Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
pertemuan Exel dan Vera


__ADS_3

setelah makan malam, Vano dan Shesa beranjak menikmati indahnya malam bertabur bintang, dengan berdiri menghadap lautan, balkon kamar VIP mereka memang berada pada lokasi yg strategis.


Vano memberi Shesa segelas wine, dan itu membuat Shesa sedikit terkejut.


"wine??...sayang aku tidak biasa minum minuman seperti ini" seru Shesa menolak


Vano tersenyum dan mencoba membujuk istrinya untuk menemaninya minum.


"ini tidak akan seburuk yg kamu kira, cobalah badanmu akan terasa hangat saat meminumnya...hm" Vano memberikan kembali gelas itu pada Shesa.


Shesa menerima segelas wine itu, lantas ia mencoba meminumnya sedikt.


"emm...kok gini sih rasanya" Shesa mengerjapkan lidahnya, itu membuat Vano merasa ingin tertawa melihatnya.


"kau ini benar-benar polos sekali sayang" Vano memggeleng kepalanya pelan.


"suka banget sih ngetwain aku!..." sahut Shesa sedikit kesal.


Vano menatap gemas sambil menyandarkan sikunya disebuah meja, sesekali ia meneguk wine yg ia pegang, terlihat sangat elegan, Shesa mulai menatap tajam mata Vano, perlahan ia mencoba lagi meminum wine yg masih ia pegang, Vano sedikit terkejut dengan tingkah istrinya.


"katanya tidak suka wine, kenapa ia minum lagi?" pikirnya dalam hati.


sekali Shesa meneguk wine dari gelas mewahnya, setelah itu ia berjalan menghampiri Vano yg bersandar di sebuah meja, dengan langkah yg menggoda dan tatapan yg nakal, Shesa mulai menggoda suaminya, pandangan Vanopun tak lepas sedikitpun dari pesona istrinya.


setelah beberapa saat, Shesa sudah sampai didepan Vano, dengan senyum dan tatapam yg nakal, Shesa mulai menaruh gelas yg Vano pegang, dan iapun mulai menarik dasi Vano agar Vano lebih mendekatinya.


tangan Shesa mulai melingkar di leher Vano yg berotot, sesekali ia memberi isyarat agar Vano mendekatkan bibirnya pada bibir Shesa, dan perlahan Shesa menautkan bibirnya pada bibir Vano, tak biasanya Shesa yg mendahului Vano, kali ini ia lebih agresif ketimbang suaminya.


Shesa meniupkan wine yg masih ia tahan dalam mulutnya ke dalam mulut Vano, ada sensasi yg berbeda dari ciuman mereka, Vano semakin bergejolak saat menikmati wine yg Shesa berikan.



semakin lama semakin mereka menikmati waktu itu, sejenak Shesa melepaskan ciumannya, dengan lembut ia membuka jas milik Vano, entah dari kapan Vano sudah bertelanjang dada.


Shesa berbisik ditelinga Vano dengan mesra.

__ADS_1


"sayang...aku akan memberimu kejutan" senyum nakal Shesa membuat Vano tak bisa untuk menahan yg ada disana, Shesa mulai nakal mencium leher turun ke dada Vano yg bidang, sesekali wajah Vano mengadah keatas, ulah Shesa membuatnya semakin bergairah.


Shesa mulai membuka sabuk Vano, dan ia mulai bermain dibawah sana, Vano semakin mengerang menahan sensasi rasa yg dibuat istrinya, seperti halnya menikmati es krim yg manis.


Vano sudah kehabisan kesabaran, ia menarik tubuh Shesa ke pelukannya, gaun merah yg menempel di tubuh Shesapun mulai jatuh diatas lantai, keduanya larut dalam suasana yg mereka ciptakan dan saling berbalas ciuman.


tiba-tiba ponsel Vano berdering, namun Vano tak menghiraukan ponselnya, ia terus bergerilya menjelajahi tubuh istrinya, Shesa yg menyadari itu sempat menghentikan ciumannya.


"sayang ponselmu berdering" seru Shesa dengan nada berbisik.


"hm...biarkan saja, aku tak mau diganggu" jawab Vano lantas ia melanjutkan kembali ciumannya, ponsel itu terus berdering tanpa henti, sehingga membuat Shesa berinisiatif untuk mengangkat ponsel Vano, ia mencoba meraih ponsel Vano yang berada di atas nakas.


