Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
detektif handal


__ADS_3

Siska tidak percaya bahwa suara ponsel itu berasal dari dalam baju pak Dante, kemudian ia mematikan lagi sambungan teleponnya, dan suara nada dering itupun berhenti, lantas ia mulai menelepon lagi, dan lagi tentu saja ponsel Vano berdering kembali.


tiba-tiba Monic berseru.


"suara itu dari dalam bajunya pak Dante" betapa seluruh mata terhenyak dengan penuturan Monic yang menunjuk kearah pak Dante, Siska diam mematung saat Monic mengatakan itu dihadapannya.


"pak Dante Anda? tapi..." Monic mulai merasa bahwa pak Dante adalah suami Shesa juga.


suasana dalam ruangan itu hening seketika, perlahan Vano berjalan mendekati Siska yang masih tidak percaya bahwa ponsel Vano yang ia hubungi, ternyata tersambung ke ponsel pak Dante.


Siska masih memegang ponselnya yang masih tersambung, sedangkan Vano mulai mengambil ponselnya yang masih berdering di saku bajunya, dengan wajah yang siap menerkam mangsanya, Vano menghampiri Siska sembari mengangkat ponselnya.


"halo..." suara khas Vano yang mulai ia perdengarkan kepada semua orang, filter suara itu ia lepas dari telinganya, sehingga suara asli Vano terdengar sangat jelas


"deg..."


"tidak mungkin"


Siska menjatuhkan ponselnya, tangannya sudah lemah membawa ponsel yang ia pegang, darahnya mulai berdesir lebih kencang, mulutnya kelu saat ia mendengar suara Vano ada dalam pak Dante.


seluruh mata tertuju pada pak Dante yang sedang berusaha menunjukkan siapa dirinya, sekarang ia sudah berada didepan Siska.


"siapa kau? kenapa suaramu mirip sekali dengan suara Vano?" seru Siska dengan curiga.


Vano meletakkan kembali ponselnya, kemudian ia berjalan mengitari Siska yang sedang berdiri di tengah ruangan.


"aku sudah bilang kepadamu dari tadi, aku menyuruhmu untuk pergi dari tempat ini, kenapa kamu masih saja tidak mendengarkan!" ucap Vano dengan suara beratnya.


mata Siska mengikuti kemanapun Vano berjalan, ia masih tidak percaya bahwa suara Vano ada dalam guru baru itu.


kemudian Vano berhenti tepat didepan Siska , ia menatap wajah Siska yang masih tertutup cadar itu.


"kamu pikir aku bodoh, kamu pikir kamu bisa mengelabuiku dengan cadarmu ini, Siska?" ucap Vano yang mulai membongkar balik penyamaran Siska.


Siska menatap tajam wajah Vano yang masih tertutup kulit sintetis itu.


"siapa kamu?" ucap Siska semakin penasaran


Vano tersenyum, lantas ia mulai membuka kacamata dan kumis palsunya, kemudian Vano membuka topeng sintesis nya sedikit demi sedikit, perlahan wajah tampan Vano mulai terlihat, hingga membuat seluruh mata terperangah melihat pak Dante yang ternyata adalah Vano, Direktur sekaligus pimpinan yayasan sekolah Shesa.


"haaa...pak Dante ternyata adalah pak Vano!" seru Monic sembari menutup mulutnya yang terbuka, ia benar-benar tidak menyangka bahwa pak Dante adalah pak Vano juga.

__ADS_1


begitupun dengan seluruh pasang mata yang menyaksikan kejadian itu, seluruh siswa dan semua dewan guru, sangat tidak menyangka penyamaran Vano sukses membuat mereka tidak mengenalinya.


wajah tampan Vano mulai terlihat nyata, ia menatap wajah istrinya, tampak senyum mengembang dibibir Shesa melihat Vano menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya, dan memberi perhitungan kepada wanita bercadar itu.


"kau adalah istriku, kau adalah kekuatanku, aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti hati orang yang aku cintai"


mata mereka saling berbicara, kekuatan cinta mereka membuat Vano lebih tangguh untuk menghadapi kelicikan Siska, dan tentu saja jati diri Vano menjadi perbincangan diantara siswa dan guru-guru lainnya.


"ya ampun, ternyata pak Dante adalah pak Vano!"


"pak Vano memang hebat, kita benar-benar tidak mengenalinya sama sekali"


"kamu benar, dia bukan hanya sekedar CEO, tapi dia juga seorang detektif yang handal"


semua orang baru menyadari bahwa Vano adalah guru baru itu, dan tentu saja itu membuat Siska gelagapan bukan main.


