Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
Bab bonus 5 : Bayi Romi dan Laura


__ADS_3

Di suatu rumah sakit yang terletak di sebuah kota di Jerman, tampak seorang wanita yang tengah hamil besar sedang dibawa masuk kedalam ruang persalinan, terlihat seorang pria yang mengiringi wanita yang sedang kesakitan itu.


"Aaahh...sakiiitt sayang, perutku sakit sekali" rintih Laura sembari memegang tangan suaminya yang selalu berada disampingnya.


"Kamu yang kuat ya, aku akan selalu bersamamu!" Seru Romi yang tampak khawatir melihat kondisi istrinya yang akan melahirkan bayi mereka.


Sesekali Laura mencengkeram kuat tangan Romi saat kontraksi itu mulai terasa, kemudian Ia melepaskan tangannya dan mengambil nafas dalam-dalam saat kontraksi itu mengilang.


"Kenapa sakit sekali rasanya, nggak seperti pas waktu bikin, ini benar-benar sakit sekali" rintih Laura sembari menarik baju Romi.


"I_iya sakitnya cuma sebentar, nanti kalau bayi kita sudah lahir, pasti sakitnya akan hilang" seru Romi menenangkan istrinya.


"Ohh...ya ampun rasanya aku ingin pipis" ucap Laura kepada suaminya.


"Kamu ingin pipis, ayo aku antar" ucap Romi sambil memapah Laura ke kamar mandi. Menurut perkiraan dokter Laura masih pembukaan 4, jadi butuh waktu untuk membuat pembukaan itu sempurna. Selama masa kontraksi dan pembukaan leher rahim, Laura diberi kesempatan untuk makan dan jalan-jalan, supaya proses pembukaannya semakin cepat.


Setibanya di dalam kamar mandi, Laura berusaha untuk mengeluarkan pipinya yang tertahan, ia mencoba mengeluarkannya, namun sayang pipisnya belum juga bisa keluar dari persembunyiannya.


"Nggak bisa keluar sayang, gimana dong, aku takut, kenapa baby kita nakal kayak kamu sih" pekik Laura sembari menyandarkan tubuhnya pada suaminya.


"Sudah-sudah ita maafkan aku sudah bikin kamu seperti ini, habis nya kamu juga sih godain aku mulu" seru Romi sembari menatap wajah istrinya.


"Kamu tuh, suka banget naik ke tubuhku" balas Laura sembari mengerucutkan bibirnya. Dan terlihat Romi tersenyum smirk melihat ekspresi istrinya.


Romi membawa Laura keluar dari kamar mandi, terlihat dokter sudah ada di depan mereka. Romi yang melihat kehadiran dokter segera memberi tahu keluhan istrinya.


"Dokter, kenapa istri saya mengeluh tidak bisa mengeluarkan air seninya? apa itu tidak berbahaya dokter?" tanya Romi (pake bahasa Indonesia aja ya beb, othor nggak ngerti bahasa Jerman soalnya 😁).


"Tidak apa-apa Tuan, itu hal yang biasa dialami oleh ibu yang sedang mengalami persalinan, kepala si bayi sudah berada pada leher rahim, sehingga besar kemungkinan letak kepalanya yang sudah siap keluar, menekan saluran kandung kemih Nyonya Laura, sehingga Nyonya Laura akan terasa seperti ingin buang air, jangan khawatir saya akan memeriksanya" seru dokter wanita itu.

__ADS_1


Kemudian Laura berbaring diatas tempat tidur dengan perut yang membesar, dokter membuka kaki Laura lebar-lebar agar memudahkan dokter untuk melihat kondisi terkini dari jalan lahir bayi Laura.


Dokter memasang sarung tangan steril dan mulai memasukkan satu harinya pada jalan lahir bayi Laura, untuk beberapa saat Laura meringis saat dokter memeriksa jalan lahir bayi mereka.


Setelah beberapa saat dokter tersenyum dan memerintahkan Laura untuk mengejan jika ia merasa seolah ingin buang air besar.


"Pembukaan nya sudah lengkap, Nyonya Laura bisa mendorong bayi Anda jika saatnya Anda ingin mengejan, jangan ditahan ya Nyonya, ambil nafas dalam-dalam dari hidung dan keluarkan dari mulut.


Laura mengikuti perintah dokter, disaat dirinya ingin sekali buang air dan ingin mengejan, Laura mengambil nafas dari hidung dan membuangnya dari mulut diikuti dengan mendorong bayinya agar segera keluar.


"Huufff...huffftt....huffttt....emmmm" suara tarikan nafas Laura yang diikuti cengkeraman tangannya pada rambut Romi, sontak membuat Romi mengikuti kemana arah tangan Laura bergerak.


