
akhirnya Vano memutuskan untuk masuk keruang ganti, sedangkan Shesa menikmati makanan yang sudah disediakan, setelah beberapa menit Vano telah keluar dari ruang ganti, ia melihat Shesa masih asyik dengan sarapannya itu, Vano perlahan berjalan dibelakang Shesa yang sedang duduk disebuah sofa.
"hmm... kelihatan nya istriku yang cantik ini, sangat sibuk menikmati makanannya sendiri, dan tidak menghiraukan aku sama sekali" seru Vano sembari memegang pundak Shesa dari belakang.
"sini dong, aku suapin suamiku sayang" sahut Shesa dengan memegang pipi Vano yang menempel di pipinya, dan Vanopun dengan senang hati duduk disebelah Shesa.
dengan bahagia Shesa menyuapi Vano yang selalu bermanja-manja dengan dirinya, hingga akhirnya ponsel Vano berdering, Vano mengangkat ponselnya, ia melihat sekretaris Jimmy sedang menghubunginya.
"ya...ada apa?"
"tuan muda, ada masalah penting di kantor" seru sekretaris Jimmy dengan nada cemas.
Vano dengan seksama mendengarkan sekretaris Jimmy menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"apa? baiklah aku segera pulang" jawab Vano dengan wajah seriusnya, Shesa melihat Vano yang terlihat serius setelah mendapat telepon dari sekretaris Jimmy.
"ada apa sayang?" tanya Shesa penasaran.
"tidak ada, lanjutkan makanmu, aku segera kembali" tukas Vano yang segera keluar dari kamar hotel mereka.
"kau mau kemana?" Shesa masih penasaran
"aku mau bertemu relasiku disini, jangan kemana mana, sebentar lagi aku pulang" imbuh Vano yang mencoba meyakinkan Shesa, lantas ia mencium kening Shesa sebelum ia pergi.
Shesa memperhatikan langkah Vano, ia merasa ada yang aneh dengan suaminya, tiba-tiba saja wajah Vano berubah menjadi serius ketika mendapat telepon dari sekretaris Jimmy.
********
di sebuah restoran terkenal di Bali
__ADS_1
Vano sedang menemani relasi nya yang berada di Bali.
"selamat pagi pak Vano" sapa seorang pria yang sedang berdiri disamping Vano.
"duduklah" pinta Vano, dan pria itu mulai duduk bersama Vano.
pria itu bernama Ir.Wayan Astawa, seorang pebisnis dari Bali yang akan bekerja sama dengan Vano, mereka sedang membicarakan tentang saham yang akan Vano tanamkan pada perusahaan Ir.Wayan Astawa, Vano bukan hanya sekedar berbulan madu disana, tapi Ia juga melakukan bisnis dengan developer ternama di Bali, guna membantu perusahaan Dewa agar bisa berkembang lagi.
"bagaimana pak Vano, anda setuju?" seru Ir. Wayan, dan Vano mengangguk pelan, lantas Vano menandatangi dokumen yang diperlukan dalam kerjasama tersebut, setelah menandatangani dokumen-dokumen itu lantas Vano segera pergi kesebuah tempat, ia menemui seseorang yang sudah menunggunya dari tadi.
"pak Vano, sepertinya ada orang yang ingin mencoba mengambil data-data tentang sekolah Harapan Bangsa" seru seorang wanita muda yang terlihat sangat jenius itu, dengan memasukkan tangannya ke saku celananya, Vano nampak bersikap santai, Vano pasti akan dengan mudah menemukan siapa yang berusaha mencuri data-data tentang sekolah Shesa, yang juga sekolah dimana Vano memegang peranan penting di Sekolah itu
"selidiki terus masalah ini, aku curiga ada orang dalam yang telah mengkhianati kepercayaan sekolah terhadap nya" seru Vano dengan menatap pemandangan laut yang sangat mempesona, wanita itu mulai beranjak pergi, terlihat wanita itu sangat elegan, dibalik pesona nya yang terlihat seksi, ternyata dia adalah detektif suruhan Vano.
Vano mendapat informasi dari Mario, bahwa dokumen-dokumen data sekolah Harapan Bangsa ada yang meretas, sang hackers bertujuan untuk menghancurkan reputasi Vano, karena Vano adalah pemilik tertinggi saham di yayasan itu.
seorang gadis melihat Vano dari kejauhan sedang berbicara dengan seorang wanita, nampak ia kesal melihat kejadian itu.
