
masih di atas podium, Veronica mulai mengangkat ponselnya di telinga, tiba-tiba terdengar suara yang membuatnya membulatkan mata.
"maaf bu Vero, anda harus segera kemari, perusahaan kita sedang genting, ada virus yang menyerang jaringan komputer kita, semua data sudah diretas, kita terlambat menanganinya"
pesan suara itu membuat Veronica sangat terkejut bukan main, wajahnya berubah menjadi merah padam, keringat dingin mulai membasahi wajahnya, ia mengeratkan giginya, dan tampak ia melihat Vano yang sedang mengangkat gelas kearah Veronica.
Veronica semakin geram saat Vano seolah mengejeknya.
"ah...sial, kenapa bisa jadi begini!" umpatnya sangat kesal, secara reflek dia membanting ponselnya, ia tidak terima kalah dari Vano.
seluruh yang hadir sangat terkejut dengan sikap Veronica yang tiba-tiba sangat marah, Vano masih bersikap tenang, senyumnya terlihat mengembang diwajah tampannya, ia terus memperhatikan ekspresi sang tante, seperti kertas kusut yang siap dibakar, hingga akhirnya Vano mendapati ponselnya berdering, lantas Vano segera melihat ke layar ponselnya.
"sekretaris Jimmy " dengan cepat ia mengangkat telepon dari sekretaris Jimmy
"tuan muda, kita berhasil mengunci data -data perusahaan Veronica Thamrin" ucap sekretaris Jimmy dalam teleponnya.
Vano menaikkan ujung bibirnya mendengar ucapan sekretaris Jimmy.
"bagus, ini baru permulaan, aku ingin tahu bagaimana reaksi tante Veronica selanjutnya" seru Vano dengan serius.
"ada apa sayang, semua baik-baik saja kan? apa yang terjadi pada tante Veronica?" tanya Shesa yang terkejut melihat perubahan sikap Veronica.
"pertunjukan baru dimulai sayang, tante Veronica mencoba menipu kita, tapi akhirnya dia sendiri yang menjatuhkan dirinya kedalam jurang" seru Vano kepada Shesa.
"menipu kita? apa maksudnya?" tanya Shesa penasaran
"iya...dia sengaja memasukkan virus ke dalam jaringan komputer perusahaan, lewat file-file yang sudah ia kirim sebagai tanda kerja sama" ucap Vano menjelaskan.
"sengaja memasukkan virus?" ucap Shesa.
"iya, jika saja aku terlambat menanganinya, maka seluruh data perusahaan akan berhasil ia kuasai, tapi sekarang serangan itu berbalik pada tante Veronica, semua data-data perusahaannya telah berhasil kita retas" seru Vano menambahkan.
"astaga, sampai seperti itu cara tante Veronica mencoba mengambil alih perusahaan" ucap Shesa tidak percaya.
"sekarang, lihat apa yang terjadi pada perusahaan tante Veronica, dan sebentar lagi perusahaan itu akan jatuh ketangan kita" seru Vano.
*******
__ADS_1
Veronica dengan perasaan yang berkecamuk, ia dengan segera meninggalkan podium, Veronica berjalan melewati Vano yang tengah berdiri menghadang jalannya.
"tante mau kemana? acara belum selesai, kenapa tante tampak tergesa -gesa, ayo kita minum dulu" seru Vano sembari menawarkan minuman kepada Veronica.
Veronica hanya menatap Vano dengan tatapan sinisnya, ia seolah tak bisa berkata apa-apa, harusnya hari ini ia melihat wajah Vano yang tiada menampakkan senyum lagi, tapi justru ia melihat Vano tampak tersenyum renyah kepadanya.
Vano mulai mendekati Veronica dan membisikkan sesuatu di telinga sang tante.
"jangan bermain-main dengan keluarga Vano Perkasa, jika tante masih ingin hidup tante bahagia, pergilah menjauh dari kami, maka aku akan mengembalikan data-data perusahaan itu kepada tante" bisik Vano yang membuat ekspresi Veronica semakin kesal.
Veronica menatap penuh dendam
"aku tidak akan pergi dari sini sebelum aku melihat kau menangis" seru Veronica sembari menatap Shesa yang berada di belakang Vano.
Vano yang menyadari tatapan Veronica seolah mengancam jiwa istrinya, lantas ia berucap kepada Veronica dengan penuh amarah.
" ingat tante, selama aku masih hidup, tidak akan aku biarkan tante menyentuh ataupun menyakiti istriku, camkan itu" seru Vano dengan tatapan tajamnya.