"Haaaaaaaa..." Romi terasa berkunang-kunang saat kepalanya bergerak ke sana kemari mengikuti cengkeraman tangan Laura. Laura justru semakin kuat mencengkeram rambut suaminya, saat bayi mereka akan segera keluar, sehingga membuat Romi lemas tak berdaya, apalagi Romi semakin pusing saat melihat darah segar mulai keluar dari tubuh Laura, Romi justru pingsan tak sadarkan diri dan bersandar pada tempat tidur Laura.


Beberapa suster membantu Romi untuk bangun dan meletakkannya pada kursi, sementara para suster masih sibuk membantu dokter yang sedang berusaha membantu Laura untuk mengeluarkan bayinya.


Dan tak berselang lama bayi laki-laki tampan itu telah lahir ke dunia. Laura begitu bahagia melihat bayi mereka, sementara Romi masih tak sadarkan diri akibat jambakan Laura dan melihat darah yang keluar banyak dari tubuh istrinya.


"Bayiku" Romi segera pergi menghampiri istri dan anaknya. Laura melihat Romi yang kini berada disampingnya dan terlihat menitikkan air matanya.


"Sayang, coba lihat ini anak kita, dia mirip banget sama kamu." seru Laura sambil mengusap lembut kepala bayinya. Terlihat bayi itu meliuk-liuk diatas tubuh sang ibu, sang bayi berusaha mencari put*ng susu ibunya, hingga akhirnya mulut mungil itu mulai menemukan pusat aerola milik Laura.


"Bayi kita...dia lucu sekali" seru Romi menangis bahagia melihat putra pertamanya lahir ke dunia. Romi dan Laura begitu bahagia dengan kelahiran bayi laki-laki mereka.


"Terimakasih sayang, kamu sudah memberiku kebahagiaan, kalian berdua begitu sangat berharga" Romi memeluk istri dan bayinya dengan bahagia.


"Maafkan aku jika tadi aku sempat jambak rambut kamu, aku nggak sengaja sayang, aku reflek, tiba-tiba saja tanganku seperti itu, habisnya sakit banget sih" ucap Laura


"Tidak apa, aku mengerti, rasa sakit jambakan istriku tak seberapa dibanding rasa sakit yang kamu rasakan, kamu wanita hebat, besok-besok kamu jangan kapok lagi ya ngelahirin anak-anakku" ucapan Romi membuat Laura membulatkan matanya. Sedangkan Romi tersenyum smirk sembari menggerakkan alisnya naik turun.

__ADS_1


"Oke nggak papa, asal kamu siap-siap saja aku jambak-jambak lagi" balas Laura yang membuat beberapa suster di samping mereka ikut tertawa kecil.


*******


Sementara itu Excel mendapati ponselnya berdering, dilihatnya Romi sedang melakukan panggilan.


"Romi"


"Hallo Rom, gimana kabarmu adikku!"


"Hallo Bang, Aku baik-baik saja, kau tahu Bang hari ini Aku sangat bahagia, Aku sudah menjadi seorang Ayah...iya Istriku sudah melahirkan"


"Benarkah? selamat ya Adikku, Abang ikut bahagia...kapan Kalian akan pulang ke Indonesia, Abang sudah kangen sekali"


"Masih lama Bang, Mami masih belum mau pulang ke Indonesia."


"Ah...cobalah bujuk Mami, supaya Mami mau pulang ke Indonesia, Abang ingin kita berkumpul bersama disini, lagipula urusan disana sudah selesai, dan kuliah kamu sebentar lagi lulus, menunggu apa lagi"


"Baiklah nanti Romi coba bujuk Mami, semoga saja Mami mau pulang ke Indonesia"


"Iya...semoga saja" ucap Excel penuh harap, Excel berharap Maminya mau pulang kembali ke Indonesia setelah belasan tahun Nyonya Emili hijrah ke negara Jerman, meneruskan bisnis mendiang suaminya Tuan Andreas, alasan Nyonya Emili tidak mau tinggal di Indonesia karena masih trauma dengan kematian suaminya, sampai saat ini pun Nyonya Emili masih sakit hati kepada orang yang menurutnya sudah menabrak mobil suaminya hingga membuat suaminya meninggal dunia.


Akankah Nyonya Emili tahu bahwa anak dari orang yang menurutnya sudah menabrak mobil suaminya itu ternyata adalah istri dari putranya sendiri, Excel....bagaimana kelanjutannya? akankah Nyonya Emili bisa menerima Vera sebagai menantunya?


Jawabannya ada di sekuel kedua novel ini...jadi ditunggu tanggal mainnya ya gaes 😊


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Mampir yuk di novel karya Author Ayi yang berjudul Menggapai Mimpi, ramaikan gaes dijamin ceritanya juga seru😊

__ADS_1



...Jangan lupa ya 😊...


__ADS_2