semakin dalam dan semakin mesra, desaahan dan lenguhan lolos dari mulut Shesa yang mungil, entah berapa lama mereka bercumbu, membuat keduanya tidak bisa mengendalikan dirinya masing-masing dan akhirnya penyatuan itu terjadi kembali begitu saja.


Shesa memeluk erat punggung Vano yang berotot, dengan menggigit bibir bawahnya, sejenak Shesa melepaskan pelukan Vano.

__ADS_1


"Tunggu dulu! Kamu tidak memakai itu!" seru Shesa yang memberi isyarat kepada Vano untuk mengikuti arah pandangan nya menunjuk 'balon pengaman' yang berada di samping bathtub, lantas Vano menoleh dan tersenyum.


"Aku tidak suka memakai itu! Hm" seru Vano lantas ia melanjutkan lagi pekerjaannya yang belum selesai tadi, semakin cepat ritme gerakan Vano, Shesa semakin merasa ada sensasi rasa yang aneh di dalam sana, rasa yang membuatnya terbang ke angkasa.


"Sayang! Aku...!." pekik Shesa sembari mencengkeram kuat pundak Vano dengan kedua tangannya.


"Hmm... keluarkan Baby! Sama-sama!" bisik Vano di telinga Shesa, membuat gadis berkulit putih itu semakin tidak kuat untuk menahan sesuatu yang ingin terlepas dari bawah sana.


Dan... finally, keduanya telah mencapai puncak kenikmatan sorga dunia bersama-sama sebagai pengantin baru, nafas keduanya tampak tersengal-sengal setelah melakukan pekerjaan yang melelahkan itu


Vano memeluk Shesa, dan mereka melanjutkan ritual mandi bersama yang sempat tertunda tadi, setelah selesai Vano menggendong Shesa ke tempat tidur, ia merebahkan istri kecilnya dengan sangat pelan.


"Tidurlah! Aku keluar sebentar" ucap Vano sembari mengecup kening istrinya.


"Kamu mau kemana? Ini sudah malam" balas Shesa sambil melihat arah jam menunjukkan pukul dua belas malam.


"aku keruang kerja dulu, ada sesuatu yang belum aku selesaikan..." balas Vano tersenyum.


"Kenapa? Kau masih ingin lagi?" seru Vano tersenyum renyah.


"Hm...iya deh, aku tidur saja, kamu pergi saja aku nggak papa" jawab Shesa menyengir mendengar ucapan dari sang suami, tubuhnya sudah sangat kelelahan menghadapi Vano yang selalu ingin becinta dengannya, dia butuh istirahat sejenak sebelum Vano menyerangnya kembali.


Vano lantas mengganti pakaiannya dengan piyama, kemudian ia keluar kamar dan menuju ruang kerjanya.


*


*


*


"

__ADS_1


Setibanya di ruang kerja


Vano memeriksa kembali beberapa berkas yang diberikan oleh Sekretaris Jim tadi siang, tak sengaja ia menemukan berkas file milik Vera Anggraeni.


"Vera Anggraeni? Kenapa wajahnya mirip sekali dengan istriku?" Vano menatap foto Vera yang ada dalam berkas lamaran pekerjaan, kemudian ia meletakkan kembali berkas milik Vera, ia mengambil laptopnya dan ia mulai mencari file tentang Excel yang ia dapat dari Sekretaris Jimmy.


Vano memang rekan bisnis Excel, ia tidak pernah mau tahu atau menyelidiki secara dalam siapa sebenarnya Excel, tapi semenjak kejadian itu Vano menjadi waspada, karena Excel punya rencana untuk menghancurkan perusahaan Dewa tak lain adalah mertuanya sendiri.


"Excel...Excel Andreas...ini dia" Vano berhasil menemukan biodata dan riwayat hidup Excel, Vano terus mencari informasi tentang Excel, agar Vano bisa menghentikan niat jahatnya pada keluarga Shesa, dan sejenak Vano terkejut mendapati foto Romi bersama Excel.


"*Jadi...Excel adalah kakak Romi*" gumam Vano dalam hati, perlahan ia scrol foto-foto Excel yang beredar luas di internet, sorot matanya tiba-tiba terhenti pada seorang gadis yang berada dalam foto bersama Excel, tapi wajah gadis itu tak terlihat dengan jelas, wajah gadis itu tertutup oleh kedua tangannya, namun terlihat cincin emas melingkar di jari manis gadis itu, dalam foto itu gadis tersebut di peluk Excel dari belakang sambil menutup kedua mata dengan kedua jarinya.


Tammpak foto itu sangat mesra dan vulgar, seolah mereka sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta, semakin dalam Vano menyusuri jejak Excel, semakin ia mengetahui banyak informasi tentang diri Excel.


Ada artikel yang menyebutkan ayah Excel, yang bernama Edward Andreas meninggal dalam sebuah kecelakaan sepuluh tahun yang lalu, kecelakaan yg melibatkan nama Dewa Dwi putra yang tak lain adalah papanya Shesa.


Pada artikel itu menyebutkan mobil Dewa telah menabrak mobil Edward Andreas hingga menyebabkan mobil Edward masuk ke dalam jurang dan Edward meninggal dunia di tempat kejadian, istri Edward yakni Emily Andreas memutuskan pulang ke Jerman, setelah kematian suaminya yg tragis, sedangkan dua anak laki-lakinya tetap tinggal di Indonesia yakni Excel dan Romi.


Perlahan Vano mulai menyimpulkan,penyebab Excel ingin menghancurkan perusahaan Dewa tak lain adalah karena dendam dimasa lalu, Excel menganggap penyebab kematian ayahnya adalah Dewa.


tiba-tiba...


"Ceklek" suara pintu terbuka, Vano melihat Shesa telah berdiri di depan pintu, dengan gaya yang menggoda Shesa menghampiri Vano yang masih sibuk dengan laptopnya, sementara itu mata Vano terfokus pada dada mulus istrinya yang sengaja dibiarkan terbuka untuk menggoda suaminya.


"Maaf aku sudah mengganggu waktumu. h aku tidak bisa tidur" bisik Shesa yg tiba-tiba duduk di pangkuan Vano.


Vano tersenyum mesra pada istrinya yang tampak sedang menggodanya itu, lantas ia menggendong Shesa menuju ke kamar mereka. Shesa mengalungkan kedua tangannya pada leher Vano yang kuat.


BERSAMBUNG


💘💘💘💘💘💘

__ADS_1


__ADS_2