Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
ketahuan karyawan


__ADS_3

"tidak, aku tidak mau menemui mereka" sahut Vera.


"papa sakit kak"ucap Shesa


"apa?" Vera terkejut mendapati Dewa sakit, hatinya masih sakit saat Dewa mengusir dia dari rumah.


"papa sekarang dirawat di rumah sakit" tukas Shesa.


Vera terdiam dan berfikir sejenak, ia ragu untuk bertemu dengan Dewa dan Anggi, ia takut mereka masih marah kepadanya.


"kak Vera jangan takut, papa dan mama pasti senang liat kakak sudah pulang" bujuk Shesa, namun Vera tetap bersikeras tidak mau menemui kedua orangtuanya.


"maaf aku tidak bisa" sahut Vera menolak.


" kakak tidak percaya padaku? percayalah kak, papa sudah memaafkan kakak, papa sakit seperti ini juga gara- gara kakak" jelas Shesa.


"maksudmu" tanya Vera penasaran, kenapa harus gara-gara dirinya Dewa menjadi sakit.


Shesa menceritakan kronologi nya, Vera tertunduk dan menghela nafas panjang, sebenarnya ia sangat rindu sekali pada Dewa dan Anggi, namun ia masih trauma dengan peristiwa 2 tahun silam.


Vano mendekati Shesa dan mencoba menenangkan istrinya, Vera perlahan undur diri, ia tetap tak ingin bertemu dengan Dewa dan Anggi.


"maaf...saya permisi dulu, nanti kalau kamu ketemu papa dan mama, bilang pada mereka aku baik-baik saja" seru Vera lantas ia segera meninggalkan ruangan Vano.


Shesa melihat kakaknya keluar dari ruangan, air matanya menetes tanpa komando, Vano melihat istrinya begitu sedih, ia menawarkan bahunya untuk Shesa bersandar, Shesa tersedu dan membenamkan kepalanya pada dada bidang Vano.


Vano mengusap rambutnya pelan, ia mencium kening Shesa, dan mencoba memberi kenyamanan disaat Shesa sedang bersedih.


"jangan menangis, hapus air mata ini, aku tidak suka itu, hm" Vano mengusap airmata yg menetes dipipi Shesa dengan kedua tangannya.


"sebenarnya apa yg terjadi?" tanya Vano lembut, Shesa merasa sangat nyaman sekali pada pelukan Vano, ia menyandarkan kembali kepalanya pada dada Vano.


"ceritanya panjang" jawab Shesa.


"katakanlah, mungkin aku bisa membantumu?" seru Vano, Shesa mulai menceritakan hal yang sebenarnya terjadi, dan Vano mendengar nya dengan seksama, Vano mengernyitkan dahinya, disaat ia tahu bahwa Vera pernah hamil.


setelah panjang lebar Shesa bercerita, akhirnya Vano bisa tahu masalah sebenarnya.


"dengarkan aku, kakakmu masih butuh waktu, ditinggalkan pacar dan orangtua secara bersamaan, itu bukan hal yg mudah bagi dirinya, apalagi di pergi dengan membawa janin di perutnya.


"tapi bayi itu sudah digugurkan" sahut Shesa.


"tidak...aku yakin bayi itu tidak pernah ia gugurkan, Vera hanya menghindari keluarga besarnya, ia tak mau nama baik keluargamu jadi bahan gunjingan yg berlarut-larut, maka dari itu ia memutuskan untuk pergi ke Inggris" seru Vano


"maksud kamu, kak Vera melahirkan anaknya?" tanya Shesa penasaran, dan Vano mengangguk yakin.

__ADS_1


"kalau memang kak Vera melahirkan, lantas dimana bayi itu?" Shesa mulai berfikir.


"tentu saja bayi itu bersamanya" jawab Vano santai.


Shesa terfikirkan sesuatu tentang alamat Vera sekarang.


"suamiku, bolehkah aku minta alamat kak Vera yg sekarang" pinta Shesa agar Vano memberi informasi tempat tinggal Vera.


"tentu saja..."


Vano mulai mencari alamat Vera yg sekarang.


"ini dia...sudah ketemu...jl.Kamboja no. 12" seru Vano, Shesa bahagia sekali sudah menemukan alamat Vera


"terimakasih" Shesa tersenyum bahagia.


