Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
Kesempatan untuk Siska


__ADS_3

"Kamu cantik, kamu pintar, kamu memiliki segalanya, masih banyak pria diluar sana yang akan mencintaimu, jangan sia-siakan hidupmu demi sesuatu yang tidak akan pernah menjadi milikmu, Siska... bapak yakin suatu hari nanti, kamu akan menemukan kebahagiaan, bangunlah nak, bangunlah dari keterpurukan ini, kamu pantas bahagia" seru Hendra penuh kasih.


Ucapan Hendra seperti hujan di terik siang, terasa sangat menyejukkan hati Siska, sosok sang ayah yang selama ini Siska rindukan, Seolah-olah hadir kembali di hadapannya.


Siska juga manusia biasa, yang pasti memiliki kekhilafan, ucapan Hendra seperti tetesan embun disaat hati merasa kehausan, seperti secercah cahaya yang masuk kedalam lembah kegelapan yang tengah Siska lewati.


Siska membuka kedua tangan yang menutupi wajahnya, tampak matanya yang sembap dan penuh dengan kesedihan, sesekali ia sesenggukan meratapi nasibnya yang sebatang kara, Siska memang memiliki segalanya, harta peninggalan sang ayah, apartemen mewah, mobil, namun itu semua tidak cukup untuk menghibur hatinya.


"Apa masih ada kesempatan untukku Pak, aku juga ingin bahagia" ucap Siska dengan tatapan mata yang sendu.


Hendra tersenyum, dan mengelus rambut Siska penuh kasih, seperti sentuhan seorang ayah kepada putrinya.


"Belum terlambat, kamu punya banyak kesempatan untuk meraih kebahagiaan mu, lupakan Vano, anggap dia masa lalumu, lupakan semua dendammu, lupakan semua orang yang pernah kamu anggap telah melukaimu, kamu sudah bapak anggap sebagai putri ku... berangkatlah ke LA, bapak akan mengurus semuanya, disana kamu bisa membuka lembaran hidupmu yang baru, kamu bisa bahagia dengan orang-orang baru, percayalah, bapak yakin kamu pasti bisa" seru Hendra sembari tersenyum.


"Terimakasih banyak pak Hendra, bapak memang orang baik, saya minta maaf jika sudah membuat bapak kecewa, saya akan menuruti permintaan bapak, saya akan meninggalkan Indonesia untuk selamanya, mungkin bapak benar, itu adalah jalan terbaik untuk saya melupakan masa lalu saya, saya akan pergi" ucap Siska mengiyakan


"Kamu tidak usah khawatir, bapak akan mengurus semuanya, kamu bisa bersiap-siap untuk melakukan penerbangan, besok bapak akan menyuruh seseorang untuk menjemputmu menuju bandara, Siska... hidupmu masih panjang nak, berbahagialah karena kamu pantas untuk bahagia" seru Hendra sembari menepuk lembut pipi Siska, dan Siska tersenyum senang melihat wajah Hendra yang penuh kedamaian.


*****


Sementara Itu Laura pergi meninggalkan restoran itu dengan sedikit terburu-buru, tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh seseorang dari belakang, Laura terkejut dan berhenti, kemudian ia menoleh ke belakang, ternyata Romi yang sedang menghentikan langkahnya.


"Tunggu dulu, kamu mau kemana?" tanya Romi


"A...aku mau pulang, kepalaku tiba-tiba pusing" jawab Laura berbohong.


"Biar ku antar pulang, aku tidak mau terjadi sesuatu padamu" seru Romi sembari menggandeng tangan Laura menuju parkiran.


"Ta...tapi" bantah Laura.


"Sudah, jangan menolak" jawab Romi yang terus menggenggam tangan Laura dengan erat.


"Kok dia nggak marah sih, harusnya dia marah karena aku sudah sengaja membuatnya tahu tentang rahasia itu" gumam Laura


Akhirnya Romi membawa Laura pulang, Laura menjadi sedikit canggung saat naik diatas motor sport Romi, letak tempat duduk yang membuat posisi menjadi dekat dan menempel pada punggung Romi, membuat Laura sedikit merenggangkan jaraknya.


Romi menghidupkan motornya, namun ia tak juga melajukan motornya, sontak itu membuat Laura bertanya.

__ADS_1


"Kenapa belum jalan?" ucap Laura di telinga Romi.


"Aku tidak bisa jalan, kalau kamu tidak berpegangan, apa kamu mau terjatuh?" seru Romi kepada Laura.


