Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
bodyguard


__ADS_3

Excel meraih tangan Vera dan menciumnya mesra, Vera menatap dalam- dalam wajah pria yang tak bisa ia pungkiri, ia masih mencintainya, meskipun hatinya pernah hancur oleh perbuatan Excel.


"Kau yakin ingin menikahiku, tuan Excel?" tanya Vera serius


"Lihatlah mataku dalam-dalam, apakah ada kebohongan yang tersirat?" jawabnya penuh keyakinan.


Vera melepaskan tangannya, ia berjalan kearah jendela, dilihatnya suasana malam itu semakin larut.


"Kau tahu, semenjak kepulanganku dari Inggris, aku belum pernah sama sekali bertemu dengan kedua orang tuaku, bahkan Frisca pun belum tahu siapa ayahnya, siapa nenek dan kakeknya, aku menyembunyikan itu semua, hanya Shesalah yang tahu tentang diriku" ucap Vera.


"Besok, aku akan datang kerumah orang tuamu, aku akan katakan yang sebenarnya tentang kita, aku siap menanggung segala resikonya, asalkan kita bisa bersama lagi seperti dulu" ujar Excel meyakinkan Vera.


"Aku akan meminta maaf kepada kedua orang tuamu atas perbuatanku yang selama ini sudah berusaha menghancurkan keluargamu, aku ingin membayar semuanya" ucap Excel menundukkan wajahnya yang penuh penyesalan.


Vera terhenyak, keberanian Excel kali ini membuatnya terkejut, Excel dulu ia kenal sebagai seorang pecundang, sekarang ia berubah seratus delapan puluh derajat.


"Apalagi ada Frisca yang sangat membutuhkan kita berdua, aku pastikan kalian akan mendapatkan kebahagiaan, akan aku kembalikan nama baik keluargamu, aku janji" sambung Excel serius sembari menatap wajah Frisca yang tertidur lelap.


*******


Di rumah sakit


Vano dan Shesa menunggu hasil operasi Laura, Shesa menyandarkan kepalanya pada bahu sang suami, Vano terus menggenggam erat tangan Shesa dan sesekali menciumnya mesra.


"Kenapa lama sekali operasinya?" seru Shesa sembari melihat kearah ruang operasi.


"Kamu yang tenang sayang, dokter Erick pasti akan menanganinya dengan baik, jangan khawatir " balas Vano menenangkan hati istrinya.


Tak berselang lama, lampu ruang operasi mati, kemudian pintu ruang operasi itu mulai terbuka, nampak dokter Erick keluar dari sana, Vano dan Shesa menghampiri dokter Erick.


"Bagaimana keadaan gadis itu?" tanya Vano


"Operasinya berhasil, dia baik-baik saja, sekarang ia dipindahkan ke ruang pemulihan" jawab dokter Erick.


"Syukurlah" ucap Shesa senang


"Makasih banyak bro, kamu sudah menolong gadis itu" ucap Vano sembari menepuk bahu dokter Erick


"Sudahlah bro, ini sudah tanggung jawabku sebagai seorang dokter, dan ini juga tak luput dari usaha istrimu merayu seorang Vano yang keras hatinya, menjadi lembut seperti kapas" ucap dokter Erick bangga

__ADS_1


Shesa tersenyum mendengar ucapan dokter Erick.


"Istriku adalah segalanya bagiku" seru Vano sembari memeluknya mesra.


"Hei sudah sudah, jangan bikin aku ngiri dengan kemesraan kalian berdua" ucap dokter Erick. Vano terkekeh mendengar ucapan dokter Erick.


"Cepat nikah sana, sekarang bukan jamannya lagi jomblo berkeliaran" seru Vano menggoda


Shesa hanya bisa tersenyum melihat keseruan mereka berdua.


"Oh iya dokter, bisakah saya menemui Laura?" tanya Shesa


"Untuk sementara jangan dulu, pasien masih butuh istirahat pasca operasi, lagipula biusnya masih bekerja pada tubuhnya, sebaiknya besok pagi saja jika ingin menjenguknya" tandas dokter Erick menjelaskan


"Oh...begitu ya" ucap Shesa sedikit kecewa


"Sayang, sebaiknya kita pulang dulu, seharian ini kamu mengalami hal yang menguras emosi dan perasaan, aku tidak mau itu mempengaruhi kesehatan calon buah hati kita, ayo kita pulang" Vano mengajak istrinya pulang.


"Baiklah bro, aku pulang dulu, besok kami kesini lagi, tolong jaga gadis itu, karena dia sendirian disini?" tutur Vano.