Veronica segera meninggalkan ruangan acara tanpa sepatah katapun, ia segera pergi ke kantornya untuk melihat situasi perusahaannya saat ini, dimana Vano sudah mengambil alih data-data perusahaannya.
"sial...sial...sial...kenapa bisa seperti ini, haahhh...aku akui Vano memang cerdik, dia bisa mengetahui rencanaku dengan sangat sempurna, menyerangnya dengan cara seperti ini, tidak akan menguntungkan bagiku, aku harus mencari cara lain untuk menyerangnya kembali" gumam Veronica.
"bu Vero, untung anda sudah datang, data-data perusahaan kita telah diretas bu, hacker itu sangat cerdas sekali, ia dengan cepat mengembalikan file virus itu kembali pada perusahan kita, dia pasti sangat jenius" seru sekretaris dengan cemas
"apa yang harus kita lakukan?" seru Veronica.
"jika data-data itu tidak dikembalikan secepatnya, maka perusahan kita akan mengalami resesi bu Vero!" ucap sang sekretaris.
"apa...?"
"terpaksa perusahaan yang selama ini yang telah membesarkan nama bu Veronica, akan diambil alih oleh perusahaan pak Vano" imbuh sang sekretaris.
"haaaaaa...." Veronica sudah tidak bisa membendung emosinya, ia menghancurkan apapun yang ada disekitarnya.
"aaaa...bu Veronica, tenangkan diri anda " seru sekretaris dengan perasaan takut, karena melihat Veronica tengah mengamuk di ruangannya.
"pergi kalian semua, tinggalkan aku sendiri " seru Veronica kepada staf dan karyawannya yang masih berada diruangannya.
__ADS_1
tanpa pikir panjang seluruh staf beserta sekretaris Veronica segera meninggalkan ruangan.
"waduh...ini bisa gawat, kalau perusahaan bu Veronica sampai bangkrut"
"iya betul, bisa-bisa sebentar lagi kita PHK massal ini"
"kita harus bagaimana sekarang, sudah pasti perusahaan bu Vero tidak bisa dipertahankan lagi"
"ini salah bu Vero juga sih, dia udah berani-beraninya bermain api dengan perusahaan pak Vano, tahu sendiri kan pak Vano itu rajanya bisnis"
"eh...mumpung kita belum di PHK sama bu Vero, bagaimana kalau kita minta tolong sama pak Vano ajah, kita melamar di perusahaannya, dengar-dengar sih pak Vano mencari pegawai yang cukup banyak dan pastinya berpengalaman, pegawai yang baru akan ditempatkan pada perusahaan milik mertuanya, pak Dewa"
"aku setuju, ucapanmu ada benarnya, kita coba aja, siapa tahu kita bisa diterima, udah jelas -jelas perusahaan bu Veronica pasti akan segera bangkrut"
beberapa karyawan merencanakan untuk resign dari perusahaan Veronica dan mereka sepakat untuk datang ke perusahaan Vano.
*******
di acara pesta.
semua tamu undangan sejenak terpaku pada sesuatu yang baru saja mereka lihat, seorang Veronica Thamrin tiba-tiba marah dan membanting ponselnya, seorang wanita terhormat dan juga pimpinan perusahaan mendadak pergi meninggalkan acara tanpa sebab.
"eh sebenernya apa sih yang terjadi pada Veronica Thamrin? kok tiba-tiba ia pergi meninggalkan acara ini begitu saja?"
"itu wanita memang aneh, tadi ia bangga sekali menyebut dirinya hebat dan disejajarkan dengan pak Vano"
"kamu benar, sampai -sampai ia berani sesumbar bahwa perusahaan pak Vano akan dijual kepadanya"
"ke PD an banget ya tu perempuan, eh nyatanya sekarang dia malah pergi begitu saja, dasar perempuan aneh"
"mungkin saja dia kalah telak sama pak Vano"
setiap orang membicarakan tentang Veronica, sedangkan Vano tengah tersenyum mendapati kemenangannya.
"aku bangga padamu sayang, kamu memang pantas menjadi sosok pemimpin, anak kita sangat beruntung memiliki seorang ayah yang hebat sepertimu" seru Shesa sembari memeluk suaminya.
"ini semua kulakukan demi dirimu" ucap Vano sembari mencium kening sang istri.
__ADS_1
BERSAMBUNG
💖💖💖💖💖