Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
menikah dadakan


__ADS_3

"Kak Vera! Benarkah ini kakak?." Shesa berusaha meyakinkan dirinya, benarkah ini kakaknya? Ataukah hanya sekedar mimpi? Ia berdiri dan perlahan menghampiri Vera yang sedang berdiri dihadapannya, Vera menatap tajam mata adiknya, ada rindu yang begitu berat terpancar dalam bola matanya, dua kakak beradik yang bertemu kembali setelah 2 tahun lebih berpisah.


"Shesa! Adiikku" bisik Vera dengan nada bergetar, matanya berkaca-kaca saat Shesa berada tepat di depannya.


"kak Vera...."


"Shesa....adikku"


Tangis keduanya tumpah, pelukan kerinduan diantara dua bersaudara yang lama terpisah, Shesa memeluk erat Vera.


"Kak Vera kemana saja? Aku kangen tau" seru Shesa sambil memeluk saudari satu-satunya itu.


"Shesa ...kakak kangen banget sama kalian" ungkap Vera sambil menyentuh kedua pipi Shesa.


"Aku nggak nyangka bisa ketemu kakak disini, aku seneng banget" ucap Shesa dengan perasaan bahagia, ia memeluk kembali Vera seolah-olah kerinduannya belum terobati.


Nampak dari balik pintu, Vano melihat pertemuan yang mengharukan itu, Shesa tak sengaja melihat Vano memperhatikan mereka, Vano tersenyum kepada Shesa, ia ikut bahagia akhirnya Shesa bisa bertemu lagi dengan kakak kandungnya, meskipun Shesa tak pernah bercerita soal kakaknya kepada Vano.


"Suamiku" tiba-tiba bibir Shesa menyebut nama Vano.


"Suamiku? Siapa yang kamu maksud?" Vera terkejut saat Shesa menyebut suamiku kepada Vano, lantas Vera melepaskan pelukannya dan mendapati Vano yang sedang berdiri memperhatikan pertemuan mereka berdua, Vera menatap adiknya.


"Maksudmu pak Vano?" ucap Vera penasaran.


Shesa terdiam, ia tidak tahu harus menjawab apa, Vano lantas menghampiri keduanya, ia menjelaskan tentang semua yang telah terjadi.


"asebenarnya aku sudah tahu tentang hubungan kalian, meskipun istriku ini tidak pernah menceritakan padaku, semuanya sudah ku rencanakan, aku tahu pasti istriku ini sangat senang melihat kakaknya telah kembali" jelas Vano.


"Apa? Istri? Shesa pliis ada apa sebenarnya?" Vera sangat terkejut saat Vano menyebut Shesa istrinya.


"Pak Vano tidak bercandakan?" Vera bertanya lagi pada Vano, dan Vano hanya santai mendapati pertanyaan itu dari kakak iparnya.


"Kami baru menikah 2 minggu yang lalu" seru Vano menjelaskan.

__ADS_1


"Apa? Jadi kalian benar-benar suami istri, tapi kamu kan masih sekolah Sha? Kamu putus sekolah ?" tanya Vera sangat penasaran, bagaimana tidak saat ia tinggalkan rumah, waktu itu Shesa masih kelas 3 SMP, mana mungkin adiknya menikah secepat ini.


Tiba-tiba Shesa buka suara.


"Iya...kak...aku dan dia sudah menikah" jawab Shesa dengan nada berat, karena dulu Shesa berjanji pada Vera, bahwa ia tidak akan mengenal yang namanya pacaran apalagi sampai menikah, sebelum cita-citanya bisa tercapai, sekarang ia terpaksa melanggar janji itu karena keterpaksaan.


"Katakan padaku, apa kamu hamil duluan?" tanya Vera serius.


"Nggak...nggak kak, aku nggak hamil, ini tidak seperti yang kakak pikirkan! Aku dan dia dijodohkan papa" jawab Shesa.


"Dijodohkan?" Vera mengernyitkan dahinya.


"Papa punya kesepakatan dengan papa Hendra, bahwa salah satu dari putri papa, akan dinikahkan dengan anak semata wayang papa Hendra, karena waktu itu cuma aku putri papa yang masih ada, jadi...pernikahan itu terjadi" ujar Shesa menjelaskan sambil menatap Vano yang duduk di kursi kebesarannya.


"Kenapa nggak nunggu kamu lulus ajah nikahnya, kok buru-buru gitu" seru Vera.


"Kalau nunggu dia lulus, dia nggak bakal mau nikah sama orang sombong sepertiku, pasti dia bakalan pergi bersama Romi" celetuk Vano yang tiba-tiba membuat Shesa memanyunkan bibirnya.