"Aku tidak akan apa-apa, sudah begini saja" ucap Laura mengelak.


Karena Laura tak kunjung menuruti permintaan Romi, akhirnya Romi sendiri yang meraih tangan Laura dan meletakkannya melingkar di perutnya.


Dan itu membuat Laura sangat terkejut, tubuhnya begitu dekat dengan Romi, membuat hatinya mulai berdegup kencang, Laura menjadi salah tingkah.


"Berpegangan yang erat, kita berangkat" ucap Romi sembari melajukan motornya ke jalan raya.


Selama perjalanan mereka berdua hanya saling diam, sesekali Romi melihat wajah Laura yang terpantul pada spion motornya.


"Gadis yang manis, kenapa aku sangat senang bila bersamanya, ini benar-benar aneh" gumam Romi sembari tersenyum.


Tentu saja tatapan mata Romi membuat Laura tersadar, saat ia melihat kearah spion, tampak Romi tengah memperhatikannya, dan itu membuat Laura tersipu malu.


"Ya ampun, kok aku semakin deg-degan sih, ayo dong cepat sampai di rumah" gumam Laura yang sangat tidak nyaman dengan situasi yang menegangkan itu.


Pelukan Laura dirasa hangat oleh Romi, ia merasa sangat tenang saat Laura di dekatnya, sesekali Romi mengerem tiba-tiba, sehingga membuat Laura semakin erat memeluk Romi.


Romi menaikkan ujung bibirnya, melihat ekspresi Laura yang membuatnya semakin suka.


Setelah beberapa saat, mereka berdua telah sampai di depan rumah, Laura turun dari motor dan membuka helmnya, sementara Romi masih berada di atas motor sport nya sembari melepaskan helmnya.


"Terimakasih kamu sudah mengantarku pulang" ucap Laura yang masih terlihat salah tingkah.


"Istirahat lah, nanti aku hubungi" seru Romi


Kemudian Laura beranjak pergi meninggalkan Romi yang masih terlihat memperhatikan nya, dan tiba-tiba Romi menyebut nama Laura.


"Laura"


Laura menoleh dan melihat wajah Romi yang masih tersenyum padanya.


"Apa?"

__ADS_1


"Terimakasih atas waktumu, aku senang bisa berjumpa dengan gadis manis sepertimu, sampai jumpa" seru Romi yang membuat Laura terlihat berbunga-bunga.


Laura yang merasa jika sudah menyakiti Romi, tampak terkejut dengan sikap Romi yang manis kepadanya, dan itu membuat Laura senyum-senyum sendiri melihat tingkah Romi yang sengaja ingin menggodanya.


*****


Tiba-tiba Vano mendapati telepon dari anak buahnya yang tengah mengawasi Hendra.


"Katakan apa yang terjadi?" tanya Vano cemas


"Tidak terjadi apa-apa tuan muda, justru yang kami dengar, perempuan itu akan meninggalkan Indonesia secepatnya" ucapan bodyguard itu membuat Vano senang sekaligus tidak percaya.


"Apa kamu yakin?" tanya Vano serius.


"Sangat yakin tuan muda, kami mendengar sendiri, papa Anda sudah berhasil membujuk Siska untuk pergi selamanya dari Negara ini, dia akan terbang ke LA untuk menetap disana" seru bodyguard itu.


Ekspresi Vano yang tersenyum bahagia membuat Shesa terkejut melihat suaminya yang tiba-tiba sangat bahagia.


"Ada apa sayang? kenapa kamu tampak bahagia?" tanya Shesa penasaran


Vano menutup ponselnya, kemudian ia menatap wajah istrinya.


"Itu tadi dari anak buahku yang sedang mengawasi papa di apartemen nya Siska"


"Papa baik-baik saja kan sayang! apa Bu Siska melukainya?" tanya Shesa semakin penasaran.


"Papa sudah bicara kepada Siska, dan papa berhasil membujuk Siska untuk pergi dari Negara ini untuk selamanya"


Sontak apa yang dikatakan Vano membuat Shesa terkejut, papa mertuanya benar-benar hebat, mampu meluluhkan hati seorang Siska yang berhati batu.


"Syukurlah, semoga saja Bu Siska bisa hidup tenang disana, dan melupakan dendam nya kepada kita" ucap Shesa penuh harap.


BERSAMBUNG


❤️❤️❤️❤️❤️


...DUKUNG TERUS YA READERS KU TERSAYANG 🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2