Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
bertemu teman-teman sekolah


__ADS_3

Vano meletakkan ponselnya kembali, ia menghela nafasnya dalam, Shesa memperhatikan terus wajah Vano yang seolah menyembunyikan sesuatu.


"bagaimana? apa mereka berhasil menyelamatkan kak Vera?" Shesa begitu penasaran, Vano memegang tangan Shesa dengan lembut.


"iya...Vera dan putrinya selamat" seru Vano pada Shesa yg harap-harap cemas atas keselamatan kakak dan keponakannya.


"syukurlah...aku lega mereka selamat" ungkap Shesa dengan senangnya, tapi wajah Vano masih menyembunyikan hal lain, dan Shesa menyadari akan hal itu.


"sayang... ada apa lagi? ada yang masih kau sembunyikan dariku?" Shesa memandang Vano dengan serius, Vano menatap tajam bola mata Shesa yang hitam, dengan terpaksa ia harus mengatakan hal ini pada istrinya.


"ada hal lain yang harua kau ketahui" seru Vano


"hal lain? apa itu" seru Shesa sembari mengernyitkan dahinya.


"Exel...adalah ayah kandung dari putri Vera" ungkap Vano sembari menundukkan wajahnya.


"apa? Exel adalah ayah kandung dari anak yang pernah kak Vera kandung, jadi.....itu tidak mungkin" Shesa seolah tak percaya bahwa Exel, kakak dari Romi adalah orang yang telah menghamili kakak kandungnya.


Shesa terduduk lemas, ia benar-benar tak percaya Exel begitu sempurna membalaskan dendamnya pada keluarganya, Vano mendekati Shesa dan mencoba menenangkan hatinya.


"sudahlah, sekarang kau tahu kenapa aku tidak membiarkanmu dekat-dekat dengan Romi, aku pernah menghajar Exel dan aku juga pernah memukuli Romi, karena aku tahu siapa mereka sebenarnya" jelas Vano


Shesa menatap Vano, betapa ia dulu pernah marah pada Vano karena telah melakukan hal yang menurutnya kriminal, memukuli Romi tanpa sebab, nyatanya itu semua Vano lakukan demi Shesa.


"maafkan aku" Shesa mendadak memeluk Vano dengan erat, Vano membalasnya dengan kecupan hangat di keningnya.


"untuk apa kau minta maaf, aku sudah bahagia akhirnya kau percaya padaku, aku adalah suamimu, sudah kewajibanku untuk melindungimu sayang..." Vano semakin erat memeluk istrinya, Shesa membiarkan wajahnya terbenam diantara dada Vano yang bidang.


********


didalam kamar hotel suite room




jam menunjukkan pukul 4 sore waktu Indonesia tengah, Vano hendak mengajak Shesa berbelanja hari ini, karena besok mereka sudah harus kembali ke Surabaya, karena bisnis Vano tak bisa di tinggal lama-lama, sekretaris Jimmy menginformasikan bahwa ada investor asing yang hendak bertemu dengan Vano secepatnya.


Shesa yang sudah bersiap-siap untuk berbelanja hari ini, dengan tampilan yang modis dan menawan, Shesa sukses membuat Vano tak berhenti memandanginya.


__ADS_1



"kenapa kau memandangiku seperti itu sayang?" Shesa merasa malu saat Vano melihatnya tanpa jeda sedikitpun, lantas ia mendekati Shesa dan meraih pinggangnya yang seksi.


"kenapa kau terlahir sangat cantik seperti ini? hmm? kau membuatku sangat lumpuh, pandanganku tak bisa berpaling dari wajahmu yang cantik ini sayang hmm" Vano berbisik mesra ditelinga Shesa, entahlah kenapa Vano tak bisa berhenti membuat Shesa terbuai oleh pesonanya yang cool, maskulin dan benar-benar tampan.


"ahh...sudahlah jangan menggodaku terus" pinta Shesa yang merasa mulai tergoda dengan rayuan Vano yang membuatnya terbang ke angkasa.


"aku suka sekali menggodamu sayang...mmphtt" dengan suara seraknya Vano mulai menautkan bibirnya pada bibir Shesa yang terlihat pink merona.


"mmpptthh...." Shesapun terpejam menikmati sentuhan yang indah itu, setelah beberapa detik mereka berciuman Shesa lantas melepaskan ciuman itu.


"ah...sudah sayang, kita pergi sekarang, kau lihat ini, lipstikku jadi berantakan lagi kan, kamu sih suka banget goda aku" Seru Shesa sambil menambahkan lipstik lagi dibibir mungilnya, yang telah luntur karena ulah Vano yang ******* habis bibir tipis itu.


Vano dengan senyum smirknya bertambah semakin semangat untuk menggoda Shesa lagi dengan ucapannya.