Vano tersenyum melihat istrinya cemberut, ia memang suka sekali menggoda Shesa.


"Nggak gitu kak...jangan dengerin omongannya, aku dan dia menikah dadakan karena nenek dan papa Hendra yang menginginkan pernikahan ini dilaksanakan secepatnya, jadi ya suamiku aku rahasiain dari semua orang, dan aku masih bisa terus sekolah, ini sudah kesepakatan bersama" jelas Shesa sambil menundukkan wajahnya.


"Hem..." Vera menghela nafas panjang, ia tersenyum pada adiknya,


"Kakak ngerti sekarang, sudah tersenyumlah" seru Vera sembari mengusap pipi Shesa yang putih, dan Shesa pun membalas dengan senyuman.


Vera lalu menghampiri Vano yang sedang duduk di kursi direkturnya.


"Pak Vano, saya atas nama pribadi, sangat berterima kasih pada bapak, yang sudah memberi saya kesempatan untuk bertemu dengan adik saya satu-satunya, dan saya juga sangat berterima kasih, bapak sudah menjadikan Shesa sebagai bagian terpenting dari hidup pak Vano" seru Vera .


Vano tersenyum pada Vera, meskipun Shesa tak pernah bercerita tentang kakaknya, tapi Vano merasa ada kejadian luar biasa sehingga membuat mereka terpisah, itulah sebabnya Vano memberi tugas pada Vera untuk menelaah dokumen-dokumen penting milik perusahaan Dewa, tak lain adalah papanya sendiri.


Vano yakin hanya Vera yg bisa mengendalikan ini semua, karena Vera pernah memegang peranan penting di perusahaan Dewa, hingga akhirnya ia tersandung masalah tentang kehamilannya dan terusir dari keluarga yg sudah membesarkan nama baiknya.

__ADS_1


"Maafkan saya...jika tidak memberitahukan hal yang sebenarnya, perusahaan papa Dewa saat ini sedang mengalami krisis, ada orang dalam yang sengaja menjual sebagian aset perusahaan, mungkin saja kamu bisa menyelidiki siapa dalang sebenarnya" sambung Vano yang sengaja menutupi.


Meskipun ia sudah tahu Excel lah yang sudah mengkhianati Dewa, Vano terpaksa berbohong untuk mengetes apakah Vera benar-benar bisa mengembalikan situasi di perusahaan papanya sendiri, karena Vano telah mencium skandal antara Vera dan Excel.


Shesa hanya mematung mendengar percakapan kakak dan suaminya, ia masih belum faham betul tentang bisnis, ia masih sibuk dengan belajar, belajar...dan belajar, dan nambah satu lagi kesibukannya, yaitu merawat suami arogannya itu.


Tiba-tiba Shesa memecah suasana dengan menawarkan ' bakmi endez' yg sudah ia beli tadi.


"Sudah-sudah...kita makan dulu yuk, keburu dingin bakminya" ucap Shesa semangat.


Vano menoleh ke arah bakmi yg dibawakan Shesa untuknya, mendadak ia menjadi sangat lapar dan memegang perutnya, seorang CEO perusahaan besar sangat suka sekali dengan makanan yg umumnya diminati oleh rakyat biasa tersebut.


"Wao...ini pasti enak banget, makasih sayang" seru Vano sambil mencubit pipi Shesa, lantas ia segera melahap mi itu dengan nikmat.


"Aww...sakit tahu....aku tahu kamu pasti suka" jawab Shesa sambil melirik kearah Vano, sempat terbayang waktu pertama kali Vano mencoba bakmi endes ini, Vano merasa malu sendiri.


"Ayo kak...kita makan dulu" seru Shesa menawarkan pada Vera.


"Udah lama kakak tidak menyantap bakmi ini, rasanya kakak sangat rindu sekali masakan Indonesia" ucap Vera terharu sambil melahap bakmi yg ada didepannya.


Shesa tersenyum bahagia melihat kakaknya baik-baik saja.


"*Terima kasih suamiku... kamu sudah mempertemukanku dengan kakak kandungku*" batin Shesa bahagia.


"Oh iya kak...nanti kita ketemu sama papa dan mama ya? Mereka pasti sangat senang" seru Shesa yg membuat Vera tiba-tiba tersedak.


"Uhuk...uhukk...."


"Kak Vera kenapa? ini cepat minumlah" seru Shesa sambil memberikan segelas minum pada Vera.


BERSAMBUNG


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2