"ti...ti...tidak mungkin, kau...kau...?" lidah Siska terasa kelu mengatakan apapun, kekuatan amarah yang tadi ia tunjukkan kepada semua orang, seketika padam bercampur rasa malu yang luar biasa.


"wah ternyata wanita itu sudah memfitnah Shesa"


"pasti pak Vano tidak akan memaafkannya"


"iya bener, tentu saja Shesa keluar dari kamar pak Dante, orang kamar itu kamar suaminya sendiri"


semua siswa dan guru pun mulai mengetahui fakta yang sebenarnya.


"sekarang bukalah cadarmu dihadapan semua orang, setelah itu minta maaflah kepada istriku, kamu sudah menyakiti hatinya dengan memfitnahnya" perintah Vano agar Siska segera membuka kedok aslinya.


"tidak, seumur hidup aku tidak akan meminta maaf kepada gadis sialan itu" tolak Siska terang-terangan.


Vano menatap tajam wajah Siska, tangannya mulai menarik cadar yang menutupi sebagian sebagian wajah Siska.


"set...." dengan sekali tarikan kain penutup itupun terjatuh dilantai.


"Bu Siska?" Shesa terkejut dan benar-benar tidak mempercayainya, ternyata Siska masih saja mengganggu hidupnya.


"omaigad....Bu Siska masih hidup rupanya?" seru Monic yang sangat terkejut melihat wajah Bu Siska masih terlihat di sekolah ini.


"Bu Siska? ternyata wanita bercadar itu adalah Bu Siska, benar-benar tidak tahu malu banget ya"


"urat malunya sudah putus kali ya, udah dipecat dari sekolah ini, masih saja mencari masalah"

__ADS_1


"aku yakin kali ini pak Vano tidak akan memaafkannya"


Siska lantas pergi mendengar hinaan mulai menyeruak di telinganya, dengan cepat ia mulai beranjak keluar dari ruangan UKS itu, namun sia-sia saja, beberapa petugas kepolisian sudah menjemputnya didepan pintu.


"maaf nyonya, Anda kami tangkap atas dugaan perencanaan pembunuhan serta pencemaran nama baik, silahkan ikut kami ke kantor polisi" ucap seorang polisi yang menghadang langkah Siska.


"apa maksud bapak, saya tidak bersalah, saya tidak melakukan semua itu pak" seru Siska mencoba mengelak.


"tangkap dia pak, wanita ini sudah sangat mengganggu hidup kami, Siska!... lebih baik kamu habiskan sisa hidupmu di hotel prodeo, disana kau akan lebih tenang, tidak perlu memikirkan kebahagiaan kami lagi" seru Vano sembari memeluk tubuh Shesa.


"tidak Vano, kau tidak bisa melakukan ini padaku, aku tidak terima, ini semua gara-gara kamu gadis brengsek" ucap Siska sembari berlari menuju kearah Shesa, namun Vano dengan cepat menghadang langkah Siska.


"jangan coba-coba untuk menyentuhnya, sebelum kau menyentuh istriku, kau harus berhadapan dulu dengan ku" seru Vano sembari mencengangkan kuat tangan Siska, hingga Siska meringis kesakitan.


Vano dengan cepat menyeret Siska kepada polisi itu.


"bawa wanita ini pak" ucap Vano sembari menyerahkan Siska kepada polisi.


polisi dengan segera membawa Siska ke kantor polisi, Siska tampak berontak saat polisi membawanya naik keatas mobil.


Vano berbalik kearah Shesa, Shesa berlari memeluk suaminya, tangisnya mulai pecah saat ia membenamkan wajahnya di dada Vano yang bidang.


"sssttt... jangan menangis sayang, ini semua sudah berakhir, Siska tidak akan mengganggumu lagi...hm" ucap Vano sembari mencium puncak kepala Shesa dengan mesra.


kemudian Monic datang menghampiri Shesa dan Vano.


"Shesa, pak Vano...maafin saya, tadi sempat tidak percaya melihat video itu" sesal Monic.


Shesa melepaskan pelukannya dari Vano, dan berbalik kearah Monic.


"Monic, untuk apa kamu minta maaf, semua ini hanya salah faham, kamu sahabatku yang paling baik" ucap Shesa sembari memeluk Monic.



Bu Siska sebenarnya adalah wanita yang cantik, karena rasa iri dengkinya itu luar biasa, membuat seorang Bu Siska menjadi sangat jahat dan liar.


maaf ya visual ini hanya kehaluan otor🀭


BERSAMBUNG


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

__ADS_1


AYO TUNJUKKAN DUKUNGANMU AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI NULISNYA πŸ’ͺ✍️🀭


__ADS_2