"lebih baik aku suka menggoda istriku, apa kamu tidak suka? apa kamu mau aku menggoda wanita lain? hmm" bisik Vano kembali menyeruak di telinga Shesa, dengan meyibakkan rambut belakang Shesa ke depan, Vano perlahan mencium tengkuk Shesa yang sangat wangi dan menggoda.


tiba-tiba Shesa membalikkan badannya menghadap Vano, dengan tatapan tajam ia menjewer telinga Vano.


"awas saja kalau kamu berani-beraninya menggoda wanita lain, aku akan ....aku akan...ihhh kamu tuh ya suka banget bikin aku marah" sahut Shesa dengan nada kesal.


"hahaha....ternyata istriku sangat menggemaskan saat sedang marah" Vano mendekap Shesa dengan manja.


keduanya sudah berada di luar hotel, dengan mudah Vano menemukan toko baju dan Souvenir.


Vano dan Shesa masuk ke dalam toko yang terkenal di tempat itu, Shesa mulai memilih-milih baju yang hendak ia beli, namun tiba-tiba Vano merasa ingin ke kamar kecil.


"sayang ...aku ke kamar kecil dulu, kamu pilih-pilih saja dulu...hm" seru Vano dan Shesapun mengangguk dengan senyuman khasnya.


disaat Shesa sedang sibuk memilih-milih barang, tiba-tiba ia dikejutkan oleh kedatangan seseorang.


"hai...Shesa" Mita tiba-tiba menepuk pundak Shesa, sontak itu sangat membuat Shesa terkejut bukan main, Shesa melihat Mita, Nabila dan Monic sedang berada di tempat yang sama.


"kalian...? kok ada disini juga?" tanya Shesa yang sangat penasaran, ketiga sahabatnya sama-sama berada di Bali.


"iya dong...kita liburan bertiga disini, kamu sih kita kontek tapi nomormu nggak aktif, jadi kita nggak ngajak kamu, trus kita datang ke rumahmu, kata mamamu, kamu sedang liburan di rumah om kamu, trus kita ketemu deh disini, jadi...rumah om kamu di Bali juga....wah kebetulan ya" jelas Nabila yang merasa senang bisa bertemu dengan Shesa di Bali.


"hah...rumah omku?" Shesa memutar bola matanya berusaha mencari alasan yang tepat.


"ah...iya...betul, rumah omku di sini...hehe" Shesa melirik kearah Monic.

__ADS_1


Monic memandang di sekitar, ia melihat Vano sedang berjalan menuju ke arah mereka, lantas ia memberi isyarat pada Shesa bahwa Vano sedang menghampirinya, apa jadinya kalau Mita dan Nabila mengetahui keberadaan Vano dan Shesa.


"eh...guys, yuk kita ke sana, ada baju lucu sepertinya " Monic berusaha mengalihkan perhatian Mita dan Nabila.


"mana sih, oh itu....ayo kita ke sana...eh Shesa ayo ikut kita belanja" seru Mita sembari menarik tangan Shesa.


"ta...tapi..." jawab Shesa terbata, karena ia tahu Vano tengah memperhatikan mereka.


"ayo dong Sha, kita minta pendapatmu tentang trend baju masa kini, kau kan desainer kami" seru Mita yang terus menggandeng tangan Shesa, terpaksa Shesa harus mengikuti permintaan teman-temannya.


Vano yang mengetahui itu, berhenti di sebuah gerai makanan dan masuk ke sana, nampak ia terus memperhatikan Shesa yang dikerumuni oleh teman-temannya, ia tak mau mengganggu waktu mereka, karena Vano sadar Shesa juga masih butuh waktu bersama dengan teman-temannya.


beberapa pelayan mengetahui siapa yang datang di gerai mereka.


"eh itu pak Vano bukan sih?" salah seorang pelayan mencoba menebak.


"eh...betul, itu pak Vano...wah suatu kehormatan beliau datang di gerai kita" sahut pelayan satunya.


disana Vano disambut dengan hangat oleh para pelayan, Vano duduk disebuah kursi berukiran cantik khas Bali, dimana tempat itu ia bisa mengawasi Shesa dengan leluasa, sembari menikmati chinesfood disana.


*******


setelah mereka berempat puas berbelanja, Mita merasa lapar.


"guys...kita makan yuk" ajak Mita untuk mencari makanan.


"eh...kita kesana yuk, kayaknya enak makanannya" Nabila menunjuk gerai chinesfood, dimana ada Vano yang sedang makan disana.


mereka berjalan masuk ke dalam gerai, tak disangka Mita dan Nabila melihat Vano sedang duduk menikmati chinesfood disana.


"hei...lihat ada pak Vano😍" seru Mita senang


"iya bener...wah kebetulan banget ketemu sama si ganteng disini" imbuh Nabila.


Monic menolah kearah Shesa.


"Sha...ada pak Vano" seru Monic sembari menarik lengan baju Shesa


"mana..?" tanya Shesa


"itu...?" Monic menunjuk ke arah pak Vano dengan pandangan matanya, sontak saja Shesa lebih terkejut lagi saat suaminya kepergok oleh teman-temannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2