"untukmu akan aku lakukan apapun yg kau mau" Vano menatap dalam wajah cantik Shesa dan 'cup' ciuman Vano mendarat dipipi Shesa.


beberapa karyawan mengintip Vano yaang dekat sekali dengan Shesa, mereka mulai berfikiran macam-macam.


"hei...itukan gadis tadi, kok tiba-tiba dia diruangan pak Vano sih"


" tau tuh ...jangan-jangan mereka punya hubungan"


"eh si cewek tuh kayaknya masih sekolah dimana ya? lupa"


bisik-bisik karyawan hingga mereka dibubarkan oleh kehadiran Mario.


"hei...apa yg kalian tonton, cepat kembali ke tempat kalian, atau saya laporkan pada pak Vano" seru Mario yg tiba, tiba datang masuk ke kantor.


seluruh karyawan itu akhirnya bisa dibubarkan.


"hm... dasar perempuan, sukanya ngegosip mulu" tukas Mario kesal, para karyawan akhirnya masuk ke ruangan masing-masing.


Mario melihat Shesa dan Vano sedang berduaan, ia tak berani mengetuk pintu, ia lebih memilih menunggunya diluar ruangan.


setelah beberapa menit, Shesa dan Vano keluar dari ruang kerja utama, Vano mendapati Mario yg sudah menunggu sedari tadi.


"Mario ...kamu antar istriku ke rumah sakit, hari ini papa Dewa sudah waktunya pulang, kamu antar mereka pulang ke rumah, jangan sampai ada yg tidak beres" seru Vano.


"baik...tuan muda" jawab Mario


Shesa berpamitan pada Vano.


"aku pergi dulu, terimakasih atas semuanya" seru Shesa sambil tersenyum.

__ADS_1


"pergilah...hati- hati" jawab Vano.


Vano mengecup kening istrinya, lantas Shesa segera pergi ke rumah sakit untuk menjemput Dewa dan Anggi


*******


sesampainya di rumah sakit, Shesa turun dari mobil dan segera menuju kamar dimana Dewa dirawat.


"papa...." Shesa memeluk Dewa yg sudah siap untuk kepulangannya hari ini.


"kita pulang sekarang pa, mobilnya udah ada diluar" seru Shesa dan Dewa pun menganguk setuju.


"sayang ...suamimu nggak ikut?" tanya Anggi


"oh...suamiku sedang ada rapat penting ma" jawab Shesa dan Anggipun memaklumi kesibukan Vano.


"Shesa...mama mau bicara penting sama kamu?" bisik Anggi


"ada apa ma?" Shesa sangat penasaran.


"biaya perawatan papa cukup besar, tabungan mama mulai menipis, mama bingung harus bagaimana, sepertinya uang mama tidak cukup untuk membiayai pengobatan papa" seru Anggi.


Shesa mulai berfikir, ia masih memiliki tabungan, ia berencana mengambil tabungan itu untuk membantu mamanya.


"mama jangan khawatir, Shesa masih punya tabungan" hibur Shesa.


"maafin mama udah ngerepotin kamu " sahut Anggi terharu.


"nggak kok ma, Shesa malah seneng bisa bantu mama" ungkap Shesa sambil memeluk Anggi.


meskipun Shesa bisa bilang ke Vano, jika ia membutuhkan uang untuk biaya rumah sakit, namun ia tak mau merepotkan suaminya, selagi dia mampu, Shesa akan berusaha sendiri.


Setelah semuanya siap, mereka akhirnya menuju ruang administrasi, dan Shesa mulai bertanya pada petugas rumah sakit.


"maaf suster...pasien atas nama Dewa Dwiputra akan dibawa pulang hari ini, untuk semua biaya administrasi nya sampai berapa ya sus?" tanya Shesa.


"sebentar ya mbak, saya lihat dulu" seru suster sambil mengecek data administrasi perawatan Dewa.


"disini sudah tertulis LUNAS, jadi pak Dewa sudah bisa pulang secepatnya" jelas suster.


"apa suster? sudah lunas? lantas siapa yg sudah melunasinya?" Shesa sangat terkejut, tiba-tiba ada orang baik yg membiayai pengobatan Dewa.


"ini... nona...namanya Rayvanno Adiputra Perkasa, semuanya sudah dibayar oleh beliau" seru suster sambil tersenyum.


BERSAMBUNG

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️


SESUAI KEMAUAN KALIAN, AUTHOR SUDAH MEREVISI PANGGILAN UNTUK TUAN MUDA😊


__ADS_2