"ohh...jadi itu alasanmu pergi dengan terburu-buru, hanya untuk menemui wanita itu?" gumam Shesa sembari berlalu pergi, dalam pikirannya sudah aneh-aneh, ia merasa Vano sudah membohonginya.
******
Shesa kembali ke kamarnya, ia berdiri di depan jendela melihat pemandangan dari dalam kamar hotelnya, dengan menyilangkan kedua tangannya, Shesa nampak memikirkan sesuatu.
"siapa wanita itu, kenapa mereka sangat dekat sekali, apa wanita itu temannya?" Shesa bertanya-tanya dalam hati kecilnya, tiba-tiba saja Vano datang dan memeluknya dari belakang.
"hm ...apa yang kamu lakukan disini" ucap Vano sembari melingkarkan tangannya pada pinggang Shesa yg ramping, lantas Vano menyandarkan dagunya ke pundak Shesa dengan mesra.
__ADS_1
"tidak ada" jawab Shesa sembari melirik kearah Vano yang sedang bermanja dengannya, kemudian Shesa melepaskan tangan Vano dari tubuhnya, ia lantas pergi duduk di sofa dan menyalakan TV, Vano merasa ada yang aneh dengan istrinya, kemudian ia mendekati Shesa yang duduk menghadap TV besar di kamar itu.
"ada apa sayang! kenapa istriku terlihat cemberut?" tanya Vano sembari merangkul Shesa.
"ahhh...lepasin" balas Shesa yang terlihat cuek terhadap Vano, kemudian Vano menarik Shesa kedalam pelukannya, sontak saja Wajah mereka saling berhadapan, Vano menatap tajam kearah bola mata Shesa yang seolah menyembunyikan sesuatu darinya.
"katakan, apa yang kamu pikirkan?" Vano menatap Shesa serius, dan Shesapun tak mau Vano curiga bahwa ia tak sengaja telah melihat suaminya bersama seorang wanita di sebuah tempat.
"tidak apa-apa, aku hanya sedikit pusing, aku mau istirahat dulu" tukas Shesa berbohong.
"kamu sakit? aku panggilkan dokter sekarang?" balas Vano yang terlihat cemas melihat Shesa merasakan sakit.
"jangan-jangan tidak usah, ini tidak begitu parah kok, aku hanya ingin istirahat sebentar, itu saja" ucap Shesa.
"baiklah, kalau begitu istirahatlah, aku mau mandi dulu" seru Vano sembari mengangkat tubuh Shesa ke tempat tidur, lantas ia menutupi tubuh Shesa dengan selimut, kemudian ia mencium kening istrinya dan mulai beranjak ke kamar mandi.
Shesa terlihat kesal, kenapa Vano tak menceritakan tentang siapa wanita itu, ia sangat cemburu saat Vano dekat dengan wanita lain, bukannya minta maaf, malah ditinggal mandi.
tiba-tiba ponsel Vano berdering berkali-kali, Shesa mencoba mengangkat ponselnya, karena Vano masih berada di dalam kamar mandi, ia beranjak dari tempat tidur dan mengambil ponsel itu di atas meja, ia mengambilnya dan melihat nomor dengan nama Miss Liu sedang melakukan panggilan masuk.
"Miss Liu? siapa wanita ini, apa jangan-jangan wanita yang bersama dengan Vano tadi" Shesa melihat terus layar ponsel Vano, tiba-tiba Vano datang mengambil ponsel dari tangan Shesa.
Spontan Shesa menoleh ke arah Vano dengan tatapan penuh tanya, Vano segera mengangkat ponselnya.
"hm...iya...aku tahu, baiklah kita ketemu besok" seru Vano yang berbicara pada seseorang yang bernama Miss Liu, lantas Vano menutup ponselnya dan mendekati Shesa yang terdiam melihat Vano sedang berbicara pada wanita itu.
"besok kita pulang" ucap Vano singkat, dan tentu saja sikap Vano membuat Shesa semakin curiga.
"pulang? memangnya ada apa? kenapa tiba-tiba ia mengajakku pulang? apa gara-gara wanita itu?" Shesa tak henti-hentinya bertanya.
__ADS_1
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