Shesa berhasil mengambil ponsel Vano, dan ia melihat kakanya Vera sedang melakukan paanggilan, Vano masih sibuk membuat stempel cinta pada tubuh Shesa yg putih.


"sayang...ini kak Vera, mungkin saja ada yg penting" seru Shesa pada Vano, lantas Vano mengangkat wajahnya dari dada Shesa.


"hm...angkat saja" jawab Vano malas, ia terus melanjutkan aktivitasnya yg belum selesai.


Shesa mulai mengangkat telepon dari Vera.


"Shesa...kok kamu yg angkat, suamimu mana?" tanya Vera penasaran.


"ehm...suamiku ma..sih didalam ka..mar mandi kak" jawab Shesa dengan terbata, karena nafasnya yg tidak beraturan.


"Shesa...kamu sakit? kamu nggak papa kan?" Vera sangat khawatir karena suara Shesa yg terdengar berat dan mend*es*h.


"oh...tidak kak, tidak apa- apa, kakak ada perlu sama suamiku, bicara saja nanti aku sampaikan?"ujar Shesa sambil menahan sensasi rasa dari ulah Vano dibawah sana.


"baiklah...katakan pada Vano, aku sudah merevisi kesalahan-kesalahan pada dokumen-dokumen itu, semuanya sudah beres, dan perusahaan papa akan segera pulih" panjang lebar Vera menjelaakan pada Shesa, namun Shesa tak terlalu fokus pada suara kakaknya, karena ada sesuatu dibawah sana yg mulai menerobos masuk.


"aahhh..." teriakan Shesa yg sedikit keras membuatnya segera menutup mulutnya, karena ia sadar Vera sedang berbicara padanya.


"Shesa??? kamu kenapa??" Vera sekali lagi menanyakan keadaan adiknya yg terlihat tak baik-baik saja, Shesa dengan cepat membalas kakaknya dengan sedikit gugup.


"iya kak...aku tidak apa-apa kok, kakak tak usah khawatir, nanti aku sampaikan pada suamiku ya...udah dulu ya kak, She...sa mau man...di dulu...bye" seru Shesa yg tak kuat menahan sesuatu dibawah sana, hentakan demi hentakan membuat Shesa menggigit bibir bawahnya.

__ADS_1


Shesa menutup ponsel Vano, dan Vanopun mengambil ponselnya dari tangan Shesa, kemudian ia buang ponsel itu ke sembarang arah, sekarang keduanya melanjutkan adegan yg menguras keringat itu.


entah berapa lama permainan itu mengisi waktu bulan madu mereka, hingga akhirnya keduanya tumbang dan tertidur dengan saling berpelukan.


*****


di Apartemen Vera.


Vera menutup teleponnya, ia mengernyitkan dahinya dan bertanya-tanya apa yg terjadi pada Shesa, namun ia dikejutkan dengan suara bel berbunyi.


Vera berjalan menuju pintu masuk apartemennya.


"ceklekkk"


Vera sangat terkejut melihat seorang pria yg berdiri membelakanginya, lantas ia bertanya pada pria itu.


"maaf...mencari siapa ya?" tanya Vera pada pria itu, perlahan pria yg memakai jas warna abu-abu itu berbalik menoleh ke arah Vera, pria itu tersenyum pada Vera.


betapa terkejutnya saat ia tahu pria itu adalah Exel, mantan kekasihnya sekaligus ayah dari anak semata wayangnya.


"kau..." seru Vera dengan tatapan tajam.


"apa kabar sayang" seru Exel dengan menyunggingkan ujung bibirnya.


"mau apa kami kesini?" tanya Vera dengan masih menyimpan sisa emosi 2 tahun yang lalu.


"jangan galak gitu dong sayang, aku kangen sama kamu" seru Exel sambil meraih tangan Vera.


Vera segera menarik tangannya, lantas ia segera masuk untuk menghindari Exel, namun Exel menahan pintu yg akan Vera tutup, sehingga Exelpun bisa masuk kedalam apartemen Vera.


"kamu mau apa sih, kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi sekarang, aku mohon kamu segera pergi dari sini..." pinta Vera agar Exel meninggalkannya.


"aku tidak akan pergi..." jawab Exel dengan seyum liciknya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


❤❤❤


__ADS_2