"Sendirian? memangnya dia tidak punya keluarga?" tanya dokter Erick


"Gadis ini keponakan Siska?" ungkap Vano


"Apa? keponakan Siska? terus Siska kemana?" tanya dokter Erick penasaran


"Dia dipenjara!" ucap Vano terus terang


"Siska dipenjara? memangnya apa yang sudah ia lakukan?" dokter Erick semakin penasaran


"Dia berusaha mencelakai bayi dalam kandungan istriku lewat gadis itu" jelas Vano


Vano menceritakan semua yang menimpa Siska dan gadis itu, dokter Erick mendengarkan seksama, keningnya berkerut saat Vano menceritakan semuanya kepada dirinya.


Vano, dokter Erick dan Siska adalah teman kuliah seangkatan saat di LA, dokter Erick tidak menyangka Siska yang dikenalnya baik ternyata bisa melakukan hal sekejam itu.


******


Akhirnya Vano dan Shesa sudah sampai dirumah, Shesa menyandarkan tubuhnya diatas sofa, Vano menghampirinya dan duduk disebelah sang istri.

__ADS_1


Tiba- tiba Shesa memeluk Vano


"Sayang, terima kasih banyak kamu mau membantu Laura, aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika Laura tidak segera dioperasi" ucap Shesa sembari memeluk erat sang suami


Vano tersenyum menatap wajah Shesa yang meneduhkan.


"Apa sih yang nggak buat kamu, semua pasti akan aku berikan, bahkan nyawaku sendiri akan aku berikan untukmu" tutur Vano.


"Tidak, jangan bicara seperti itu, aku tidak mau kehilanganmu!" ucap Shesa sembari menutup bibir Vano dengan satu jarinya


"Aku tidak mau kehilanganmu" ucap Shesa sekali lagi, Vano memegang tangan Shesa yang masih berada pada bibir Vano, ia menciumnya dengan lembut.


Malam yang panjang Vano dan Shesa saling bercengkrama satu sama lain, hingga tak terasa mereka tertidur di malam panjang itu, hingga akhirnya sang Surya menampakkan wajahnya, seperti biasa Shesa sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah, dan Vano pun sudah mulai ke kantor hari ini.


Pak Dante yang selama ini menjadi guru bahasa Inggris, mulai hari ini tidak akan pernah datang lagi, kehadiran pak Dante akan digantikan oleh Mario, sang asisten kepercayaan Vano.


"Sayang, mulai hari ini Mario akan menggantikan aku menjagamu di sekolah, dia akan menjadi bodyguard selama masa kehamilanmu!" ucap Vano sembari meraih tubuh Shesa.


"Mario? sayang untuk apa? Bukankah Mario harus menemanimu?" balas Shesa menatap serius wajah tampan itu.


"Aku tidak bisa melepaskanmu begitu saja, biarkan Mario yang mengawalmu selama di sekolah, kantor membutuhkan kehadiranku saat ini, banyak Investor asing yang ingin bekerja sama dengan perusahaan kita" jelas Vano dengan tatapan mesranya.


"Tapi sayang, apa tidak berlebihan jika Mario menjadi bodyguardku, kamu tahu sendiri kan itu lingkungan sekolah sayang, pasti teman-teman pada aneh ngeliat orang yang selalu mengawalku" ucap Shesa sembari merapikan dasi Vano.


"Kau tidak perlu khawatir, Mario akan bersikap profesional, ia bisa diandalkan" jawab Vano bangga


"Tapi sayang!"


"Aku tidak mau tapi-tapian, Mario akan tetap mengawasimu selama di sekolah, dia akan menyamar sebagai siswa baru dikelasmu, dengan begitu teman-temanmu tidak akan ada yang curiga" ucap Vano


"Apa? Mario menyamar sebagai siswa baru?" seru Shesa sedikit tidak percaya.


"Tunggu kedatangannya nanti disekolah, aku sudah bicara kepada kepala sekolah, hanya kepala sekolah yang mengetahui rahasia Mario" ungkap Vano.


"Aku tidak bisa bayangin, satu kelas dengan Mario, ya ampun...kamu tuh ya ada-ada aja idenya" ucap Shesa sembari tersenyum.


"Demi kamu dan calon buah hati kita, semua akan aku lakukan agar tetap bisa mengawasi kalian berdua, meskipun aku berada di kantor" seru Vano membelai lembut pipi istrinya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


💖💖💖💖


__ADS_2